APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Palsu Namun Penuh Gairah

Cinta Palsu Namun Penuh Gairah

Saat kuliah, pesona Ryan sebagai mantan idola SMA meredup akibat jerawat parah. Perubahan fisik dan sikap posesifnya membuat Lala, sang kekasih, pergi meninggalkannya. Di tengah keputusasaan pasca-putus, Ryan bertemu Ify, seorang gadis polos yang belum pernah mengenal cinta. Tanpa ada rasa sayang sedikit pun, Ryan memanfaatkan Ify sebagai pelarian untuk melupakan Lala, menyeret gadis tanpa pengalaman itu ke dalam hubungan romansa yang lebih berani.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hari Minggu di pagi hari yang lumayan dingin, membuat cowok yang bernama Ryan Pamungkas kini malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Dengan kasur lipat yang sempit berukuran 90x200 itu, ia berbaring dengan menggunakan selimutnya yang berwarna hitam. Tidurnya pulas sekali, sampai bunyi alarm pun tidak ia dengar. Bahkan bunyi telepon masuk dari pacarnya pun tidak juga diangkat.

“Tililit…tililit…!!” handphone Ryan berbunyi dan bergetar di samping tempat tidurnya. Sudah pukul 09.00 Ryan pun baru sadar, kalau pacarnya sudah menelepon hingga 10 kali. Pukul 07.00 5 kali, pukul 08.00 4 kali, dan terakhir pukul 09.00, yang membuatnya terbangun. Saat menelepon ke-10 kali, teleponnya tidak terangkat. Ryan pun bergegas untuk meneleponnya balik.

“Hallo, sayang,” ucap pacar Ryan, yang bernama Lala.

“Aduh, sayang, maaf ya, aku baru bangun,” ucap Ryan yang masih dengan suara seraknya, karena baru terbangun dari tidurnya.

“Iya, nggak papa, kok. Tapi kamu hari ini bisa nganterin aku kan, jalan-jalan ke mal?”

“Iya, pasti bisa dong, sayang.”

“Ya, udah, aku tunggu ya, di kosan aku, jam 10 an!”

“Oke.”

Ryan pun bergegas untuk pergi ke kamar mandi. Namun, saat itu kamar mandi sedang terisi oleh teman satu kontrakannya, Aldo.

Aldo dan Ryan adalah teman satu kuliahan di jurusan Tekhnik Sipil. Mereka memutuskan tinggal satu kontrakan sejak mereka saling mengenal di semester 1.

“Do, masih lama nggak?” teriak Ryan sambil menggedor pintu kamar mandi.

“Gue baru masuk, Yan!” teriak Aldo dari dalam kamar mandi. Dengan terpaksa Ryan pun menunggu Aldo yang sedang mandi, di depan ruang TV.

Tak terasa ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 09.30. Ia tidak sadar sudah menunggu Aldo selama itu. Ryan segera menuju kamar mandi dan menggedor pintunya lagi.

“Do, loe ngapain,sih? Main sabun?” sindir Ryan.

Tiba-tiba Aldo pun keluar dengan tampang rasa tidak bersalah. “Berisik!” katanya.

“Lama banget loe, Do!” gerutu Ryan. Saat Ryan masuk, tiba-tiba ia melihat cairan putih berceceran di lantai kamar mandi. “Astaga, Aldo…Aldo… saking jomblonya loe, ya!” gumam Ryan dan menghentakkan kakinya kesal. Segera ia mengguyur dengan air sampai tersiram bersih masuk ke lubang pembuangan air.

Aldo teman kuliahnya itu, memang sudah jomblo akut lama. Dia tidak pernah berpacaran sama sekali dalam hidupnya. Ia memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi, kulitnya sawo matang, dan agak sedikit gemuk. Sebenarnya ia sudah cukup lama memendam perasaan dengan adik kelasnya, namun berada di fakultas dan jurusan yang berbeda darinya. Ia tidak berani mengungkapkannya, karena ia tahu diri.

Kemudian setelah Ryan membersihkannya , ia pun segera melucuti baju dan celananya dan menyiram air ke seluruh badannya untuk memulai mandi.

~~

Setelah Ryan selesai mandi, ia pun bergegas menyisir rambutnya dan melihat wajahnya di cermin. Ketika ia melihat dirinya sekarang, benar-benar membuatnya kecewa. Kenapa ia sekarang mempunyai begitu banyak jerawat di pipinya?

Dulu semasa SMA, dia adalah idola cewek-cewek di sekolah. Banyak cewek-cewek yang mengincarnya, bahkan menyatakan perasaan kepadanya. Namun setelah kuliah, wajahnya pun berubah pada saat menjelang semester 2. Wajahnya tiba-tiba dipenuhi dengan jerawat, sampai menimbulkan bekas jerawat di sebagian pipinya, membuatnya tidak setampan waktu ia SMA dulu.

Ia juga berpikir pacarnya, Alula Marisha, yang dipanggil Lala itu tidak menyukainya lagi, karena wajahnya sekarang tidak setampan dulu. Karena, dipikir-dipikir, setiap ia jalan dengan Ryan, ia selalu melirik cowok-cowok tampan di sekitarnya saat jalan dan mengomentarinya.

Lala adalah teman Ryan sewaktu SMA. Mereka berpacaran semenjak kelas XII sampai mereka semester 6 di kuliahan dan sama-sama mengambil jurusan Tekhnik Sipil di Universitas yang sama. Sudah 4 tahun mereka menjalin hubungan.

Sewaktu SMA, Lala lah yang menyatakan perasaan duluan kepadanya. Dari semua banyak cewek, di mata Ryan, ia adalah cewek yang cantik dan mempunyai kepribadian yang lembut. Maka dari itu, Ryan menerima menjadi pacarnya, karena Ryan pun menyukainya.

Tetapi, semenjak wajahnya berubah, Lala tidak seperti dulu. Walaupun Lala masih setia menjadi pacar dan sering jalan dengannya, sikap dan kepercayaan diri Lala saat berjalan dengannya berubah. Ia tidak lagi menggandeng tangan Ryan. Saat makan bersama pun, ia hanya melihat handphone. Sesekali ia kadang mencuri pandang cowok tampan yang berada disana. Apakah Lala akan setia sama gue dengan wajah gue yang seperti ini? Apa gue harus ke dokter kulit buat nanganin jerawat gue? Pikirnya.

Ryan pun pasrah dengan semua itu. Ia kadang memarahi Lala yang terkadang mengabaikannya waktu ia sedang berjalan bersama. Dan itu semua membuatnya over thingking sampai Ryan pernah cemburu saat Lala melakukan tugas dengan salah satu teman cowoknya di kampus. Ryan juga sering ribut dengan Lala karena masalah itu.

Untung Lala adalah cewek penyabar. Tetapi dalam benak Ryan tersimpan penyesalan, saat ia sering memarahi Lala. Ia takut kalau suatu saat, ia akan ditinggalkan oleh pacar yang disayanginya itu, karena sekarang Ryan menjadi sering over thinking.

Selesai dari berkaca di cermin, ia langsung mengambil kunci motor yang berada di laci belajarnya. Ia juga nggak lupa pamit sama teman satu kontrakannya tersebut, Aldo.

“Gue keluar dulu, Do, sama cewek gue!”

“Oke, take care Bro!” ucap Aldo dengan melambaikan tangan ke arah Ryan.

Ryan pun segera menancap gas motor gedenya yang ia parkir di halaman kontrakannya tersebut. Ia menyetir motornya dengan agak cepat, karena takut kalau pacar kesayangannya itu sudah menunggunya. Karena jam sudah menunjukkan pukul 09.55.

Ryan akhirnya sampai ke kos Lala. Lala tampak sudah siap dengan baju crop top berwarna putih yang hampir memperlihatkan pusarnya dan sebagian dadanya, serta jaket jeans berwarna biru denim untuk menutupi sebagian keseksian ceweknya tersebut. Ia juga tampak cantik dengan rambutnya yang digulung sedikit ke atas dengan sedikit menyisakan rambutnya ke depan di kanan dan kirinya. Lala juga tampil senatural mungkin. Ia tidak suka berdandan berlebihan seperti cewek-cewek pada umumnya. Ia hanya memakai lip balm, agar bibirnya tidak tampak kering. Itulah mengapa, Ryan suka terhadapnya.

Saat Ryan datang, Lala segera menghampirinya. Tidak salah lagi, kalau ceweknya tersebut on time dan tidak suka mengulur waktu.

“Yuk, jalan!” ujarnya sambil membonceng naik ke atas motor Ryan.

“Pegangan yang kenceng, ya!”

Ryan pun melaju dengan kecepatan sedang. Ia tidak ingin Lala ketakutan, jika ia menyetir motornya dengan cepat.

Seperti biasa, Lala bersikap aneh. Ia tidak lagi memeluknya saat berjalan di motor. Ia hanya memegang sedikit bajunya, supaya tidak terjatuh. Namun, Ryan tetap ingin berpikir positif, supaya mereka tidak ribut karena masalah sepele tersebut. Walaupun, dalam pikirannya, sangat ingin mengomel.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel I love you Mas duda
9.3
Meysa rela menerima perjodohan dengan Harry, duda dua anak, sebagai bentuk balas budi. Di saat asmara mulai bersemi dan pernikahan direncanakan, mantan istri Harry datang mengacau. Ia memengaruhi anak-anak untuk membenci Meysa, menyebarkan fitnah di tempat kerja, hingga menyabotase hari akad nikah mereka. Sanggupkah ketulusan hati Meysa bertahan menghadapi segala kekejaman dan kelicikan masa lalu calon suaminya?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Paman Mantan Pacar
9.7
Brendan tega membatalkan pernikahan demi perempuan lain, mengira aku akan mengemis cintanya lagi. Namun, aku memilih pergi selamanya. Di saat semua orang mengira hidupku hancur, Edrence, pangeran sekaligus paman Brendan, mengejutkan publik dengan memamerkan bukti pernikahan kami. Brendan yang panik langsung mendatangi rumahku. Ia pun syok saat melihatku menyambutnya sambil bersandar manja pada Edrence, lalu bertanya dengan nada sinis, Ada perlu apa ke sini, Ponakan?
Sampul Novel Promise
9.6
Demi menghindari pertikaian keluarganya, Elphia memilih mengasingkan diri ke desa sunyi. Di sana, ia menyendiri dan melukis untuk memulihkan batinnya. Takdir lalu mempertemukannya dengan pemuda misterius yang perlahan mengusir rasa sepinya. Namun, kedamaian itu runtuh ketika pria tersebut mendadak pergi tanpa penjelasan. Kini, hanya sebuah janji tersirat yang tersisa. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali?
Sampul Novel Rahasia Mamiku
8.3
Jamy sangat protektif pada putrinya yang manja dan masih harus disusui saat tidur. Sikap manja sang anak memicu rasa iri di antara teman-temannya. Namun, pesona Jamy yang menawan justru memikat hati salah satu teman putrinya tersebut. Di balik hubungan yang terlihat harmonis ini, Jamy ternyata menyembunyikan sebuah rahasia besar mengenai identitas sang anak. Misteri apakah yang sebenarnya ia simpan rapat-rapat?
Sampul Novel Terjebak Pernikahan Dengan Duda Kaya
8.4
Kehidupan Alina berbalik total setelah dinikahi Arjuna, duda kaya yang sangat dingin. Meski bergelimang kemewahan, ia justru hidup dalam kesepian dan terus ditolak oleh anak-anak tirinya. Di pernikahan tanpa cinta ini, Alina hanya diperlakukan layaknya seorang pengasuh. Saat kepedihan hatinya kian tak tertahankan, sebuah kejadian besar terjadi, memaksa Alina mengambil keputusan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau pergi menjauh demi kebebasannya.
Sampul Novel Yang Belum Terucap
8.1
Niat baik Mora menampung seseorang di apartemennya justru menjadi awal dari berbagai masalah rumit. Di tengah perjuangan menyelesaikan kekacauan itu, tantangan baru muncul saat benih cinta mulai tumbuh di hatinya. Meski kini harus berjuang sendirian setelah ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya, Mora tidak pernah menyesali keputusannya. Ia terus bertahan dan berupaya keras demi memulihkan kembali kehidupannya yang sempat hancur seperti sediakala.