APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta seorang atlet

Cinta seorang atlet

Di tengah ketatnya persaingan dunia olahraga, hubungan asmara kerap kali berjalan singkat lalu meredup begitu saja. Namun, romansa ini menunjukkan bahwa sebuah perasaan tulus dapat terus bertahan meski perpisahan telah terjadi. Walau raga mereka saling menjauh dan waktu terus berjalan, sisa-sisa cinta sejati akan tetap tersimpan selamanya di relung hati. Kisah emosional tentang keteguhan rasa yang tidak akan pernah pudar oleh waktu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Wanita itu sudah tergeletak dijalan dengan darah yang keluar dari pergelangan kakinya, dirinya tak sadarkan diri karena tergigit oleh anjing itu.

Ada segelintir rasa panik yang menyerang Nizam, apalagi itu semuanya terjadi tepat di depan matanya.

"Tolongin bro!" Teriak Raksa yang kini berlari dari belakangnya menuju tempat Yumna yang terbaring lemas.

"Kamu gak papa kan??" Tanya Raksa sambil menggendong Yumna yang kini matanya sudah tertutup, Raksa membawanya menuju rumah Nizam, Nizam hanya terdiam menyaksikan dirinya yang tidak bisa berbuat banyak.

Rumah yang bernuansa cokelat itu sudah dipenuhi kembali oleh sekelompok laki-laki, siapa lagi kalau bukan Nizam, Dhefan, Raksa, Rafi, Reza, Fadil, dan Galang.

Mereka semuanya duduk memperhatikan wajah seorang gadis yang kini sedang diberi obat oleh ibu Nizam.

"Untung ngegel na teu jero (beruntung gigitnya tidak terlalu dalam)" Ucap Ibu Nizam membuyarkan pandangan ke tujuh anak lelaki itu.

"Bener yah kalau jodoh gak akan kemana" Ujar Reza sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan tatapan yang terus tertuju pada wajah gadis cantik yang sedang terbaring di depan nya.

"Baru aja mau ke rumah nya, eh dia yang datang kesini sendiri". Dhefan ikut menimpali ucapan Reza.

"Diem lu curut, rumahnya aja lo kagak tau, dia calon istri gue gak boleh ada yang kerumah dia selain gue" Rafi pun ikut berbicara geram karena ucapan Reza.

"Idih bang Reza, posesif amat, padahal bukan siapa siapa nya".

"Yumna aja gak kenal lo ya za, belum tentu juga dia mau sama lo" Ucap Galang.

"Sudah -sudah kalian jangan ribut entar nyai geulisna (Nona cantik nya) kebangun, biarin dia istirahat dulu sambil nunggu obatnya ber reaksi" Ucap Ibu Nizam dengan penuh kasih sayang.

Ruangan tengah ini menjadi tempat bersantai Nizam dan teman temannnya, waktu sudah beranjak sore bahkan matahari sudah perlahan tenggelam, warna Jingga sudah terlihat indah menghiasi langit pertanda bahwa kini malam akan segera tiba. Keadaan yumna sudah membaik bahkan dirinya kini sudah tersadar.

"Maaf merepotkan kalian" Ucap Yumna dengan suara yang pertama kali Nizam dan teman nya dengar.

Baru kali ini mereka tau suara Yumna yang ternyata cukup membuat candu siapa saja yang mendengar suara lembutnya.

"Kenalin saya Yumna,12 Mipa 1" Ucapnya sambil mengulurkan tangan tanda perkenalan kepada ke tujuh laki laki itu.

"Gue Reza" jawab reza sembari mengulurkan tangan nya cepat menyambut uluran tangan Yumna.

Melihat Reza yang gerak cepat, Raksa pun tidak ingin diam dirinya memutuskan jabatan tangan antara Reza dengan Yumna.

"Kenalin gue Raksa, calon menantunya Ibumu".

"Gombalan lo receh!" seru Dhefan menimpali ucapan Raksa dengan tatapan yang merendahkan.

"Gue Galang, ini Rafi, ini Fadil ini Nizam si batu es".

"Senang berteman dengan kalian" tutur Yumna mengakhiri perkenalan mereka sambil tersenyum manis.

~~

Hari ini dengan balutan seragam putih abu, dengan tas yang melekat sempurna di punggungnya sukses menelan buku tebal yang ia bawa. Luka dikakinya sudah membaik untung saja dirinya tidak mengalami rabies, semenjak perkenalan dengan Nizam dan teman nya, Yumna semakin banyak di kenali orang apalagi tim voli yang sangat terkenal itu sering kali menghampiri Yumna meski hanya sekedar mengobrol.

Udara dikota bandung sangat dingin, pagi ini Yumna berangkat pergi dengan menaiki taksi, satu hal yang Yumna tak mengerti mengapa dari ke tujuh tim bola voli itu ada satu pria yang bahkan tidak pernah ia dengar suaranya siapa lagi kalau bukan Nizam.

Diperjalanan Yumna hanya memainkan telpon genggam miliknya mendengarkan lagu favoritnya apalagi cuaca kini hujan semakin mendukung kegiatan nya. Beberapa menit kemudian taksi yang ia tumpangi sudah berada tepat di depan gerbang sekolahan, dengan berbekal payung yang ia bawa di dalam tas. Yumna menginjakan kakinya diaspal yang basah, menelusuri berbagai ruangan menuju kelas nya.

"Eh itu Yumna, samperin kuy" Ucap Galang sambil membenarkan rambutnya.

Saat semua berjalan pergi menuju Yumna yang sudah masuk ke kelasnya, Nizam kali ini tidak seperi biasanya yang menurut mengikuti keinginan teman nya, dirinya menolak "Kalian aja, gue lagi gak mood".

"Lo kenapa zam?" Tanya Rafi yang sudah tau sipat Nizam dari kecil.

"Gue gak enak badan, gue ke kelas duluan aja".

"Yaudah bro, kita otw dulu liat bidadari ".

1 minggu berlalu, dan saat itu pula tim bola voli yang sangat terkenal itu semakin terlihat akrab dengan seorang wanita, siapa lagi kalau bukan Yumna.

Hari demi hari mereka lalui, perasaan senang sering muncul disaat para lelaki itu menemani Yumna apalagi dirinya kini hanya hidup sebatangkara dikota perantauan. Yumna adalah gadis berkelahiran Jakarta hanya saja almarhum ayah dan ibunya asli kota Bandung, semenjak keduanya meninggal Yumna kembali ke kota ini dengan berbekal kenangan.

Sore itu sedang hujan deras , beberapa kali suara yang menggelegar terdengar ditelinga. Sebuah pena berwarna abu sudah melekat dalam genggaman jari jari tangan nya, buku sudah berada di depan nya di atas sebuah meja belajar dengan penerangan lampu yang berwarna kuning ke orange-an, Yumna adalah wanita yang gemar menulis apalagi disaat rindu akan kehadiran orang tuanya buku catatan nya akan penuh oleh huruf yang terangkai indah. Dengan ditemani secangkir kopi dirinya menyelesaikan naskah novel yang ia buat, meski hanya sebuah naskah yang ia tulis dalam buku ia rasa apa salah nya mencoba dengan apa yang ada.

Yumna merentangkan tangan nya ke atas sembari menguap menandakan dirinya sudah lelah terdiam cukup lama di kursi."Huaaaaa".

Yumna optimis buku manual nya kelak akan menjadi sebuah buku yang terkenal.

"Jika tidak sekarang mungkin suatu saat nanti" Ucapnya sambil menutup buku harian miliknya lalu bergegas pergi menuju dapur untuk memasak sesuatu yang bisa ia makan.

Hujan sudah reda ,dia meninggalkan bekas basah di jalanan, tak diragukan juga bahwa hujan meninggalkan rindu yang jelas terasa sesak di dada. Tujuh tahun lamanya orang tua nya sudah pergi, sedih rasanya saat melihat orang tua orang lain masih lengkap. Apalagi saat kenaikan kelas ketika pembagian raport, rasanya Yumna ingin menghilang saja, bagaimana ia bisa tegar saat semua teman nya membawa orang tua masing-masing dirinya hanya bisa mendatangi kuburan orang tua nya sambil memberikan raport miliknya.

"Bu, pak ini punya Uma, ini semua karena kalian, untuk kalian".

Langit yang berwarna jingga kini sudah berubah warna menjadi sedikit lebih gelap , itu tandanya malam akan segera tiba, Yumna juga bersyukur perutnya sudah kenyang. Semua lampu Yumna nyalakan, Yumna paham hidup sendiri membuatnya harus ekstra hati-hati apalagi dirinya seorang perempuan. Yumna menyalakan handphone yang semenjak siang tadi tak pernah ia sentuh, berbagai notifikasi hingga beberapa panggilan menghiasi log panggilan aplikasi hijau miliknya.

"Ada apa yaa Dhefan spam chat sampai nelpon 18×?" Ujarnya sambil melihat spam chat yang berasal dari nama kontak Dhefan.

"Ehh tumben Rafi Nelpon" Ucapnya saat melihat nama Rafi terlihat jelas di layar handphone nya tanda panggilan masuk.

"Hallo Yumna" Ucap seseorang yang kini sedang menelpon Yumna.

"Lo bisa kesini bentar gak?" Ucap Rafi dengan suara yang cemas.

"Ada apa?" Jawab Yumna saat mendengar suara Rafi yang cemas membuatnya ikut khawatir.

"Itu si Nizam dia...".

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Cinta Semalam dengan CEO
9.7
Setelah dimutasi ke kantor pusat, Jeanne terjerat cinta semalam dengan CEO barunya saat masih memiliki kekasih. Kemalangannya berlipat ganda begitu ia tahu bahwa bos tersebut adalah Alan Rasya Purnama, sepupu dari sang mantan pacar. Kini, hidup Jeanne tidak lagi tenang. Alan menjadi sangat terobsesi untuk menguasai seluruh aspek kehidupannya, baik raga maupun jiwanya. Jeanne pun terjebak dalam situasi rumit tanpa ada celah sedikit pun untuk melarikan diri.
Sampul Novel Cinta dari Pria yang Tak Terduga
9.1
Panggilan polisi seketika menghancurkan hidup Emily yang damai. Ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Jaka Guntur, kekasihnya, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Di tengah badai emosi tersebut, sebuah ketidaksengajaan membawa Emily ke dalam hubungan satu malam bersama Jacob, paman dari Jaka. Kini, ia terjebak di tengah konflik rumit dan dilema asmara antara sang mantan kekasih dengan pria berkuasa yang merupakan paman mantannya itu.
Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
9.7
Clara Martins terancam kehilangan toko roti peninggalan neneknya di São Paulo akibat lilitan utang dan pengkhianatan. Di tengah keputusasaan, Enzo Albuquerque hadir menawarkan solusi. Mantan kekasihnya yang kini menjadi pengusaha dingin itu mengajukan pernikahan kontrak setahun demi melindungi posisinya dari intrik keluarga. Namun, hidup bersama justru membangkitkan kembali rasa yang dulu ada. Kini, Clara harus menyembunyikan kehamilannya, sementara Enzo menyimpan rahasia besar yang dapat menghancurkan hubungan mereka.
Sampul Novel Lover in Law (Ketika Dua Pengacara Saling Jatuh Cinta)
9.4
Milly merasa nasib buruk terus menimpanya sejak berada di bawah bimbingan Zayn, pengacara senior yang teramat sombong. Sebaliknya, Zayn pun tidak menyukai Milly yang dinilainya keras kepala serta kurang hati-hati. Walau mulanya saling membenci, kedua pengacara genius ini malah terjebak asmara yang tak terduga di tengah ketatnya persaingan kerja. Akankah takdir mempersatukan ego keras mereka, ataukah kesombongan masing-masing justru akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
8.0
Hanya sebulan setelah pernikahan kami, Rio tega mengkhianatiku dengan menikahi siri Marta, sahabatku sendiri. Kehadiranku di rumah diabaikan bagai pajangan tak berharga. Puncaknya, Rio merenggut paksa kehormatanku demi menuntut ganti rugi mahar. Saat mengadu ke orang tua, aku justru tidak mendapat pembelaan sama sekali. Merasa hancur dijadikan tumbal dalam pernikahan tanpa cinta ini, aku memutuskan pergi sejauh mungkin dan melenyapkan jejak untuk menyembuhkan luka batin yang teramat perih.
Sampul Novel OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)
7.9
Shereen Edwarida, seorang wanita karier sukses, menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu yang mendalam. Ia ditinggalkan oleh kekasihnya tepat sebelum pernikahan demi perempuan lain. Meski dicap perawan tua oleh lingkungan sekitar, Shereen tetap memilih sendiri dengan dukungan keluarga dan sahabat. Namun, pertahanannya goyah saat sang mantan kembali untuk menebus kesalahan. Akankah ia memberikan kesempatan kedua di tengah bayang-bayang luka lama?