APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta satu malam terbaik

Cinta satu malam terbaik

Ditinggal sang kekasih membuat Feyleria terpuruk hingga ia terbangun di sebelah pria asing lalu kabur. Namun, Alexander, pria misterius malam itu, justru terobsesi padanya. Melalui tekanan orang tua, Alex menjebak Fey dalam perjodohan rumit. Di kala perasaan cinta Fey untuk Alex mulai bersemi, Sani sang mantan kembali untuk merebut hatinya. Fey pun bimbang memilih bayang masa lalu atau masa depan bersama pria yang tulus memujanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Alex mengangkat dagu wanita dalam dekapannya, mendaratkan ciuman di bibir merah itu. Dia mengeram senang begitu mendengar lenguhan. Lidah Alex menyapu permukaan bibir indah itu, meminta izin padanya untuk masuk. Wanita itu menyambut dengan membuka bibirnya membuai lidah Alex masuk untuk menyapa. Lidah keduanya saling mengait, menghisap dan memutar, menjelajahi kesenangan dunia sampai waktu berlalu tanpa disadari.

"Hmm." Wanita itu mengeram pelan. Dia merasa tubuhnya terbakar oleh gairah hingga tidak bisa lagi mengendalikan diri.

Alex melepaskan pangutannya lalu berdecak puas dengan hasil karyanya. Bibir itu merah merekah dan terlihat sedikit bengkak. Sang wanita meletakkan dahinya di dada Alex sementara tangannya meraih pakaian depan lawannya sambil terengah-engah. Alex tersenyum puas lalu membawa wanita itu dalam gendongannya menuju ranjang empuk apartemen.

Yah, ini pertama kalinya setelah perceraiannya. Pertama kali setelah dua tahun yang panjang bagi Alex. Sudah lama sekali rasanya dia tidak merasakan debaran ini. Perasaan khawatir dan senang saat pertama kali jatuh cinta.

Setelah membaringkan tubuh sempurna itu di atas ranjangnya, Alex segera menekan tubuh indah itu sementara tangannya membelai pinggang wanita yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.

"Mulai malam ini kamu milik ku," desah Alex sembari memuja.

Wajah sang wanita memerah, dia merasa tersanjung. Perlahan dia mengangguk malu-malu sebagai respon atas pernyataan Alex. Alex mencium sudut bibi pujaannya kemudian melumat bibir itu. Perlahan lembut lalu ritmenya berubah kasar dan cepat mengimbangi gairah yang semakin membumbung tinggi. Sang wanita merasa senang hingga sebuah erangan lolos dari bibirnya.

"Ahhh ..."

Tangan Alex perlahan merayap dari pinggang lalu naik ke atas dan menarik resleting celana jeans yang dikenakan wanitanya turun. Di dalam ruangan yang sunyi itu, suara resleting yang bergerak turun terdengar sangat keras. Mendengar suara, tubuh sang wanita mendadak kaku. Ketakutan merayap masuk menggelayuti hatinya menjadi sebuah keraguan.

"Sssttt! Jangan takut," bisik Alex yang sadar akan reaksi lawan jenisnya.

Ketika Sang wanita sayup-sayup mendengar suara Alex, tubuhnya menjadi lebih rileks seakan kata-kata yang diucapkan Alex menjadi mantra penenang baginya. Dia tidak lagi merasa takut dan membiarkan Alex menanggalkan pakaiannya.

Satu potong, dua potong sampai semua pakaian bagian atas tubuhnya menghilang. Alex menciumi leher wanitanya dan perlahan-lahan menjilat ke tulang selangka sambil mengigit lembut untuk meninggalkan banyak tanda di kulit halus itu. Tangan Alex mulai aktif membelai dan menyentuh dada sang wanita yang menantangnya. Alex memberi tekanan di atas gundukan itu, meremasnya.

Sang wanita menggeliat, rangsangan yang dilancarkan Alex membuat tubuhnya bergetar. Dia merasakan sensasi kesemutan akibat remasan lembut di puncak dadanya. Melihat reaksi wanita dalam dekapannya yang semakin memanas, Alex mendekatkan bibirnya untuk mencetak satu ciuman basah, kemudian dia membuka mulutnya untuk mengigit salah satu puncak yang menonjol. Perlahan dan lembut, mengulumnya sementara ujung lidah terus bermain dengan kerikil kecil yang ada disana.

Sang wanita merintih keras, "Hmm ... Hmmm." Dia mengigit bibir bawahnya karena gagal menahan erangan yang keluar dari bibirnya. Sang wanita segera menggunakan tangannya untuk meredam suara tapi Alex segera menarik tangannya turun.

"Lepaskan, Sayang. Biarkan aku mendengar suara mu," bisik Alex merayu.

Mendengar kalimat Alex, sang wanita tidak lagi menahan tapi mengerang sekali lagi.

"Ahhh."

Alex kembali ke pekerjaannya, menciumi sisi kiri puncak gunung sementara tangannya melancarkan serangan intens dengan meremas dan mencubit sisi kanan. Beberapa saat kemudian, Alex bangkit untuk menanggalkan pakaiannya. Tidak butuh waktu lama, dia segera kembali. Menurunkan tubuhnya kearah sang wanita sampai kulit keduanya saling menyapa. Mengikis jarak diantara keduanya.

Sentuhan lembut dan hangat di kulitnya membuat sang wanita bersemangat, dia mengosongkan dirinya sendiri pada tubuh Alex. Hal itu membuat Alex yang dari awal telah terbakar gairah menjadi semakin tidak tertahankan. Dia menarik turun jeans hingga lepas dan menanggalkan penutup terakhir di tubuh sang wanita. Meninggalkan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.

Wajah sang wanita semakin memerah karena malu. Dia menutupi bagian intimnya dengan kedua tangan.

Alex tersenyum kecil sembari membelai tungkai kaki wanitanya. Merenggangkan pertahanan sang wanita, dengan menempatkan dirinya diantara dua paha atas sang wanita. Perlahan Alex membelai punggungnya sembari jari-jarinya masuk dan menjelajahi lubang surgawi.

Sang wanita menopang tubuhnya karena rasa tidak nyaman terhadap serangan yang diarahkan ke tubuh bagian bawahnya. Alex mencondongkan tubuhnya ke depan dan dengan lembut mencium bibirnya untuk menenangkan.

"Jangan takut, Sayang. Serahkan semuanya pada ku," desah Alex dengan suara serak, berusaha keras menahan gairah yang memburunya.

Tubuh sang wanita menjadi lebih santai. Merasa keadaan membaik, jari Alex bergerak dari satu jari menjadi dua lalu tiga hingga empat jari. Alex bergerak perlahan dalam melakukan ekspansi, menahan dirinya untuk tidak terburu-buru mencapai inti. Sang wanita yang melihat Alex menurunkan tempo nya, berinisiatif menggunakan kakinya untuk mengait dan tanpa sadar merayu Alex.

"Cepat," gumamnya lirih.

Alex langsung menggila begitu mendengar suara pujaannya. Miliknya langsung bersiap di depan pintu masuk, perlahan menekan hingga tongkat panjang nan panas itu melesak masuk. Butuh sedikit perjuangan saat milik Alex menerobos lorong sempit dan kesat itu hingga dia harus merintih pelan karena miliknya serasa di remas oleh pijatan dinding yang menyelubungi lorong.

Sang wanita mengernyit, merintih kesakitan bahkan wajahnya menjadi pucat. Ia merasa tubuhnya seakan terbelah menjadi dua. Hasrat yang tadinya membumbung tinggi seketika lenyap digantikan rasa nyeri yang menyengat. Air mata perlahan bergulir dari kedua sudut matanya.

Alex yang melihat perubahan ekspresi di wajah sang wanita, tidak berani bergerak lebih jauh, sebaliknya dia mencoba menghibur.

"Tenang, Sayang. Santai," hibur Alex. Sesekali dia mengernyit kesakitan karena remasan ketat pada miliknya.

Sang wanita secara alami tahu, bahwa laki-laki yang berada diatasnya juga kesakitan jadi dia mencoba untuk membuat tubuhnya sedikit lebih santai. Alex merasa lubang di bawah sana mulai mengendurkan cengkeramannya, dengan sekali hentakan cepat Alex berhasil melesakkan miliknya masuk sepenuhnya yang disambut rintihan panjang dari wanita di bawahnya.

Alex kembali menurunkan tempo nya begitu melihat wajah kesakitan, ia memutuskan untuk bergerak perlahan, menunggu sang wanita beradaptasi dengan benda asing di dalam tubuhnya.

Pada awalnya sang wanita merintih kesakitan namun perlahan-lahan gerakan maju mundur dengan ritme teratur itu meninggalkan jejak kenikmatan yang sulit untuk dijelaskan. Setelah terbiasa, Dia mengikuti tempo dari gerakan laki-laki yang ketampanan wajahnya hanya terlihat samar di mata sang wanita. Saat tempo dinaikkan, wanita ikut tenggelam dalam sensasi yang menyenangkan hingga pada Alex berhasil menemukan satu titik yang membuat sang wanita menjerit. Dia mencengkram punggung Alex, meninggalkan jejak kuku yang menancap dalam dan mulutnya mulai mengeluarkan desahan seksi.

"Hmmm ... ah ... Sani!"

Kening Alex mengerut begitu mendengar nama orang lain yang menjadi pengiring dari hasil kerja kerasnya. Dengan emosi yang meluap, Alex mempercepat gerakannya hingga membuat sang wanita kewalahan oleh kenikmatan yang diberikan Alex, sensasi itu mengantarkan tubuhnya pada puncak hingga tanpa sadar melengkungkan punggungnya dengan tubuh yang bergetar hebat.

"Ahhhhh ..." Desahan panjang dari sang wanita menjadi pertanda tercapainya orgasme yang berulang. Tubuhnya luruh dengan nafas terengah-engah.

Alex tersenyum puas, ia mengerakkan miliknya perlahan. Memberi kesempatan bagi sang wanita untuk menikmati pelepasannya. Setelah merasa cukup, Alex melanjutkan desakan gairahnya, tidak tahu berapa lama akhirnya Alex berhasil menembakkan cairannya bersamaan dengan pelepasan sang wanita untuk kedua kalinya.

Tubuh sang wanita bersandar lemah dalam pelukan, Alex mendaratkan kecupan lembut di keningnya.

"Akhirnya kau jadi milikku, Fey. Aku sudah menantikan saat-saat ini," ucap Alex pada orang yang telah lama terlelap setelah pelepasan terakhirnya.

*****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA SUCI WANITA MALAM
9.0
Bekerja di klub malam membawa Olidia bertemu dengan Dax, seorang tuan muda kaya raya. Benih-benih asmara pun mulai bersemi di antara mereka. Namun, Olidia memilih menyembunyikan perasaannya karena menyadari reputasi Dax yang terkenal sebagai playboy. Padahal, Dax sebenarnya merasakan hal yang sama. Di tengah perbedaan latar belakang dan keraguan yang membayangi, akankah ketulusan cinta mereka mampu mengatasi rintangan dan menyatukan keduanya?
Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
8.5
Demi menghukum pasangannya atas insiden yang membuat Nelly, cinta pertamanya, terkunci di kantor, William Yuardi mengurung wanita itu di gudang pendingin tak terpakai dengan semangkuk air. Namun, mesin pembeku itu mendadak aktif setelah ia pergi. Korban berjuang meminta tolong hingga dindingnya dipenuhi bekas darah dari jarinya. Tujuh hari kemudian, saat William membuka pintu untuk menuntut permohonan maaf, ia hanya menemukan seonggok mayat yang telah membeku sepenuhnya.
Sampul Novel Dinikahi Om Bujang
9.4
Terinspirasi dari kisah nyata, novel ini membuktikan bahwa usia dan status sosial bukanlah kunci kebahagiaan pernikahan, melainkan kejujuran serta sikap saling melengkapi. Kisahnya menyoroti kesabaran seorang suami yang membimbing istrinya kembali mendekatkan diri kepada Islam. Meski masa lalu sang istri kerap menuai cemoohan dari pihak keluarga, sang suami tetap setia mendampingi dan merawatnya saat sakit. Inilah bukti cinta tulus yang mengutamakan kesabaran serta perjuangan spiritual.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Pemuas Para Tetangga
9.3
Di balik ketenangan sebuah kompleks perumahan, tersimpan interaksi tidak biasa di antara para penghuni dewasanya. Hubungan bertetangga di sini jauh dari kesan biasa, melainkan penuh dengan jalinan romansa modern yang berani dan provokatif. Setiap pertemuan yang terjadi di balik pintu rumah mereka menjadi awal dari dinamika hubungan yang sarat gairah. Kisah ini mengeksplorasi sisi lain kehidupan bertetangga yang tidak konvensional dan penuh rahasia menggoda.
Sampul Novel Pernikahan Hanya Sandiwara
9.0
Wasiat keluarga memaksa Kania menjalani pernikahan penuh derita bersama Rendra. Diperlakukan bagai pelayan oleh sang suami dan mertuanya, ia terpaksa bertahan demi membiayai pengobatan sang adik. Di tengah kepedihan hidupnya, sosok Davian datang membawa kehangatan dan menumbuhkan benih asmara baru. Kini, Kania dihadapkan pada dilema besar: tetap bertahan dalam hubungan beracun tersebut atau melangkah pergi demi mengejar kebahagiaan sejati bersama Davian.