APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA MASA MUDA (YOUNG LOVE)

CINTA MASA MUDA (YOUNG LOVE)

Hubungan asmara sepasang mahasiswa yang awalnya intim dan penuh gairah perlahan berubah menjadi obsesi beracun akibat sikap posesif serta pengkhianatan sang pria. Merasa terkekang, sang wanita bertekad melepaskan diri dari cinta pertamanya itu demi menemukan kembali jati diri dan kemandiriannya. Sarat adegan dewasa, kisah ini menggambarkan perjuangan batin yang emosional untuk bebas dari ketergantungan cinta yang menyakitkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Lu gak sadar sih, coba lu ngaca sana, gue aja cewek suka apalagi cowok, ntahlah Yas lu beda pokoknya, i'm proud to be your friend" jawab Mira yang kemudian mengacungkan jempolnya di depan wajah Yasmin.

Mira, Audy serta teman yang lainya tertawa riuh mengelilingi Yasmin dan memakan makanan yang Yasmin tawarkan pada mereka ketika tiba-tiba seseorang memanggil nama Yasmin.

"Yasmin!"

Yasmin menoleh dan di sana berdiri Daniel seorang siswa senior jurusan fakultas hukum yang tak pernah absen menemuinya dari hari pertama Yasmin ospek, teman-teman Yasmin menggodanya dengan mendorong-dorong tubuh Yasmin agar segera menghampiri Daniel.

Yasmin berjalan mendekati Daniel dengan wajah memerah karena malu terus-terusan digoda oleh teman-temanya tersebut.

"Hei ... ganggu nggak?" Tanya Daniel.

"Nggak kak, ada apa yah?" Jawab Yasmin tersipu.

"Udah makan belum?" Tanya Daniel.

"Udah kak" jawab Yasmin pendek.

"Hmm ... iya ya pasti udah makan secara fans kamu banyak hehe, tuh makanan yang mereka kasih cukup untuk dimakan satu kelas" goda Daniel.

"Rezeki kak hehe" jawab Yasmin dan ikut tertawa kecil.

"Trus udah ada yang nyangkut di hati?" Tanya Daniel lagi.

"Maksudnya kak?" Jawab Yasmin.

"Iya, dari sekian banyak yang mengirimi makanan terus nyatain cinta udah ada yang diterima belum?" Tanya Daniel penasaran

"Oh ... hmm ... nggak ah kak, udah kak ada apa yah? Ada perlu apaan? Tiap hari datengin tapi gak jelas mau apa?" Tanya Yasmin mengalihkan pertanyaan Daniel.

"Aku kan liat kamu, ospek cukup berat dan ini hari terakhir, mungkin bolehkah aku yang antar kamu pulang hari ini?" Tanya Daniel menawarkan.

"Hmm ... ngga kak kayaknya gak bisa soalnya saya diantar jemput tiap hari sama kakak saya" jawab Yasmin.

"Yah ... tapikan kamu terkadang pergi sama Mira dan Audy? Bisa dong kasih aku kesempatan juga" Tanya Daniel "ya udah deh gini aja gak anter ke rumah, aku mau tanya mau nggak kamu ... jalan-jalan sama aku, please?" Tanya Daniel dengan wajah memelas dan berharap hari ini Yasmin tak menolaknya.

"please, please ...." pinta Daniel lagi seraya menyatukan kedua telapak tangannya meminta Yasmin mengabulkan permintaanya.

Yasmin berpikir sejenak, lalu menganggukan kepalanya.

Daniel meloncat kegirangan "Yes! But just you and me?" Tanya Daniel memastikan.

"Ok, just you and me" jawab Yasmin dengan tersenyum.

"Ok, nanti aku tungguin kamu di depan gerbang Kampus yah" ucap Daniel

"Oke" jawab Yasmin

"Ok,yes!thank you,see you later,sana makan lagi,bye bye" Daniel pergi melambaikan tangan nya dan terlihat sangat senang membuat para senior yang memperhatikan mereka dari kejauhan memperlihatkan wajah kecewa karena mereka pikir usahanya selama ini telah gagal,sepertinya tak ada harapan karena Yasmin merespon Daniel saat bertemu tadi.

"Cie cie cie....." goda Audy.

"Apaan sih" ucap Yasmin tersenyum geli.

"Gitu dong, kasian lho, kurang apa sih sama kak Daniel, udah ganteng, pinter, baik, sopan, coba apa lagi? Tiap hari kasih makanan, kasi minuman, kasi perhatian, ngelindungin banget padahal fakultasnya di sana, jauh-jauh jalan ke sini, gitu dong kasi kesempatan" goda Audy yang diikuti dukungan dari teman-teman lainya karena mereka melihat dari awal Ospek Daniel selalu memperhatikan Yasmin dan menurut mereka Daniel lah yang pantas jadi pacar Yasmin, mereka berdua sangat serasi dan banyak yang menjodohkan.

"Hehe ... sorry yah guys gue juga gak ngerti, sebenernya dari awal gue dateng ke Kampus ini tuh orang yang pertama gue temui tuh dia, waktu itu gue tanya jalan ke ruang pendaftaran trus dia yang kasih tau jalanya, habis itu terus-terusan deh sok kenal sama gue, datengin gue terus, awalnya gue risi masa cowok seganteng itu jomblo sih, gue takut dia punya cewek makanya gue jaga jarak, habis naksirnya itu kelewatan sampai orang sekampus tahu, malu gue" ucap Yasmin menjelaskan pada Audy dan teman-temanya yang lain.

"Tenang Yas, cowok-cowok yang nembak lu itu beneran deh jomblo semua, gue udah cari tahu informasinya, akurat Yas" ucap Mira.

"Nggak deh ada juga yang bela-belain mutusin ceweknya cuma buat ngejar Yasmin" timpal seorang teman lainya.

"Seriusan?" Tanya Mira terkejut.

"Sumpah" jawab teman tersebut dengan wajah polosnya "tapi kalo kak Daniel beneran jomblo Yas, aku setuju kamu sama dia, sama-sama cakep" pujinya.

"Gak apa-apa kali lagian bukan salah lo Yas, mereka yang naksir lo duluan, ngejar-ngejar gak tahu waktu" timpal Audy.

Tiba-tiba para senior pun memanggil mereka agar berkumpul kembali ke lapangan karena waktu istirahat sudah habis dan terpaksa Yasmin dan teman lainya segera berlari menghampiri para Seniornya untuk mengikuti ospek terakhir dan setelah beres ospek mereka semua resmi menjadi mahasiswa mahasiswi angkatan baru di Kampus tersebut.

Yasmin berjalan keluar Kampus,terlihat Daniel berdiri di pinggir gerbang sedang menunggunya dan tersenyum setelah melihat Yasmin yang berjalan mendekatinya.

"Hai.." sapa Daniel kemudian melambaikan tanganya

"Hai..." jawab Yasmin seraya tersenyum

"Boleh kemana aja? Atau kamu ingin ke tempat lain?" Tanya Daniel

"Aku ... aku ... boleh ngga ke mall?" Tanya Yasmin.

"Boleh dong, ayo jalan mobilku sudah diparkir di depan" ajak Daniel.

"Oke yuk" jawab Yasmin kemudian mengikuti Daniel yang berjalan di depannya.

"Sini dong,kenapa di belakang?" Tanya Daniel tertawa kecil karena merasa lucu melihat tingkah Yasmin yang menggemaskan.

"Oh iya kak" jawab Yasmin kemudian berjalan di samping Daniel.

"Kenapa sih ....?" Tanya Daniel lagi karena melihat Yasmin yang berjalan menunduk.

"Aku malu kak, liat deh bajuku kotor tadi habis guling-guling di lapangan sedangkan kak Daniel bersih" jawab Yasmin malu-malu.

"Aduh ... kirain apaan, nggak kok kamu tetep cantik, itu mobilku ayo masuk" ajak Daniel.

"Bentar kak, aku chat kakakku dulu, aku izin dulu takut ditungguin di rumah" ucap Yasmin yang kemudian mengetik sesuatu di layar ponselnya lalu setelah selesai dia pun masuk ke dalam mobil Daniel dan mobil pun melaju meninggalkan Kampus tersebut.

Daniel menyetir dengan sedikit gugup, selama di perjalanan dia pun tak banyak berkata-kata hingga setelah beberapa lama terdengar Yasmin bertanya padanya.

"Kita mau ke mall apa kak?" Tanya Yasmin.

"Hmm ... Paskal aja gimana?" Jawab Daniel.

"Jauh amat" jawab Yasmin.

"Eh, kok tau jauh sih emang udah kesana?" Tanya Daniel.

"Udah, sama Mira sama Audy" jawab Yasmin "tapi gak apa-apa kesana aja deh kak" lanjutnya.

"Oke, meluncur" ucap Daniel.

"Tapi jalanya pelan-pelan aja kak, ini terlalu ngebut" ucap Yasmin.

"Hmm maaf Yas, aku sebenarnya gugup" jawab Daniel.

"Gugup kenapa kak?" Tanya Yasmin.

"Karena kamu sekarang duduk di sampingku dan mau ngobrol santai sama aku setelah sebelumnya cueknya minta ampun, hari ini aku serasa dapet apa ... gitu" jawab Daniel menjelaskan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gerry's Love Story
8.5
Pertemuan Gerry dengan seorang janda kaya mengubah total takdir hidupnya. Namun, pernikahan mewah mereka justru membuka kotak pandora yang mengungkap rahasia kelam masa lalu Gerry yang lama terpendam. Lambat laun, tabir misteri tentang identitas aslinya mulai terkuak satu demi satu. Hal ini memicu konflik hebat yang tak terduga, menguji hubungan rumah tangga mereka yang bergelimang harta namun penuh dengan teka-teki rumit.
Sampul Novel Istri Kakakku Selalu Menangis
8.2
Pernikahan Kak Heru dan Mbak Rena menyimpan misteri besar yang membuatku curiga. Mengapa Mbak Rena selalu menangis tanpa sebab jelas? Berbagai kejanggalan pun mulai terkuak, seperti tabrakan misterius di depan toko beras hingga temuan kantong plastik penuh berisi test pack. Didorong rasa penasaran, aku memutuskan untuk menyelidiki semua petunjuk aneh ini. Aku harus mengungkap kebenaran gelap yang sesungguhnya disembunyikan rapat-rapat di dalam rumah tangga mereka.
Sampul Novel Kala Senja Berakhir
9.1
Sebuah surat perpisahan yang urung dikirimkan tersimpan di saku kemeja Rendy. Lembaran kertas kumal tersebut menyimpan ungkapan perasaan terdalamnya untuk Reika Abigaillis, perempuan yang selalu mewarnai kehidupannya. Meski menyadari waktu kebersamaannya telah habis, Rendy tetap berharap agar Reika kelak meraih kebahagiaan sejati bersama sosok-sosok yang tulus mengasihinya. Akankah takdir membawa akhir yang indah bagi jalinan asmara penuh haru ini? Simak kisah cinta mereka yang begitu menguras emosi.
Sampul Novel My Home
8.9
Pernikahan dengan Orlyn adalah kebahagiaan bagi Cein, tetapi sang istri justru merasa terjebak dalam sangkar tanpa rasa cinta. Di kala Cein berjuang keras meluluhkan dinginnya hati Orlyn, bayang-bayang masa lalu yang kelam terus mengusik mereka. Tak hanya itu, Cein juga harus bertahan di tengah perjuangan melawan penyakit jantung yang menggerogoti tubuhnya. Akankah rumah tangga mereka bertahan saat pengorbanan dan rasa sakit terus menguji keteguhan hatinya?
Sampul Novel Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker
7.9
Saat ibu mertuanya didiagnosis kanker rahim dan memaksa tinggal bersama, sang protagonis dihadapkan pada tuntutan sepihak dari keluarganya. Suami yang egois mengabaikan luka masa lalu pasca melahirkan, sementara putra yang dibesarkannya dengan kasih sayang justru memihak sang nenek. Menolak ditekan atas nama kewajiban moral, ia memutuskan mundur dan membiarkan suami serta anaknya mengurus semuanya sendiri. Kisah rumah tangga modern yang penuh konflik emosional.
Sampul Novel Rivalku, Harapan Satu-Satuku
9.2
Saat dipaksa sang ibu memilih tunangan, aku tegas menolak Alexander Adhitama. Aku tak akan lupa bagaimana dia memalsukan kematian demi wanita lain dan membiarkan rekannya menenggelamkanku hingga tewas. Di masa lalu, hanya rival masa kecilku, Darrian Kencana, yang tulus menangisi kematianku. Kini, setelah terlahir kembali ke masa lalu, aku bertekad mengubah takdir. Aku memilih Darrian, satu-satunya pria yang terbukti tulus mengasihi dan meratapi kepergianku.