APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Terkubur dalam Arus Sungai

Cinta Terkubur dalam Arus Sungai

Sebagai putri kandung yang diabaikan, ia harus berbagi nasib buruk diculik bersama adiknya yang lebih disayangi. Kejamnya, orang tua mereka justru lega saat jari yang dipotong penculik bukan milik sang adik. Ketika rencana penyelamatan gagal, demi melindungi si bungsu, orang tua mereka memfitnah sang kakak hingga ia disiksa sampai mati. Penyesalan terlambat datang saat jasadnya yang hancur ditemukan, mendorong orang tua mereka kehilangan akal sehat dan menuntut balas dendam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Para penculik bertindak makin menjadi-jadi. Mereka memotong jari tangan dan kakiku untuk mengancam Keluarga Lukira agar mereka tidak sembarangan bertindak. Jika tidak, mereka akan mengirim jari Yasmine lain kali.

Di hari orang tuaku melapor polisi, Yasmine terlihat seperti sedang menangis dan mengeluh. Namun, dia sebenarnya diam-diam membocorkan informasi tentang alamat kami. Ibu pun segera memahami maksudnya.

Hanya saja, semuanya masih tetap terlambat. Saat polisi tiba, penculik sudah memindahkan kami. Berhubung terlalu marah, penculik pun tidak sengaja memukulku sampai mati.

Keesokan harinya, penculik akhirnya mengirim jari Yasmine. Saat menerima bingkisan itu, Ibu tidak terkejut melihat jari di dalam. Bagaimanapun juga, dia sudah menerima bingkisan seperti ini selama beberapa hari. Dia langsung membuang bingkisan itu ke tong sampah.

Jika memperhatikan jari yang ramping dan mulus itu dengan saksama, dia pasti akan menyadari bahwa itu adalah jari Yasmine, putri yang sangat dilindunginya.

Aku sudah tidak memiliki jari. Ibu mungkin tidak pernah memperhatikan bahwa ke-10 jariku sudah dipotong habis oleh penculik dari awal.

Penculik juga menelepon di waktu yang sangat tepat, seolah-olah tahu Ibu sudah menerima bingkisan itu.

Ibu tetap bertanya, “Yasmine baik-baik saja, ‘kan?”

“Kalau kalian masih nggak kasih uang tebusan, lain kali bukan hanya jarinya lagi,” jawab penculik sambil tertawa.

Ekspresi Ibu pun sontak membeku. Dia menggenggam ponsel dengan erat dan bertanya dengan panik, “Bukannya itu jari Liana?”

“Tentu saja bukan! Jari Liana sudah habis dipotong dari sebelumnya.”

Suara Ibu bertambah tajam. Dia berseru dengan ekspresi bengis, “Kalian boleh potong bagian lainnya! Korek matanya, potong lidahnya, atau semacamnya! Kenapa kalian menyentuh Yasmine!”

Perasaanku terasa campur aduk. Meskipun tahu Ibu paling menyayangi Yasmine, aku tetap merasa sedih.

“Bukannya kami sudah bilang Liana yang isyaratkan kami untuk lapor polisi? Yasmine nggak melakukan apa pun!”

Pantas saja setelah memindahkan kami, penculik-penculik itu langsung memukulku habis-habisan setelah menelepon. Ternyata Ibu mengkhawatirkan Yasmine dan menyalahkan aku atas segalanya. Aku menatapnya dengan tercengang.

Dia bagaikan seorang ibu yang perhatian pada anaknya dan berulang kali berpesan pada penculik untuk tidak melukai Yasmine. Namun, jelas-jelas aku barulah putri kandungnya.

“Uangnya akan segera terkumpul. Jangan sentuh Yasmine lagi! Uangnya akan segera terkumpul!”

Setelah memutuskan telepon, Ibu buru-buru turun ke lantai dasar dan mencari bingkisan yang dibuangnya sebelumnya. Setelah menemukannya, dia buru-buru membuka bingkisan itu dan menangis sedih sambil melihat jari itu.

Ayah yang baru pulang setelah sibuk mengumpulkan uang seharian pun berkata dengan jijik setelah melihat jari itu, “Buat apa kamu simpan jari itu! Jijik sekali!”

“Ini jari Yasmine!” jawab Ibu sambil menangis.

Berhubung bekerja di ladang sepanjang tahun, tanganku sudah kapalan dan jariku juga kasar. Jari itu jelas bukan jariku.

“Kenapa mereka potong jari Yasmine! Mana punya Liana?” Ayah juga secara refleks merasa aku seharusnya menggantikan Yasmine menanggung semua ini. Dia lanjut berkata dengan sedih, “Yasmine nggak akan bisa main piano lagi! Dia pasti sedih banget!”

“Kenapa! Kenapa Liana nggak gantikan dia! Lagian, nggak masalah juga Liana nggak punya jari!” seru Ayah dengan putus asa.

Ternyata, nyawaku bahkan tidak sepenting sebuah jari Yasmine. Ayah dan Ibu mungkin juga tidak akan sedih setelah tahu aku sudah mati.

Malam itu, Ayah dan Ibu langsung pergi menebus Yasmine. Mereka berunding dengan penculik dan berkata, “Untuk sementara, kami nggak bisa kumpulkan uang sebanyak itu. Kami tebus satu orang dulu, yang satunya lagi akan kami tebus lagi nanti.”

Penculik tentu saja tidak setuju. Aku sudah mati, mereka tidak akan melepaskan aku maupun Yasmine.

“Kami akan tebus Yasmine dulu. Liana itu anak kandung kami. Biar bagaimana pun, kami nggak akan telantarkan dia. Untuk sementara, kalian sandera saja dulu Liana.”

Penculik pun mencibir, “Kamu anggap kami bodoh? Kalian sama sekali nggak peduli sama hidup dan matinya!”

Ayah hanya bisa membujuk dengan tenang, “Dia itu anak kandung kami. Kami nggak mungkin nggak peduli sama dia!”

Aku menatap Ayah dengan terharu. Ternyata Ayah dan Ibu masih peduli padaku.

“Keluarga Lukira cuma punya seorang anak. Kami nggak akan telantarkan dia!”

Setelah Ayah berulang kali menjamin, penculik pun mulai ragu. Entah apa yang dipikirkan mereka, mereka akhirnya setuju untuk melepaskan Yasmine. Lokasi pertukarannya di sebuah tong sampah samping di samping toilet.

Ayah menuruti kata-kata penculik dan langsung pergi setelah membuang uang tebusannya ke tong sampah itu. Sampai tengah malam, seorang pria yang mengenakan topi bisbol baru datang untuk mengambil uang. Keesokan harinya, Yasmine pun muncul di depan kediaman Keluarga Lukira.

Yasmine dimasukkan ke dalam sebuah goni sehingga pembantu rumah mengira itu adalah sampah. Setelah melihat goni itu bergerak, dia baru tersadar bahwa isinya adalah orang.

Begitu melihat Ayah dn Ibu, Yasmine tidak berhenti menangis. Wajahnya yang putih dan mulus terlihat sangat ketakutan dan kasihan.

“Ayah, Ibu! Kalian harus cepat tebus Kakak!” ucapnya sambil menggenggam tangan Ibu.

Aku pun menatapnya dengan terkejut dan berseru, “Kamu lagi omong kosong apa! Aku jelas-jelas sudah mati!”

Namun, tidak ada yang mendengar seruanku. Kenapa dia menutupi kabar kematianku dari Ayah dan Ibu?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Dari Kebencianmu
8.2
Lima tahun berlalu, namun kematian tragis Anya menyisakan dendam mendalam bagi Rizky. Kembalinya Lia, sepupu Anya yang selamat dari tragedi itu, memicu murka Rizky yang menganggapnya sebagai biang keladi penderitaan mereka. Di satu malam kelam, kemarahan Rizky tak terbendung hingga merenggut masa depan Lia. Kini, di tengah kebencian orang-orang sekitar, Lia harus bertahan dan memikul beban luka yang teramat berat.
Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Satu dekade menikah, Chloe Carlson memilih cerai dari Vincent yang berselingkuh. Demi hak asuh putri mereka, Mackenzie, Chloe rela pergi tanpa menuntut harta. Sulitnya mencari kerja sebagai ibu tunggal tanpa keahlian memaksa Chloe meminta bantuan sang adik ipar, Vernon Phoenix Gray. Namun, CEO muda itu justru menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat hubungan intim. Chloe kini bimbang antara jerat hasrat Vernon atau kembali ke pelukan Vincent.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan ketangguhan seorang wanita yang terluka. Demi membalas kematian tragis orang tuanya, ia bersama adiknya, Shasya, nekat bergabung dengan agensi elite, The Angel. Menyamar sebagai wanita panggilan kelas atas, kakak beradik ini rela masuk ke dunia prostitusi demi melacak sang pembunuh. Di tengah bahaya yang mengancam nyawa, mereka mempertaruhkan segalanya untuk mengungkap kebenaran sekaligus menuntaskan dendam yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Gadisku UniQue
9.5
Uni merintih kesakitan saat Ares mencoba memasukkan sesuatu secara hati-hati. Meski diminta perlahan, rasa sakit membuat Uni membentak Ares dalam situasi panik. Ares lalu mengajak Uni ke kamar mandi agar lebih mudah. Di luar ruangan, Deris tidak sengaja mendengar percakapan ambigu tersebut hingga merasa sangat terkejut dan tidak percaya. Kesalahpahaman pun akhirnya muncul akibat interaksi penuh ketegangan ini.
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
8.3
Dalam novel modern Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta, perjalanan malam di gerbong tidur menjadi penuh ketegangan sensual. Terpikat oleh aroma maskulin para pekerja konstruksi di sekitarnya, seorang wanita tak mampu menahan gejolak gairahnya yang membara hingga nekat memuaskan diri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia itu justru berujung fatal saat seorang paman memergokinya. Dengan napas tertahan, pria itu menyingkap selimutnya dan menawarkan kepuasan nyata yang tak terduga.
Sampul Novel I Love You Pak Tua
8.7
Viona jatuh cinta pada bosnya, Raka, pria berumur 47 tahun. Benih asmara itu tumbuh saat ia menyamar sebagai kekasih sewaan demi membahagiakan ayah Raka yang sedang sakit. Walau cintanya tak berbalas, ia tidak menyerah. Kendala besar muncul saat orang tua Viona menolak keras hubungan beda usia ini karena cemas akan masa depannya. Mereka lalu menjodohkannya dengan Revan, sahabat dekatnya. Kini, Viona harus memilih: terus mengejar Raka atau pasrah pada perjodohan.