APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta tak terduga dari pembantu menjadi menantu

Cinta tak terduga dari pembantu menjadi menantu

Sari telah lama mendedikasikan dirinya sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga Hartanto. Kehidupan tenangnya mulai berubah saat putra sulung keluarga itu, Rendra, kembali dari luar negeri. Ketulusan yang dimiliki Sari perlahan memikat hati Rendra hingga ia menyadari betapa istimewanya sosok wanita tersebut. Benih-benih cinta yang tidak pernah diduga sebelumnya pun mulai tumbuh mekar di antara mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rendra dan Sari telah melewati beberapa minggu indah bersama, menjalin hubungan yang semakin mendalam. Meskipun mereka bahagia, mereka menyadari bahwa tantangan terbesar mereka adalah menghadapi ketidaksetujuan keluarga Hartanto terhadap hubungan mereka.

Malam yang Berapi-api

Rendra dan Sari duduk berdampingan di sofa ruang tamu rumah Hartanto. Keduanya terlihat tegang, menyadari bahwa malam ini adalah malam yang sangat penting. Rendra telah memutuskan untuk membuka perasaannya kepada orang tuanya.

Runi, ibu Rendra, adalah wanita yang sangat kuat dan berpengaruh. Dia dikenal karena kepemimpinan yang tegas dan pendirian yang kuat dalam segala hal, termasuk urusan keluarga. Malam ini, dia dan suaminya, Pak Hartanto, akan mengetahui tentang hubungan Rendra dengan Sari.

Di meja makan, suasana terasa tegang saat Rendra dan Sari duduk menunggu. Runi dan Pak Hartanto baru saja menyelesaikan makan malam dan tampak puas, tetapi mereka tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang besar akan terjadi.

"Rendi, ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?" tanya Runi, sambil menatap Rendra dengan mata tajamnya.

Rendra meraih tangan Sari, yang terasa dingin karena kegugupan. Dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Ibu, Ayah, aku ingin memberitahukan kalian sesuatu yang penting."

Runi mengerutkan kening. "Apa itu, Nak?"

Rendra melirik Sari sejenak sebelum melanjutkan. "Aku... aku ingin menikah dengan Sari."

Runi dan Pak Hartanto saling bertukar pandang, ekspresi mereka berubah dari rasa ingin tahu menjadi ketidakpastian. Runi mengerutkan dahi. "Sari? Pembantu rumah tangga kita?"

Rendra mengangguk dengan tegas. "Ya, Ibu. Aku mencintai Sari dan ingin bersamanya."

Runi merasa amarah mulai menyala di dalam dirinya. "Rendi, kamu tahu betul bahwa Sari adalah pembantu kita. Dia tidak memiliki latar belakang yang sesuai dengan status sosial kita."

Pak Hartanto mencoba untuk menenangkan suasana. "Runi, mari kita mendengarkan Rendi terlebih dahulu."

Rendi menatap ibunya dengan penuh keyakinan. "Ibu, aku mencintai Sari bukan karena status sosialnya. Dia adalah wanita yang baik hati, penuh dedikasi, dan pantas mendapatkan kebahagiaan. Aku ingin menikahinya karena aku mencintainya."

Runi berdiri dari kursinya dengan marah. "Rendi, kamu tidak bisa begitu saja mengabaikan status sosial dan latar belakang seseorang. Kamu adalah pengusaha sukses dan harus mempertimbangkan masa depanmu."

Sari menundukkan kepalanya, merasa malu dan tidak nyaman di bawah tatapan tajam Runi. Rendra meraih tangan Sari dan memeluknya, mencoba memberikan dukungan.

Runi melanjutkan dengan nada yang lebih tajam. "Kamu tahu betul bahwa kita tidak bisa menerima Sari sebagai menantu kita. Apa kata orang-orang jika mereka tahu tentang ini? Kamu akan merusak reputasi kita."

Rendra berdiri dan mencoba menjelaskan lebih lanjut. "Ibu, aku tahu ini tidak mudah, tetapi aku berharap kamu bisa memahami bahwa cinta tidak mengenal batasan status. Aku sudah memikirkan ini dengan matang."

Pak Hartanto akhirnya berbicara. "Runi, mungkin kita harus memberi Rendi kesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut. Aku percaya bahwa dia tahu apa yang dia lakukan."

Runi mengalihkan pandangannya ke suaminya, lalu menatap Sari dengan penuh amarah. "Sari, kamu harus pergi dari sini. Kami tidak bisa menerima hubungan ini."

Sari merasa hatinya hancur mendengar kata-kata Runi. Dia berdiri dan berjalan keluar dari ruang makan dengan air mata di matanya. Rendra mengikuti Sari dan mencoba menenangkannya.

**Pagi yang Berat**

Keesokan paginya, Runi duduk di ruang kerjanya dengan wajah murung. Pak Hartanto duduk di hadapannya, merasa prihatin dengan situasi tersebut.

"Runi, aku tahu ini sulit, tetapi kita harus memikirkan perasaan Rendi. Dia sangat mencintai Sari," kata Pak Hartanto.

Runi menghela napas berat. "Aku mengerti, tetapi aku tidak bisa menerima pernikahan ini begitu saja. Aku khawatir tentang dampaknya terhadap keluarga kita."

Pak Hartanto memandang istrinya dengan penuh pengertian. "Kita harus mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini. Mungkin ada jalan tengah yang bisa kita temukan."

Sementara itu, di rumah Sari, dia duduk di kamar tidurnya dengan penuh kesedihan. Dia merasa tertekan dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia sudah siap untuk meninggalkan rumah Hartanto, tetapi dia tahu betapa sulitnya perpisahan ini bagi Rendra.

Rendra datang ke rumah Sari, melihatnya dengan penuh perhatian. "Sari, aku minta maaf atas apa yang terjadi. Aku tidak tahu ibuku akan bereaksi seperti itu."

Sari mengusap air mata di pipinya. "Rendra, aku mengerti. Aku tahu ini tidak mudah, dan aku tidak ingin menjadi beban bagi kamu atau keluargamu."

Rendra menggenggam tangan Sari. "Sari, aku mencintaimu, dan aku akan berjuang untuk kita. Aku akan mencari cara untuk meyakinkan ibuku dan orang tuaku bahwa kita layak bersama."

Sari tersenyum lembut, merasa terhibur oleh dukungan Rendra. "Aku percaya padamu, Rendra. Aku akan bersamamu dalam setiap langkah."

**Pertemuan Keluarga**

Rendra memutuskan untuk mengatur pertemuan khusus dengan keluarganya untuk membahas lebih lanjut tentang hubungan mereka. Dia berharap bisa menemukan solusi dan mendapatkan restu dari orang tuanya.

Di ruang tamu, Runi dan Pak Hartanto duduk dengan ekspresi serius. Rendra berdiri di hadapan mereka, tampak tegas dan penuh keyakinan.

"Ibu, Ayah, aku mengerti betapa sulitnya situasi ini. Aku ingin berbicara tentang bagaimana kita bisa mencapai solusi yang adil," kata Rendra.

Runi menatap Rendra dengan sinis. "Apa yang bisa kamu tawarkan untuk meyakinkan kami bahwa ini adalah keputusan yang tepat?"

Rendra mengatur napasnya dengan tenang. "Aku sudah memikirkan segala kemungkinan. Aku ingin membuktikan bahwa Sari adalah pilihan yang tepat untukku. Aku bersedia melakukan apa pun untuk meyakinkan kalian."

Runi mengerutkan dahi, tidak menunjukkan tanda-tanda melunak. "Aku masih khawatir tentang masa depan dan reputasi kita. Kamu tahu bahwa ini bukan hanya tentang perasaanmu."

Rendra mengangguk. "Aku paham, Ibu. Tapi aku ingin kalian memberi kami kesempatan. Aku akan melakukan segala yang aku bisa untuk membuktikan bahwa kami bisa bahagia bersama."

Pak Hartanto mencoba menengahi. "Mungkin kita bisa mencoba pendekatan lain. Bagaimana jika kita memberi Sari kesempatan untuk berbicara dengan kita dan menunjukkan siapa dirinya sebenarnya?"

Runi memikirkan tawaran itu sejenak. "Baiklah, kita akan memberi kesempatan. Tapi jika setelah ini tidak ada perubahan, keputusan kami tetap."

**Hari yang Menentukan**

Beberapa hari kemudian, Sari diundang untuk bertemu dengan Runi dan Pak Hartanto di ruang tamu. Dia datang dengan rasa cemas tetapi bertekad untuk memberikan yang terbaik.

"Selamat pagi, Bu Runi, Pak Hartanto," sapanya dengan suara lembut, mencoba menunjukkan rasa hormatnya.

Runi mengamati Sari dengan tatapan tajam. "Sari, terima kasih telah datang. Aku ingin mendengar dari kamu sendiri. Apa yang membuatmu merasa bahwa kamu bisa menjadi bagian dari keluarga ini?"

Sari mengambil napas dalam-dalam dan mulai berbicara. "Saya telah bekerja di rumah ini selama sepuluh tahun dan telah melihat betapa hebatnya keluarga ini. Saya merasa bangga dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya mencintai Rendra karena dia adalah pria yang baik hati dan penuh perhatian. Saya ingin membangun masa depan bersama dia dan membuatnya bahagia."

Runi masih terlihat skeptis. "Tapi bagaimana kamu akan menghadapi tantangan menjadi bagian dari keluarga ini? Kami memiliki standar dan harapan tertentu."

Sari menatap Runi dengan penuh keyakinan. "Saya siap untuk menghadapi tantangan apa pun. Saya akan bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan Ibu dan Ayah. Saya mencintai Rendra dan saya yakin bahwa cinta dan komitmen saya akan membantu saya menjalani peran ini."

Runi dan Pak Hartanto saling bertukar pandang. Meskipun mereka belum sepenuhnya yakin, mereka bisa melihat keseriusan dan dedikasi Sari.

Pak Hartanto akhirnya berbicara. "Sari, aku menghargai keberanian dan kejujuranmu. Kita akan memberi kesempatan untuk melihat bagaimana hubungan ini berkembang."

Runi mengangguk, meskipun dengan nada yang masih tegas. "Kami akan menilai keputusan kami berdasarkan bagaimana kamu menghadapi situasi ini di masa depan."

Sari merasa lega mendengar keputusan tersebut. "Terima kasih, Bu Runi, Pak Hartanto. Saya akan berusaha sebaik mungkin."

Rendra dan Sari saling memandang dengan penuh rasa syukur. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka masih panjang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditinggalkan Karena Burik
9.6
Andra menceraikan Aisyah begitu saja karena kondisi fisiknya yang dinilai kurang menarik. Tak disangka, Aisyah bangkit dan berubah menjadi wanita yang sangat menawan, memicu penyesalan besar di hati mantan suaminya. Konflik kian rumit saat mereka berdua terpaksa bersandiwara sebagai pasangan harmonis demi menjaga perasaan orang tua. Di balik kepura-puraan itu, luka masa lalu dan kenyataan pahit terus membayangi hubungan mereka.
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Niat awal Sella untuk mencari pekerjaan berubah drastis saat ia justru terjebak dalam pernikahan kontrak. Dirinya terpaksa menjadi istri pengganti bagi Rishan, seorang CEO yang menikah hanya demi menepati janji pada ibunya. Tanpa ada rasa cinta, hubungan mereka diwarnai ego dan aturan sepihak dari Rishan yang dominan. Di tengah tuntutan aneh sang suami, Sella harus kuat bertahan dan berjuang mengendalikan perasaannya yang kian goyah dalam ikatan pernikahan paksaan ini.
Sampul Novel Istri Untuk Duda Tampan
8.2
Akibat dikhianati di masa lalu, Adskhan memilih menutup rapat hatinya. Namun, kehadiran Caliana Noushafarina seketika meruntuhkan pertahanan tersebut sejak pandangan pertama. Sayangnya, Caliana justru membenci bos dudanya itu dan menganggapnya sebagai pria buruk. Caliana terus menolak semua perhatian Adskhan karena sosok duda tak pernah ada dalam kriteria pasangan impiannya. Mampukah keteguhan hati Adskhan meruntuhkan kebencian dan meluluhkan hati Caliana?
Sampul Novel Kerja samaku Dengan Tukang Pijat
8.4
Pengkhianatan besar terjadi saat sang suami tanpa malu membawa selingkuhannya masuk ke dalam rumah. Dipicu oleh rasa amarah dan sakit hati yang mendalam, sang istri mengambil langkah nekat dengan menjalin hubungan satu malam bersama seorang tukang pijat. Siapa sangka, tindakan impulsif tersebut justru mengubah garis hidupnya sepenuhnya. Ia tidak hanya mengandung anak kembar fraternal dari hubungan itu, tetapi juga akhirnya menemukan arti kebahagiaan sejati yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Sampul Novel Laluna
8.8
Bagi Laluna Renata Azuhra, pernikahan dengan Arka adalah mimpi yang terwujud. Namun, setelah lima tahun berjalan, kebahagiaan itu sirna saat sikap suami dan ibu mertuanya mendadak berubah drastis menjadi penuh kebencian. Di tengah kepedihan akibat perubahan misterius ini, Luna mencoba membuka hati pada sosok dari masa lalunya. Di saat itulah, rahasia besar yang menghancurkan rumah tangganya mulai terkuak. Kebenaran mengejutkan apakah yang sebenarnya selama ini disembunyikan?
Sampul Novel THE LADIES
9.7
Arlyn, Zemi, dan Agnes merupakan tiga perempuan cerdas berprestasi yang memiliki karier cemerlang di Jakarta. Di balik kesuksesan tersebut, mereka justru kerap kali dikhianati dan ditipu dalam urusan asmara. Karena jengah terus terluka, ketiganya sepakat membuat komitmen 'No Man, No Cry' demi fokus pada masa depan tanpa lelaki. Namun, sanggupkah mereka mempertahankan ikrar tersebut saat cinta yang baru datang menguji keteguhan hati mereka?