APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA YANG RETAK

CINTA YANG RETAK

Setelah sekian lama menikah, seorang istri berhasil membongkar skandal perselingkuhan suaminya yang rapi tersimpan. Namun, tepat ketika ia hendak melangkah pergi demi menyudahi pernikahan mereka, sebuah fakta tak terduga terungkap. Pengkhianatan pedih itu rupanya menyimpan motif yang jauh lebih kelam dan rumit dari sekadar asmara gelap. Kini, ia terseret dalam lingkaran misteri besar yang menguji batas antara rasa benci dan kebenaran yang sebenarnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Maya duduk di sebuah kafe kecil yang biasa ia kunjungi bersama Karin. Ia mengaduk secangkir kopi tanpa henti, pikirannya melayang-layang. Matahari sore yang masuk melalui jendela terasa hangat, tapi tidak mampu mengusir dinginnya hati Maya.

Tak lama kemudian, Karin tiba dengan senyum lebar, seperti biasa. Namun, senyumnya memudar begitu melihat wajah Maya yang tampak lelah dan penuh beban.

"Maya, kamu kenapa? Kok kelihatan kusut banget?" Karin langsung duduk di hadapannya.

Maya mencoba tersenyum, tapi gagal. "Aku butuh ngobrol sama kamu, Rin. Aku nggak tahu harus cerita ke siapa lagi."

Karin meraih tangan Maya. "Aku di sini buat kamu, May. Cerita aja."

Maya menarik napas dalam sebelum mulai menceritakan semuanya-dari kecurigaannya terhadap Arya, pesan-pesan Sinta, hingga pertemuannya dengan Sinta kemarin. Saat Maya selesai, Karin menghela napas panjang, ekspresinya berubah serius.

"May, aku nggak tahu harus bilang apa. Tapi ini berat banget buat kamu, ya?" Karin bertanya dengan nada empati.

Maya mengangguk, menahan air mata yang hampir jatuh. "Aku nggak pernah bayangin Arya akan melakukan ini. Aku selalu percaya sama dia. Tapi sekarang... semuanya terasa hancur."

Karin menggenggam tangan Maya lebih erat. "Denger, May. Aku ngerti kamu marah dan sedih, tapi kamu nggak boleh buru-buru ambil keputusan. Kamu perlu tahu semuanya dulu."

"Aku udah tanya langsung ke Arya, tapi dia cuma bilang mereka cuma teman. Tapi cara mereka ngobrol di pesan itu nggak seperti teman biasa, Rin."

Karin menggeleng. "Itu berarti ada sesuatu yang dia sembunyikan. Kalau kamu mau tahu kebenarannya, kamu harus selidiki lebih jauh."

"Selidiki lebih jauh gimana, Rin? Aku udah ketemu Sinta, dia bilang nggak ada hubungan serius antara mereka, tapi... aku nggak percaya."

Karin berpikir sejenak. "Kalau gitu, mungkin kamu harus cari tahu lewat kebiasaan Arya. Dia sering pulang telat, kan? Coba perhatikan ke mana dia pergi. Kalau memang ada yang nggak beres, pasti ada jejaknya."

Maya menatap Karin dengan ragu. "Kamu nyuruh aku jadi detektif, Rin?"

Karin tertawa kecil. "Kadang kita harus gitu, May, demi kebenaran. Kalau kamu yakin Arya masih ada harapan, kamu perlu tahu seluruh ceritanya sebelum kamu ambil langkah besar."

Maya terdiam, mencoba mencerna saran dari sahabatnya. Karin benar. Sebelum membuat keputusan yang bisa mengubah hidupnya, ia harus memastikan semuanya.

"Oke," Maya akhirnya berkata. "Aku akan coba. Tapi kalau ternyata aku menemukan sesuatu yang lebih buruk, aku nggak tahu apa aku bisa tahan."

Karin menepuk bahunya pelan. "Aku akan ada di sini buat kamu, apa pun yang terjadi."

Malamnya, Maya duduk di kamarnya sambil memikirkan langkah selanjutnya. Ia membuka ponsel Arya yang berhasil ia ambil tanpa sepengetahuan suaminya. Ia memeriksa riwayat panggilan, pesan, bahkan aplikasi yang sering digunakan Arya.

Ia menemukan sesuatu yang menarik: catatan lokasi di ponsel Arya menunjukkan tempat yang sering ia kunjungi beberapa minggu terakhir. Sebuah restoran kecil di daerah yang jarang mereka datangi. Maya mencatat alamat itu.

"Besok, aku akan cari tahu sendiri," katanya pelan, tekadnya mulai terbentuk.

Keesokan harinya, Maya memutuskan untuk mengunjungi restoran yang tertera di catatan lokasi ponsel Arya. Ia berangkat sendirian, mengenakan pakaian sederhana agar tidak terlalu mencolok.

Setibanya di sana, Maya duduk di meja dekat jendela, memperhatikan suasana sekitar. Restoran itu kecil dan sederhana, dengan nuansa hangat yang membuatnya terasa akrab. Namun, Maya tidak datang untuk menikmati makanan. Ia membuka ponselnya, memeriksa catatan lokasi sekali lagi untuk memastikan bahwa ini adalah tempat yang sering dikunjungi Arya.

Pelayan datang menghampiri, tetapi Maya hanya memesan secangkir teh. Ia menunggu dengan gelisah, matanya sesekali melirik ke pintu masuk, berharap menemukan sesuatu yang menjelaskan kehadiran Arya di tempat ini.

Setengah jam berlalu tanpa kejadian berarti. Maya mulai merasa ragu pada rencananya. Namun, tepat ketika ia hendak pergi, pintu restoran terbuka. Arya masuk.

Jantung Maya seakan berhenti berdetak. Ia menunduk, berusaha agar Arya tidak melihatnya. Dari sudut matanya, ia melihat Arya berjalan ke arah meja di sudut ruangan, di mana seorang wanita sudah menunggu.

Wanita itu adalah Sinta.

Maya merasa darahnya mendidih. Namun, ia menahan diri untuk tidak membuat keributan. Ia mengeluarkan ponselnya, mencoba mengambil beberapa foto sebagai bukti.

Arya dan Sinta tampak berbicara dengan santai. Mereka tertawa beberapa kali, dan Maya merasa hatinya semakin remuk. Ia mencoba membaca bahasa tubuh mereka. Tidak ada sentuhan, tetapi cara mereka saling menatap terlalu akrab untuk disebut profesional.

Beberapa saat kemudian, pelayan datang mengantar makanan ke meja mereka. Arya tampak berbicara dengan serius, sementara Sinta mendengarkan dengan anggukan kecil. Maya memutuskan untuk mencoba mendekat, mencari posisi yang lebih baik untuk mendengar percakapan mereka.

Namun, tepat ketika ia berdiri, seorang pelayan menabraknya dari belakang, menjatuhkan nampan berisi piring.

"Oh, maaf, Bu!" pelayan itu meminta maaf dengan panik.

Keributan kecil itu menarik perhatian Arya dan Sinta. Arya menoleh, matanya langsung bertemu dengan Maya. Wajahnya berubah pucat.

"Maya?" Arya bangkit dari tempat duduknya, terkejut melihat istrinya di sana.

Maya berusaha tetap tenang meskipun hatinya berkecamuk. Ia mendekati meja mereka dengan langkah mantap.

"Jadi ini yang kamu sebut kerja, Arya?" suara Maya dingin, tetapi penuh emosi.

Sinta tampak kaget, tetapi ia segera berdiri. "Mbak Maya, ini nggak seperti yang Mbak pikirkan."

Maya menatap Sinta dengan tajam. "Benarkah? Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Aku ingin mendengar langsung dari kalian."

Arya mencoba menenangkan situasi. "Maya, aku bisa jelaskan. Ini memang tidak seperti yang kamu bayangkan."

Maya menyilangkan tangan di dada, menatap suaminya dengan penuh rasa kecewa. "Kalau begitu, silakan jelaskan, Arya. Jelaskan kenapa kamu diam-diam bertemu wanita lain tanpa pernah bilang apa-apa ke aku."

Arya terdiam, tampak bingung harus mulai dari mana.

Sinta melangkah maju, mencoba mengambil alih percakapan. "Mbak, biar saya yang jelasin. Saya dan Mas Arya memang sering ketemu, tapi hanya karena urusan kerja. Kami nggak punya hubungan lain selain itu."

Maya mengangkat alis. "Sering ketemu? Sampai butuh bertemu di restoran seperti ini? Apa memang ini tempat kerja baru kalian?"

Keributan kecil ini menarik perhatian beberapa pengunjung restoran lainnya. Arya tampak semakin gelisah, sadar bahwa situasi ini bisa menjadi bencana besar.

"Maya, kita bicara di luar saja," Arya memohon, mencoba meredakan ketegangan.

Namun, Maya menggeleng. "Tidak, Arya. Kita selesaikan di sini. Aku sudah cukup menahan diri."

Arya tidak punya pilihan lain selain duduk kembali, wajahnya dipenuhi rasa bersalah. Maya menatap suaminya dengan mata yang mulai memerah.

"Aku hanya mau satu hal, Arya. Kejujuran. Kalau kamu memang mencintai dia, katakan saja. Aku akan pergi dari hidupmu."

Arya langsung menggeleng. "Tidak, Maya. Aku tidak mencintai dia. Aku mencintai kamu. Selalu."

Maya tersenyum pahit. "Kata-kata itu sudah tidak ada artinya lagi, Arya. Karena selama ini, kamu sudah mengkhianati kepercayaan aku."

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia memilih pergi dalam keadaan mengandung setelah gagal meluluhkan hati dingin Kenzo. Kepergiannya tanpa jejak membuat Kenzo putus asa hingga nekat memperluas bisnis global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuatnya gila dan mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai wanita kaya dan berkuasa. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang masih terus mengejarnya.
Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Demi sang ibu yang sakit, Kim Liu, pengacara muda yang berbakti, bersedia dijodohkan dengan Jung Jisung. CEO TJ Group yang kaya raya ini memiliki trauma masa lalu akibat penculikan saat kecil. Walau awalnya bersikap dingin, ketulusan Liu perlahan meluluhkan hati Jisung. Sayangnya, pernikahan rahasia mereka menghadapi cobaan berat dari kebencian ibu mertua, usikan mantan kekasih Liu, hingga intrik licik Song Minseo. Mampukah cinta mereka bertahan di tengah tekanan harta?
Sampul Novel Kisah Panas Terapis Laktasi Pria
8.7
Dalam novel Kisah Panas Terapis Laktasi Pria, sebuah sesi terapi medis berubah menjadi momen yang sangat intim. Di atas ranjang luas, seorang pasien wanita harus menanggalkan pakaian atasnya demi menjalani prosedur laktasi. Di bawah instruksi dan sentuhan langsung dari sang terapis pria asing, ketegangan sensoris pun memuncak. Sentuhan fisik yang intens tersebut akhirnya membuat tubuh sang wanita gemetar hingga mengeluarkan cairan laktasi, menguji batas profesionalisme mereka.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia
8.6
Pernikahan lima tahun Hosana dan Jack diuji saat Jack meminta pindah ke luar negeri bersama Luna untuk ketiga kalinya. Jack mengaku bahwa Luna, tetangga sebelah mereka, telah menemaninya selama sembilan tahun. Tanpa air mata, Hosana justru membantu membelikan tiket pesawat untuk Luna. Mengira istrinya pasrah, Jack pergi bersama Luna. Namun di bandara, setelah mengantar mereka, Hosana memilih menaiki pesawat berbeda untuk pulang selamanya ke rumah orang tuanya.
Sampul Novel Takkan Kembali ke Dekapan Penderitaan
7.8
Delapan tahun membina rumah tangga bersama Rangga hanya menyisakan luka bagi diriku. Suamiku telah membawa pulang sembilan puluh sembilan wanita lain, dan kini gadis keseratus datang untuk menghinaku di hadapannya tanpa pembelaan sedikit pun. Setelah semalaman dipaksa mendengar kemesraan mereka dari ruang tamu, batas kesabaranku akhirnya habis. Saat Rangga kembali menuntut pelayananku di pagi hari, aku memilih untuk menolak. Dia tampaknya lupa bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah kesepakatan kontrak, yang akan resmi berakhir dalam waktu tiga hari lagi.
Sampul Novel Waiting For Her Love (Bahasa Indonesia)
9.1
Kalea Pradipta, gadis periang yang tak kenal lelah mengejar impian menjadi penyanyi profesional, akhirnya sukses dikontrak label musik internasional setelah berulang kali gagal di ajang pencarian bakat. Ia juga merupakan anak tunggal dari pemilik wedding organizer terkenal. Sementara itu, Damas Evans adalah CEO muda berusia 25 tahun yang memimpin Nada Indonesia Corp. Pria cerdas ini mengelola gurita bisnis sang ayah yang bergerak di sektor hiburan serta kuliner.