APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta seorang atlet

Cinta seorang atlet

Di tengah ketatnya persaingan dunia olahraga, hubungan asmara kerap kali berjalan singkat lalu meredup begitu saja. Namun, romansa ini menunjukkan bahwa sebuah perasaan tulus dapat terus bertahan meski perpisahan telah terjadi. Walau raga mereka saling menjauh dan waktu terus berjalan, sisa-sisa cinta sejati akan tetap tersimpan selamanya di relung hati. Kisah emosional tentang keteguhan rasa yang tidak akan pernah pudar oleh waktu.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Itu si Nizam dia..".

"Nizam kenapa, Dhef?" Potong Yumna saat mendengar nama Nizam.

"Gu-e , gak bisa jelasin, lo kesini aja cepetan ya"

Yumna menjawab dengan singkat "Oke" sambil mencari kunci rumah nya yang terkadang hilang saat dibutuhkan.

7 menit sudah ditempuh, waktu yang sebenarnya singkat kini dirasa lama saat sedang dalam keadaan hati yang gusar, Yumna tidak tau apa yang terjadi , tapi yang jelas dirinya menyadari hatinya terasa sesak saat nama Nizam disebutkan tadi.

"Ini bang ongkosnya" Ucap Yumna kepada tukang ojeg itu, sebenarnya jarak dari rumah menuju nizam tidaklah jauh hanya saja dirinya terlalu cemas hingga memutuskan untuk naik ojeg.

Sandal yang Yumna pakai semakin kotor oleh debu yang semakin jauh terbang tersapu angin. Yumna sedikit berlari untuk segera tiba di kediaman Nizam.

Dari kejauhan terlihat rumah Nizam yang terang benderang, dengan bendera kuning kecil yang berkibar di sebuah pohon tidak seperti biasanya, angin malam pun berhembus semakin kencang membuat hawa dingin semakin menusuk bahkan jaket yang Yumna pakai tidak mampu menutupi tubuhnya dari hawa dingin itu.

"Yumnaaaaa sini" ajak Rafi dari kejauhan dengan melambaikan tangan tanda agar Yumna mendekat.

Yumna melangkahkan kaki memberanikan diri mendekati rumah itu , saat kaki nya melangkah semakin dekat saat itu juga jantungnya semakin berdebar kencang.

"Ini ada apa, Rafi?" Tanya Yumna saat sudah berhasil sampai di depan rumah milik Nizam.

"Ada berita duka , gue juga gak nyangka ini bakalan terjadi".

"Kenapa? ada apa !? " tanya Yumna semakin greget mendengar jawaban Rafi.

"Gue gak sanggup jelasin, biar si Reza aja yang jelasin ya " Ucap Rafi sambil menarik Reza yang baru saja datang menghampiri dirinya yang sedang bersama Yumna.

"Kenapa za? kenapa dirumah Nizam banyak lampu kaya gini, dan apa ini? bendera kuning?".

"Malam ini ada kabar duka".

"kabar apa?" Yumna memberanikan diri bertanya kembali sedangkan tangan nya semakin erat memegang tali tas yang ia pakai

"Ibu nya Nizam meninggal" tutur Reza sambil mencoba menahan air mata yang bahkan tak mampu ia bendung.

"Gak mungkin Zaaa, jangan bercanda kaya gini, ini gak selucu yang lo kira"

Yumna berbicara sambil menahan air matanya mencoba memahami.

"Mungkin ini hanya prank" Ucap Yumna dalam Hati.

"Nizam dimana?" Yumna memberanikan diri kembali menanyakan Nizam.

"Dia lagi di dalam. Sumpah gue bener-bener gak nyangka Yumna, padahal tadi siang ibunya Nizam masih menyambut kami dengan hangat, gue gak nyangka ternyata penyakit jantung bisa membuat mati mendadak".

Yumna berlari menuju bagian dalam rumah milik Nizam. Langkahan kakinya terhenti sesaat setelah melihat beberapa orang sedang duduk di hadapan jenazah yang terbungkus sempurna oleh kain berwarna putih.

"Nizam" Panggil Yumna mencoba menyapa lelaki yang terlihat sedang memeluk jasad ibunya.

"lo yang sabar ya, ini udah takdirnya kaya gini" Ucap Yumna sambil mencoba mengelus punggung Nizam yang bergetar menahan tangis .

~~

Malam sudah berganti, tapi duka masih menyelimuti, berkali-kali air mata turun membasahi, mewakili rasa kehilangan yang sangat besar bagi sosok Nizam. Saat ini Nizam tinggal seorang diri setelah dulu ayah nya meninggal kini ibunya secara tiba-tiba juga meninggalkannya.

Nizam akui dirinya cengeng, mungkin bagi orang lain seorang pria yang menangis itu lebay, tapi percayalah anak mana yang akan kuat saat sosok ibunya yang meninggalkan nya harus terbaring lemah terbungkus kain kapan.

Satu minggu lagi turnamen voli akan dimulai, sulit rasanya bangkit kembali setelah diguncang kehilangan sosok yang sangat berpengaruh bagi Nizam.

Nizam semakin menjadi pendiam, dulu meski pendiam dirinya masih bisa tertawa tidak seperti yang sekarang tawa nya hilang meski ibunya telah beberapa hari pergi.

"Zam, malam ini kita nginep dirumah lo ya" Ucap Galang mencoba mengusir rasa kesepian Nizam.

"Kalian pindah aja dari kost , bareng gue aja , rumah seindah ini akan hampa tanpa kehangatan" Jawab Nizam setelah membersihkan Kamar milik ibunya.

Teman nya yang mendengar pun tanpa lama lama menyetujui saran Nizam, selain bisa membantu Nizam mungkin mereka juga menghemat uang.

~~

Hari turnamen tingkat provinsi itu tiba, senin 30 mei 2022 semua sekolah seluruh indonesia mengirimkan perwakilan yang terbaik dari sekolah masing-masing begitu pun dengan sekolahan nizam dan yang lain nya.

Pertandingan pertama hampir selesai itu artinya pertandingan berikutnya adalah milik sekolah Nizam.

Dhefan, Rafi, Galang, Raksa, Reza sudah siap ditempat, mereka semua sudah ganti baju tinggal pemanasan lalu bertanding , kepala mereka menengok ke kanan dan kiri mencari dimana keberadaan Nizam, hanya saja hasilnya nihil, wajah mereka mulai panik melihat disini Nizam lah yang berkontribusi besar dalam startegi pertandingan.

"Bro ! Nizam kok belum sampai" tanya Reza kepada teman nya.

"Gue juga gak tau, tadi si Nizam cuma nyuruh gue duluan, gue kira dia bakalan kesini nyusul kita" Ucap Dhefan.

"Kita harus cari dia" Raksa berbicara dengan tegas karena disinilah dia menjadi kapten dari tim nya.

"Tapi Sa, gue rasa gak cukup waktu buat nunggu atau nyari Nizam, bentar lagi kita tanding" timpal Rafi tak kalah panik.

Mereka terlarut dalam pikiran masing-masing mencari jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi.

Yumna gadis itu sekarang berada di wilayah penonton. Melihat wajah teman - teman nya terlihat cemas dia mulai sadar sosok laki laki itu tidak terlihat di area ini. Yumna berlari menuruni tangga berniat keluar dari tempat pertandingan ini berlangsung, dia mengendarai motor teman nya yang bernama Ayu, kendaraan itu melesat cepat melewati setiap jalanan yang sedikit berlubang.

Nizam, saat ini sedang termenung di makam ibu yang masih basah , berbagai jenis bunga sudah terlihat di atas gundukan tanah itu, Sosok laki laki itu menunduk sambil memegang sebuah Kitab suci al quran, Yumna yang dari tadi sudah tau keberadaan Nizam segera bergegas turun dari motor.

"Zamm.." Ucap nya sambil berlari menuju arah makam.

"Gu-e turut berduka cita ya, Lo yang sabar".

"Lo harus kuat, lo harus banggain ibu lo, kejar cita cita lo !! " Ucap yumna menyadari Nizam tidak berkata sepatah pun kepadanya.

"Cita-cita? gue gak punya cita cita ! semua yang udah lakuin itu demi ibu dan sekarang gue ngelakuin ini semua buat apa?" Ucap Nizam sambil meremas sebuah foto dirinya yang sedang memegang medali emas.

"Lo gak boleh gitu, ini semua takdir, lo harus percaya Skenario Allah itu yang terbaik zam" Ucap Yumna sambil ikut berjongkok di pinggir Nizam.

"Lo harus ikut turnamen hari ini, please sekarang demi diri lo sendiri, demi teman lo, orang yang percaya sama lo, dan buat Gue ! " Ucap Yumna lagi sambil memegang tangan Nizam.

"lo harus kuat, lo harus bangkit, disaat lo sukses, alm ibu juga akan tersenyum bahagia di surga sana".

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balik Kanan Duda
9.6
Pertemuan tak terduga dengan Indira Pramesti menyeret Damian Kusuma ke dalam malam penuh gairah akibat pengaruh alkohol. Merasa harga dirinya diinjak-injak, Indi bertekad menjauhi Damian selamanya. Namun, nasib buruk menimpa hubungannya dengan Rangga hingga jalinan asmara mereka kandas. Di tengah situasi itu, orang tua mereka justru sepakat menjodohkan Indi dengan Damian. Kini, Indi didera kebencian mendalam sekaligus dilema besar untuk menuruti kehendak keluarga.
Sampul Novel Gairah Istri Kelima Juragan
9.3
Suami Malini lenyap tanpa jejak, meninggalkan tumpukan utang yang menjeratnya. Di tengah keputusasaan, Juragan Chandrakanta yang bergelimang harta datang menawarkan jalan keluar dengan menjadikannya istri kelima. Sempat menolak dan memilih kerja kasar, Malini akhirnya tak kuasa membendung pesona sang juragan. Lewat daya pikat dan mantra rahasia, ia takluk dalam semalam. Akankah Malini sepenuhnya menyerah pada gairah dan masuk ke lingkaran keluarga Chandrakanta?
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun ketulusan Chelsea hancur seketika setelah dicampakkan di hari pernikahan demi perempuan lain. Namun, identitas aslinya sebagai gadis desa hanyalah penyamaran. Chelsea bangkit menunjukkan jati dirinya sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya pemilik harta triliunan. Saat musuh yang dengki mulai menyerangnya, Nicholas datang membantu. Pria dingin dan kejam itu kini menjadi sekutu tak terduga yang siap mendukung aksi balas dendamnya.
Sampul Novel Kenapa Kalian Membuang Ibu?
8.2
Kehidupan damai Minah bersama Eliza dan Agung seketika sirna setelah putri bungsunya itu pergi merantau. Terpaksa menumpang di kediaman putra sulungnya, Edo, Minah justru harus menghadapi siksaan batin akibat kekejaman sang menantu. Hari tua yang malang membawa Minah ke sebuah panti jompo, tempat ia menghabiskan sisa hidupnya. Hingga ajal menjemput, ia meninggal dalam kesepian yang mendalam, tanpa didampingi oleh anak-anak kandungnya.
Sampul Novel Mendarat di Hatimu yang Retak
8.4
Pertemuan kembali setelah sepuluh tahun membawa perubahan besar bagi Liora Anindya dan Arlo Dirgantara. Liora sangat mencintai dunia penerbangan, sementara Arlo justru membenci langit akibat pengkhianatan mantan tunangannya yang merupakan seorang pramugari. Luka lama tersebut membuat Arlo yang dulu hangat kini menjadi sosok yang dingin. Profesi Liora sebagai pramugari pun membangkitkan trauma mendalam pada diri Arlo. Di tengah kebencian dan kenangan masa kecil, mampukah cinta mereka menyembuhkan luka Arlo?
Sampul Novel SABDA CINTA
9.0
Kehidupan Cinta berubah drastis setelah keputusan sang ayah untuk menikah lagi. Ia tumbuh menjadi sosok yang dingin, tertutup, dan terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Khawatir dengan kondisi putrinya, sang ayah mencoba berbagai cara untuk menyadarkannya, tetapi selalu gagal. Akhirnya, Sabda, sahabat masa kecil Cinta, dipanggil pulang untuk menolongnya. Akankah kehadiran Sabda mampu menyembuhkan luka hati Cinta dan membimbingnya kembali ke jalan yang benar?