APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Seroja

Cinta Seroja

Seroja Wijaya, putri petani yang jelita asal tanah Sunda, selalu menolak lamaran banyak pria demi menunda pernikahan. Namun, sang abah akhirnya menjodohkannya dengan juragan sayur dari desa tetangga. Pernikahan itu gagal dan berakhir dengan perceraian yang meninggalkan luka serta kekecewaan bagi Seroja. Di masa sulitnya, ia kembali bertemu Alzidan, sahabat masa kecilnya yang dulu pindah ke kota. Pertemuan tak terduga ini menuntun mereka ke pelaminan dan hidup bahagia bersama.
Bab
Bagikan

Bab 3

Biarpun berbisik. Namun terdengar jelas membuat Eza tertunduk malu.

"Baiklah Neng, nanti saya datang lagi. Bilang saja sama abah, kalau juragan Anwar dan puteranya datang kemari. Dan InsyaAllah malam nanti akan datang lagi dengan rombongan, kami pamit dulu ya Neng," ujar juragan Anwar sambil berdiri, di ikuti oleh putranya itu.

Setelah mengucap salam. Keduanya hendak berjabat tangan namun lagi-lagi Eza balas dengan menangkupkan kedua tangan dan senyuman.

Kini Eza bernapas lega akhirnya kedua tamu itu pergi juga "Huuh ... akhirnya pergi juga mereka mau apa jam segini bertamu ke sini segala. Tak tahu apa orang lagi mencari sesuap nasi, eh kok sesuap nasi sih. Dikit dong? terus apa dong yang pantas di ucapkan." Eza melihat langit seakan berpikir.

"Oiya, sedang mencari sebongkah berlian. Iya berlian, kan mahal jadi tidak cuma sesuap nasi saja yang akan di dapat." Eza bicara sendiri serta mengulas senyumnya.

Dia menyusuri jalan pesawahan untuk sampai ke perkebunan Abahnya. Selang beberapa lama perkebunan abahnya sudah kelihatan. Di sana ada sebuah saung untuk istirahat. Atau pun berteduh dikala panas dan hujan.

Mata Eza menyapu mencari keberadaan orang tuanya. "Kemana? tidak ada, oh itu mereka di saung," gumam Eza sambil mengembangkan senyuman di bibir.

Benar saja Abah dan Umi Marni tengah berada di saung. "Assalamu'alaikum ..." Eza tak lupa mengucap salam, Kebetulan Orang tuanya sedang makan.

"Hem ... wa'alaikum salam ... Neng, sudah makan belum.?" ucap Umi Marni menatap putrinya.

"Belum Umi, kebetulan sekali Neng juga lapar he he he." Eza nyengir lalu mengambil daun dan di isi nasi beserta lauknya. "Bismillah ..." Eza langsung menyuapkan nasi ke mulutnya.

Disela mengunyah Eza ingat akan tamu tadi yang datang ke rumah, melirik Abahnya yang sedang makan. "Abah, tadi ada tamu."

"Siapa Neng?" Abah Bani penasaran.

"Orang, hehehe."

"Ya. Iya atuh pasti orang, bukan jin yang tidak keliahatan, kan pasti ada namanaya," tambah Bah Bani.

"Em ... itu." Eza mengerutkan keningnya. Mengingat nama tamunya tadi dan sesaat terdiam, membuat orang tuanya merasa penasaran.

"Em ... itu ... juragan Anwar katanya dari kampung sebrang, mau bertemu Abah."

"Terus Neng bilang apa?" tanya Uminya lirih sambil makan.

"Ya Neng bilang saja, kalau mau bertemu Abah. Sore atau malam, gitu," jawab Eza sambil menikmati makannya.

"Emang ada urusan apa Abah sama juragan itu? Abah gak berhutang, kan sama mereka!" Bu Marni bertanya penasaran akan keperluan mereka.

"Umi... apa Umi lupa. Kalau kita punyak anak gadis, Abah mah gak punya hutang apa-apa sama dia," jawab abah Bani.

Ucapan bah Bani membuat istri dan anak nya serentak menoleh. Eza mengerutkan keningnya, baru nyadar bahwa kedatangan mereka itu untuk melamarnya. Kemudian Eza menunduk seolah melihat makanan yang di tangannya. Entah apa yang kini ia rasakan. Sebuah rasa yang tak menentu.

Selesai makan, mereka melanjutkan aktivitasnya di kebun. Untuk menanam sayuran. Namun Eza membantu orang tuanya hanya sampai dzuhur saja, dia pulang untuk mengurus pekerjaan di rumah.

"Umi. Eza pulang dulu ya? mau nyetrika!" sambil berdiri merapikan kerudung nya.

"Iya. Neng pulang saja sudah siang. Adikmu sebentar lagi pasti pulang sekolah," sahut Bu Marni.

"Ya udah. Neng pulang dulu," mencium tangan sang ibu setelah sebelumnya mencuci tangan dengan bersih.

"Abah... Neng pulang dulu ya, Assalamu'alaikum... " lalu Eza pergi menjauh dari dari tempat tersebut.

"Wa'alaikum salam. Neng" suara bah Bani dan istri serempak.

"Semoga anak gadis kita mendapat jodoh yang sholeh ya Mi? Yang dapat menyayangi dia seperti kita menyayanginya," ucap bah Bani lirih.

"Iya Bah, itu juga yang Umi harapkan Umi doakan setiap waktu. Siapa orang tua yang tidak ingin anaknya mendapat yang terbaik atuh Bah. Pasti menginginkan yang terbaik, ya Bah?"

"Iya atuh Mi!" sahut bah Bani lagi dengan cepat.

"Abah, memang nya sudah yakin akan menerima juragan Anwar?" menatap suaminya lekat.

"Bukan juragan Anwar nya Mi ... tapi putranya yang bernama Dirwan."

"Oh, putranya. Semoga aja dia anak baik ya Bah?" suara umi Marni dengan lirihnya.

"Iya atuh. Abah juga gak akan gampang begitu saja memilihkan calon buat anak kita. Setau Abah anak nya baik, saleh lah," sahut bah Bani.

Kemudian mereka bersih-bersih dan mengambil air wudhu! untuk menunaikan sholat dzuhur di saung.

Eza sampai rumah. Langsung bersih-bersih kemudian menunaikan sholat dzuhur, lanjut mengambil pakaian yang sudah pada kering. Adik bungsunya yang bernama Zikri baru pulang sekolah ketika Eza sedang menyetrika.

"Baru pulang Dek?" tanya Eza memandangi Zikri yang tengah membuka kaos kakinya.

"Iya teh, Umi belum pulang ya?" Zikri balik nanya. Zikri yang kini duduk di kelas satu SMA sanawiyah yang berada di daerah sana.

"Belum! makan dulu sana. Nanti sakit loh," Eza menunjuk ke belakang.

"Nanti teh, mau ganti pakaian dulu." Zikri pergi membawa tasnya ke kamar.

"Iya lah, jangan lupa sholat Zik," sambung Eza saraya mengayunkan setrikaan di tangan dan menggosokannya.

"Oy teh lupa, tadi ada salam dari pak guru Dayat, nanyain teteh," suara Zikri yang seketika langkahnya kembali menghampiri.

Eza menoleh sekilas. "Wa'alaikum salam!" guru Dayat adalah seorang duda yang pernah juga mengajari Eza ketika sekolah dulu.

"Gitu aja teh?" Zikri mengernyitkan dahinya.

"Emang harus gimana lagi Zik? ya. Itu saja cuman titip salam kan," dia manaikan kedua bahunya.

"Ya ... kali aja apa gitu. Beliau baik loh," sambung Zikri lagi, di dalam pandangan dirinya pak Dayat sosok seorang guru yang baik dan bersahaja.

Neng Eza menggeleng. "Emang baik, teteh, kan lebih dulu mengenal beliau ketimbang Zikri."

"Dia duda Teh," jelas Zikri lagi.

"Aduh Zikri ... emang kenapa kalau dia duda? Zikri mau comlangin teteh sama dia gitu, iih ... yang lebih muda juga masih banyak! yang perjaka juga gak kurang tuh," ucap Eza dengan nada sedikit kesal.

"Waduh ... si teteh, gitu amat bicaranya, tapi ... kalau teteh mau bisa-bisa saja Zikri codohkan, hehehe." Zikri segera meninggalkan kaka nya sebelum Eza melemparnya dengan gantungan yang sudah mengayun di tangan Eza.

"Dasar, tau apa soal jodoh? nih anak ada-ada saja." Eza menggeleng dan melanjutkan aktivitasnya kembali.

Dikala senja memerah, orang tua Eza sudah duduk santai di teras depan rumah. Keluarga yang penuh kasih sayang itu sedang menikmati suasana sore yang indah. Rumah nya yang jauh dari tetangga hanya di kelilingi pesawahan milik orang. Karena perkebunan milik bah Bani sendiri berada agak jauh dari rumah.

Dari jauh terlihat rombongan orang yang datang, Sepertinya menuju rumah bah Bani sekeluarga.

"Siapa itu Bah? rombongan gitu, membawa hantaran segala." suara umi Marni. Memandangi rombongan tersebut, kebetulan rumah mereka tidak dapat dimasuki mobil. Yang bisa masuk ke halaman hanyalah roda dua saja. Jadi kalau mobil di parkirnya di depan, pinggir jalan sekitar sepuluh meter dari halaman rumah.

Bah Bani menoleh. "Wah ... itu mah juragan Anwar Mi! Ternyata mereka datang lagi, sesuai janjinya," bah Bani tersenyum bahagia.

Eza pun ikut menoleh, hatinya merasa tegang. Jantungpun mendadak berdebar tak karuan. Sudah pasti Abahnya akan menerima lamaran itu. Jika benar mereka mau melamar, hati Eza seketika mencelos.

Bersambung.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Perawan
9.3
Dikhianati oleh Predi Prasetiyo yang berselingkuh dengan Putri Patrisia membuat hidup Shinta Larasati hancur. Dalih Predi meninggalkan Shinta adalah masa lalu sang kekasih yang tidak lagi perawan. Untuk membalas rasa sakit hatinya, Shinta memilih merantau ke ibu kota demi mengejar kesuksesan dan harga diri. Saat berjuang, sosok Brama Sebastian hadir mencoba memikatnya. Kini Shinta bimbang antara membuka hati untuk Brama atau terus terpaku pada dendam lamanya kepada Predi.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly, gadis tomboy yang tidak tahan dengan diskriminasi di rumahnya, harus menikah demi mendapatkan izin keluar dari sang ayah. Pada saat yang sama, CEO muda bernama Hugo Chavez terpaksa mencari istri untuk mengatasi rasa sakit hati setelah dikhianati kekasihnya. Demi kepentingan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Akankah mereka berhasil menghadapi berbagai rintangan dan dinamika baru dalam kehidupan rumah tangga ini?
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Pernikahan Andini yang terasa dingin dan tanpa gairah seketika terguncang sejak kedatangan Andreas. Tetangga baru yang rupawan dan berusia lebih muda itu berhasil memantik kembali hasrat membara yang telah lama mati di dalam diri Andini. Walau sadar dirinya telah terikat komitmen pernikahan, bayang-bayang keintiman dengan Andreas terus mengusik benaknya. Kini, ia berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga kesetiaan atau menyerah pada godaan memikat sang brondong.
Sampul Novel Sang Anak Konglomerat
8.6
Dewi mengemban tugas berat untuk merawat William, seorang putra konglomerat yang kini lumpuh dan depresi. Tragedi kecelakaan yang menewaskan istri serta calon bayinya telah mengubah William menjadi pria yang sangat kasar, arogan, dan sensitif. Akibat perangai buruknya itu, tidak ada satu pun perawat yang sanggup bertahan mendampinginya lebih dari tiga hari. Kini, mampukah kesabaran dan keteguhan hati Dewi melewati batas waktu yang gagal dihadapi para pendahulunya?
Sampul Novel Skandal Dengan Mertua
8.3
Ika menghadapi ujian berat saat suaminya sakit keras hingga kehilangan kemampuan mencari nafkah. Di tengah kesulitan finansial yang menghimpit, bantuan justru datang dari ayah mertuanya. Namun, tawaran tersebut sangat tidak biasa. Sang mertua bersedia menanggung seluruh kebutuhan materi sekaligus kebutuhan batin Ika guna menggantikan posisi anaknya. Keputusan sulit ini menyeret Ika ke dalam pusaran skandal rumit yang menguji kesetiaan serta prinsip hidupnya.
Sampul Novel WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira
8.9
Terdampar di dimensi asing, Anindira didera trauma mendalam setelah mengalami pemerkosaan hingga dirinya hamil. Di balik kepedihan itu, sang ayah biologis dari bayinya terus mengawasi dan berharap bisa menebus kesalahannya. Perjalanan hidup Anindira pun diwarnai hubungan poliandri bersama empat pria berbeda, yang terikat karena insiden hingga intrik politik. Saat takdirnya kian rumit dengan kehadiran dua pria lain, akankah sosok yang tulus mencintainya diberi kesempatan kedua?