APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Rumit Tiga Sekawan

Cinta Rumit Tiga Sekawan

Setelah sekian lama berjuang melawan penyakitnya hingga hampir sembuh, Wenny Sanjaya akhirnya mengambil keputusan besar yang mengejutkan keluarganya. Saat sang ibu, Maya Sanjaya, menawarkan pilihan untuk membatalkan perjodohan masa kecilnya di Kota Jintara, Wenny justru menyatakan kesediaannya untuk pulang dan menikah. Namun, sebelum melangkah ke pelaminan, Wenny meminta waktu dua minggu guna menuntaskan segala urusan yang tersisa di Kota Hanis, sementara keluarganya mulai mempersiapkan pernikahan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 9

Selanjutnya, Yoga dan Sandro duduk di meja di sebelah Wenny bersama Hana.

Kedua anak muda itu berebut menyiapkan makanan untuk Hana, dengan mata penuh kasih sayang.

Melihat pemandangan itu, Maudy merasa kesal sampai steik di piringnya hancur, tetapi Wenny tetap terlihat tenang. Akhirnya Maudy memilih untuk diam dan tidak mengatakan apa-apa.

Tidak lama kemudian, mereka selesai makan malam dan pergi bersama.

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Maudy, Wenny kembali ke rumah.

Malam itu, Yoga dan Sandro masih belum pulang.

Wenny juga tidak peduli, dia sibuk mengemas barang-barang terakhirnya.

Pagi-pagi, dia mendengar suara langkah kaki dari luar, jadi dia tahu bahwa Yoga dan Sandro sudah pulang.

Mereka seharusnya memang sudah pulang, karena hari ini adalah hari mereka pindah ke rumah baru.

Hanya saja mereka tidak tahu, di rumah baru mereka, di masa depan mereka, tidak akan ada Wenny lagi.

Suara gaduh di luar makin keras, sepertinya mereka sedang memindahkan barang-barang. Wenny berpura-pura tidak mendengar. Lalu, setelah memeriksa semua koper, datang telepon dari ibunya.

Telepon dijawab, suara lembut ibunya terdengar.

"Wenny, pesawatnya jam berapa? Kami akan menjemputmu."

Wenny membuka aplikasi untuk melihat tiket pesawatnya, lalu berkata dengan suara pelan. "Aku akan sampai sekitar jam tujuh malam."

Saat itu, pintu kamarnya didorong terbuka. Dia menoleh sedikit, melihat Yoga dan Sandro berdiri di ambang pintu.

Sandro bertanya dengan santai, "Sedang menelepon siapa?"

"Bukan siapa-siapa."

Wenny menutup telepon dan menjawab dengan dingin.

Mendengar jawabannya yang dingin, Yoga dan Sandro agak terkejut.

Sejak kehadiran Hana, Wenny sepertinya selalu menjauh dari mereka dalam beberapa waktu ini ....

Awalnya Yoga berpikir tidak perlu penjelasan, tetapi belakangan ini, perilaku aneh Wenny terus terbayang di benaknya dan mulai membuatnya merasa cemas.

Secara refleks dia berkata, "Wenny, Hana berbeda denganmu. Keluarganya nggak mampu dan dia mengalami banyak kesulitan sejak kecil. Jadi aku hanya mau membantunya lebih banyak. Nggak ada maksud yang lain."

Sandro juga menjelaskan, "Ya, kami hanya merasa kasihan pada Hana. Lagi pula, bukankah kamu yang memperkenalkan Hana kepada kami? Bagaimana bisa kamu cemburu padanya?"

Wenny berkata dengan tenang, "Untuk apa kalian mengatakan ini padaku?"

Dua orang itu serentak berkata, "Karena kamu peduli!"

Mereka bertiga telah tumbuh bersama sejak kecil, dan kedekatan yang terjalin selama bertahun-tahun membuat mereka saling mengerti. Begitu Wenny membuka mulut, mereka sudah tahu apa yang ingin dia katakan. Begitu Wenny mengulurkan tangan, mereka tahu apa yang dia inginkan. Bagaimana mungkin mereka tidak menyadari apa yang Wenny pedulikan?

Namun, sekarang mereka makin sulit memahami dirinya.

Wenny memandang dengan tatapan dingin, seolah-olah melihat dua orang yang tidak penting. "Aku nggak peduli, 'kan kalian bilang cuma menganggap dia teman, aku juga teman kalian, jadi apa yang perlu aku pedulikan?"

Seketika, kedua pria itu terdiam.

Yoga terdiam cukup lama, sampai akhirnya dia tidak tahan dan berkata, "Wenny, kamu tahu, aku bukan cuma menginginkan pertemanan."

Sandro makin tidak bisa menyembunyikan ekspresi di wajahnya, "Selama bertahun-tahun ini, bagaimana aku memperlakukanmu, Wenny? Apa kamu benar-benar berpikir kita hanya teman?"

Wenny jelas tahu apa yang mereka maksud.

Mereka berdua menyukainya dan ingin bersamanya.

Namun, jika rasa sayang mereka kepadanya ini ditunjukkan dengan membantu Hana menyakiti dirinya, maka Wenny tak sanggup menerimanya.

Dia mengangguk, "Benar, kita akan punya hubungan yang berbeda."

Tak lama setelah ini, hubungan pertemanan mereka akan berakhir.

Mereka hanya akan menjadi orang asing satu sama lain ....

Kata-katanya menyiratkan banyak hal. Hati Yoga berdebar kencang, dia merasa gelisah. Baru saja dia akan mengatakan sesuatu, seorang sopir masuk untuk mengambil koper Wenny.

Wenny menahan sopir itu. "Kalian berangkat saja duluan, aku akan mengantar barangku sendiri."

Mendengar itu, Sandro merasa kesal, "Banyak begini barangnya, bagaimana kamu mau bawa sendiri? Sudahlah, jangan marah, ini salahku. Aku minta maaf, ya?"

Wenny tetap bersikeras menolak. "Aku benar-benar nggak butuh bantuan. Kalian bantu Hana saja, dia tinggal sendirian. Lagi pula dia perempuan yang lemah, nggak akan bisa bawa banyak barang. Dia pasti lebih membutuhkan bantuan kalian."

Yoga mendengar nada sindiran dalam kata-katanya dan mengerutkan kening, tetapi tepat saat itu, Hana menelepon.

"Yoga, Sandro, bisakah kalian datang bantu aku? Aku memang ceroboh dan nggak bisa melakukan apa-apa."

Suara cemas dan rapuhnya terdengar jelas melalui telepon, sampai ke telinga mereka semua.

Keduanya saling bertatapan, lalu melihat wajah Wenny yang dengan tegas menolak bantuan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pergi lebih dulu.

Yoga mematikan telepon dan melihat Wenny. "Hana belum bisa mengatasi semuanya sendiri, aku akan bantu dia."

Sandro juga mengambil kunci mobil, "Aku juga ikut."

Saat akan keluar, Yoga masih tidak tenang. Dia kembali menoleh dan menambahkan, "Wenny, aku tahu kamu nggak mau mendengarku sekarang. Aku sudah pesan restoran, setelah pindahan, kita makan bersama, ya. Soal Hana, nanti aku akan jelaskan dengan baik."

Sebelum Wenny bisa menjawab, dia sudah terburu-buru keluar.

Sambil menyaksikan kepergian mereka berdua, Wenny berusaha tersenyum.

Menjelaskan nanti?

Sayangnya, di antara mereka, tidak ada lagi yang namanya "nanti".

Apalagi, setelah apa yang mereka lakukan dalam beberapa waktu terakhir, Wenny tidak tahu bagaimana mereka bisa menjelaskannya.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Hana kembali mengirimkan pesan yang memancing keributan.

[Maaf ya, Kak Wenny, aku nggak menyangka cukup satu kalimat dariku, Yoga dan Sandro langsung meninggalkanmu. Nanti saat kita tinggal bersama, semoga bisa saling bantu ya!]

Wenny tersenyum tipis, jarinya menekan layar dan mengetikkan beberapa kata.

[Kalian bertiga silakan jalani hidup kalian dengan baik, aku nggak mau ikut campur.]

Begitu pesan itu terkirim, dia langsung memblokir semua kontak Hana.

Kemudian Yoga.

Dan terakhir Sandro.

Daftar kontaknya dihapus satu per satu. Ketiga orang ini akan benar-benar hilang dari hidupnya.

Akhirnya, dia membawa koper dan melangkah keluar dari rumah yang menyimpan banyak kenangan, lalu pergi tanpa menoleh lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B92873" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B92873
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pelakor?
8.4
Di hari pernikahan putranya, seorang istri diusir suaminya dari kursi utama demi Liana, wanita masa lalu sang suami. Lebih menyakitkan lagi, putranya sendiri mendukung keputusan itu dan menolak menyajikan teh pernikahan untuk ibu kandungnya demi menyenangkan Liana hari itu saja. Menghadapi konspirasi suami dan anak kandungnya yang tega menyingkirkannya di momen penting tersebut, wanita ini akhirnya menyadari bahwa dedikasi dan pengorbanannya selama 25 tahun membina rumah tangga hanyalah sebuah lelucon belaka.
Sampul Novel Alpha Eden
8.9
Megan bertekad menguak misteri tewasnya sang kakak, Helena, satu dekade lalu. Bermodalkan buku harian, ia pergi ke Jazmore, tetapi malah terlempar secara misterius ke tahun 1945. Di hutan belantara masa lalu, Megan bertemu dengan Alpha Eden, pemimpin werewolf yang sangat tangguh. Terjebak di era asing, ia harus berhadapan dengan sihir dan kutukan kuno, sekaligus menerima takdir sebagai mate sang Alpha. Mampukah Megan mengungkap rahasia Helena dan kembali ke tahun 2010?
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Li Mei terbangun di rumah bobrok yang tak ia kenali setelah terjatuh dari tangga. Bukannya dirawat, ia malah dihadapkan pada Bai Changyi, pria rupawan yang mengaku suaminya. Bai Changyi berniat menceraikannya karena mengira Li Mei berniat mengakhiri hidup. Walau kebingungan dengan situasi di zaman kuno ini, Li Mei menolak bercerai demi ambisinya. Ia bertekad mengubah nasib dan menjadi pengusaha sukses bersama sang suami yang menyimpan misteri.
Sampul Novel Kekasih Bersama: Penghinaan Seorang Istri
9.5
Pernikahanku hancur seketika saat suami membawa selingkuhannya ke rumah. Namun, situasi kian gila ketika ayah mertuaku, Julio James, justru membela wanita itu dengan kemarahan besar. Pertengkaran hebat antara ayah dan anak demi memperebutkan wanita yang sama pun pecah di depanku. Skandal menjijikkan ini langsung meledak jadi berita nasional. Kini, aku terjebak sebagai istri sah yang dikasihani sekaligus dipermalukan di hadapan publik akibat drama gila keluarga konglomerat ini.
Sampul Novel Suami Adikku Mantanku
8.8
Mantan kekasih yang dulu pergi dan menorehkan luka mendalam tiba-tiba kembali hadir dalam hidupku. Namun, kepulangannya membawa kenyataan yang jauh lebih menyakitkan: ia kini telah resmi menjadi suami dari adik kandungku sendiri. Di tengah ikatan keluarga yang kini terasa begitu menyesakkan, aku terjebak dalam pergolakan batin yang hebat, dipaksa menghadapi bayang-bayang masa lalu yang belum sepenuhnya usai.
Sampul Novel Tante Lusi Yang Menggoda
9.0
Sebagai pelatih kebugaran berfisik prima, pria ini terbiasa dengan rutinitas disiplin. Namun, kepergian istrinya untuk dinas luar kota selama setengah bulan menyisakan kesepian mendalam yang membuatnya terjaga tiap malam. Keadaan berubah drastis saat seorang wanita menawan berusia empat puluhan menyelinap masuk ke dalam kamarnya secara diam-diam. Menawarkan godaan yang sulit ditolak, wanita itu siap mengambil langkah pertama jika sang pelatih terus terdiam dalam kebimbangan.