APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Terlarang Dengan Tetangga

Cinta Terlarang Dengan Tetangga

Maya menderita lahir batin akibat tabiat kasar suaminya, Rafael. Di tengah kepedihan itu, ia menyaksikan betapa lembutnya Daniel, tetangga barunya, memperlakukan sang istri. Kehangatan Daniel seketika menyadarkan Maya akan kehampaan hidupnya. Walau Daniel telah berkeluarga, getaran asmara terlarang perlahan bersemi di hati Maya. Kini, ia terjebak dalam pergolakan batin antara kesetiaan pernikahan dan kerinduan mendalam akan cinta yang tulus.
Bab
Bagikan

Bab 1

Maya duduk di sofa tua di ruang tamu, memandang jendela besar yang terbuka, membiarkan angin malam yang sejuk berhembus masuk. Ia bisa mendengar suara-suara di luar, terdengar samar suara tawa, langkah kaki yang berderap, dan obrolan ringan dari tetangga-tetangganya. Namun, pikirannya melayang jauh. Ia mengamati langit malam yang gelap, seolah mencari sesuatu yang tak bisa dijangkau oleh matanya. Sesuatu yang hilang. Sesuatu yang tidak pernah benar-benar dimilikinya.

Maya menarik napas dalam-dalam dan menatap ponselnya yang tergeletak di meja kecil di sampingnya. Tidak ada pesan, tidak ada panggilan masuk dari suaminya, Rafael. Hal yang biasa. Rafael selalu sibuk dengan pekerjaannya, dan semakin lama, Maya merasa semakin terasing darinya. Pernikahan mereka sudah jauh dari bahagia. Setiap kali mereka berbicara, kata-kata terasa tajam, penuh kebencian. Setiap kali mereka bertemu, rasa takut selalu menggelayuti hatinya.

Tiba-tiba, sesosok bayangan muncul di luar jendela. Maya menoleh. Matahari hampir terbenam, dan cahaya oranye keemasan mulai meredupkan warna-warna dunia. Maya melihat sosok pria yang tampaknya baru pulang dari kerja, berjalan menuju rumah baru yang terletak tepat di sebelah rumahnya. Itu adalah Daniel, tetangga barunya yang beberapa hari sebelumnya baru pindah bersama istrinya. Maya tidak bisa tidak memperhatikan wajahnya yang tampan, senyumnya yang ramah, dan aura tenang yang memancar darinya.

Maya berusaha menahan pikirannya yang mulai mengembara, tetapi entah mengapa, sosok Daniel begitu menarik perhatian. Ia tidak tahu mengapa, tapi ada sesuatu dalam diri pria itu yang membuatnya merasa nyaman, bahkan tanpa sepatah kata pun terucap antara mereka. Mungkin karena Daniel selalu tampak bahagia, tidak seperti suaminya yang temperamental dan cenderung menuntut segalanya darinya.

Beberapa detik kemudian, Maya mendengar suara pintu rumah sebelah terbuka, dan tanpa sengaja, ia melihat Daniel sedang berbicara dengan seorang wanita. Maya menahan napasnya saat melihat mereka berdua berdiri di depan pintu, berbincang dengan tawa ceria yang membuat hati Maya tersentuh. Wanita itu tampak sangat nyaman di samping Daniel, senyum keduanya terlihat begitu tulus. Mereka bercakap-cakap dengan penuh kehangatan, seolah dunia mereka hanya berputar di sekitar mereka berdua.

Maya merasa matanya mulai berkaca-kaca. Ada perasaan yang sulit ia ungkapkan, perasaan yang tiba-tiba menghampirinya begitu saja. Ia teringat bagaimana dulu, ia dan Rafael selalu berjanji akan bahagia, bagaimana Rafael selalu tampak penuh cinta padanya ketika mereka pertama kali menikah. Namun, belakangan, semua itu berubah. Rafael berubah menjadi sosok yang berbeda, sosok yang penuh dengan kemarahan dan kekerasan. Maya merasa hancur setiap kali ia berhadapan dengan suaminya.

Tanpa sadar, Maya terus mengamati Daniel dan wanita itu, merasa aneh melihat bagaimana Daniel begitu lembut dan penuh perhatian. Ia memerhatikan bagaimana Daniel merangkul wanita itu dengan penuh kasih sayang, bagaimana pria itu selalu mampu membuat pasangannya merasa dihargai. Maya merindukan itu-sentuhan lembut, perhatian tulus yang membuatnya merasa dicintai. Sesuatu yang sudah lama tidak ia rasakan.

"Kenapa aku merasa seperti ini?" gumam Maya dalam hati, mencoba mengusir perasaan aneh yang mulai menguasai pikirannya.

Suasana di luar terasa semakin sepi. Maya menunduk, seolah mencoba mengalihkan pandangannya dari Daniel dan wanita itu yang kini sudah masuk ke dalam rumah. Namun, bayangan mereka masih terngiang dalam pikirannya, mengusik setiap sudut hatinya yang terluka. Dengan hati yang kacau, Maya bangkit dari kursinya dan berjalan ke dapur, berusaha menenangkan dirinya.

Saat tangannya membuka kulkas, ia mendengar pintu rumahnya dibuka. Maya menoleh dan melihat Rafael, suaminya yang tampak kelelahan, berjalan masuk tanpa sepatah kata pun. Wajahnya muram, matanya yang tajam seperti selalu mencari kesalahan pada Maya. Maya bisa merasakan ketegangan di udara.

"Mana makan malam?" tanya Rafael dengan suara kasar, melemparkan tasnya ke meja tanpa perhatian.

Maya menelan ludah, berusaha untuk tetap tenang. "Aku sedang menyiapkannya," jawabnya pelan.

Rafael hanya mengangguk sambil melangkah menuju ruang tamu, duduk di sofa dengan sikap acuh tak acuh. Maya melanjutkan pekerjaannya di dapur, namun hatinya terasa berat. Ia ingin berteriak, tetapi tidak bisa. Perasaan itu kembali lagi-perasaan yang mulai tumbuh sejak malam itu, ketika ia tak sengaja melihat Daniel bersama wanita itu. Perasaan yang tak seharusnya ia miliki, namun semakin sulit untuk ditahan.

Maya selesai menyiapkan makan malam, dan membawa makanan itu ke ruang tamu. Rafael tidak menoleh sama sekali, hanya menatap layar televisi dengan kosong. Maya duduk di seberangnya, menatap suaminya yang tampak semakin jauh. Tak ada percakapan, tak ada senyum, hanya keheningan yang memeluk mereka berdua.

"Rafael," Maya akhirnya membuka mulut, suaranya hampir tak terdengar. "Kenapa kita tidak pernah berbicara dengan baik lagi?"

Rafael mengalihkan pandangannya ke Maya, matanya penuh kekasaran. "Kamu yang selalu menghindar," jawabnya singkat, tidak ada empati dalam suaranya.

Maya merasakan sakit di dadanya. Ia tahu Rafael tidak pernah benar-benar melihatnya lagi. Ia hanya merasa seperti bayangan yang selalu ada, tapi tidak pernah benar-benar dipedulikan. Perasaan itu semakin memperburuk hatinya.

"Maafkan aku," Maya berbisik, meski ia tahu kata-kata itu tak akan pernah mengubah apapun. Ia merasa terperangkap dalam hidupnya sendiri.

Setelah makan malam, Rafael beranjak pergi, meninggalkan Maya sendirian di ruang tamu. Maya duduk di sana, merenung, memikirkan segala sesuatu yang terjadi. Bayangan Daniel kembali muncul dalam pikirannya. Apa yang sebenarnya ia rasakan? Mengapa ia merasa nyaman hanya dengan melihat Daniel, meskipun ia tahu pria itu sudah memiliki istri?

Maya merasa bingung. Ia ingin melupakan perasaan ini, tetapi semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin perasaan itu menyusup masuk. Ia tahu ini salah, perasaan yang terlarang, namun entah bagaimana, hatinya tidak bisa berbohong.

Malam itu, Maya duduk termenung, memikirkan apa yang harus ia lakukan. Ia tahu perasaannya terhadap Daniel mungkin hanya akan membawa masalah, tapi hatinya tidak bisa menepisnya begitu saja. Apa yang sebenarnya ia inginkan? Kebahagiaan yang selama ini ia impikan?

Maya menatap keluar jendela, matanya mencari bintang di langit malam. "Apa yang harus aku lakukan, Tuhan?" bisiknya, seolah berharap ada jawaban yang akan membawanya keluar dari kebingungannya.

Namun, tak ada jawaban. Hanya keheningan yang mengisi ruang di sekelilingnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan
8.6
Kirana Adiwijaya mengira hidupnya sempurna bersama suaminya, Bima. Namun, ia menemukan fakta bahwa Bima memiliki keluarga rahasia dengan Rania, wanita yang dikira telah tiada. Lebih mengejutkan lagi, orang tua Kirana sendiri ikut membiayai sandiwara ini dan berniat melenyapkannya memakai obat penenang dosis tinggi. Sadar bahwa pernikahannya adalah jebakan maut, Kirana menolak terus ditindas. Ia kini bertekad membalas dendam lewat permainan yang jauh lebih mematikan.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Sampai Di Pelaminan
9.5
Lima tahun berpacaran berakhir sia-sia ketika seorang pengacara membatalkan pernikahannya sebanyak 52 kali demi menolong gadis magang di kantornya. Dari kesalahan formulir hingga konflik kerja, sang kekasih selalu pergi dan meninggalkannya dalam rasa malu. Lelah terus dikesampingkan, ia akhirnya memutuskan hubungan dan pergi meninggalkan Kota Alia. Namun, keputusan tegas untuk memulai hidup baru ini justru membuat sang mantan kekasih menjadi gila dan mulai mencarinya ke mana-mana.
Sampul Novel Dua Istri CEO
9.0
Setelah kebersamaan mereka yang intim, Brian terkejut saat Azzura mendesaknya untuk berpoligami. Sebagai pria kaya dan tampan, Brian menolak keras karena hatinya hanya milik Azzura. Sikap keras kepala istrinya yang tanpa alasan jelas ini memicu kemarahan sekaligus keraguan dalam diri Brian. Namun, di tengah konflik tersebut, Azzura memeluk erat suaminya untuk menegaskan bahwa perasaannya tidak berubah dan cintanya tetap tulus hanya untuk Brian.
Sampul Novel JADI SELINGKUHAN
8.6
Menjadi wanita simpanan dari lelaki beristri bukanlah impian hidupku. Namun, takdir menyeretku ke dalam pusaran rumit ini, memaksaku menerima kenyataan pahit sebagai orang ketiga. Kini, aku harus bertahan memikul beban berat akibat cemoohan dan pandangan rendah dari orang-orang di sekitarku. Inilah kisah perjuangan batinku menghadapi badai hujatan demi bertahan hidup, di tengah posisi sulit yang tidak pernah sekali pun aku inginkan.
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Setelah masa kontrak kerjanya usai, Mayumi memilih menjadi relawan dalam acara Jepang agar bisa berjumpa dengan idolanya, Mamoru V. Tak disangka, ia beruntung terpilih menjadi LO bagi cosplayer tersebut. Namun, situasi mendadak menegangkan saat sekelompok orang bersenjata menyerang mereka di tengah jalan menuju studio foto. Terjebak dalam aksi kejar-kejaran maut di gedung tua, Mayumi syok melihat Mamoru memegang pistol sungguhan. Sang idola ternyata menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Mendarat di Hatimu yang Retak
8.4
Pertemuan kembali setelah sepuluh tahun membawa perubahan besar bagi Liora Anindya dan Arlo Dirgantara. Liora sangat mencintai dunia penerbangan, sementara Arlo justru membenci langit akibat pengkhianatan mantan tunangannya yang merupakan seorang pramugari. Luka lama tersebut membuat Arlo yang dulu hangat kini menjadi sosok yang dingin. Profesi Liora sebagai pramugari pun membangkitkan trauma mendalam pada diri Arlo. Di tengah kebencian dan kenangan masa kecil, mampukah cinta mereka menyembuhkan luka Arlo?