APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Terlarang Dengan Tetangga

Cinta Terlarang Dengan Tetangga

Maya menderita lahir batin akibat tabiat kasar suaminya, Rafael. Di tengah kepedihan itu, ia menyaksikan betapa lembutnya Daniel, tetangga barunya, memperlakukan sang istri. Kehangatan Daniel seketika menyadarkan Maya akan kehampaan hidupnya. Walau Daniel telah berkeluarga, getaran asmara terlarang perlahan bersemi di hati Maya. Kini, ia terjebak dalam pergolakan batin antara kesetiaan pernikahan dan kerinduan mendalam akan cinta yang tulus.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari berlalu, dan Maya merasa ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Perasaan yang semula samar-samar, kini semakin menguasai dirinya. Setiap kali ia bertemu dengan Daniel, baik secara kebetulan ataupun sengaja, hatinya berdebar kencang. Tapi, ia berusaha menekan perasaan itu, meyakinkan dirinya bahwa ia hanya terperangkap dalam kesepian dan kebosanan.

Namun, malam itu, ketika Rafael pulang dari kantor dalam keadaan gelisah dan marah-seperti biasa-Maya merasa seakan semuanya terjepit di dalam hatinya. Ia bisa mendengar langkah kaki Rafael yang berat, pintu yang dibanting, dan suara-suara keras yang mengisi rumah itu. Setiap kali Rafael marah, dunia sekitar Maya seolah hancur.

"Kenapa kamu tidak pernah bisa mengerti, Maya?!" teriak Rafael, wajahnya merah padam. Maya merasa tubuhnya kaku, takut kalau harus berhadapan lagi dengan ledakan kemarahan suaminya. "Aku bekerja keras setiap hari, dan yang kamu lakukan hanya diam di rumah seperti patung! Tidak ada yang kamu lakukan untuk membuat hidup kita lebih baik!"

Maya menunduk, mencoba menahan air matanya. Ia tahu bahwa tidak ada kata-kata yang akan membuat Rafael tenang. Selalu seperti itu. Setiap kali ia mencoba berbicara, Rafael akan memotongnya dengan kekesalannya. Tapi ada satu hal yang kini berbeda. Maya mulai merasa semakin lelah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga emosional.

"Rafael, tolong... Jangan lagi seperti ini," jawab Maya pelan, suaranya bergetar. Ia mencoba untuk tidak menunjukkan kelemahan di hadapan suaminya, meskipun hatinya terasa hancur. "Aku tidak bisa terus-menerus hidup dalam ketakutan seperti ini."

Rafael mendekat dengan langkah tegas. "Apa kamu mencoba mengajari aku bagaimana harus bersikap? Kamu pikir kamu lebih tahu?" Ia melangkah lebih dekat lagi, matanya menatap tajam ke arah Maya, membuatnya semakin takut.

"Aku tidak mencoba mengajari siapa pun, Rafael," jawab Maya, meski kata-katanya hampir tak terdengar. "Aku hanya... ingin kamu lebih lembut padaku. Aku butuh sedikit perhatian, bukan kemarahan terus-menerus."

Rafael tertawa sinis, lalu mengangkat tangannya, seolah siap memukul. Maya menutup mata, siap menerima pukulan yang mungkin datang, namun saat itu, suara ketukan di pintu membuatnya terkejut.

"Ya Tuhan, ini dia lagi..." Rafael menyeringai sinis. "Tunggu di sini, jangan ke mana-mana."

Maya berdiri terdiam di tempatnya, sementara Rafael membuka pintu dengan kasar. Dari balik pintu, muncul Daniel. Tatapan mereka bertemu, dan Maya bisa melihat ekspresi Daniel yang agak bingung, namun penuh perhatian. Daniel menatap Maya sejenak, lalu kembali memandang Rafael.

"Selamat malam, Rafael. Maaf jika saya mengganggu. Hanya ingin menanyakan apakah ada yang bisa saya bantu," kata Daniel, suaranya tetap tenang meskipun Maya bisa merasakan ketegangan yang mengalir di udara.

Rafael melirik Daniel dengan tatapan sinis. "Apa urusanmu dengan kami?" jawabnya kasar, seakan tak peduli dengan kehadiran Daniel.

Maya bisa merasakan ketegangan semakin meningkat, dan dengan cepat, ia mendekati Daniel, berharap bisa meredakan situasi. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Daniel. Terima kasih sudah mampir," katanya, mencoba tersenyum meski hatinya terasa sangat berat.

Namun, Daniel tidak bergerak. Ia tetap berdiri di depan pintu dengan sikap tenang, seolah tahu ada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi. "Maya, kamu baik-baik saja?" tanya Daniel, suaranya lembut, penuh perhatian.

Maya menelan ludah, lalu menatap Daniel sejenak. "Ya, saya baik-baik saja. Terima kasih," jawabnya, meskipun kata-kata itu terasa hambar.

"Jika kamu butuh sesuatu, aku di sini," kata Daniel, tetap dengan suara lembutnya. "Jangan ragu untuk meminta bantuan."

Maya merasa hatinya semakin kacau. Rafael berdiri di samping, menatap Daniel dengan tajam. "Kamu pikir siapa kamu datang ke sini tanpa permisi? Kalau ada urusan, datanglah dengan cara yang lebih sopan!" teriak Rafael dengan suara keras, membuat Maya terkejut.

Daniel tetap diam, tidak terbawa emosi. "Saya hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja," jawabnya dengan tenang. "Tapi jika saya mengganggu, saya akan pergi."

Sebelum Rafael sempat berkata lebih banyak, Daniel berpaling dan meninggalkan rumah dengan langkah tenang. Maya merasa seakan ada yang terlepas dari dirinya, seakan ada sesuatu yang mulai melepaskan dirinya dari belenggu yang selama ini ia rasakan.

Setelah pintu tertutup, Rafael menatap Maya dengan amarah yang semakin membara. "Kenapa kamu harus memanggil dia? Kamu pikir kamu lebih butuh perhatian dari dia daripada dari suamimu sendiri?!" teriak Rafael, tangannya mengepal kuat. Maya bisa merasakan ketegangan yang semakin meningkat, namun ia mencoba untuk tetap tenang.

"Aku hanya... merasa tertekan, Rafael," jawab Maya dengan suara pelan, hampir tidak terdengar. "Aku hanya butuh sedikit ruang untuk bernapas."

Rafael menatapnya dengan marah, lalu berbalik pergi menuju ruangannya tanpa mengatakan apa-apa lagi. Maya berdiri terdiam di tempatnya, merasa terasingkan di rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya.

Namun, dalam hatinya, ia tahu bahwa sesuatu telah berubah malam itu. Ketika Daniel datang dan menunjukkan perhatian yang tulus, Maya merasa ada harapan, meskipun ia tahu itu adalah jalan yang berbahaya. Namun, satu hal yang pasti: perasaannya terhadap Daniel semakin kuat, semakin sulit untuk diabaikan.

Hari-hari berikutnya semakin sulit bagi Maya. Setiap kali ia bertemu dengan Daniel, perasaan itu semakin kuat. Namun, ia juga tahu bahwa ia harus berhati-hati. Sebuah hubungan yang terlarang tidak akan pernah bisa berakhir dengan bahagia, dan Maya tahu risiko yang harus ia hadapi. Tapi, setiap kali Rafael melukai hatinya, Daniel menjadi pelarian yang semakin sulit untuk dihindari.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA LAMA BELUM USAI
8.6
Hati Gina hancur mendengar Abian telah menikah dan segera menjadi ayah. Meski Gina memilih mundur, Abian menolak melepaskannya. Berdalih dipaksa sang ibu, Abian egois ingin mempertahankan Gina sebagai selingkuhan. Gina merasa muak dengan segala janji palsu pria itu. Di tengah kehamilan istri sah Abian, Gina kini terjebak dalam hubungan gelap yang rumit, karena Abian bersikeras bahwa kisah mereka tidak akan pernah berakhir.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan ketangguhan seorang wanita yang terluka. Demi membalas kematian tragis orang tuanya, ia bersama adiknya, Shasya, nekat bergabung dengan agensi elite, The Angel. Menyamar sebagai wanita panggilan kelas atas, kakak beradik ini rela masuk ke dunia prostitusi demi melacak sang pembunuh. Di tengah bahaya yang mengancam nyawa, mereka mempertaruhkan segalanya untuk mengungkap kebenaran sekaligus menuntaskan dendam yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Derita berujung bahagia
8.3
Arini harus berjuang keras membesarkan anaknya seorang diri. Begitu sang buah hati berhasil meraih kesuksesan, mantan suaminya yang dahulu mencampakkan mereka kembali hadir demi mengincar harta atas nama hubungan darah. Di tengah kemarahan dan luka masa lalu, takdir mempertemukan Arini dengan sosok jodoh tak terduga yang rupanya berhubungan erat dengan keluarga Hakam. Mampukah Arini menemukan kebahagiaan sejatinya kini?
Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel, sang Dewa Perang yang sangat disegani, tak pernah melupakan masa remajanya yang kelam dan penuh kelaparan. Kala itu, sepotong biskuit dari seorang gadis kecil menjadi penyelamat hidupnya. Demi membalas budi yang begitu berharga, Daniel kini memutuskan kembali ke kampung halaman. Ia bertekad menjadi pelindung bagi sosok penyelamatnya masa lalu, yang kini telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda berparas sangat jelita.
Sampul Novel Harta, Tahta, Perjodohan
8.8
Demi ambisi orang tua, dua remaja SMA terjebak dalam rencana perjodohan paksa. Laluna Hasywa, gadis rupawan berpendirian kokoh, menolak keras karena meragukan ketulusan calon suaminya. Sebaliknya, Biru Al Arsakha, sang pewaris tampan Arsakha Company, sempat menolak sebelum akhirnya berbalik arah. Kini, Biru harus berjuang keras demi meluluhkan hati Laluna yang begitu keras. Akankah kegigihan sang pewaris mampu meruntuhkan benteng pertahanan gadis pilihannya?
Sampul Novel KETUA OSIS
8.6
Di sekolah elit Taruna Bangsa, Eva Nur Shafaah selaku ketua OSIS harus kehilangan harga diri akibat maraknya diskriminasi terhadap murid penerima beasiswa. Keadaan Eva kian memburuk setelah berkonflik dengan Artanabil Hibrizi, bos geng Kompeni sekaligus cucu pemilik yayasan sekolah. Memanfaatkan kuasanya, Arta memaksa Eva menjadi babu pribadinya. Hubungan toxic ini pun menguji ketulusan hati Eva dalam menghadapi kebengisan Arta di tengah kerasnya dunia remaja.