APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Shasa Handoko diam-diam menghitung mundur sepuluh hari terakhir yang tersisa sebelum ia mendonorkan ginjalnya demi menyelamatkan Arya Lexim. Setelah prosedur medis itu selesai, Arya akan mendapatkan kembali kesehatannya, sementara Shasa, sosok pengganti yang selama ini dibenci, memilih untuk melangkah pergi dan menghilang selamanya. Shasa hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, apakah Arya akan mengingat dirinya saat pria itu hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya, meski ia tahu jawabannya mungkin adalah tidak sama sekali.
Bab
Bagikan

Bab 2

Arya menggandeng tangan Shasha dan langsung naik ke lantai atas. Baru melangkah beberapa anak tangga, dia tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah Shasa.

"Oh iya, kapan kita akan bercerai?"

Setelah mengatakannya, tanpa menunggu jawaban Shasa, Arya sudah kembali menatap Shasha dan menuntunnya naik dengan lembut.

Shasa menatap tumpukan berkas yang baru saja ditandatangani Arya. Sudut matanya memerah, bibirnya bergerak pelan tanpa suara, seolah berbisik pada dirinya sendiri, "Sebentar lagi."

Dia tahu Arya tidak mencintainya. Pernikahan mereka dulu hanyalah hasil dari keadaan yang memaksa.

Namun, saat ini Shasa belum bisa bercerai. Ada sesuatu yang hanya bisa dia lakukan selama masih menyandang status sebagai istri Arya.

Begitu semuanya selesai, dia akan mengembalikan tubuh yang sehat untuk Arya, sekaligus turut merelakan cintanya.

Sesuai janji dengan Profesor, Shasa pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

"Masih berapa lama waktu yang saya punya untuk bersiap?"

Profesor menatapnya. "Sepuluh hari."

Shasa tertegun.

Sepuluh hari?

Lebih cepat dari yang dia bayangkan.

"Dilihat dari kondisi tubuh Arya saat ini, kemungkinan dalam sepuluh hari lagi hasil pemeriksaannya sudah cukup untuk melakukan operasi."

"Baik, saya mengerti."

Dengan beban pikiran yang berat, Shasa menekan tombol lift untuk turun. Begitu pintu terbuka, pandangannya langsung menangkap sosok Arya dan Shasha.

Keduanya tampak sedang bercakap sambil tersenyum, tetapi senyum di wajah Arya langsung lenyap begitu melihat Shasa.

"Kamu ngapain di sini?" tanyanya.

Shasa gugup dan berusaha menutupi kegelisahannya. "Aku cuman ingin menemui Profesor."

Arya tahu Shasa juga mengenal Profesor. Suaranya terdengar tidak sabar. "Kamu malah lebih rajin datang daripada aku, ya."

"Lalu kamu sendiri?" Shasa tanpa sadar membalas, tapi langsung menyesal setelah kata-kata itu terucap.

Wajah Arya yang pucat tetap terlihat menawan. Bibirnya yang berwarna pucat sudah cukup menunjukkan bahwa dia datang untuk berobat.

Arya tertawa dingin dan tidak menjawab. Tatapan matanya dipenuhi ejekan, seolah menertawakan pertanyaan bodoh Shasa.

Dalam sorotan mata itu, Shasa hanya bisa menunduk dan menggigit bibirnya, dia tidak tahu harus berkata apa.

Suasana pun seketika terasa canggung.

Shasha mendadak tertawa dan berusaha mencairkan suasana. "Kak Shasa, jangan tersinggung ya. Kak Arya memang begitu orangnya, nggak suka banyak bicara."

Shasa tersenyum tipis.

Arya bukan tidak suka bicara, tetapi dia hanya tidak suka berbicara dengan Shasa.

Shasa memandangi Shasha yang merangkul lengan Arya dengan mesra. Ada sebersit iri yang menyelinap di dadanya.

Dulu, dia pun pernah membayangkan bisa seperti itu.

Sayangnya, semua itu hanya khayalan.

Seorang pengganti... pada akhirnya, tetaplah hanya seorang pengganti.

"Oh iya, Kak Shasa! Aku mau kasih tahu kabar baik!"

"Shasha."

Arya memotongnya dengan dahi berkerut, "Nggak perlu diberitahukan ke semua orang."

Shasha merengek manja sambil menggoyangkan lengannya. "Tapi ini kabar bahagia. Aku terlalu senang, sampai ingin memberitahukan ke seluruh dunia!"

Arya hanya bisa tersenyum sambil menggeleng, memperlihatkan ekspresi pasrah yang lembut, seolah sama sekali tidak bisa menolaknya.

"Hei, apa kamu nggak penasaran apa kabar baiknya?" tanya Shasha ke Shasa.

Shasa sebenarnya sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan Shasha.

Kalau bisa, dia lebih memilih tidak mendengarnya sama sekali.

Namun, tatapan tajam Arya kembali menusuknya, tatapan yang seakan memaksa agar dia menanggapi.

Shasa pun bertanya dengan senyum kaku, "Kabar baik apa?"

Shasha langsung berseri-seri. "Ada orang yang mendonorkan ginjalnya khusus untuk Kak Arya, jadi aku ikut menemaninya ke sini untuk melihat apakah hasil kecocokannya sesuai."

Ketika Shasha berbicara, Arya dengan lembut menyelipkan rambut yang jatuh di dahi Shasha ke belakang telinga.

Gerakannya begitu hati-hati seolah Shasha adalah harta paling berharga di dunia.

Tanpa sadar, Shasa tertegun dan memandangi Arya.

"Eh? Apa kamu nggak senang?"

Shasha memiringkan kepala dengan wajah heran. "Kok kelihatannya kamu nggak begitu senang?"

Shasa tersadar dan memaksakan senyum. "Senang, kok! Itu benar-benar kabar yang bagus."

Arya menatapnya dengan wajah dingin. "Bagaimana mungkin dia senang? Dia pasti malah berharap uji kecocokannya gagal."

"Perempuan yang bahkan nggak datang menjenguk suaminya saat sakit, kamu masih berharap dia punya hati?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan
9.4
Nasib membawa Serayu ke dalam pernikahan paksa dengan Abra, seorang dokter arogan yang juga pewaris takhta rumah sakit terkemuka. Hubungan yang awalnya hanya sekadar sandiwara tanpa rasa ini lambat laun berubah menjadi ikatan cinta yang tulus. Sayangnya, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Intervensi dari mertua serta kemunculan kembali mantan kekasih Abra menjadi ujian berat yang mengoyak keutuhan rumah tangga mereka. Kini, bertahan atau melepaskan sama-sama menorehkan luka mendalam bagi keduanya.
Sampul Novel Keanehan Keluarga Pacarku
7.9
Niat hati menemani sang kekasih pulang kampung, protagonis justru terjebak dalam pusaran misteri yang mencekam di Keanehan Keluarga Pacarku. Kejanggalan bermula saat ia menemukan adik pacarnya dipenuhi luka memar misterius, disusul peringatan mengerikan dari seorang nenek setempat untuk segera melarikan diri. Situasi kian membingungkan ketika ia melihat sahabat lamanya yang telah lama hilang berada di kediaman paman pacarnya. Di tengah kepungan rahasia gelap ini, tatapan sang kekasih pun mulai berubah drastis.
Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Dianggap bodoh dan lemah, nona keempat keluarga Lu tewas tragis di tengah saudara-saudaranya yang berbakat. Namun, takdir berubah saat jiwa pembunuh bayaran abad ke-21 merasuk ke raganya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya ini, sebuah kisah romansa yang sangat unik pun dimulai.
Sampul Novel Kuperdaya Adik Iparku
7.9
Sekembalinya dari studi bedah di Amerika, Jolie terpaksa tinggal di kediaman mewah kakak iparnya demi menuruti Elie, sang kakak. Di sana, ia terjebak dalam dinamika rumit bersama Dave, Kendra, dan Gerald. Alih-alih tenang, Jolie justru menghadapi perlakuan obsesif dan tidak manusiawi dari tiga pria dominan: Jimin, Jungkook, dan Taehyung. Di tengah tekanan mereka serta konflik dengan Ara, mampukah ia bertahan dari jeratan obsesi yang menyesakkan ini?
Sampul Novel Mendarat di Hatimu yang Retak
8.4
Pertemuan kembali setelah sepuluh tahun membawa perubahan besar bagi Liora Anindya dan Arlo Dirgantara. Liora sangat mencintai dunia penerbangan, sementara Arlo justru membenci langit akibat pengkhianatan mantan tunangannya yang merupakan seorang pramugari. Luka lama tersebut membuat Arlo yang dulu hangat kini menjadi sosok yang dingin. Profesi Liora sebagai pramugari pun membangkitkan trauma mendalam pada diri Arlo. Di tengah kebencian dan kenangan masa kecil, mampukah cinta mereka menyembuhkan luka Arlo?
Sampul Novel Nafsu Liar Putra Mafia
9.3
Melanjutkan kisah Wanita Pemuas di Ranjang, narasi ini menyoroti generasi penerus dinasti mafia besar, Hansen dan Maxwell. Mereka harus mengelola takhta bisnis ilegal warisan orang tua sambil menghadapi lika-liku romansa yang rumit. Pembaca akan diajak mengikuti perjalanan emosional putra-putra mafia ini dalam menentukan pilihan hati dan mencari pasangan hidup yang tepat di tengah dunia mereka yang keras.