APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!

Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!

Saat menyiapkan makan malam, Amara dikejutkan oleh permintaan cerai suaminya, Damien Crowhurst. Meski mencintai Damien sejak awal perjodohan akibat kebangkrutan keluarganya, Amara sepakat berpisah dan menerima kompensasi besar. Sikap tenangnya membuat Damien dan Selene Marquette, wanita baru yang menghinanya, terkejut. Usai empat tahun terjebak dalam pernikahan dingin, Amara memilih pergi ke apartemen kecil demi merasakan kebebasan yang nyata.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi itu, matahari belum terlalu tinggi saat Amara keluar dari apartemennya. Ia membawa tas belanja kanvas, berniat mengisi kulkas yang hampir kosong. Udara pagi terasa segar, dan suara burung bercampur deru kendaraan menciptakan harmoni khas kota yang sudah lama tidak ia nikmati.

Saat ia menutup pintu, suara langkah dari sebelah membuatnya menoleh. Evan keluar dari unitnya, mengenakan jaket kulit hitam dan celana jeans, rambutnya masih sedikit basah seolah baru mandi.

"Pagi," sapanya sambil menyampirkan ransel di satu bahu.

"Pagi," balas Amara.

"Kau mau ke pasar?" tanyanya, matanya melirik tas belanja yang dibawa Amara.

"Ya. Stok makananku... menyedihkan," jawab Amara, senyum tipis terulas di bibirnya.

Evan tertawa pelan. "Kalau begitu, biar aku antar. Aku juga harus ke arah sana."

Amara sempat ingin menolak-ia terbiasa berjalan sendiri-tapi mengingat ia belum tahu lingkungan sekitar dengan baik, tawaran itu tidak terdengar buruk. "Baiklah."

Pasar pagi itu ramai. Pedagang sayur meneriakkan harga, aroma rempah bercampur dengan bau roti yang baru dipanggang. Amara membeli beberapa sayuran, roti gandum, telur, dan buah. Evan menemaninya, sesekali membantu menawar harga, membuat Amara tersenyum karena tidak terbiasa ada yang repot-repot melakukan itu untuknya.

"Kau pintar menawar," ujarnya saat mereka meninggalkan pasar.

Evan mengangkat bahu. "Kalau sering pindah tempat tinggal, kau belajar bertahan dengan berbagai cara."

"Sering pindah?" tanya Amara.

Pria itu mengangguk, tapi tidak menjelaskan lebih lanjut. "Nanti akan ada waktunya aku bercerita. Tapi untuk sekarang, bagaimana kalau aku yang masak makan siang? Anggap saja sambutan tetangga baru."

Amara ragu sejenak, tapi akhirnya setuju. "Baiklah. Tapi aku bantu."

Beberapa jam kemudian, aroma tumisan bawang putih dan lada memenuhi dapur Evan. Amara berdiri di sebelahnya, mengiris paprika sementara pria itu mengaduk pasta dalam panci. Musik instrumental mengalun pelan dari speaker di sudut ruangan, membuat suasana terasa santai.

"Jadi, apa pekerjaanmu?" tanya Evan sambil menaburkan garam ke panci.

Amara menatap sebentar sebelum menjawab, "Dulu... aku bekerja di galeri seni. Setelah menikah, aku berhenti."

"Dan sekarang?"

Amara menghela napas. "Sekarang... aku belum tahu."

Evan mengangguk pelan, seolah memahami lebih dari yang ia katakan. "Kau tidak harus buru-buru. Kadang, menemukan jalan baru butuh waktu."

Makan siang mereka sederhana-pasta aglio e olio dengan salad segar-tapi Amara merasa itu adalah salah satu hidangan terenak yang ia makan dalam beberapa bulan terakhir. Mungkin bukan hanya karena rasanya, tapi karena suasananya. Tidak ada ketegangan, tidak ada percakapan yang dibungkus basa-basi dingin seperti bersama Damien.

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Saat ia kembali ke apartemennya sore itu, sebuah amplop tergeletak di depan pintu. Tidak ada nama pengirim, hanya alamatnya yang tertulis dengan huruf cetak rapi.

Amara membawanya masuk, duduk di sofa, dan membukanya.

Di dalamnya ada foto-foto dirinya. Beberapa diambil saat ia masih tinggal di rumah keluarga Crowhurst, beberapa diambil di hari-hari terakhir sebelum ia pindah. Salah satunya bahkan menampilkan dirinya di balkon apartemen barunya dua malam lalu.

Jantungnya berdegup kencang. Tidak ada catatan, tidak ada pesan. Hanya foto-foto itu, sebagai bukti bahwa seseorang mengawasinya.

Ia menggenggam tepi amplop, mencoba berpikir jernih. Siapa yang akan melakukan ini? Damien? Tidak mungkin... atau mungkin?

Malamnya, ia duduk di balkon, tatapannya menerawang. Angin malam membawa aroma hujan yang tertinggal sejak sore. Pintu balkon sebelah terbuka, dan suara Evan memecah lamunannya.

"Kau terlihat gelisah," katanya, berdiri di pagar balkon dengan minuman di tangan.

Amara menimbang sejenak sebelum menjawab, "Aku mendapat sesuatu... aneh. Amplop berisi foto-foto aku. Ada yang baru diambil, dari dekat."

Wajah Evan langsung serius. "Kau melapor ke polisi?"

Amara menggeleng. "Aku... tidak tahu harus mulai dari mana. Aku bahkan tidak tahu siapa yang melakukannya."

Evan menatapnya lama, lalu berkata, "Kalau kau mau, aku bisa mengeceknya. Aku punya kenalan yang bisa melacak hal seperti itu."

Amara terkejut. "Kau... siapa sebenarnya, Evan?"

Pria itu tersenyum samar, tapi matanya tetap serius. "Tetangga yang kebetulan tahu cara menjaga orang lain tetap aman."

Ada nada yang membuat Amara ingin bertanya lebih jauh, tapi ia menahan diri. Untuk saat ini, ia hanya tahu satu hal-ketenangan yang ia pikir sudah ia temukan, mungkin hanya ilusi sementara.

Dan entah mengapa, ia merasa badai yang lebih besar sedang menuju ke arahnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, nasib tragis menimpa Alesha Devandra. Reiner yang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Trauma mendalam membuat Alesha melarikan diri ke desa, namun ia justru mendapati dirinya tengah mengandung. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit: menuntut pertanggungjawaban dari Reiner yang mungkin telah lupa kejadian itu, atau membesarkan sang anak sendirian di tengah gunjingan orang-orang sekitar.
Sampul Novel Godaan Saat Salah Masuk Ruangan
7.9
Niat awal untuk mengklarifikasi kesalahpahaman seketika runtuh dalam novel romantis ini. Saat berada di sebuah bangsal, seorang pria dikejutkan oleh permintaan seorang wanita menawan yang berbaring tengkurap. Wanita itu mengira dirinya adalah seorang dokter dan memintanya untuk memeriksa masalah kecanduan yang dialaminya. Belum sempat pria itu menjelaskan identitas aslinya yang bukan seorang medis, sang wanita justru mulai menanggalkan pakaiannya. Situasi tak terduga ini menguji pertahanan dirinya.
Sampul Novel Ingin Tenang, Dengan Menumpang
8.1
Kehidupan yang penuh tekanan membuat mental Deli benar-benar kelelahan. Demi memulihkan diri dan mencari ketenangan batin yang hilang, ia harus mengambil keputusan penting. Deli akhirnya memilih mengungsi dan menumpang hidup di rumah adik kandungnya, Dena. Di kediaman sang adik, ia berharap bisa mengistirahatkan pikiran yang penat sekaligus melarikan diri sejenak dari segala kerumitan masalah yang selama ini terus menjeratnya.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terpaksa menggantikan posisi kakaknya yang melarikan diri dari pernikahan akibat rencana licik keluarganya. Ia kini menjadi istri sah Zain, seorang tuan muda tampan berkursi roda yang memiliki sifat dingin. Walau awalnya penuh tekanan dan peringatan, Zain berjanji akan memperlakukan Anna dengan baik asalkan ia patuh. Sebagai perempuan yang sekian lama terasing, Anna kini harus beradaptasi menjadi istri dari pria yang menuntut kepatuhan mutlak tersebut.
Sampul Novel RAHIM YANG DIPINJAM SAHABATKU
9.5
Demi menunjukkan baktinya kepada orang-orang terkasih, Tasya mengambil keputusan terberat dalam hidupnya. Ia bersedia memenuhi permintaan Siska, sahabat dekatnya, untuk menjadi istri kedua bagi Kenzo. Langkah ini membawanya masuk ke dalam pusaran pernikahan poligami yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah peran barunya ini, Tasya harus menghadapi ketidakpastian. Akankah pengorbanan besar tersebut berujung pada kebahagiaan, atau justru menorehkan luka batin yang mendalam?
Sampul Novel Sakit Ini Lebih Dari yang Kau Pahami
9.6
Kehidupan Seren Ayandra hancur akibat dendam dan kepura-puraan Arden Valez, pria keras yang didera trauma masa lalu. Meski awalnya dikuasai kebencian, Arden kini didera penyesalan mendalam karena takut kehilangan Seren. Uniknya, walau terus disakiti, hati Seren selalu kembali pada sosok Arden yang menjadi badai sekaligus rumah baginya. Di balik rasa bersalah, kedua jiwa yang terluka ini mencoba saling menyembuhkan dalam ikatan cinta yang nyata walau tak sempurna.