APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Virtual

Cinta Virtual

Hubungan virtual tanpa status justru menjadi hal yang sangat kunikmati. Lewat ponsel, kami rutin berkirim foto hingga sleep call tiap malam tanpa ikatan resmi. Meski sekadar teman dekat, perhatian manisnya terasa begitu nyata. Namun, mampukah kedekatan digital ini melangkah jauh hingga ke pelaminan? Ikuti kisah cinta tanpa status yang membuat iri ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Gemes banget, pengen tak cubit," gumamku seraya senyum-senyum sendiri setelah bertukar pesan dengan Alma--teman virtual ku dari le*ma*ch.

Nama yang indah juga bagus. Oh iya, nama lengkapnya Haiba Zia Almahyra, panggilannya Alma. Dia berasal dari Cilacap. Itu loh sedaerah dengan masjid perahu yang pernah viral sampai masuk stasiun televisi. Sudah lima hari aku selalu bertukar pesan dengan Alma. Orangnya asik dan harus kalian ketahui, cewek itu tidak bisa ngomong bahasa Jawa--melainkan Sunda. Aneh 'kan ya? Tinggal di Jawa Tengah kenapa tidak mengerti Jawa? Tapi, lucu kok. Baru pertama kali aku mempunyai temen cewek virtual berbahasa Sunda.

Hari ini pula terakhir tes ulangan akhir semester. Selesai jam sebelas. Aku balik aja lah ke pondok, mau telepon Alma soale, aku membatin sambil cengengesan gak jelas. Yang lihat tingkahku pasti mengira aku stress. Untungnya koridor fakultas ku tengah lenggang--tidak ada satu orang pun. Mengambil motor di parkiran, aku mampir lebih dulu ke cafe yang jaraknya tidak jauh dari kampus. Haus sekali. Cuaca amat terik oleh sinar matahari.

Menunggu pesanan tiba, aku cek kembali benda persegi milikku. Takutnya Alma membalas pesan karena dia bilang mau pergi ke BANK ditemani oleh Mama nya.

Menekan tombol memanggil, eumm berdering sih. Kok gak di angkat ya? Lah, kok? Kenapa dimatiin? Apa salah dan dosa hambamu Ya Allah.

Tring

[Lagi banyak orang, Mas. Aku malu.]

Aku tertawa dalam batin. Alma ini .... aku tidak bisa berkata-kata lagi. Semisal ada di depanku, dia langsung aku cubit aja pipinya.

Membalas pesannya, lalu mengirimkan foto suasana di cafe. 

"Lagi panas enaknya minum yang seger-seger tau, Ay," eja ku sambil mengetikkan kalimat tersebut. Geli ya, aku panggil Alma dengan sebutan Ay? Bingung tau harus panggil cewek itu apa. Sama mantanku sebelumnya ada berbagai panggilan yakni sayang, beb, dan honey. Stop, gak usah meledekku. Aku hanya memiliki tiga mantan saja. Pertama, sewaktu aku masih SMP kelas dua. Masih polos-polos, dan baru mengenal akan cinta mon*et. Masa itu aku belum mempunyai ponsel juga sekolah madrasah memberi peraturan agar tidak membawa benda persegi tersebut ke area lingkup nya. Yah, akhirnya kirim surat secara diam-diam.

Kedua, ketika aku kelas tiga SMK. Mau mepet hari kelulusan ceritanya itu. Sebab mau pindah kota melanjutkan kuliah serta mantan ku tidak kuat LDR, jadilah dia yang memutuskan duluan hubungan kami. It's okay, masih banyak cewek yang lain, bercanda.

Last, memasuki bangku perkuliahan aku tidak kepikiran memiliki pacar. Sampai di semester lima barulah menembak cewek cerewet tapi, cantik. Realistis dong, cowok pun pengen punya pasangan good looking. Berjalan ke tiga bulan, hubungan kami kandas dikarenakan mantan ku yang memutuskan duluan. 

Hari-hari telah berlalu, aku terbiasa jomblo sampai semester tujuh. Namun, setelah mengenal Alma lewat virtual, hidupku seakan berseri kembali. Tunggu, hanya teman, oke? Katanya teman, kok panggilannya Ayang? Alma juga, kenapa cewek itu enggak marah ya, aku panggil dia Ay. Di singkat, biar tidak kepanjangan.

Arif mengatakan hubunganku dengan Alma yaitu HTS. Kalian mungkin tau dong singkatan HTS? Masa iya gak tau? Aku yakin hampir semua cewek pernah merasakan hubungan tanpa status tetapi layaknya pacaran. You know lah, hubungan seperti ini memang manis-manis, saling memberi perhatian, teleponan tiap malem, dan aku melakukan sleep call bareng Alma di waktu pertama aku mengajaknya telepon. Kalau gak salah sampai subuh deh, kami sleep call an itu. Gila? Emang. Aku mengakuinya kok.

***

Jam dua belas siang, aku kembali menelepon Alma. Alhamdulillah, di angkat sama dia. Memberi salam, kemudian menanyakan keseharian Alma pada hari ini. 

"Udah makan, Ay?" aku bahkan tidak malu mengatakannya kalimat tersebut di depan Arif serta Haikal. 

"Minta pesenin go food, Mbak ke pacarnya. Bisanya cuma nawarin tok," melempar guling ke arah Arif, aku sampai melotot--kode untuk diam, tidak boleh ikut nimbrung.

Menit ke dua belas, temanku alias si Arif mulai berulah. Dia menghampiriku, lalu mendekatkan mulutnya pada ponsel yang ku tempel di telinga sebelah kanan. Sialan, Arif. Telingaku risih saat cowok itu menyuarakan de*ah*n hingga ku lupa membisukan panggilanku dengan Alma. 

"Astagfirullah, Rif. Koe sanaan lah. Ora usah ganggu aku," menyingkirkan kepalanya namun, Arif tetaplah Arif. Terkenal jahil. Sukanya bikin aku dan lainnya geram saat tengah teleponan sama lawan jenis.

"Lanjut nanti malem aja ya, Ay. Temenku rusuh-- "

Arif sengaja mengambil ponselku. Aku kecolongan cok. 

"Nanti malem sleep call ya, Ay. Babay, emuach," 

"Bocah gemblung," semburku kemudian memiting lehernya. Ya, begitulah pertengkaran kami. Nanti juga baikan kok, tenang saja.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dandelion, Wish, and Wind
9.1
Kepulangan Yoshino Izumi ke Jepang terjadi hanya karena paksaan sang ayah. Ia sangat membenci tanah airnya sendiri lantaran luka masa lalu akibat pengkhianatan ibu kandungnya. Namun, rasa benci itu perlahan terkikis setelah ia berjumpa dengan seorang gadis misterius berambut perak. Tanpa Izumi sadari, sesosok jiwa dari masa lalunya masih setia menunggu dirinya kembali. Di bawah langit musim panas yang dihiasi dandelion, ia berharap kerinduan mendalam yang tak pernah pudar ini akhirnya bisa tersampaikan.
Sampul Novel Jangan Hancurkan Hatiku
8.2
Evelyn Carter awalnya dikagumi karena dinikahi Victor Blake, pewaris Beaumont yang berjanji menjaganya terlepas dari keterbatasan fisiknya. Sialnya, mimpi indah itu sirna ketika Evelyn tahu bahwa cacat di kakinya adalah akibat perbuatan suaminya sendiri. Merasa dikhianati oleh sosok yang paling ia percayai, ia menolak untuk terus terpuruk. Kini, Evelyn bertekad menata ulang hidupnya dan bangkit demi membalaskan semua rasa sakit hati yang telah ia lalui.
Sampul Novel Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam
9.8
Demi sang kakek, Rania rela bertahan dalam pernikahan yang penuh kebohongan. Namun, kehancuran batin tak terhindarkan ketika ia melihat pengkhianatan Arkana, suaminya. Di balik kepedihan itu, rahasia lama dan perasaan tersembunyi mulai terkuak. Inilah perjuangan seorang wanita untuk bangkit dari luka mendalam, membuktikan kekuatannya setelah sekian lama berkorban dalam senyap.
Sampul Novel Ketua Jurusan vs Cewek Kampungan
8.2
Demi menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Mutiara Embun Pagi harus pindah ke Jakarta. Kehidupannya terusik oleh Leon Bhaskara Granada, cowok kaya nan angkuh penyandang gelar King of School yang selalu menghinanya sebagai gadis desa. Enggan direndahkan, Embun bertekad merebut gelar Queen of School demi membuktikan harga dirinya. Di tengah intimidasi Leon, sanggupkah Embun bertahan, mengalahkan rivalnya, dan justru memikat hati sang playboy?
Sampul Novel Mati Kutu Ketika Mereka Tahu Suamiku Ternyata Sultan
8.9
Akibat wajah hitam bertompel yang kontras dengan tubuhnya, seorang pria kerap dihina sebagai sosok miskin. Sang istri bahkan sempat meragukan siapa dia sebenarnya. Padahal, rupa buruk itu hanyalah penyamaran untuk mencari cinta tulus dari gadis desa. Saat kedoknya sebagai CEO kaya raya terbongkar, tetangga yang dahulu meremehkannya langsung bungkam. Apa motif sang Sultan di balik keputusannya hidup penuh cercaan?
Sampul Novel Terlahir Kembali, Menceraikan Suami Konglomerat
9.0
Setelah terlahir kembali, aku memutuskan untuk tidak lagi mengejar cinta Finn Gunawan, seorang bos mafia berkuasa sekaligus pria terkaya yang mengabaikanku di kehidupan lalu. Alih-alih bertahan sebagai istri yang tak dianggap, kini aku memilih mundur. Aku menemui Madeline Bahar, cinta pertama Finn, dan memintanya membujuk Finn agar bersedia menandatangani surat perceraian kami. Langkah ini menjadi satu-satunya cara agar Finn percaya bahwa aku benar-benar ingin melepaskannya demi meraih kebebasan sejati.