
Cinta Palsu, Fakta Tersembunyi
Bab 4
“Betul. Aku nggak ngomong apa-apa. Kau jangan gugup.”
Wajah Sugi tampak lebih rileks, lalu tiba-tiba ganti topik dan berkata, “Besok ulang tahun Chelsea. Dia mengundang kita ke pestanya.”
Aku bilang aku pasti akan pergi.
Sugi pun merasa lega dan mengantarku keluar dengan gembira.
Setiba di rumah, aku melepaskan foto nikah di dinding, lalu menggunting foto itu dan foto di meja menjadi berkeping-keping. Cincin berlian saat melamarku juga kusiram ke toilet.
Malam itu, Sugi nggak pulang ke rumah.
Chelsea mengunggah sebuah swafoto di media sosialnya.
Di belakangnya ada tangan seorang pria tanpa cincin nikah, tapi jam tangannya adalah jam tangan yang kuberikan pada Sugi.
Waktu sudah pukul sebelas malam, tapi mereka masih bersama.
Keesokan paginya, aku melihat unggahan baru dari Chelsea lagi.
Sebuah gaun haute couture CHANEL yang bertaburan berlian indah, mempesona dan menarik perhatian, lalu ada tulisan, [Apa semua yang kumau akan kau berikan?]
Kalau dipikir-pikir, selama tiga tahun ini aku nggak pernah meminta sesuatu dari Sugi.
Dia tentu senang menghabiskan semua uangnya pada wanita yang dia cintai.
Namun, aku sudah nggak peduli sama semua ini. Aku sudah punya anak, jadi aku harus memperjuangkan keuntungan terbaik bagi kami berdua setelah bercerai.
Pestanya sudah dimulai, aku malah terlambat.
Charles lalu mengumumkan pada publik bahwa Chelsea akan mendirikan merek pakaiannya sendiri yang akan didanai oleh Grup Yolanda.
Semuanya memandang Chelsea dengan iri. Mereka semua bilang Chelsea sangat beruntung, karena kedua teman masa kecilnya begitu perhatian padanya.
Tapi saat aku muncul, semua orang memandangku dengan tatapan mengejek.
Itu karena suamiku mendanai Chelsea untuk mendirikan merek pakaiannya sendiri, sedangkan aku cuman bisa jadi ibu rumah tangga saja.
Aku menghampiri Sugi dan bertanya, “Aku kok nggak tahu kau mau mendanai Chelsea untuk mendirikan merek pakaiannya sendiri?”
“Biaya ini harta kita bersama, lalu sekarang kau memutuskannya sendiri?”
Sugi tampak malu dan berkata, “Sayang, ini cuman rencana kami saja. Beneran akan dijalanin atau nggak, masih belum pasti, makanya aku nggak kasih tahu.”
“Heh!”
Aku tersenyum dingin dan berkata, “Aku nggak peduli, pokoknya aku nggak setuju.”
Wajah Sugi jadi muram dan berkata, “Jolin, kau jangan bertingkah kayak anak kecil di sini.”
“Aku yang memutuskan mau investasi atau nggak. Kau nggak setuju juga nggak guna.”
“Iyakah? Asetmu setelah menikah menjadi milik bersama. Apa aku nggak berhak menanyakan penggunaan uangku sendiri?”
Melihat kami hampir bertengkar, Charles mendorongku ke pentas untuk membantu Sugi keluar dari situasi sulit.
“Jolin, kapan kau jadi pelit gini? Hari ini hari ulang tahun Chelsea, bukankah kau seharusnya mengucapkan selamat ulang tahun padanya?”
Aku melirik Sugi yang berada di bawah, wajahnya masih muram dan tatapannya selalu tertuju pada Chelsea.
Aku nggak bisa menahan kemarahan dan keengganan dalam diriku, lalu mengambil mikrofon dan berkata pada Sugi yang berada di bawah, “Sugi Yolanda, aku mau cerai denganmu!”
Anda Mungkin Juga Suka





