APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Sendal Jepit

Cinta Sendal Jepit

Kehidupan Amara hancur sejak kepergian ibunya dan kehadiran ibu tiri yang kejam. Ia pun memilih kabur dari rumah hingga tak sengaja bertemu Agung saat melarikan diri dari kejaran polisi. Sialnya, warga desa menuduh mereka berbuat asusila hingga dipaksa menikah hari itu juga. Walau diawali dengan kecanggungan, benih asmara perlahan tumbuh di tengah badai ujian yang menerpa. Lewat perjuangan bersama, Amara dan Agung akhirnya berhasil meraih kebahagiaan sejati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Owalah, kok malah nangis-nangisan toh! Keburu panas ini.” Agung bersungut-sungut seraya memakai helm.

Saat aku menaiki di boncengan, terdengar suara Agung menggerutu “Dasar perempuan, memang sejenis. Kalau sudah pamitan pasti drama.”

Aku tersenyum masam, malas menjawab. Biar saja dia marah tak jelas yang penting hari ini aku bisa pulang.

Nampaknya kepulanganku ke rumah ini bukan hal yang tepat. Bukan sambutan rindu atau rasa bahagia. Melainkan sorot mata kebencian yang terlihat dari ibu tiriku. Aku berlalu begitu saja saat ibu tiriku dan anaknya sedang duduk di kursi santai depan rumah.

“Masih ingat pulang rupanya kamu?” ujar saudara tiriku seraya memandangiku dari atas sampai bawah.

Tidak kugubris omongannya, meladeninya hanya membuang waktu. Aku menarik tangan Agung yang cengengesan hendak memperkenalkan diri di depan para manusia-manusia berhati batu itu. Namun, baru sampai di depan pintu papa keluar, dengan raut cemas ia memelukku.

“Kamu dari mana saja, Nak? Hape kamu nggak aktif. Papa telepon teman-teman kamu nggak ada yang tau. Bahkan Dave buat laporan ke kantor polisi, tentang menghilang nya kamu!”

Aku memutar bola mata malas, kenapa harus Dave yang ke kantor polisi, kenapa bukan papa sendiri. Bukankah aku ini anaknya? Pertanyaan itu menari-nari di otakku.

“Amara baik-baik saja, Pa! Oh, iya kenalin ini Agung, dia yang sudah bantu Amara.” ujarku sambil menarik tangan Agung mendekat.

Belum sempat Agung bersalaman dengan papa. Ibu tiriku langsung menyambar tangan papa menariknya masuk. Seraya melangkah ia berkata “Papa ini gimana, sih! jangan terlalu lemah sama anak, bukannya dimarahi. Tuh, lihat pulang-pulang malah bawa laki-laki setelah nggak pulang seminggu.”

Papaku bukannya membela malah diam saja dan malah ikut melangkah masuk. Ia sama sekali tidak menghiraukan aku yang berdiri hendak memperkenalkan Agung.

Terdengar suara cekikikan dari Sinta, saudara tiriku. “Makanya Ra, mending lu nggak usah pulang aja sekalian. Lu itu nggak penting buat papa!”

Aku meraih gelas air minum diatas meja, dengan gerakan cepat aku siramkan ke wajah Sinta. Bajunya basah, ia berdiri sambil berteriak “Kurang ajar, lu.”

“Mama ... Mama!.” teriaknya histeris.

Hatiku puas, tidak peduli walaupun setelah ini aku bakal diusir dari rumah. Benar saja dengan tergopoh-gopoh suami istri itu keluar rumah. Dan bodohnya aku tidak melihat saat Sinta mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Ya ampun Sinta, anak kesayangan mama. Kenapa penampilanmu jadi begini?” matanya lekat memandang ke arahku dengan sorot mata kemarahan, “Lihat Pa, anak kamu pulang-pulang malah jadi preman!” Seraya menunjuk ke wajahku.

Persis seperti dugaanku, drama itu pun dimulai. Dan lagi-lagi aku hanya sebagai terdakwa tanpa ada pembela. Bahkan papa kandungku bak kerbau di cucuk hidungnya kalau sudah di hadapan istrinya tersebut. Mereka melenggang begitu saja melangkah masuk ke dalam rumah dan membanting pintu.

Hatiku perih, dengan cepat kilat aku berlari keluar pagar mencari sebuah batu, dengan luapan emosi kulempar kaca rumah tersebut.

Prangg !

Kaca itu jatuh berderai-derai. Terdengar umpatan dari dalam rumah, juga suara kaki berlarian ke pintu. Aku tarik tangan Agung menjauh dari rumah sialan tersebut. Beruntung dia tidak bertanya sedikit pun, ketika aku mengambil kunci motor dari tangannya dan menyuruh untuk naik ke boncengan meninggalkan rumah sejauh mungkin.

Beruntung karena jalan lumayan lengang, aku bisa tetap fokus mengendarai sepeda motor dengan perasaan kacau dan amarah membuncah di dada. Hingga di sebuah perempatan kubelokkan motor ke arah kiri menuju taman.

Sesampainya di taman, aku turun mencari tempat yang lumayan sepi, agar aku puas meluapkan rasa sesak. Sebuah kursi di bawah pohon tabebuya menjadi pilihan saat ini, aku menangkupkan kedua telapak tangan ke wajah. Bulir bening yang sengaja ditahan akhirnya lolos berdesakan keluar.

Seseorang menyelipkan sapu tangan di sela-sela jemariku. Tanpa perlu melihat aku sudah tau dia pasti Agung. Namun aku salah, saat aku menengadah mengangkat wajah, yang duduk di sampingku justru Dave. Lantas di mana Agung? Apa dia pergi saat mengetahui bahwa aku ini orang terbuang. Atau mungkin dia takut aku akan balik ke rumahnya? Aku celingukan ke sana kemari, tetap saja bayangnya tidak terlihat sama sekali.

“Hei … nyariin siapa, hmm?” lirih Dave seraya mengelus rambutku.

“Emm … orang tadi yang sama aku di sini. Kamu lihat nggak dia ke mana?” Ucapku.

“Amara … saat aku datang, kamu sudah sendiri di sini! Jadi teman yang mana, aku nggak tau.”

***

Terpaksa malam itu aku menyusuri kota untuk mencari kontrakan kecil, mungkin lebih tepatnya sebuah kamar kos, itu pun Dave yang bersedia meminjamkan uang untuk membayar. Karena uang di dompet hanya cukup untuk bertahan hidup selama seminggu. Sungguh malang nian nasibku, mengharap gaji pun pembayarannya harus di tunda karena hutang pekerjaan selama seminggu bolos.

Ting!

Sebuah pesan dari Dave.

[Mau makan apa? Segera meluncur.]

Aku hanya tersenyum hambar. Segera kubalas dengan emoticon tidur, tak berapa lama dia pun menelepon, hingga mata tidak sanggup lagi untuk di buka, aku pun terlelap.

[Saya terima nikah dan kawinnya Amara Anindita binti Lukman Hadi dengan mas kawin sepasang sendal jepit dibayar tunai]

[Bagaimana saksi, sah?]

Seketika aku terbangun dengan peluh membasahi tubuh. Kulirik jam dinding masih pukul 04.00 Wib. Karena rasa kering di tenggorokan, aku bangkit keluar kamar untuk mengisi botol minuman dari dispenser yang terletak di samping kulkas menuju dapur.

Karena masih gelap seluruh penghuni kos masih terlelap dalam dunia mimpi. Aku raih kursi, dalam keadaan duduk kutenggak setengah botol air yang baru kuisi. Sakit rasanya kepala ini memikirkan maksud dari mimpi yang setiap malam tidak pernah absen untuk hadir.

Apa aku sudah bersalah, karena mengingkari pernikahan itu dan memilih pergi. Tetapi aku tidak mungkin selamanya terus berada di sana karena terjebak pernikahan dadakan. Apalagi Agung juga pergi tanpa pamit, setelah melihat nasibku terbuang oleh orang-orang yang harusnya jadi tempat berlindung. Pria kampung itu, entah di mana dia sekarang. Singkat memang kebersamaan kami. Tetapi mampu menciptakan kenangan yang menari-nari di pelupuk mata.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayahku. Dari keluarga kaya raya, mustahil ia jatuh cinta pada pria playboy yang jarang pulang itu. Kini aku dan dia tinggal berdua di rumah besar ini. Ia memperlakukanku seperti anak sendiri, tapi caranya berpakaian seksi perlahan menguji batas kesabaranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan rasa untuk Rania, sahabat SMA-ku. Namun, semakin kudekati Rania, semakin jelas pesona terlarang ibu tiriku menggoda. Rahasia, nafsu, dan cinta segitiga yang panas menantimu di setiap bab.
Sampul Novel Ayah Mertuaku, Musuhku
8.3
Kehilangan suami membuat dunia Laras runtuh, tetapi perhatian hangat mertuanya menjadi kekuatan baru. Namun, Rizqan, sang kakak ipar, ternyata memendam perasaan mendalam padanya. Ketika malam berhujan mempertemukan mereka di ruang tamu, obrolan intim pun tak terhindarkan. Rizqan akhirnya menyatakan cinta rahasianya, memicu kebimbangan besar di hati Laras. Di tengah keheningan malam, keduanya pun hanyut dalam pesona terlarang yang melenyapkan kesedihan mereka.
Sampul Novel Balas Dendamnya Adalah Kecerdasannya
9.4
Evelin kerap dikucilkan keluarganya bagai itik buruk rupa. Namun, takdir berbalik saat CEO Carlos justru memilih menikahinya, bukan sang saudari tiri yang sempurna, Paramita. Di balik cemoohan khalayak, Evelin membuktikan dirinya bukan gadis biasa dengan mengungkap rahasia besar bahwa ia adalah pakar keuangan, genius AI, sekaligus penyembuh ajaib. Saat para pembenci berlutut meminta maaf, Carlos pun menunjukkan pesona sejati Evelin yang memikat dunia.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif
9.3
Akibat salah memasuki tenda saat acara kebersamaan kantor, Liana melewati malam tidak terduga bersama atasannya sendiri. Panik setelah menyadari kesalahannya di pagi hari, ia langsung melarikan diri dan berusaha bersikap biasa saja di tempat kerja. Namun, rahasia yang ia simpan rapat-rapat runtuh ketika dirinya dinyatakan hamil dua bulan kemudian. Saat Liana memutuskan untuk pergi jauh, sang CEO dari Perusahaan Barka bertindak cepat dengan menutup akses bandara dan menyudutkannya di dalam lift demi meminta pertanggungjawaban atas calon anak mereka.
Sampul Novel The Bastard CEO
8.0
Demi seorang pewaris, CEO berdarah dingin Adam Ford memaksa Angelina Wilson menyetujui kontrak dua tahun. Namun, karena dianggap mandul akibat tak kunjung mengandung, Angelina diusir oleh keluarga Ford. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Kali ini, Angelina datang bersama seorang anak laki-laki yang memiliki paras sangat mirip dengan Adam. Akankah rahasia besar tentang asal-usul sang putra akhirnya terungkap di hadapan Adam?