APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Tidak Direstui

Cinta Tidak Direstui

Sebagai dokter spesialis sukses dengan klinik pribadi, Risa Ayu Cahyaningrum tetap dipandang rendah oleh ibu kekasihnya yang seorang Mayor TNI. Statusnya sebagai anak petani dianggap tidak sepadan dengan martabat sang tentara. Risa pun harus berjuang keras membuktikan bahwa ketulusan cintanya melampaui perbedaan kasta sosial. Di tengah konflik keluarga yang pelik, kesabaran serta keteguhan hatinya benar-benar diuji demi meraih restu yang terhalang tembok derajat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Risa melangkah keluar dari kafe dengan perasaan campur aduk. Pertemuan dengan Ibu Bima tadi tidak memberikan jawaban pasti, namun setidaknya, ia merasa sedikit lebih tenang. Meskipun Ibu Bima belum sepenuhnya menerima dirinya, Risa tahu bahwa ia telah berusaha untuk menunjukkan siapa dirinya dengan cara yang baik dan jujur.

"Semoga ini bisa membuka jalan," pikir Risa dalam hati, menyandarkan punggungnya ke kursi mobil dan menatap keluar jendela. Di luar sana, dunia tampak biasa-biasa saja, namun hatinya tetap gelisah. Ia tahu bahwa perjalanan ini belum selesai.

Setiba di rumah, ponselnya kembali berbunyi. Risa melihat layar, dan hati kecilnya merasa sedikit gugup saat melihat nama Bima terpampang di layar. Ia mengangkat teleponnya dengan pelan.

Risa: "Halo, Bim."

Bima: "Sayang, gimana pertemuanmu dengan ibuku? Aku khawatir kamu merasa tidak nyaman."

Risa menghela napas, berusaha menenangkan diri sebelum menjawab.

Risa: "Aku sudah berbicara dengannya, Bim. Aku menjelaskan siapa aku sebenarnya, dan meskipun dia belum sepenuhnya menerima, aku rasa ada sedikit perubahan di sikapnya."

Bima: "Aku tahu ini bukan hal yang mudah, Risa. Tapi aku bangga banget kamu bisa tetap tenang dan bicara dari hati."

Risa tersenyum tipis, meskipun hatinya masih penuh dengan keraguan.

Risa: "Aku juga berharap bisa lebih diterima, Bim. Tapi kita nggak bisa buru-buru. Ibu kamu itu orang yang sangat keras, dan dia punya prinsip yang sulit digoyahkan."

Bima: "Aku ngerti. Tapi aku janji, aku akan terus berusaha. Aku nggak mau kamu merasa sendiri dalam masalah ini."

Risa mengangguk meski Bima tidak bisa melihatnya.

Risa: "Aku tahu, Bim. Aku hanya butuh waktu dan keteguhan hati. Aku yakin semuanya bisa terlewati kalau kita sabar."

Bima: "Kamu benar, sayang. Aku akan selalu di sisimu. Kita bisa atasi ini bersama-sama."

Risa terdiam sejenak, lalu berkata dengan lembut.

Risa: "Terima kasih, Bim. Aku benar-benar merasa beruntung bisa bersama kamu."

Bima: "Aku juga merasa beruntung, Risa. Jadi, bagaimana kalau kita makan malam nanti? Aku ingin ngobrol lebih banyak dengan kamu."

Risa: "Boleh banget. Aku butuh sedikit waktu untuk bersantai."

Setelah menutup telepon, Risa merasakan sedikit ketenangan. Meskipun jalan yang harus ditempuh masih panjang, setidaknya ada orang yang siap mendukungnya. Bima selalu menjadi sosok yang mengerti dan memberinya kekuatan untuk terus bertahan.

Malam itu, Bima datang menjemput Risa di apartemennya. Mereka makan malam di restoran kecil yang menyajikan masakan favorit Risa, sebuah tempat yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Bima: "Jadi, gimana hari-harimu, selain pertemuan dengan ibuku? Kamu nggak perlu terus-terusan memikirkan masalah itu."

Risa tersenyum, meskipun senyum itu tampak sedikit dipaksakan.

Risa: "Aku sibuk dengan pasien-pasienku, Bim. Terkadang, bekerja itu seperti pelarian untukku. Tapi... tetap saja, rasa nggak nyaman itu ada."

Bima memandang Risa dengan khawatir.

Bima: "Kamu merasa tertekan, ya?"

Risa: "Sedikit, tapi aku bisa menghadapinya. Aku nggak bisa terlalu fokus pada hal yang nggak bisa aku ubah sekarang."

Bima meraih tangan Risa, menggenggamnya dengan lembut.

Bima: "Kamu itu kuat banget, Risa. Aku salut sama kamu. Aku tahu semuanya akan berjalan lebih baik kalau kita terus berusaha."

Risa menatap Bima, merasakan ketulusan dalam kata-katanya.

Risa: "Aku berharap begitu, Bim. Aku hanya takut kalau kamu merasa terjebak di antara aku dan ibumu."

Bima: "Aku nggak akan merasa terjebak, Risa. Aku tahu apa yang aku inginkan, dan aku ingin kamu di hidupku. Aku nggak akan membiarkan apapun memisahkan kita."

Risa mengangguk perlahan, merasakan perasaan hangat menyelimuti hatinya. Namun, di balik rasa nyaman yang ia rasakan, ada satu pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya. Apa yang akan terjadi jika Ibu Bima tetap tidak bisa menerima dirinya? Bagaimana mereka bisa melanjutkan hubungan ini jika selalu ada hambatan yang datang dari keluarga?

Bima mengangkat gelasnya, menatap Risa dengan senyuman.

Bima: "Mari kita buat kesepakatan. Kita berdua berjuang bersama, apapun yang terjadi."

Risa tersenyum, menyadari bahwa perjuangan mereka baru saja dimulai. Namun, setidaknya sekarang, ia tidak merasa sendiri.

Malam itu, setelah makan malam yang hangat, Bima mengantarkan Risa kembali ke apartemennya. Ketika mereka berdiri di depan pintu apartemen, Bima memegang bahu Risa dengan lembut, menatapnya dalam-dalam.

Bima: "Risa, kamu nggak perlu khawatir. Aku akan selalu ada untuk kamu. Kita akan bersama-sama menghadapi apapun yang datang."

Risa mengangguk, merasakan ketenangan yang mengalir dalam dirinya.

Risa: "Aku percaya padamu, Bim. Terima kasih sudah selalu mendukungku."

Bima tersenyum, lalu menunduk sedikit dan mencium kening Risa dengan lembut.

Bima: "Sampai ketemu lagi, sayang. Jangan terlalu banyak berpikir."

Risa tersenyum, melihat Bima berjalan pergi dengan hati yang lebih ringan. Meskipun ia tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, setidaknya, ia tahu bahwa ia tidak sendirian. Bersama Bima, ia siap menghadapi apapun yang akan datang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cincin Dendam : Janji di Balik Rahasia
9.4
Akibat cemburu, Lara tak sengaja merusak hubungan adiknya dengan Leon, menyeretnya ke dalam rahasia kelam keluarga Ariatama Marten. Leon yang menyimpan rencana tersendiri justru menawarkan pernikahan kontrak demi membalas pengkhianatan itu. Demi menjaga nama baik keluarga dan perasaan cintanya yang tersembunyi, Lara pun menerima tawaran tersebut. Akankah pernikahan tanpa cinta ini menumbuhkan rasa sejati, atau justru membongkar luka lama serta misteri berbahaya yang mengancam mereka?
Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel DUDA KHILAF
9.4
Malik Indra Wahyuda, duda satu anak, menelan kegagalan pernikahan hingga lima kali. Trauma mendalam akibat wafatnya istri pertama memicu diagnosis impotensi pada dirinya. Hal ini membuat para istri berikutnya pergi karena tak mendapat nafkah batin. Terpuruk pasca-perceraian kelima, Malik hampir menyerah pada hidup. Namun, takdir mempertemukannya dengan gadis muda bernama Isna. Insiden khilaf satu malam di antara mereka menjadi bukti bahwa gairah Malik yang padam kini telah bangkit kembali.
Sampul Novel GEJOLAK GAIRAH DILAN
9.1
Hanya dalam tiga kali berjumpa, Dilan dan Nessa langsung saling terpikat. Sayangnya, pertemuan ketiga justru menyisakan kepedihan mendalam bagi Dilan. Di bawah pengaruh obat perangsang, Nessa mengalami insiden tak terduga yang memaksa Dilan melanggar janjinya untuk melindungi kehormatan wanita idamannya tersebut. Kini, nasib hubungan mereka berada di ujung tanduk. Sanggupkah Nessa mengampuni tindakan Dilan, dan dapatkah benang kusut kesalahpahaman di antara mereka terurai?
Sampul Novel Harga Cinta Terpendam
9.0
Dulu aku terpaksa menghancurkan Bram demi melindunginya. Sekarang, ia kembali sebagai pengacara berdarah dingin yang berniat merebut Kania, putriku. Bram sama sekali tidak menyadari bahwa Kania adalah anaknya sendiri, dan aku sedang berjuang melawan leukemia yang mematikan. Di tengah tuntutan hukumnya yang kejam, aku harus bertahan hidup. Menjelang ajal, kuikhlaskan semuanya untuk Kania dan kutinggalkan sepucuk surat yang akan menghancurkan hidup pria yang sangat kucintai.
Sampul Novel Melahirkan Anak Mantan
9.3
Keadaan mendesak memaksa Rania pergi menjauh, meninggalkan kota asal sekaligus kekasihnya, Devano, tanpa sepatah kata pun. Kepergian misterius ini menorehkan luka batin dan kemarahan mendalam pada diri Devano. Enam tahun kemudian, takdir mempertemukan pria itu dengan seorang anak laki-laki yang sangat mirip dengannya dan Rania. Misteri besar apa yang sebenarnya dipendam Rania? Mengapa ia memilih pergi dan memicu kebencian Devano? Temukan jawabannya dalam kisah emosional ini.