APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Terlarang Dengan Tetangga

Cinta Terlarang Dengan Tetangga

Maya menderita lahir batin akibat tabiat kasar suaminya, Rafael. Di tengah kepedihan itu, ia menyaksikan betapa lembutnya Daniel, tetangga barunya, memperlakukan sang istri. Kehangatan Daniel seketika menyadarkan Maya akan kehampaan hidupnya. Walau Daniel telah berkeluarga, getaran asmara terlarang perlahan bersemi di hati Maya. Kini, ia terjebak dalam pergolakan batin antara kesetiaan pernikahan dan kerinduan mendalam akan cinta yang tulus.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi datang dengan cepat, membawa udara segar yang menembus celah-celah jendela dan menyejukkan setiap sudut ruangan. Maya duduk di meja makan, memandang kosong piring kosong di depannya. Rafael sudah berangkat kerja sejak pagi buta, meninggalkan rumah dengan wajah yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehangatan. Maya merasa kosong. Rasanya hari-hari berlalu tanpa arti, hanya rutinitas yang berulang tanpa perubahan.

Tiba-tiba, suara bel pintu membuatnya terkejut. Maya menoleh, merasa aneh dengan kedatangan yang tidak terduga. Dengan langkah ringan, ia menuju pintu depan dan membuka pintu dengan hati-hati. Di depan pintu, berdiri Daniel, tetangga baru yang sebelumnya hanya ia lihat sepintas lewat jendela. Ia terlihat sedang membawa beberapa kantong plastik berisi bahan makanan.

"Maya, selamat pagi," kata Daniel dengan senyum lebar yang khas. Senyum itu begitu tulus, membuat Maya merasa terkesan, meskipun ia mencoba untuk tidak terlalu menanggapinya.

"Selamat pagi, Daniel. Ada apa?" Maya bertanya, mencoba terdengar se-normal mungkin.

"Saya baru saja ke pasar dan kebetulan beli lebih banyak bahan makanan dari yang saya butuhkan. Saya pikir, mungkin kamu butuh beberapa," jawab Daniel, menyerahkan kantong plastik itu kepada Maya. "Ini sedikit sayuran dan buah, mungkin kamu bisa pakai."

Maya terdiam sejenak. Ia tidak tahu bagaimana harus merespons. Di satu sisi, niat Daniel terasa baik hati, namun di sisi lain, ia merasa ada ketegangan di antara mereka. Apa yang sebenarnya ia rasakan? Sejak malam itu, sejak ia melihat Daniel bersama wanita itu, perasaannya semakin kacau.

"Terima kasih," jawab Maya akhirnya, menerima kantong plastik tersebut. "Kamu terlalu baik, Daniel."

Daniel hanya tersenyum lebih lebar. "Tidak masalah, Maya. Kalau ada yang perlu bantuan, jangan ragu untuk menghubungi saya, ya?" kata Daniel, suara lembutnya menyentuh hati Maya. Ada sesuatu dalam suaranya yang membuat Maya merasa nyaman, seolah dunia menjadi lebih ringan, meskipun perasaannya semakin berat.

Maya mengangguk, mencoba membuang pikiran yang mulai mengganggu. "Tentu, saya akan mengingatnya." Ia tersenyum tipis, meskipun di dalam hatinya, ada kebingungan yang membelit.

Setelah Daniel pergi, Maya kembali ke dalam rumah dan menaruh kantong belanjaannya ke meja dapur. Tangannya gemetar sedikit, namun ia tidak tahu apakah itu karena perasaan bersalah atau karena ketegangan yang menguar di sekitarnya. Beberapa detik kemudian, Maya duduk di kursi dapur, merenung. Bayangan Daniel yang ramah dan perhatian terus menghantui pikirannya. Ia tidak tahu mengapa perasaan itu muncul begitu saja, begitu intens.

Hidupnya dengan Rafael seolah terperangkap dalam lingkaran kebencian dan ketakutan yang tak pernah berujung. Setiap hari, ia merasa semakin terasing, semakin jauh dari suaminya. Dan kini, dengan kedatangan Daniel yang penuh perhatian, perasaan itu semakin kuat. Perasaan yang tidak seharusnya ada.

Maya menggigit bibirnya, mencoba mengusir kebingungannya. "Ini salah," pikirnya, tetapi hatinya seolah tidak mendengarkan.

Beberapa jam berlalu, dan Maya merasa waktunya telah tiba untuk keluar dan berjalan-jalan. Ia membutuhkan udara segar, sesuatu untuk mengalihkan pikirannya. Ketika ia keluar dari rumah, tak sengaja ia melihat Daniel sedang membersihkan halaman depan rumahnya. Ia berdiri tegak, memegang sapu, wajahnya serius namun penuh semangat.

Tanpa sadar, Maya melangkah mendekat, menarik napas dalam-dalam, dan menyapa, "Hai, Daniel."

Daniel berhenti menyapu dan menoleh. "Oh, Maya! Kamu keluar juga?" tanyanya, senyum ramah menghiasi wajahnya. "Apa kabar? Semoga tidak terganggu dengan suara berisik dari rumah saya tadi malam."

Maya tersenyum kecil. "Tidak, tidak. Semuanya baik-baik saja. Hanya... tidak banyak yang terjadi hari ini," jawab Maya pelan, sedikit terkejut dengan keberanian dirinya untuk berbicara lebih banyak.

"Tentu, aku paham. Kehidupan bisa sangat membosankan, bukan?" kata Daniel, sambil melanjutkan pekerjaannya. "Tapi, kadang-kadang, kita hanya perlu berhenti sejenak, melihat sekeliling, dan merasakan udara segar. Itu bisa membantu."

Maya mendengarkan kata-kata Daniel dengan seksama. Ada sesuatu dalam cara pria itu berbicara yang membuatnya merasa nyaman, meskipun ia tahu bahwa ia seharusnya menjaga jarak.

"Ya, mungkin kamu benar," jawab Maya, sedikit terpingkal. "Aku rasa aku memang butuh sedikit waktu untuk diri sendiri."

Daniel berhenti menyapu dan menatapnya dengan serius. "Kalau begitu, kamu bisa ikut saya untuk berjalan-jalan sebentar. Tidak ada salahnya untuk menikmati sedikit waktu santai, bukan?"

Maya terdiam. Ia merasa jantungnya berdegup kencang, namun ada sesuatu yang mendorongnya untuk menerima ajakan Daniel. Mungkin, kata-katanya yang penuh perhatian itu membuatnya merasa diterima, sesuatu yang tak pernah ia rasakan bersama Rafael dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan sedikit keraguan, Maya akhirnya mengangguk. "Baiklah, mungkin berjalan-jalan sejenak tidak akan buruk."

Daniel tersenyum lebar. "Bagus! Mari kita mulai sekarang."

Selama mereka berjalan berdua, Maya merasa ada sesuatu yang perlahan berubah dalam dirinya. Setiap langkah yang mereka ambil bersama terasa berbeda. Mereka berbicara tentang hal-hal ringan, berbagi cerita, dan meskipun tidak ada kata-kata besar yang keluar, ada kenyamanan yang tumbuh di antara mereka. Maya tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya-terhubung dengan seseorang tanpa ada tekanan, tanpa rasa takut atau cemas.

Namun, di dalam hatinya, ada suara kecil yang mengingatkan Maya akan kenyataan. Daniel sudah menikah, seperti dirinya. Hubungan ini, jika terus berlanjut, bisa membawa mereka pada masalah yang lebih besar. Masalah yang lebih rumit. Tapi untuk saat ini, Maya tidak bisa menahan perasaan itu. Perasaan yang mungkin hanya sementara, tetapi terasa begitu kuat dan nyata.

Ketika mereka kembali ke rumah, Daniel mengucapkan selamat tinggal dengan senyum hangat. "Semoga harimu menyenangkan, Maya."

Maya hanya mengangguk, mulutnya terasa kering. "Terima kasih, Daniel. Sampai jumpa."

Saat Daniel menghilang di balik pintu rumahnya, Maya berdiri di depan rumahnya sendiri, memandangnya dengan perasaan campur aduk. Hatiku bingung, pikirnya. Perasaan ini... aku tidak tahu harus bagaimana.

Namun, satu hal yang pasti, perasaan itu semakin kuat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA LAMA BELUM USAI
8.6
Hati Gina hancur mendengar Abian telah menikah dan segera menjadi ayah. Meski Gina memilih mundur, Abian menolak melepaskannya. Berdalih dipaksa sang ibu, Abian egois ingin mempertahankan Gina sebagai selingkuhan. Gina merasa muak dengan segala janji palsu pria itu. Di tengah kehamilan istri sah Abian, Gina kini terjebak dalam hubungan gelap yang rumit, karena Abian bersikeras bahwa kisah mereka tidak akan pernah berakhir.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan ketangguhan seorang wanita yang terluka. Demi membalas kematian tragis orang tuanya, ia bersama adiknya, Shasya, nekat bergabung dengan agensi elite, The Angel. Menyamar sebagai wanita panggilan kelas atas, kakak beradik ini rela masuk ke dunia prostitusi demi melacak sang pembunuh. Di tengah bahaya yang mengancam nyawa, mereka mempertaruhkan segalanya untuk mengungkap kebenaran sekaligus menuntaskan dendam yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Derita berujung bahagia
8.3
Arini harus berjuang keras membesarkan anaknya seorang diri. Begitu sang buah hati berhasil meraih kesuksesan, mantan suaminya yang dahulu mencampakkan mereka kembali hadir demi mengincar harta atas nama hubungan darah. Di tengah kemarahan dan luka masa lalu, takdir mempertemukan Arini dengan sosok jodoh tak terduga yang rupanya berhubungan erat dengan keluarga Hakam. Mampukah Arini menemukan kebahagiaan sejatinya kini?
Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel, sang Dewa Perang yang sangat disegani, tak pernah melupakan masa remajanya yang kelam dan penuh kelaparan. Kala itu, sepotong biskuit dari seorang gadis kecil menjadi penyelamat hidupnya. Demi membalas budi yang begitu berharga, Daniel kini memutuskan kembali ke kampung halaman. Ia bertekad menjadi pelindung bagi sosok penyelamatnya masa lalu, yang kini telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda berparas sangat jelita.
Sampul Novel Harta, Tahta, Perjodohan
8.8
Demi ambisi orang tua, dua remaja SMA terjebak dalam rencana perjodohan paksa. Laluna Hasywa, gadis rupawan berpendirian kokoh, menolak keras karena meragukan ketulusan calon suaminya. Sebaliknya, Biru Al Arsakha, sang pewaris tampan Arsakha Company, sempat menolak sebelum akhirnya berbalik arah. Kini, Biru harus berjuang keras demi meluluhkan hati Laluna yang begitu keras. Akankah kegigihan sang pewaris mampu meruntuhkan benteng pertahanan gadis pilihannya?
Sampul Novel KETUA OSIS
8.6
Di sekolah elit Taruna Bangsa, Eva Nur Shafaah selaku ketua OSIS harus kehilangan harga diri akibat maraknya diskriminasi terhadap murid penerima beasiswa. Keadaan Eva kian memburuk setelah berkonflik dengan Artanabil Hibrizi, bos geng Kompeni sekaligus cucu pemilik yayasan sekolah. Memanfaatkan kuasanya, Arta memaksa Eva menjadi babu pribadinya. Hubungan toxic ini pun menguji ketulusan hati Eva dalam menghadapi kebengisan Arta di tengah kerasnya dunia remaja.