APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku

Cinta pertama dan terakhirku

Pertemuan tak terduga terjadi di rumah sakit saat Intan Arselina, seorang perawat, kembali dipertemukan dengan Abian Dirgantara. Fitnah dari ibu Dirga empat tahun lalu yang sempat memisahkan mereka kini menyisakan luka mendalam bagi Intan. Pasca kecelakaan yang menimpanya, Dirga berupaya keras mendapatkan kembali hati sang mantan kekasih. Namun, rintangan berat menghadang akibat kebencian mendalam keluarga Intan serta kehadiran Zidan. Dirga pun bertekad menebus masa lalunya demi cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 1

setelah operasinya selesai serta berjalan dengan lancar kini Dirga sudah dipindahkan ke kamar VVIP ,Bima sang asisten selalu setia menemaninya  , setelah beberapa jam ia tertidur akibat obat bius ,kini ia mulai tersadar,dan perlahan mulai membuka matanya 

*Dirga 

"aku dimana " itulah kata yang pertama kali ku ucap saat aku mulai tersadar dari tidur panjangku 

"Tuan ,tuan sekarang ada di rumah sakit"

Asistenku mendekat ,dia terlihat khawatir dengan kondisiku 

"rumah sakit,, ?apa yang terjadi" jawab ku 

"maaf tuan ,tuan mengalami kecelakaan "jawab  Bima

Sesaat aku teringat sesuatu sebelum kecelakaan ,kalau aku  hendak terbang ke luar negeri  mengunjungi mamah yang sekarang sedang berada di rumah sakit namun di tengah jalan aku mengalami kecelakaan ,

"Bagai mana kabar mama ,apa dia tau tentang kecelakaan ini ?"

"Nyonya masih di rumah sakit ,dan belum tahu kondisi tuan sekarang ,kalau tuan besar ,saya sudah memberi tahunya dan beliau akan menjenguk tuan setelah keadaan nyonya membaik"

""Sssstt awh "aku  meringis ketika hendak menggerakan tangan dan kaki ku,tubuhku terasa remuk redam ,dan susah digerakan ,apa lagi kaki dan tangan kananku kenapa bisa sesakit ini 

"Jangan banyak bergerak dulu tuan,

 saya sudah  panggilkan  Dokter sebentar, lagi datang "

tak berapa lama Dokter dan Perawat pun datang dan langsung memeriksa keadaan ku 

"Tuan Dirga " sapa Dokter sambil tersenyum 

"bagaimana ,apa yang anda rasakan , bagian mana yang terasa sakit"ucap dokter pada Dirga 

"Tangan dan kaki saya dok ,kenapa sakit sekali dok" ucap dirga sambil sesekali ingin menggerakan kakinya 

"Pelan pelan saja tuan jangan banyak bergerak dulu, Kaki tuan baru saja di operasi ," 

"apa kaki saya bisa sembuh dok " 

"bisa tuan ,kaki anda akan sembuh ,setelah dari rumah sakit nanti tuan bisa menjalani terapi , apa anda merasakan pusing tuan? "

" Sedikit dok " jawab Dirga

"baiklah coba saya periksa dulu tuan "

dokter itu pun langsung mengecek seluruh badan Dirga sambil sesekali menanyakan keluhan nya 

" baik nanti diminum obatnya ,dan sebaiknya tuan  jangan banyak bergerak dulu  ," setelah memeriksa keadaan Dirga dokter pun pamit untuk memeriksa pasien yang lain

"sebaiknya tuan istirahat saja jangan banyak bergerak dulu dan jangan banyak pikiran supaya tuan cepat sembuh " ucap Bima 

"mau sampai kapan aku di Rumah sakit Bim," ucap dirga pada sekretarisnya 

"sampai tuan sembuh"

Aku  lantas menghembuskan nafas panjang , setelah mendengar jawaban dari bima 

"masalah pekerjaan biar saya yang urus ,tuan fokus saja pada kesembuhan tuan,oh ya tuan ,besok dokter adward sudah pulang dari luar negri ,Dia yang akan merawat dan memantau perkembangan kesehatan tuan "

"Heemm" jawab ku  sambil mengangguk

Dokter adward adalah dokter rumah sakit dimana dirga dirawat sekaligus dokter pribadi keluarga Dirgantara 

**

Pagi hari 

Di tempat lain di ruangan khusus bagi perawat ,seorang perempuan sedang menata buku buku catatan yang akan ia bawa mendampingi Dokter adward memeriksa pasienya 

"Bagaimana sudah siap semuanya " tanya Dokter Adward

"Sudah Dokter ,semuanya sudah siap " jawab seorang perawat yang bernama intan kali ini seperti biasa rutinitas setiap pagi aku akan berkeliling menemani Dokter ADward memeriksa Pasiennya ,

"Ya sudah ayo" ajak Dokter Adam pada perawatnya ,kemudian ia melangkah ke salah satu ruangan , sebenarnya sudah dari kemarin ingin ia kunjungi namun karena kesibukannya baru sekarang ia sempat mengunjunginya dalam keadaan ia sedang bekerja ,intan  mengekor di belakang Dokter Adward dengan membawa map berisi data data pasien dan riwayat penyakitnya 

**

Di Dalam kamar yang bernuansakan serba putih ,Aku berbaring di ranjang pasien ditemani sang asisten ku yang selalu setia menemani ,tak jarang aku sering memberinya bonus ,karena pekerjaannya memang selalu memuaskan 

"Tuan ,sebaiknya tuan cepat cepat mencari pendamping  ,tuan harus move on dari masa lalu tuan," ucap Bima

"Maksud kamu apa ngomong seperti itu" jawabku ketus

 "kalau tuan punya istri kan ada yang menemani , ada yang merawat dan yang perhatian "ucap Bima sambil mengangkat kedua alisnya 

" jadi kamu nggak ikhlas merawat aku ," jawab ku kesal karena asistenku  sudah mulai berani mengajarkan tentang pendamping, ingin sekali aku memukul kepala Bima namun apalah daya tanganku tidak bisa digerakan 

"Eh ,bukan begitu maksud saya tuan ,saya ikhlas kok sangat ikhlas malah ,tap…"

"Jangan bahas soal itu lagi !!" Ucapku sambil menatap dingin ke arahnya  , semenjak berpisah dengan cintaku dulu , aku belum  pernah sekalipun  kepikiran untuk mencari wanita penggantinya,entah mengapa ,aku masih berharap untuk bisa bertemu dengannya lagi  ,

tak lama kemudian pintu kamar diketuk dari luar seorang dokter masuk dari balik pintu dengan seorang perawat yang mengekor di belakang nya 

Aku menoleh ke arah pintu ,seperti tak asing dengan ,perempuan yang memakai seragam putih dan memakai masker di wajahnya ia mengekor di belakang dokter edward

Aku belum bisa melihat dengan jelas karena tubuhnya masih berada persis di belakang dokter edward

Melihat Dokter Adward  datang bima lantas berdiri seraya menyingkir mempersilahkan Dokter Adward memeriksa kondisi ku 

Dokter adward adalah dokter Dirumah sakit tempat ku dirawat sekaligus dokter pribadi keluarga Dirgantara

"Selamat pagi tuaaan ?" sapa Dokter Adward

"Pagi dokter "  Sahutku  seraya memperhatikan perawat yang ada di balik punggung dokter edward

" tuan Dirga ,bagaimana keadaan anda tuan ?,apa yang anda rasakan saat ini?" ucap Dokter Adward sambil menempelkan stetoskop di dada dan perutku  setelah meminta izin terlebih dahulu 

Aku mengatakan segala keluhanku dari mulai pusing kakinya yang masih sakit ,juga tangannya yang masih sangat nyeri 

"Dokter adward lantas menengok ke samping seranya menyuruh sang suster untuk mencatat segala keluhan pasien ,

"Suster " panggilnya

"Iya dok" jawab suster di belakangnya ,aku melihat suster itu membelalakan matanya ,seperti merasa kaget saat melihatku aku juga melihat dia sempat diam sejenak dan menatapku  ,dari postur tubuhnya aku seperti tidak asing lagi , ,rasa penasaranku semakin membuncah ,ku angkat punggungku ,kupaksakan untuk bangun ,walau rasa sakit kurasakan  di seluruh tubuhku ,hanya ingin melihat dengan jelas wanita itu ,namun sayang wajahnya tertutup masker ,kucoba membaca nama yang menempel di seragam putihnya ,namun tetap saja tidak bisa dibaca dengan jelas 

"Hati hati tuan,jangan banyak bergerak dulu ,"dokter edwar memperingatkan ku ,saat melihat aku hendak bangun 

"Apa tuan mau bangun ,?"tanya Bima sambil memegang bahuku ,

" Aku hanya ingin duduk "jawabku memberi alasan 

"Mataku terus fokus memperhatikan suster tersebut ,sambil sesekali aku menjawab pertanyaan dokter edward  tentang keluhanku ,

Suster yang terus aku perhatikan seperti gugup ,kulihat tangannya sedikit bergetar ,lalu aku teringat sesuatu ,aku perhatikan dengan serius tangan nya ,namun sedetik kemudian dia  memasukan tangannya kedalam saku baju seragamnya ,dan ini membuatku semakin penasaran ,dan curiga ,

'jangan jangan itu memang benar dia 'ucapku dalam hati 

"Baiklah tuan dirga , perkembangannya semakin bagus ,semuanya normal ,hanya saja kakinya mungkin akan butuh waktu lama untuk sembuh seperti semula ,rajin minum obatnya ya ,dan jangan terlalu banyak bergerak dulu kakinya ,ya ,kalau begitu saya permisi dulu ,kalau tuan butuh sesuatu panggil suster jaga yang ada disini "

Ucap dokter edwar ,yang membuyarkan lamunan ku 

" Baik dokter terima kasih "

Kemudian dokter berbalik hendak keluar dari kamar yang aku tempati ,bersama perawat nya, sesaat sebelum berbalik aku melihat perawat itu menatapku ,ku perhatikan bola matanya ,dadaku berdesir , ada rasa yang sama ketika menatap bola mata itu ,rasa seperti empat tahun lalu ,kupandangi terus hingga sosoknya menghilang di balik pintu 

'Apa benar  itu kamu ,orang yang aku cari selama ini '

"Tuan ,tuan baik baik saja ?"Bima bertanya padaku ,mungkin dia bingung karna melihatku ,melamun 

" Aku ada pekerjaan untuk kamu " aku lihat bima mengernyitkan dahinya mungkin bingung tugas apa yang akan aku berikan padanya ,lalu aku membisikan sesuatu ditelinganya ,dia terlihat kaget dan memandang ke arah ku dengan tatapan …entahlah mungin dia bingung , kaget atau entahlah yang jelas aku nggak mau tahu ,yang penting aku mendapatkan informasi tentang perawat itu secepatnya ,

Ku ambil ponsel yang berada di atas nakas dan mengetikan sesuatu ,

" Sudah aku transfer , aku tunggu datanya secepatnya "

Bima hanya mengangguk dia sudah paham dengan sifatku ,

BERSAMBUNG,,,,

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berharap Dicintai
9.5
Diana terpaksa menikahi Dariel demi menjamin masa depan sang calon bayi. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal penderitaan saat ia mengetahui bahwa istri pertama Dariel adalah Merly, sahabat lamanya sendiri. Merly merasa sangat dikhianati dan menaruh dendam kesumat. Walau Diana sudah bersujud meminta maaf demi anaknya, amarah Merly tetap tak mereda. Kini, Diana harus bertahan di tengah tekanan batin dan ancaman di dalam rumah tangganya.
Sampul Novel Delapan Tahun Menjadi Istri Rahasia
8.0
Kehamilan Clara yang diharapkan mampu mengungkap pernikahan rahasianya selama delapan tahun dengan David justru berujung tragis. Penolakan kasar dari David memicu pertikaian fisik fatal yang merenggut nyawa salah satu janinnya. Sadar dirinya hanya sebuah pengganti, Clara yang dahulu lembut kini berubah menjadi sosok dingin dan tegas meminta cerai. David pun kini didera rasa bersalah yang luar biasa saat melihat sang istri tidak lagi peduli pada pernikahan palsu mereka.
Sampul Novel Gairah Terlarang Sang CEO!
9.0
Jordan Freemantle dilingkupi kemarahan besar akibat ulah Lawrence Brickman yang membawa lari uang proyek penting mereka. Begitu Chantal Brickman, anak perempuan Lawrence yang menawan, tiba di kediaman ayahnya di Malibu, Jordan segera menjadikannya sasaran balas dendam. Pengusaha angkuh ini menuntut Chantal melayani segala nafsunya demi membayar kerugian sang ayah. Tanpa jalan keluar, Chantal terpaksa tunduk di bawah kendali Jordan demi melunasi utang tersebut.
Sampul Novel Langit dan Evelyn
8.6
Evelyn sangat menginginkan kebebasan tanpa pasangan, sementara Langit bertekad menghindari pernikahan seumur hidupnya. Walau sama-sama menyimpan trauma dan luka masa lalu yang mendalam, takdir justru menjebak mereka dalam situasi pelik. Dua orang yang sangat anti terhadap komitmen ini terpaksa tinggal bersama di bawah satu atap. Di tengah ketakutan akan sebuah ikatan, mampukah keduanya bertahan serumah tanpa membiarkan benih cinta tumbuh?
Sampul Novel Obsesi Pacar Sahabatku
7.9
Sila menghadapi situasi rumit saat Agra, kekasih dari sahabatnya sendiri, mendadak terobsesi dan mengklaim dirinya sebagai pacar. Walau Sila menolak keras serta merasa risih atas tindakan menyimpang tersebut, Agra tetap bebal dan mulai mengontrol kehidupan Sila layaknya kekasih resmi. Kewarasan Sila diuji oleh sikap posesif Agra yang tidak masuk akal, membuatnya sangat frustrasi dan bertekad kuat untuk menghentikan obsesi gila pria nekat itu.
Sampul Novel When We Were In Love
8.2
Alice Reeves didera kepedihan akibat cinta tak berbalas kepada Douglas Handerson, saudara tiri sekaligus sahabatnya yang memutuskan pergi. Di tengah luka hati tersebut, Maximilliam Callyps datang menawarkan kesembuhan dan mencoba merebut hati Alice. Saat Alice mulai mempertanyakan arti kebahagiaan sejatinya, Douglas justru dilingkupi penyesalan atas keras kepalanya dahulu. Akankah babak baru bersama Maximilliam terwujud, ataukah bayang-bayang masa lalu Douglas tetap tak tergantikan?