APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO

Cinta Semalam Sang CEO

Akibat kalah taruhan saat mabuk, Prakas melewati malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi melunasi utang sang ibu. Usai mengusirnya, Prakas syok saat tahu Miona adalah anak Pak Imam, OB yang sangat ia hormati bagai ayah kandung. Demi menebus rasa bersalah, Prakas melunasi utang mereka dan meminta Miona keluar dari dunia kelam. Namun, Miona yang telanjur sakit hati menolak mentah-mentah bantuan itu dan bertekad mengembalikan semua uangnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Prakas diam-diam keluar dari ruangan itu saat mendapati Miona ternyata anak gadis Pak Imam. Tubuhnya mendadak lemas. Dia buru-buru melangkah menuju parkiran mobilnya. Prakas tak mau Miona mengetahui keberadaannya di sana. Beruntung gadis itu memang tidak menyadari keberadaannya. Saat sudah berada di dalam mobil lelaki itu tampak tercengang. Dia masih tak percaya. Lelaki itu pun langsung melajukan mobilnya dengan bingung.

Di perjalanan, Prakas teringat lagi akan kejadian malam itu dengan Miona. Saat Prakas sudah melepaskan keperjakaannya, dia terbaring lemas dengan kantuk yang mulai datang. Dia masih bisa mengingat jelas suara tangisan Miona yang sedang memeluk kakinya. Samar, Prakas melihat Miona membuka kulkas lalu mengambil sebotol minuman beralkohol di dalamnya lalu menenggaknya dengan banyak. Lalu Miona mengguncang tubuh Prakas, membangunkannya dari kantuk.

“Apa?” tanya Prakas yang masih dalam kondisi mabuk.

Miona menatap Prakas dengan mata yang masih berkaca-kaca. Gadis itu sudah terpengaruh alkohol juga. Dia menenggak minuman itu langsung dari botolnya dengan banyak.

“Lo tau nggak, kenapa gue rela ngelepas keperawanan gue? Karena gue butuh duit!” teriak Miona pada Prakas yang sudah duduk menyandar di atas kasur. Prakas hanya angguk-angguk. Kondisinya yang masih mabuk belum bisa mengontrol dirinya untuk berlaku waras.

Prakas kembali mengantuk. Miona kembali mengguncang tubuhnya.

“Dengerin gue dulu!” teriak Miona sambil terisak.

“Iya, ini gue dengerin,” ucap Prakas.

“Karena gue harus bayar utang nyokap gue yang suka main judi!” isak Miona, ”tabungan bokap gue udah habis sama dia! Bokap gue nggak bisa bayarnya! Dia cuma OB bukan siapa-siapa! Rumah gue mau disita sama rentenir! Gue nggak mau bokap dan adik gue menderita gara-gara nyokap! Gue harus cicil utang nyokap! Makanya gue jual keperawanan gue!”

Prakas hanya angguk-angguk. Matanya tak kuat lagi untuk tidur. Miona menangis kencang sambil memukul-mukul Prakas. Prakas tidak bereaksi apa-apa, dia hanya diam dan menahan kantuknya.

“Dengerin gue! Jangan tidur!” teriak Miona lagi.

“Iya, ini gue nggak tidur!” teriak Prakas.

Lalu tubuh Miona terjatuh di atas kasur. Gadis itu tertidur. Prakas pun tak bisa menahan kantuknya, dia pun tertidur pulas setelahnya.

Prakas berhenti mengingatnya lagi. Kini mobilnya tiba di pekarangan rumah megahnya. Dia langsung turun lalu memasuki kamarnya dengan sedih.

***

SEMINGGU BERLALU

Prakas meringkuk di atas kasur. Dia lemas dan selama seminggu ini dia dirawat di rumahnya sendiri oleh dokter pribadinya. Pintu kamarnya terbuka, Nyonya Prameswari datang sambil membawa sarapan untuknya.

“Sarapan dulu,” pinta Prameswari sambil meletakkan sarapannya di atas meja kecil dekat ranjang.

“Iya, Mah,” jawab Prakas lalu dia segera duduk menghadap mamahnya yang duduk di atas kasur.

“Udah nggak usah sedih lagi. Kata dokter juga kamu udah bisa kalo mau ke kantor. Kalo lama-lama ninggalin kantor, nanti urusan perusahaan bisa berantakan. Masa mau nyuruh orang lain yang ngurusnya,” ucap mamahnya dengan pelan.

Prakas mengangguk. Dia pun meraih sarapannya dan mulai memakannya. Setelah itu Prakas pergi ke kamar mandi, setelahnya dia bergegas mengganti pakaiannya lalu pergi ke kantor. Saat melewati meja sekretarisnya. Sekretarisnya berdiri senang menyambut kedatangan Prakas.

“Selamat pagi, Pak,” sapa sekretarisnya bernama Vita itu.

Prakas hanya tersenyum lalu dia masuk ke ruangannya. Di atas mejanya sudah menumpuk surat-surat yang harus ditanda tanganinya. Prakas duduk lalu meraih handphonenya. Saat menemukan nama Doni di kontaknya dia langsung menghubunginya.

“Halo,” jawab Doni terdengar kesal di seberang sana.

“Lo di mana?” tanya Prakas.

“Di showroom gue lah,” jawab Doni ketus.

“Gue minta maaf,” ucap Prakas.

“Kagak perlu.”

“Gue serius!”

“Yaudah gue maafin!”

Prakas tersenyum. Bagaimana pun Doni adalah sahabat dekatnya sejak SMA. Sementara Niko dia mengenalnya saat kuliah.

“Lo tau nomor telepon yang bisa nemuin gue sama Miona lagi?” tanya Prakas tiba-tiba.

“Ngapain? Lo mau gituan lagi sama dia?” tanya Doni heran di seberang sana.

“Jawab dulu pertanyaan gue,” desak Prakas.

"Lo jatuh cinta sama dia ya?" selidik Doni dengan heran, "Tumben! Lo itu cowok yang paling dingin sama cewek, ternyata selera Lo kayak dia, padahal artis banyak banget yang ngebet pengen jadi pacar Lo!"

Prakas kesal mendengarnya, "Nggak ada kamusnya gue suka sama itu cewek! Dia bukan tipe gue!"

"Terus ngapain nanyain nomor hapenya dia?"

"Udah buruan kasih nomornya ke gue!" bentak Prakas.

Doni langsung memberitahukan nomor telepon mucikari yang mengirim Miona kepadanya malam itu. Prakas langsung menghubungi mucikari itu, tapi mucikarinya bilang di telepon kalau dia tidak mengurus Miona lagi. Dirinya hanya khusus untuk gadis-gadis perawan saja. Mucikari itu akhirnya memberikan nomor temannya, katanya Miona sekarang di urus sama dia. Prakas langsung kaget mendengar itu. Dia mau meminta nomor telepon mucikari itu hanya untuk memastikan apakah Miona pekerja seks profesional atau bukan. Prakas pun langsung menelepon mucikari lain yang nomornya diberikan oleh mucikari itu.

“Halo,” jawab seorang perempuan di seberang sana.

“Saya mau pesan gadis yang bernama Miona Salsabila, bisa?” ucap Prakas.

“Sebentar, kita lanjut di WA aja, ya. Biar saya kirim fotonya dulu untuk memastikannya,” pinta perempuan itu.

Prakas pun langsung mengiyakan. Akhirnya Prakas melanjutkan obrolannya melalui pesan whatssap pada perempuan itu. Saat perempuan itu mengirim foto Miona, dia kaget mengetahui Miona ternyata memang seorang PSK. Tiba-tiba Prakas berpikir, apa mungkin sekarang Miona menjadi PSK gara-gara hutang ibunya, karena malam itu, Prakas masih ingat kalau gadis itu memang masih perawan. Akhirnya dia buru-buru memesan Miona dan mengirimkan alamat hotel tempat pertemuan mereka nanti. Prakas pun meminta pada perempuan itu agar jangan memberitahu identisanya pada Miona. Perempuan itu mengiyakan setelah meminta transfer 20 juta untuk Miona. Prakas pun mentransfer langsung uangnya.

Dan di malam itu, Prakas duduk di sofa kamar hotel yang luas itu. Tak lama kemudian suara bel kamar berbunyi. Prakas membuka pintu. Miona tercengang saat melihat Prakas kembali.

“Masuk,” pinta Prakas.

Miona tampak marah, dia masih dendam diusir dengan kasar saat itu. Perempuan itu handak pergi namun tangan Prakas keburu menarik Miona ke dalam lalu menutup pintu kamar hotel itu.

“Ngapain mesen gue lagi?” tanya Miona kesal.

“Kamu kayak gini emang udah lama atau baru?” tanya Prakas dengan serius.

“Kenapa? Emang lo perlu tau?”

“Iya,” jawab Prakas.

“Bukan urusan lo. Lagian juga Lo ngerasa sendiri gue masih perawan kan? Itu artinya gue baru terjun di dunia yang begini. Sekarang kalo lo mau gue langsung aja, gue nggak mau basa-basi,” tegas Miona.

“Lo mau lanjut jadi PSK?!” teriak Prakas.

Miona heran.

“Kok lo bentak gue?! Emang lo siapa?! Lo nggak ada hak bentak gue!” protes Miona dengan kesal.

“Kalo emang lo butuh duit buat bayar utang-utang lo, biar gue yang bayarin berapapun itu jumlahnya! Asal lo berhenti kerja kayak gini,” pinta Prakas dengan tegas.

Miona terbelalak mendengarnya,”Siapa lo?! Meski gue butuh duit, gue nggak butuh dari hasil dikasihani sama orang lain! Biar gue cari sendiri meskipun hasil kayak gini!" tegas Miona, "Oh! Lo suka sama gue? Mau jadi gadun gue ya?” tanya Miona menyelidik.

Prakas kesal mendengar itu, "Lo bukan tipe gue! Selera gue bukan gadis murahan kayak Lo!"

Miona bertambah kesal mendengarnya. "Yang lebih murahan itu Lo! Ganteng-ganteng nyarinya pelacur! Dan perlu Lo tahu, gua kayak gini terpaksa!" teriak Miona lalu langsung pergi dari situ.

Prakas tampak kesal. Bagaimana pun gadis itu adalah anak dari lelaki tua yang sudah dianggapnya sebagai ayahnya sendiri. Dia tidak mau mendiang Pak Imam kecewa di alam sana melihat anaknya bekerja menjadi PSK. Prakas langsung menghubungi sekretarisnya.

“Tolong cari tahu alamat rumah almarhum Pak Imam, saya mau kesana,” pinta Prakas pada sekretarisnya lalu pergi dari sana.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Pengkhianatan Sang Pria, Kisah Cinta Tak Tergoyahkan Miliknya
8.5
Ulang tahun ke-22 menjadi petaka saat tabungan kuliahku di ITB dirampas dua kakak kandung demi operasi plastik adik angkat kami, Vanya. Aku diusir, dituduh egois, lalu ditinggal berlibur ke Bali. Di titik terendah, tawaran proyek medis rahasia selama 15 tahun hadir sebagai jalan keluar. Aku pun pergi dan memutus ikatan keluarga demi masa depan baru, tanpa lupa meninggalkan bukti kebohongan Vanya di meja.
Sampul Novel Kurebut Istri Mandul Milikmu
8.2
Desakan orang tua untuk segera memiliki anak membuat Morgan hilang kesabaran menghadapi Fla. Ia pun berniat menceraikan sang istri agar bisa menikahi adik iparnya sendiri, Ara. Fla menolak keras rencana tersebut karena tak sudi berbagi suami dengan adiknya. Namun, Morgan tetap nekat berselingkuh dengan Ara di belakang Fla. Sanggupkah rumah tangga mereka bertahan di tengah hantaman badai pengkhianatan serta konflik keluarga yang begitu rumit ini?
Sampul Novel One Night With Mafia
8.1
Satu malam tragis bersama Jack Harrison menghancurkan hidup Pretty Jolie sepenuhnya. Kehilangan kesucian membuatnya dicampakkan calon suami dan diusir paksa oleh keluarganya sendiri yang menanggung malu. Di tengah keputusasaan yang mendalam, Pretty merasa kehilangan harapan hidup dan berniat mengakhiri segalanya. Akankah Jack Harrison bersedia bertanggung jawab setelah menyadari penderitaan hebat yang dialami oleh korbannya tersebut?
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Demi keadilan bagi diri dan ibunya, Azzalyn bangkit membawa dendam membara. Kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuh telah menghapus seluruh rasa takutnya. Di tengah perjuangan, ia dikejutkan oleh kenyataan bahwa sang ayah rupanya masih hidup, walau ada masa lalu kelam yang menyertainya. Meski badai persoalan terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk tetap bertahan dan membalas setiap kejahatan mereka.
Sampul Novel Seandainya Bertemu Lebih Awal
8.4
Saat momen sakral pertukaran cincin di pernikahan, calon suamiku mendadak bimbang karena cinta pertamanya baru saja putus hubungan. Di saat yang sama, abang kandungku justru mengumumkan penundaan acara secara sepihak. Keduanya pergi bersama demi wanita tersebut, meninggalkanku menanggung malu di hadapan para tamu. Alih-alih meratap setelah melihat kebersamaan mereka di media sosial, aku memilih menghubungi orang tua kandungku dan menyatakan kesediaan pulang untuk menjalani pernikahan bisnis demi Keluarga Gunadi.
Sampul Novel Setelah Aku Meninggal, Putriku Meneleponnya
8.5
Lima tahun pascakematian sang ibu, seorang gadis kecil bernama Elsy menemukan catatan di buku harian lama dan memutuskan menghubungi Gavin Geraldy. Elsy menanyakan apakah miliarder tersebut menyukai ibunya dahulu. Namun, Gavin merespons dengan sinis. Ia menuduh mendiang ibunya sebagai wanita murahan yang tega memanfaatkan anak kandung sendiri demi mendekatinya, tanpa tahu wanita itu telah tiada dan pernah menikah dengan pria lain.