APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Virtual

Cinta Virtual

Hubungan virtual tanpa status justru menjadi hal yang sangat kunikmati. Lewat ponsel, kami rutin berkirim foto hingga sleep call tiap malam tanpa ikatan resmi. Meski sekadar teman dekat, perhatian manisnya terasa begitu nyata. Namun, mampukah kedekatan digital ini melangkah jauh hingga ke pelaminan? Ikuti kisah cinta tanpa status yang membuat iri ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Lehan?!" aku pura-pura tidur usai teleponan dengan Alma.

"Jan*u*, elo malah turu," suara Arif kek toa, anjir. Kedua telingaku amat sensitif oleh suara cemprengnya. Lama-lama aku bisa budeg ... eh, naudzubillahimindzalik, jangan sampe deh. Belum juga ketemu sama ayang Alma, masa budeg.

"Kecapean dia, habis kerja bakti bantuin Gus Zaenal," Widi emang the best.

"Halah, ora percaya," hardik Arif. Sedetik kemudian aku merasakan seluruh tubuhku di guncang hebat sama Arif.

"Wafa Lehandra, gue tau ya elo cuma pura-pura tidur?! Kuping gue juga gak salah denger, elo habis teleponan sama cewek HTS--siapa tuh ya namanya. Gue lupa,"

"Berisik woy," sahut Widi. Cowok itu membanting sendok logam ke atas lantai.

Terpaksa dah aku harus bangun.

"Kenapa lu?? Mau minjem motor?" anjir, pake lo-gue berasa anak Jakarta. Sok asik, batinku menertawakan diri sendiri.

Arif tersedak ludah, "Ora pantes sumpah," tuh 'kan, aku di ketawain.

"Awas, aku mau ke air," kebelet BAB. Pas teleponan dengan Alma, aku bela-belain gak ke air. Masih kangen suaranya. Apa sih yang enggak aku lakuin sama ayang Alma.

"Minjem sarung, Han. Punya gue masih basah,"

Aku menatap Arif sebentar. Iya lah, takutnya cowok itu naksir aku, astaghfirullah.

Menggetuk dahinya dua kali, aku pun berkata, "Kalau udah kotor, langsung di cuci makanya. Ribet sendiri 'kan?" ocehku kepadanya. Beranjak berdiri, aku berjalan menuju lemari pakaianku.

"Noh, ambil," ku lempar benda tersebut. Bukannya ditangkap dengan baik, sarung milikku melesat dan mendarat tidak aesthethic nya. Kena jidat lebarnya Arif. Kabur oy, sebelum kena amuk.

"Bang-- " masih ku dengar Widi mengomeli Arif karena mau berkata kasar.

***

"Astagfirullah, susah banget koh dapetin nomor whatsapp kamu, Ay," keluhku sambil meringis, menahan tangis. Ini beneran tau. Aku frustrasi karena ulah Alma.

Mau sebulan namun, kami berdua masih chattingan di aplikasi yaa ... kalian tau lah. Masih mandet ini. Padahal aku greget ingin beralih ke ke aplikasi hijau.

"Aku kasih nih, kosong delapan dua-- " ada jeda sebentar dari seberang sana. Aku menunggu penuh kesabaran, "yahh, tapi itu nomor telepon sedot WC," Alma tertawa puas, aku mengelus dada seraya memejamkan kedua mata. Beruntung kesabaranku setebal kamus bahasa Inggris. Kalau tidak, aku samperin dah ke rumahnya Alma. Modal nekat.

"Ay??" rengek ku kepadanya.

"Han?" ups, ada Mas Aiden. Aku emang lagi jongkok di halaman asrama. Mencabuti rumput liar di malam hari. Soalnya dalam kamar ada Arif--si cowok biang jahilnya minta ampun.

"Nggih, Mas, kenapa?"

Ku masukkan ponsel pada saku kemeja, lalu berdiri tegak di depan Mas Aiden.

"Lagi ngapain to? Malem-malem nyabutin rumput,"

"Ya Allah, Mas ngapain nyabutin rumput-- " aku gelagapan saat suara Alma terdengar. Gawat, apa aku tidak sengaja menekan tombol loudspeaker? Terburu-buru mengecek ponsel, dan benar saja.

Mas Aiden terkekeh pelan, "Lagi teleponan rupanya," matanya melirik sekilas pada ponsel yang aku kantongi lagi ke dalam saku kemeja.

Hanya cengiran polos sebagai jawabanku, "Ya begitu deh, Mas,"

Asli, malu sumpah.

"Ya udah, nanti kalian ke dapur pondok. Belum pada makan juga 'kan,"

"Nggih siap, Mas," semangatku membara ketika mendengar makanan.

Mas Aiden melenggang pergi, dan aku lanjut teleponan. Kali ini aku duduk di teras asrama. Belum siap masuk kamar. Gak enak hati sama Alma. Merasa bersalah pula, punya modelan temen kayak Arif. Takut Alma nya Lehan risih.

Fyi, kenapa di pondok aku dan temanku lainnya membawa ponsel, ya alasannya aku butuh informasi mengenai kampus. Makanya diperbolehkan membawa ponsel juga asrama anak kuliahan, SD, SMP serta SMA dipisah alias beda komplek.

"Hallo, Ay? Udah tidur apa?"

"Belum," alhamdulillah, kirain aku ditinggal tidur, "mau ke kamar mandi tapi, takut," cicitnya dibalas tawa pelanku.

"Takut kenapa sih? Wong gak ada apa-apa,"

"Han, skuy lah ke dapur pondok," ajak Bastara di ikuti lainnya.

"Ya udah makan gih, aku pun mau ke kamar mandi dan ngantuk,"

"Belum dapet nomor whatsapp kamu tau, Ay," idih, ini bukan Lehan yang aku kenal. Kenapa aku bisa semanja ... ah, tau lah.

"In Sya Allah besok aku kasih nomornya,"

Wajahku berbinar seperti menemukan harta karun di hamparan padang pasir.

"Janji, Ay?"

"Hem, iya," yes, akhirnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sejatimu Kembali
8.7
Pernikahan empat tahun dan kehadiran buah hati tak mampu membuat Lina memiliki hati Rian sepenuhnya. Sang suami masih dibayangi kenangan masa lalu yang belum usai. Luka hati Lina kian mendalam ketika cinta pertama Rian tiba-tiba hadir kembali. Sadar bahwa ketulusannya selama ini tidak pernah berbalas cinta, Lina kini harus mengambil keputusan tersulit. Ia dihadapkan pada pilihan pahit untuk merelakan Rian pergi demi mengejar kebahagiaannya sendiri.
Sampul Novel Dikhianati Saudara Tiri
9.5
Hidup Kiana Putri hancur akibat pengkhianatan keji dari saudara tirinya, Salsabila, dan sahabatnya, Dara. Diusir dari rumahnya, ia berjuang selama lima tahun hingga sukses menjadi desainer perhiasan. Sebagai ibu tunggal, ia fokus membesarkan putranya, Haidar, sambil menutup rapat hatinya yang terluka. Namun, ketenangannya terusik saat Alif tiba-tiba datang menawarkan pernikahan serta perlindungan bagi Haidar. Kiana pun bimbang menghadapi pria misterius ini.
Sampul Novel My BadBoy
8.6
Adzando Dalwes, murid berandalan rupawan yang mahir bertarung, selalu menutup diri dari cinta akibat trauma masa lalu. Baginya, semua perempuan tidak ada bedanya. Namun, keyakinan itu mulai goyah sejak kedatangan Vania Deltasya, murid baru berdarah campuran Amerika-Indonesia. Kehadiran Vania membawa warna baru yang mengubah dunia Adzando. Akankah si pembuat onar ini benar-benar terpikat, dan sanggupkah Vania menyambut rasa dari cowok yang terkenal tak tersentuh ini?
Sampul Novel Siap, Mas Bos! (Season 2)
9.3
Kembalinya ingatan Aika tidak membuat pernikahannya dengan Kairo berjalan mulus. Akibat trauma masa lalu dan luka pada rahimnya, Aika didera rasa bersalah. Ia bahkan meminta Kairo berpoligami demi kebahagiaan sang suami, terlebih setelah Andara Prameswari muncul. Keputusan tersebut memicu konflik besar dan kekecewaan mendalam pada diri Kairo. Di tengah bayang-bayang kelam masa lalu, akankah kekuatan cinta dan kesabaran menuntun mereka mewujudkan impian bersama?
Sampul Novel Suamiku Guy, Lelaki Sombong!
8.6
Kehilangan motor kesayangan dan ditinggal kekasih membuat hidup Sela, si gadis pemberontak pencinta adrenalin, hancur. Masalahnya kian rumit saat ia menabrak mobil mewah milik seorang pria asing yang sangat angkuh dan dingin. Insiden itu menyulut perselisihan sengit di antara mereka. Sialnya, pertemuan tersebut justru menjebak Sela dalam konspirasi rahasia yang mengancam nyawa. Kini, ia harus menghadapi tantangan berbahaya yang jauh lebih menegangkan dari balap liar.
Sampul Novel Terjerat Pernikahan Tanpa Cinta
8.0
Pernikahan impian Intan berubah menjadi penderitaan saat menyadari bahwa Wili menikahinya tanpa cinta, melainkan hanya sebagai pelarian. Menghadapi sikap dingin sang suami, batin Intan tersiksa hingga ia harus memilih antara bertahan atau merelakan segalanya. Kisah ini melanjutkan perjuangan Intan dari novel Mutiara Istri Yang Dijual dalam menghadapi getirnya rumah tangga.