APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta sang tuan muda

Cinta sang tuan muda

Suatu pagi, Joan dikejutkan oleh keberadaan bayi perempuan yang ditinggalkan di depan pintu rumahnya. Bayi malang tersebut diletakkan di dalam kardus dengan selimut tipis, lengkap bersama sepucuk surat permohonan maaf yang penuh misteri. Penemuan tak terduga ini seketika mengubah garis hidup Joan. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: merawat anak itu sendiri atau menyerahkannya ke panti asuhan demi masa depan yang lebih baik.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Hoam … Pagi ini indah sekali!? Anak siapa ini? Astaga ... Orang bodoh bagian mana yang meletakkan bayi sekecil ini di depan rumah orang lain?" Joan terkejut lalu berjongkok menatap bayi kecil itu, ia lalu kembali berdiri berjalan menuju gerbang rumahnya yang ternyata tak terkunci sembari melongo ke kanan kiri di jalan yang sepi itu. Rumah Joan memang terletak di depan jalan, jika siang cukup ramai kendaraan yang berlalu lalang.

Joan pun mengambil bayi itu dari sebuah kardus tipis yang hanya di lapisi selimut, tangan dan wajah bayi kecil memerah karena kedinginan.

"Orang tua mana yang berani membuangmu bayi kecil? Kau sangat imut ...," Joan terus memandang bayi itu, ia gemas sendiri melihat pipi chubby milik bayi berkulit putih itu.

Tangannya gatal ingin menoel-noel, namun ia tak berani karena takut bayi itu akan menangis. Tahu sendirikan kalau bayi menangis sangat susah untuk diam, tidak mungkin tangan kekar Joan membungkamnya, Bayi itu bisa mati kehabisan nafas.

ia memindahkan bayi itu ke atas sofa secara perlahan-lahan, lalu beralih mengambil handphonenya. Joan ingin menelpon Kiana, sahabat karibnya dari kecil. Bisa di bilang persahabatan mereka sangat awet karena tak ada yang terbawa perasaan, hanya rasa sayang sebagai seorang sahabat. katanya.

"Kiana! Coba tebak, apa yang baru saja kudapatkan di pagi yang cerah ini!" Joan berbisik di telepon karena takut suaranya membangunkan bayi itu.

"Joan! Suka sekali kamu gangguin aku, ini masih pagi! Lagi pula ini hari Minggu, aku masih tidur jam segini. gara-gara kamu aku harus bangun dari tidur ku yang nyenyak!" suara serak Kiana terdengar dari telepon, gadis itu baru saja terbangun sepertinya Dengan cara yang tidak baik-baik saja.

"Dengar dulu! Baru saja ada sebuah kardus tepat di depan pintu rumahku!" Joan dengan setiap penekanan pada kalimatnya, Ia begitu serius berbicara pada Kiana.

"Paketmu? Lalu untuk apa kau menelponku Joan Hendra Setiawan?" Kini Kiana sudah berteriak keras di akhir kalimatnya dengan nada ketus.

"Shutt …, dengar dulu! Aku serius, ada sesuatu yang harus kau tahu," Joan semakin memelankan suaranya, lelaki tampan itu dengan perlahan duduk di sofa sembari memegangi tubuh bayi itu agar tidak terjatuh.

"Cepat jelaskan! Apa yang harus ku tahu di pagi yang cerah ini, hah?" Kiana semakin kesal. bagaimana tidak, kau sedang tertidur nyenyak. Lalu sahabat mu tiba-tiba menelpon terus menerus membuatmu harus terbangun dan mengangkat telepon itu, menyebalkan bukan?

"Aku baru saja menemukan kardus berisi bayi!" Joan masih dengan suaranya yang sangat pelan. Tangannya terasa keram karena terus menahan tubuh bayi itu.

"Bayi kucing? Kau ingin merawatnya? Rawatlah, jangan katakan kau menelponku untuk meminta persetujuan?" Kiana baru saja ingin menutup telepon, tapi kalimat yang dilontarkan Joan malah membuatnya mengurungkan niat itu.

"Bukan bayi kucing, tapi bayi MA-NU-SI-A!!" Joan dengan suara lantangnya.

Kiana bingung apa sahabatnya itu mengatakan hal yang benar atau hanya bercanda saja. Mereka sudah bersahabat lama, lelaki tampan itu selalu membuat lelucon keterlaluan yang sering kali membuat Kiana kesal.

"Kau bercanda, kan? Mana mungkin ada orang yang membuang bayi lewat kardus di depan pintu rumahmu! Aku sama sekali tak percaya dengan omong kosongmu itu," Kiana masih belum percaya kata-kata Joan di pagi itu.

"Kalau begitu datanglah, dia sangat imut dan lucu. Aku menunggumu, kita akan beri dia nama," tepat sebelum Joan menutup telepon terdengar tangisan bayi, membuat Kiana terlonjak dari tempat tidurnya Karena terkejut bukan main.

"Jadi beneran ada bayi!? Halo, Joan! Anak ini, apa dia tidak tau itu anak orang!?" Belum sempat Kiana berbicara, telepon Joan sudah benar-benar ia matikan. sepertinya lelaki tampan itu sedang panik karena bayi itu terbangun.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Fall For You
9.6
Arsenio Orlando Lazcano, CEO Lazcano's Corps yang bergelimang harta dan karisma, menyimpan rahasia kelam sebagai sosok yang tak ragu menghabisi nyawa. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis lugu nan berhati mulia dalam sebuah insiden tak terduga. Kontrasnya sifat mereka justru memicu rasa penasaran Arsenio. Perlahan, ketertarikan itu berubah menjadi obsesi mendalam terhadap kepolosan sang gadis yang kini mulai menjungkirbalikkan sisi gelap hidupnya.
Sampul Novel Darah Sang Mafia
8.9
Dastan, pembunuh bayaran berjuluk The Black Wings, menyandera Dara di rumahnya sebagai jaminan utang. Ia sempat membenci Dara karena mengira gadis itu wanita simpanan ayahnya. Namun, sikap Dastan melunak saat kebenaran terungkap. Meski kerap diperlakukan kasar, Dara tetap mencintai Dastan. Di tengah kejamnya dunia mafia, akankah Dara berhasil menyelamatkan Dastan dari kegelapan, ataukah maut justru memisahkan mereka?
Sampul Novel Penyesalan yang Terlambat
9.1
Pasca buta akibat kecelakaan, cuma Elara yang mau menjadi istri Kurnia. Namun, setelah pulih tiga tahun kemudian, Kurnia menceraikannya demi kebebasan. Elara pergi tanpa suara meski dihina, hingga jati dirinya sebagai putri Presiden, dokter ajaib, dan maestro perhiasan terungkap. Saat Kurnia memohon untuk kembali, seorang miliarder kejam menghadangnya dan menegaskan bahwa kini Elara adalah istrinya yang tak boleh disentuh.
Sampul Novel Sahabat Istriku, Untukku
7.9
Dalam novel modern Sahabat Istriku, Untukku, dinamika rumah tangga seorang pria berubah drastis setelah ia menjadi miliarder. Dulu, ia selalu dihina dan dianggap tidak berguna oleh istrinya. Namun kini, kekayaan melimpah membuatnya berbalik memegang kendali. Demi menjaga hatinya agar tidak berpaling, sang istri bahkan nekat mengirimkan sahabat karibnya yang berparas cantik ke kamarnya. Terjebak di antara dua wanita menawan, sang suami kini harus menghadapi godaan yang menguras seluruh tenaganya.
Sampul Novel Selamat Jalan Adit
8.8
Kisah ini menyajikan realitas hidup apa adanya tanpa bumbu fiksi yang manis. Kejujuran menjadi fondasi utama, meski harus melewati kepedihan dan duka yang mendalam. Penulis menegaskan bahwa rasa cinta yang pernah tumbuh kini telah sepenuhnya padam tanpa menyisakan harapan sedikit pun. Masa lalu biarlah menjadi bagian dari sejarah yang tidak lagi memiliki kekuatan di masa sekarang. Sebuah ungkapan tulus tentang cara melepaskan sesuatu yang memang telah usai.
Sampul Novel The Devil's Gift
9.8
Saat menyelesaikan konflik di Philadelphia, bos mafia Italia yang kejam, Cerano Acheron, bertemu Raveena Hesper. Lama terperangkap di rumah bordil, Raveena memberanikan diri bersujud di depan sang 'iblis' demi bebas. Ia menyerahkan jiwa dan raganya sebagai imbalan agar Cerano meratakan tempat terkutuk itu. Terkesan oleh nyali Raveena yang siap mati, Cerano menyetujui kesepakatan tersebut. Kini, Raveena selamanya terikat dalam pelukan sang Underboss yang sangat berbahaya.