APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!

Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!

Saat menyiapkan makan malam, Amara dikejutkan oleh permintaan cerai suaminya, Damien Crowhurst. Meski mencintai Damien sejak awal perjodohan akibat kebangkrutan keluarganya, Amara sepakat berpisah dan menerima kompensasi besar. Sikap tenangnya membuat Damien dan Selene Marquette, wanita baru yang menghinanya, terkejut. Usai empat tahun terjebak dalam pernikahan dingin, Amara memilih pergi ke apartemen kecil demi merasakan kebebasan yang nyata.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aroma bawang putih tumis bercampur wangi rosemary memenuhi dapur luas itu. Amara Lyndell berdiri di depan kompor, sendok kayu di tangannya bergerak perlahan mengaduk saus creamy yang menggelembung lembut di panci. Meski sudah empat tahun menikah, ia masih terbiasa memasak sendiri, walaupun keluarga Crowhurst memiliki lebih dari cukup staf untuk menyiapkan hidangan kelas hotel bintang lima. Memasak membuatnya merasa normal, seperti dirinya yang dulu-bukan sebagai istri seorang pria kaya yang menjaga jarak.

Suara langkah sepatu kulit terdengar dari arah pintu. Lembut, teratur, dan entah kenapa membuat jantungnya otomatis mengencang. Ia menoleh, dan mendapati Damien Crowhurst berdiri di ambang pintu dapur, setelan hitamnya rapi seperti biasa, dasi terikat sempurna, wajahnya dingin tanpa senyum.

"Amara." Suaranya rendah, datar, nyaris tanpa intonasi.

Amara tersenyum tipis, mencoba menepis kegugupan yang datang begitu saja. "Kau pulang lebih cepat. Aku hampir selesai memasak. Malam ini aku-"

"Kita perlu bicara," potong Damien, suaranya tegas.

Sendok di tangan Amara berhenti bergerak. Ia mematikan kompor sebelum menatap suaminya penuh tanya. "Bicara soal apa?"

Damien tidak mendekat. Matanya menatap lurus, dingin, seolah sedang berhadapan dengan lawan bisnis, bukan istri yang sudah empat tahun mendampinginya. "Kita bercerai."

Kata itu jatuh begitu saja di antara mereka, seperti gelas kristal yang jatuh dan pecah di lantai marmer.

Amara menatapnya, menunggu ia tertawa atau mengatakan bahwa itu hanya lelucon buruk. Tapi Damien tetap diam, kedua tangannya dimasukkan ke saku celana, tubuhnya tegap.

"Damien..." suaranya hampir tak terdengar, "Kenapa?"

"Tidak ada gunanya kita mempertahankan ini. Aku akan mengatur semua prosesnya. Kau akan mendapatkan kompensasi empat puluh juta dolar, dan penthouse di Ravenshore." Nada bicaranya masih datar, seperti sedang menawarkan kesepakatan di ruang rapat.

Amara merasakan sesak di dadanya. Ia ingat betul, empat tahun lalu, ketika keluarga Lyndell hancur. Ayahnya kehilangan segalanya di pasar saham, ibunya tak sanggup menahan rasa malu, dan keduanya memilih mengakhiri hidup. Kakeknya-satu-satunya keluarga yang tersisa-menitipkannya kepada kakek Damien sebelum meninggal. Itulah awal perjodohan mereka.

Sejak saat itu, ia jatuh cinta pada Damien. Diam-diam. Diam-diam pula ia menerima dinginnya, menerima jarak yang tidak pernah terjembatani. Ia selalu berpikir, mungkin suatu hari pria itu akan melihatnya bukan sebagai beban warisan keluarga.

Dan sekarang... semua itu berakhir seperti kontrak yang habis masa berlaku.

"Ini... cuma transaksi bisnis bagimu, ya?" tanya Amara, suaranya bergetar tapi matanya menatap lurus.

Damien menatap balik, masih tanpa ekspresi. "Aku pikir itu yang terbaik untuk kita berdua."

Amara terdiam beberapa saat, lalu mengangguk perlahan. "Baik."

Sejenak, mata Damien sedikit menyipit, seolah tak menyangka ia akan setuju secepat itu. "Kau tidak akan-"

"Aku akan menandatangani surat cerainya," potong Amara. Ia berbalik, mematikan kompor sepenuhnya, lalu mencuci sendok kayu itu di wastafel. Tangannya bergetar sedikit, tapi ia menegakkan punggungnya.

Damien menatapnya lama, namun tidak berkata apa-apa lagi sebelum meninggalkan dapur.

Dua hari kemudian, surat cerai itu sudah di meja. Amara membubuhkan tanda tangannya tanpa banyak bicara. Tangan Damien sempat berhenti di atas meja, memperhatikan. Ia tahu betapa rapuh Amara dulunya-ia pernah melihat gadis itu menangis sendirian di taman keluarga, menangis di bawah hujan saat pemakaman orang tuanya. Tapi kini, yang ia lihat adalah seseorang yang bahkan tidak menunduk saat menulis namanya di atas kertas yang memutuskan ikatan mereka.

"Kau harus pindah secepat mungkin," kata Damien, nadanya seperti memberi instruksi kerja.

Amara hanya mengangguk.

Sejak hari itu, suasana rumah keluarga Crowhurst berubah. Pengurus rumah tangga yang dulu setidaknya bersikap netral mulai menunjukkan wajah sinis. Tatapan mereka seolah berkata, kau hanya numpang, dan sekarang waktumu habis.

Pagi itu, Amara sedang memindahkan beberapa buku ke dalam koper ketika suara deru mesin mobil terdengar di luar. Tak lama, suara hak sepatu menghentak lantai marmer menyusul.

Pintu depan terbuka, dan seorang wanita berambut pirang keemasan dengan gaun biru tua memasuki rumah. Wajahnya cantik, riasan sempurna, senyum tipis menghiasi bibirnya-senyum yang tidak sampai ke mata.

"Ah, kau pasti Amara," ucapnya sambil menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tatapannya membuat Amara merasa seperti sedang diukur nilainya-dan jelas hasilnya tidak memuaskan.

"Aku Selene Marquette," lanjut wanita itu. "Kau tahu siapa aku, kan?"

Amara menatapnya sesaat, lalu mengangguk. Ia sudah cukup pintar untuk mengerti. "Ya. Pasangan baru Damien."

Selene tersenyum puas, lalu berjalan mendekat, suaranya lembut tapi menusuk. "Aku cuma ingin melihat seperti apa wanita yang... berhasil bertahan di sisi Damien selama empat tahun. Jujur saja, aku kira akan lebih... mengesankan."

Di belakangnya, salah satu pelayan rumah-yang kini lebih sering mengabaikan Amara-tersenyum menyambut Selene, menawarkan minuman, memuji sepatunya.

Amara hanya berdiri tegak. "Kalau kau sudah selesai menilai, aku masih banyak yang harus dikemas."

Ekspresi Selene berubah masam. "Kau ini benar-benar tidak tahu diri, ya?"

Amara menatapnya tenang. "Mungkin. Tapi aku tahu kapan harus pergi."

Kemarahan Selene semakin terlihat. Ia berbalik, menggandeng lengan pelayan yang tadi memujinya, lalu berjalan menuju ruang tamu, meninggalkan aroma parfum mahal yang menusuk hidung.

Sore itu, Amara berdiri di depan rumah keluarga Crowhurst untuk terakhir kalinya. Dua koper besar berada di sampingnya. Sopir Damien menunggu untuk mengantarnya ke apartemen kecil yang sudah ia sewa.

Ia menoleh sekali lagi ke arah rumah besar itu. Selama empat tahun, ia mencoba membuatnya menjadi rumah... tapi nyatanya, dinding-dindingnya terlalu dingin, dan orang di dalamnya terlalu jauh untuk dijangkau.

Ketika mobil melaju keluar gerbang, ia merasakan sesuatu yang aneh-ringan di dada, meski hatinya masih perih. Kebebasan itu seperti udara segar, pahit tapi nyata. Untuk pertama kalinya sejak pernikahannya dimulai, ia merasa napasnya bukan lagi milik orang lain.

Dan mungkin... ini adalah awal dari sesuatu yang baru.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, nasib tragis menimpa Alesha Devandra. Reiner yang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Trauma mendalam membuat Alesha melarikan diri ke desa, namun ia justru mendapati dirinya tengah mengandung. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit: menuntut pertanggungjawaban dari Reiner yang mungkin telah lupa kejadian itu, atau membesarkan sang anak sendirian di tengah gunjingan orang-orang sekitar.
Sampul Novel Godaan Saat Salah Masuk Ruangan
7.9
Niat awal untuk mengklarifikasi kesalahpahaman seketika runtuh dalam novel romantis ini. Saat berada di sebuah bangsal, seorang pria dikejutkan oleh permintaan seorang wanita menawan yang berbaring tengkurap. Wanita itu mengira dirinya adalah seorang dokter dan memintanya untuk memeriksa masalah kecanduan yang dialaminya. Belum sempat pria itu menjelaskan identitas aslinya yang bukan seorang medis, sang wanita justru mulai menanggalkan pakaiannya. Situasi tak terduga ini menguji pertahanan dirinya.
Sampul Novel Ingin Tenang, Dengan Menumpang
8.1
Kehidupan yang penuh tekanan membuat mental Deli benar-benar kelelahan. Demi memulihkan diri dan mencari ketenangan batin yang hilang, ia harus mengambil keputusan penting. Deli akhirnya memilih mengungsi dan menumpang hidup di rumah adik kandungnya, Dena. Di kediaman sang adik, ia berharap bisa mengistirahatkan pikiran yang penat sekaligus melarikan diri sejenak dari segala kerumitan masalah yang selama ini terus menjeratnya.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terpaksa menggantikan posisi kakaknya yang melarikan diri dari pernikahan akibat rencana licik keluarganya. Ia kini menjadi istri sah Zain, seorang tuan muda tampan berkursi roda yang memiliki sifat dingin. Walau awalnya penuh tekanan dan peringatan, Zain berjanji akan memperlakukan Anna dengan baik asalkan ia patuh. Sebagai perempuan yang sekian lama terasing, Anna kini harus beradaptasi menjadi istri dari pria yang menuntut kepatuhan mutlak tersebut.
Sampul Novel RAHIM YANG DIPINJAM SAHABATKU
9.5
Demi menunjukkan baktinya kepada orang-orang terkasih, Tasya mengambil keputusan terberat dalam hidupnya. Ia bersedia memenuhi permintaan Siska, sahabat dekatnya, untuk menjadi istri kedua bagi Kenzo. Langkah ini membawanya masuk ke dalam pusaran pernikahan poligami yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah peran barunya ini, Tasya harus menghadapi ketidakpastian. Akankah pengorbanan besar tersebut berujung pada kebahagiaan, atau justru menorehkan luka batin yang mendalam?
Sampul Novel Sakit Ini Lebih Dari yang Kau Pahami
9.6
Kehidupan Seren Ayandra hancur akibat dendam dan kepura-puraan Arden Valez, pria keras yang didera trauma masa lalu. Meski awalnya dikuasai kebencian, Arden kini didera penyesalan mendalam karena takut kehilangan Seren. Uniknya, walau terus disakiti, hati Seren selalu kembali pada sosok Arden yang menjadi badai sekaligus rumah baginya. Di balik rasa bersalah, kedua jiwa yang terluka ini mencoba saling menyembuhkan dalam ikatan cinta yang nyata walau tak sempurna.