APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Seroja

Cinta Seroja

Seroja Wijaya, putri petani yang jelita asal tanah Sunda, selalu menolak lamaran banyak pria demi menunda pernikahan. Namun, sang abah akhirnya menjodohkannya dengan juragan sayur dari desa tetangga. Pernikahan itu gagal dan berakhir dengan perceraian yang meninggalkan luka serta kekecewaan bagi Seroja. Di masa sulitnya, ia kembali bertemu Alzidan, sahabat masa kecilnya yang dulu pindah ke kota. Pertemuan tak terduga ini menuntun mereka ke pelaminan dan hidup bahagia bersama.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Za kapan kau akan menyusul Sinta untuk menikah," tanya seorang teman yang beranama Resti.

"Huuh ... kau pikir nikah itu ajang perlombaan apa?" kalau belum menemukan yang cocok ya santai aja. Jodoh. Rezeki, maut sudah ada yang tentukan, dan nama jodoh kita sudah tertulis di sana nya," sahut gadis berjilbab kream itu.

"Iya sih, tapi kan kamu itu di gilai sama banyak laki-laki. Masa gak ada satu pun yang kau pilih, sayang loh ... ganteng-ganteng, kasep pisan lah, neangan nu kumaha dai ari Neng Eza atuh nya?" timpal teman yang satunya.

"Bukan cuma ganteng atau pun kasep. Tapi seseorang yang aku mau, jelas? udah ah, dah sore Eza pulang dulu ya. Takut dicari umi sama Abah kasian," Eza pulang meninggalkan teman-temannya.

"Hem ... si Eza teh cantik. Bunga desa, banyak yang mengejar mengemis cintanya. Tapi tak satupun yang dia terima, coba saya yang jadi pujaan para laki-laki. Pasti saya bahagia," gumam Resty sambil memeluk guling.

"Itu mah kamu, dia mah tidak begitu. Mungkin belum waktunya saja."

Eza sudah sampai di rumah yang lumayan sederhana. Langkah Eza terhenti oleh suaranya sang ibu, "Dari mana Neng jam segini baru pulang?"

"Eeh umi, kan Eza sudah bilang. Mau ke rumah Resty Mi, lagian sekarang, kan Eza pulang belum magrib juga," sahut Eza sambil mencium punggung tangan Bu Marni sang Bunda.

"Ya udah. Masuk atuh, ambil air wudu. Bentar lagi magrib," ujar Bu Marni lagi.

"Iya Umi, oya Abah ke mana?" tanya Eza pada uminya.

"Abah sudah pergi ke masjid, sama si Fikri," sahut Uminya.

Fikri adalah adik yang paling dekat dengan Eza, dan mereka tiga bersaudara, Eza berusia 23 tahun, Fikri 20 tahun, dan Zikri 15 tahun.

Selepas sholat magrib. Eza membaca ayat-ayat Allah, disudahi dengan membaca doa, meminta segala kebaikan.

"Eza mana Mi? suruh ke sini, kita ngobrol-ngobrol sebentar. Ada yang ingin Abah bicarakan," suara berat Abah Bani ya itu Abahnya Eza.

"Ada di kamar nya. Sebentar Umi panggilkan," lirih Bu Marni turun dari kursi butut nya hendak memanggil anak sulung mereka.

"Neng ... Neng Eza," Umi Marni mengetuk pintu kamar Eza yang tertutup.

"Iya Mi, ada apa? sebentar," Eza menyimpan mukena dan mengambil kerudungnya.

Pintu terbuka, Uminya berdiri di depan pintu menatap putrinya itu. "Ada apa Mi? kalau menyuruh Eneng makan, Neng masih kenyang Umi," rengek Eza sambil mengelus perutnya yang rata.

"Bukan, itu Abah katanya mau bicara. Mau ngobrol sama Neng," ucap Umi Marni dengan suara sangat lirih.

"Oh ..." Eza mengikuti langkah Uminya yang lebih dulu berjalan ke ruang tengah, menghampiri Abah. Suaminya Umi Marni.

"Ada apa Bah? asa rarewas ihh, apa Neng ada salah ya?" tanya Eza menatap sang ayah.

"Ah nggak. Abah mah cuma ingin ngobrol saja atuh sama Eza. Emangnya gak boleh?"

"Ya boleh atuh Bah," Eza mengembangkan senyumnya.

"Abah mau tanya. Neng sudah punya calon belum?" tanya sang Ayah memandangi putrinya yang menurut beliau sudah saatnya menikah. Memiliki pasangan hidup, yang akan menggantikan tanggung jawabnya sebagai Ayah.

Eza mengernyitkan dahinya heran. Mengapa Abahnya bertanya demikian? pacaran gak boleh. Gak di ijinkan, sekarang bertanya calon. "Em ... calon apa Bah, calon?" pura-pura gak ngerti.

"Kamu, kan sudah dewasa neng, masa mau melajang terus? Abah sudah tua adik-adik masih butuh biaya juga. Dengan usia Eza sekarang ini sudah sepantas nya menikah, kawan Eza juga sudah sebagian menikah. Sebentar lagi siapa? Sinta ya mau nikah juga dalam waktu dekat ini," lanjut Abah Bani.

"Tapi Bah ... Neng belum menemukan yang cocok buat Neng, kan Abah juga tahu menikah itu bukan ajang perlombaan. Butuh persiapan. Lahir maupun batin, jangan sampai kita memilih pasangan yang salah. Takut nantinya malah membuat sengsara," timpal Eza tidak kalah panjang lebar dari Abah nya.

"Emang nya Neng mau cari yang gimana atuh neng? setiap yang mau meminang selalu Eneng tolak. Abah malu Neng. Abah malu ..." rajuk Abah Bani sambil menggeleng, tak habis pikir dengan putri satu-satunya ini. Laki-laki yang seperti apa yang dia cari.

Eza melamun, dia sendiri tidak mengerti laki-laki yang gimana yang dia mau. Yang kaya, yang biasa, yang wajahnya cakep. Yang biasa saja, yang berpendidikan tinggi, hingga yang sederajat, yang alim sampai yang setengah preman, masih juga Eza tolak.

"Neng juga gak ngerti Bah," sambil menghela napas panjang, merasa bingung sendiri.

"Har ... ari Neng Eza sok ngabingungkeun," sambung sang Ibu.

Eza melirik Umi nya. "Kan Eza juga bingung, gak tau mau yang gimana Mi," sambil duduk menyangga dagunya.

Abah Bani dan Umi Marni saling pandang sesaat, kemudian Abah menyeruput kopi nya. "Gimana atuh kalau Abah saja yang pilihkan buat Eneng, dan kamu harus mau. Jangan bikin malu Abah, gimana?"

"Nggak tahu atuh Bah ah," sedikit cemberut.

"Loh ... gimana atuh. Kalau begitu mah bingung," Abah lagi-lagi menggeleng ....

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Perawan
9.3
Dikhianati oleh Predi Prasetiyo yang berselingkuh dengan Putri Patrisia membuat hidup Shinta Larasati hancur. Dalih Predi meninggalkan Shinta adalah masa lalu sang kekasih yang tidak lagi perawan. Untuk membalas rasa sakit hatinya, Shinta memilih merantau ke ibu kota demi mengejar kesuksesan dan harga diri. Saat berjuang, sosok Brama Sebastian hadir mencoba memikatnya. Kini Shinta bimbang antara membuka hati untuk Brama atau terus terpaku pada dendam lamanya kepada Predi.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly, gadis tomboy yang tidak tahan dengan diskriminasi di rumahnya, harus menikah demi mendapatkan izin keluar dari sang ayah. Pada saat yang sama, CEO muda bernama Hugo Chavez terpaksa mencari istri untuk mengatasi rasa sakit hati setelah dikhianati kekasihnya. Demi kepentingan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Akankah mereka berhasil menghadapi berbagai rintangan dan dinamika baru dalam kehidupan rumah tangga ini?
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Pernikahan Andini yang terasa dingin dan tanpa gairah seketika terguncang sejak kedatangan Andreas. Tetangga baru yang rupawan dan berusia lebih muda itu berhasil memantik kembali hasrat membara yang telah lama mati di dalam diri Andini. Walau sadar dirinya telah terikat komitmen pernikahan, bayang-bayang keintiman dengan Andreas terus mengusik benaknya. Kini, ia berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga kesetiaan atau menyerah pada godaan memikat sang brondong.
Sampul Novel Sang Anak Konglomerat
8.6
Dewi mengemban tugas berat untuk merawat William, seorang putra konglomerat yang kini lumpuh dan depresi. Tragedi kecelakaan yang menewaskan istri serta calon bayinya telah mengubah William menjadi pria yang sangat kasar, arogan, dan sensitif. Akibat perangai buruknya itu, tidak ada satu pun perawat yang sanggup bertahan mendampinginya lebih dari tiga hari. Kini, mampukah kesabaran dan keteguhan hati Dewi melewati batas waktu yang gagal dihadapi para pendahulunya?
Sampul Novel Skandal Dengan Mertua
8.3
Ika menghadapi ujian berat saat suaminya sakit keras hingga kehilangan kemampuan mencari nafkah. Di tengah kesulitan finansial yang menghimpit, bantuan justru datang dari ayah mertuanya. Namun, tawaran tersebut sangat tidak biasa. Sang mertua bersedia menanggung seluruh kebutuhan materi sekaligus kebutuhan batin Ika guna menggantikan posisi anaknya. Keputusan sulit ini menyeret Ika ke dalam pusaran skandal rumit yang menguji kesetiaan serta prinsip hidupnya.
Sampul Novel WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira
8.9
Terdampar di dimensi asing, Anindira didera trauma mendalam setelah mengalami pemerkosaan hingga dirinya hamil. Di balik kepedihan itu, sang ayah biologis dari bayinya terus mengawasi dan berharap bisa menebus kesalahannya. Perjalanan hidup Anindira pun diwarnai hubungan poliandri bersama empat pria berbeda, yang terikat karena insiden hingga intrik politik. Saat takdirnya kian rumit dengan kehadiran dua pria lain, akankah sosok yang tulus mencintainya diberi kesempatan kedua?