APKDock Logo
Sampul Novel Cinta Palsu Suamiku

Cinta Palsu Suamiku

8.8 / 10.0
Rumah tangga Anisa dan Aldi yang telah dikaruniai dua anak, Luna dan Syailendra, kini berada di ambang kehancuran. Kehadiran Lastri, sang ibu mertua yang terlalu ikut campur, memperkeruh suasana. Sikap Aldi yang selalu mendahulukan ibunya dibanding anak dan istrinya membuat Anisa sadar bahwa cinta sang suami semu. Karena merasa terus diabaikan, Anisa memantapkan diri untuk melayangkan gugatan cerai. Apakah keputusan berpisah ini mampu menyudahi segala kepedihan hidupnya?

Cinta Palsu Suamiku Bab 1

Di dalam rumah berukuran 9x9 meter itu tinggallah satu keluarga. Aldi yang merupakan suami dari Anisa bekerja sebagai karyawan di sebuah kantor yang cukup terkenal. Selain mereka, ada dua buah hatinya Luna dan Syailendra yang biasa dipanggil Lendra. Usia Luna 9 tahun dan Lendra 3 tahun.

     Terdengar suara teriakan dari kedua anak Anisa, “Ibu, makan!” teriak Luna yang sedari tadi sudah merasakan lapar karena pulang dari sekolah. 

     Anisa berjalan tergopoh-gopoh menuju meja makan. Luna memandang makanan yang dibawa Anisa. Dia menatap makanan itu dengan tatapan tidak suka. 

     “Ini makanannya, silahkan dimakan!” perintah Anisa lalu duduk dan menyuapi Lendra. Makanan yang ada di depan Luna belum disentuh sama sekali. “Makanlah Luna! Bukannya sedari tadi kamu lapar!” perintah Anisa.

     Luna tidak menjawab, dia berlari menuju kamarnya. Anisa tahu mengapa putrinya tidak mau makan. Dia bosan dengan menu makanan yang disediakan Anisa. Hampir setiap hari Anisa hanya bisa memasak, tahu, tempe, telur, mie, sosis itu saja.

    Mereka makan daging ayam jika dapat dari tetangga yang hajatan. Itupun sangat jarang, Luna lebih sering protes saat makan. Namun, Anisa hanya bisa menerima semuanya karena uang belanja yang diberikan Aldi tidak cukup untuk makan enak.

    Setelah selesai menyuapi Lendra, Anisa membawa nasi Luna ke kamar. “Luna, bersyukurlah kita masih bisa makan meskipun hanya dengan telur dan nasi saja,” kata Anisa mendekati putrinya. Dia duduk di samping Luna, ada rasa kasihan pada Luna. Anisa hanya bisa berharap Aldi akan segera berubah.

     Mungkin karena sangat lapar, akhirnya Luna mau makan. Setelah makanannya habis, dia segera tidur siang. Anisa keluar dari kamar Luna. Pandangan mata Anisa tertuju pada sepatu Luna yang ada di rak sepatu. Sepatu itu telah sobek di beberapa tempat, pantas saja kemarin Luna merengek minta beli sepatu.

**

     “Mas, saya minta uang lebih minggu ini. Sepatu Luna sudah rusak. Kasihan kalau dia terus memakainya,” ucap Anisa pada Aldi yang sedang duduk membaca koran.

      Belum ada jawaban, Aldi masih asyik membaca koran. Sedangkan Anisa menunggu jawaban Aldi saat ini. Merasa tidak ada jawaban, Anisa beranjak dari tempatnya. Dia tidak mau berlama-lama dekat dengan suaminya, jika ucapannya tidak pernah di dengar.

     Baru beberapa langkah Anisa berjalan, Aldi berkata, “Berhematlah dalam berbelanja, belilah sepatu dari uang sisa belanja kamu tiap minggu!” perintah Aldi. Padahal dia sendiri tahu uang belanja yang dia berikan saja tidak cukup untuk biaya makan sehari-hari.

    Anisa berbalik arah dan kembali ke tempatnya semula. Dia mendekati Aldi, “Mas, uang belanja aku setiap minggu hanya seratus ribu. Bagaimana bisa ada sisa?” tanya Anisa sedikit protes. “Luna saja sering mogok makan karena lauk kita selalu itu-itu saja,” kata Anisa sedih.

     “Ajari Luna mensyukuri makanan. Jangan dibiasakan manja dengan makan enak,” kata Aldi. “Sebagai istri harusnya kamu juga membantu aku bekerja, bukan ongkang-ongkang kaki di rumah.” Aldi meletakkan korannya diatas meja.

    Anisa diam saja, dia masuk ke dalam kamar dan menangis di samping Syailendra yang sedang tertidur pulas. Beruntung Syailendra sudah mau lepas pempres jadi mengurangi uang belanja Anisa. Terdengar deru sepeda motor Aldi tampaknya pria itu keluar rumah. Anisa melihat dari jendela Aldi telah pergi.

    Anisa keluar kamar, dia mengangkat jemuran karena sudah sore. Luna keluar dari kamarnya, melihat bapaknya tidak ada di rumah dia mendekati ibunya.

    “Luna dengar, Ibu tadi mau belikan Luna sepatu. Tetapi bapak tidak memberi uang, kan, Bu?” tanya Luna sedih. “Kalau Ibu harus kerja, Lendra biar Luna yang ajak main. Luna mau Ibu punya uang sendiri biar nggak mengandalkan bapak. Lihat bapak sudah tidak peduli dengan keperluan kita, Bu,” kata Luna.

     “Nanti Ibu pikirkan, Luna jangan sedih. Ibu usahakan beli sepatu untuk Luna.” Anisa masuk ke dalam rumah membawa baju dari jemuran.

     Ada rasa kasihan pada Lendra jika Anisa bekerja. Namun, kebutuhan menuntutnya untuk bekerja. Apalagi suaminya tidak bisa diandalkan lagi. Entah uang gajinya untuk apa selama ini. Gajinya 5 juta tetapi hanya diberikan Anisa 400ribu sampai 500ribu per bulan. Listrik dan air dibayar Aldi sendiri sedangkan untuk hal lain Anisa harus berusaha sendiri.

    Anisa melipat baju sedangkan Luna mandi. Lendra sudah bangun dan mendekati Anisa. Dia duduk di dekat Anisa, Lendra sering dibilang anak kurang gizi oleh para tetangga. Badan Lendra kurus padahal dia makan tiga kali sehari sama seperti temannya.

     “Anisa… dimana Aldi?” tanya ibu mertua Anisa yang bernama Bu Lastri. Dia terlihat ada keperluan penting sehingga mencari Aldi sore-sore begini. 

    “Mas Aldi keluar, Bu. Nisa tidak tahu kemana dia pergi,” jawab Anisa. “Ada perlu apa, Bu? Biar nanti aku sampaikan mas Aldi?” tanya Anisa penasaran. 

    Bukannya menjawab Lastri justru keluar rumah dan menunggu Aldi di teras. Saat Aldi pulang, Lastri langsung mendekat. 

    "Darimana saja kamu? Ibu sudah menunggu kamu sedari tadi." Lastri sepertinya tidak sabar dengan kedatangan Aldi.

    "Habis beli kuota, Bu. Lagian ngapain Ibu kesini? Kan bisa nanti saya antar uangnya. Kalau Ibu kesini takut ketahuan Anisa, Bu." Aldi masih duduk diatas sepeda motornya.

    “Di, mana uangnya?” tanya Lastri. "Ibu butuh uang itu sekarang. Biasanya kamu ngasih Ibu tanggal 5 sekarang sudah tanggal 7." Lastri protes pada Aldi.  Anisa yang samar-samar mendengar pertanyaan Lastri, dia mengerutkan kening. Pasalnya mertua Anisa itu selalu meminta uang pada Aldi tanpa sepengetahuan Anisa.

     Setiap habis gajian, Lastri selalu menemui Aldi. Jika tidak ada Aldi, Lastri langsung pulang tanpa mau berbicara pada Anisa. Ada rasa kesal pada Anisa karena Lastri juga sering ikut campur urusan rumah tangga Aldi.

    “Sabar Bu, Aldi ambilkan,” ucap Aldi memarkir sepeda motornya lalu masuk ke dalam rumah. Aldi tidak menyapa Anisa melainkan langsung masuk ke dalam kamar. Beberapa detik kemudian Aldi keluar dengan gugup.

    Lastri tampak senang melihat Aldi membawa uang yang dia minta, “Ini Bu, uangnya. Jangan sampai Anisa tahu,” kata Aldi pelan sembari memberikan uang itu pada Lastri. Belum sempat uang itu jatuh ketangan Lastri, Anisa sudah mengambilnya terlebih dahulu.

    “Uang apa ini, Mas? Kenapa aku tidak boleh tahu?” tanya Anisa melotot kearah Aldi. Aldi langsung tertunduk. Begitu juga dengan Lastri yang berharap tidak ketahuan. Aldi diam saja, membuat Anisa semakin geram.

    Dalam hati Lastri ingin merebut uang yang diambil Anisa. Tetapi dia takut jika Anisa menghalangi dia untuk mendapatkan uang dari Aldi. Bagi Lastri Aldi adalah tambang emasnya. Yang akan memberi dia uang setiap bulan. Lastri tidak pernah peduli, betapa kesalnya Anisa jika tahu uang hak dia dan anaknya diberikan pada mertuanya.

     “Tolong kalian jelaskan, uang apa ini!” perintah Anisa. Anisa menatap Aldi lalu Lastri, tetapi semua masih diam saja mendengar pertanyaan Anisa.

       “Uang belanja kamu yang aku potong,” jawab Aldi. Anisa tidak menyangka ternyata selama ini jatah uang belanja Anisa untuk keluarga dipotong tanpa dibicarakan terlebih dahulu. Anisa tidak bisa mentolerir perbuatan Aldi yang satu ini. Aldi sudah keterlaluan pada istri dan anaknya.

     Anisa membawa kembali uang yang dia ambil dari Aldi. Anisa tidak akan memberikan uang itu pada Aldi lagi. Selama ini mereka berhemat bahkan makan seadanya tetapi Aldi tidak peduli.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta Palsu Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Bukan Boneka
8.5
Menghadapi rumor perselingkuhan suaminya yang kaya, protagonis novel romantis misteri Aku Bukan Boneka berniat menyelidiki kebenaran demi melindungi haknya. Namun, ibu kandungnya justru mengacaukan pameran seni yang ia persiapkan selama tiga tahun. Sang ibu menghancurkan lukisan berharga miliaran rupiah sambil melontarkan hinaan keji di depan umum, berdalih demi kebaikannya. Di balik tuntutan agar ia mandiri dan bercerai, terungkap rencana licik sang ibu yang ingin menjodohkannya dengan duda paruh baya miskin.
Sampul Novel CINTA TAK PERNAH SALAH
8.0
Terpikat pesona Tania, Lian rela mengakhiri hubungannya dengan Yasmin demi menerima perjodohan dari Bu Nurma. Namun setelah menikah, Lian hanya mendapati sikap dingin Tania yang masih tenggelam dalam duka atas kepergian mendiang suaminya, Brian. Kehangatan di antara keduanya baru tercipta saat badai melanda. Sayangnya, momen intim itu terancam sirna ketika Brian, yang selama ini diyakini telah tewas dalam kecelakaan kapal, tiba-tiba muncul kembali hidup-hidup.
Sampul Novel Dosen ku
9.8
Zahra, gadis sederhana berusia 22 tahun, bertekad hidup mandiri tanpa membebani ayahnya yang kaya dengan bekerja di perusahaan Alvino Daffa Haidar. Penampilan anggun Zahra yang syar'i dan natural sukses memikat perhatian. Sementara itu, Alvino dikenal sebagai pewaris dingin dari keluarga terkaya di Indonesia. Tanpa disangka, ayah Alvino telah merencanakan perjodohan dirinya dengan putri dari sahabat lamanya. Siapakah sosok wanita yang akan mendampingi takdir Alvino?
Sampul Novel Melepas Masa Lalu
9.2
Hubungan lima tahun Lisa Garta mendadak berubah setelah ia menagih utang kepada Kelly, keponakan tunangannya sendiri. Keesokan harinya, sang tunangan justru menyodorkan buku catatan pengeluaran yang merinci setiap biaya selama mereka berpacaran, mulai dari es krim murah hingga barang mewah dan akomodasi hotel. Setelah dikurangi pinjaman Kelly sebesar 200 juta, Lisa dituntut untuk melunasi sisa utang sebesar 4,16 miliar rupiah dalam waktu satu bulan saja.
Sampul Novel Menikah dengan kakak ipar
9.0
Hanifah yang mandul meminta suaminya, Raihan, menikahi adiknya yang bernama Nur Naila Habibah demi memiliki anak. Namun, Naila merasa tidak pantas bersanding dengan Raihan, seorang dosen agama religius, lantaran dirinya adalah mahasiswi nakal yang belum berhijab. Di sisi lain, terungkap fakta bahwa Naila bukanlah adik kandung Hanifah, melainkan putri dari sahabat ibunya. Akankah Naila bersedia memenuhi permintaan kakaknya, atau justru menolak karena merasa perbedaan mereka terlampau jauh?
Sampul Novel Shalawat Cinta
9.5
Demi menikahi lelaki idaman, Alisa nekat menolak perjodohan. Malangnya, pernikahan itu hancur karena obsesi adik ipar yang mencintai suaminya. Tragedi memilukan tersebut bahkan merenggut satu kaki Alisa saat persalinan. Di masa terpuruknya, hadirlah Dewa yang senantiasa mendampingi dengan setia. Kisah ini mengulas perjuangan penuh air mata saat cinta sirna, sekaligus upaya menyatukan kembali sisa-sisa kasih yang tersisa.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan