APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan

Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan

Mahligai rumah tangga Anisa dan Erlangga runtuh seketika saat Citra, sang mantan yang hilang ingatan, hadir kembali. Demi menjaga perasaan Citra, Erlangga tega menuntut Anisa bersandiwara sebagai pacar kakaknya, Laksmana. Sadar dirinya cuma dijadikan ban serep yang patuh, kepedihan Anisa berubah menjadi amarah. Ia pun bertekad menikahi Laksmana secara sah dan memaksa Erlangga menjadi wali di pernikahan mereka. Sebuah pembalasan dendam yang senyap kini dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kopi panas beterbangan di udara.

Erlangga bereaksi seketika.

Dia melompat, bukan ke arahku, tapi ke arah Citra, melindunginya dengan tubuhnya.

"Citra! Awas!"

Percikan kopi mengenai lengannya. Dia memekik, lebih karena kaget daripada sakit.

Aku, di sisi lain, berada tepat di jalur sebuah teko penuh. Cairan mendidih membasahi lenganku, membakar kulitku.

Aku berteriak, suara tajam yang tak disengaja. Rasa sakitnya hebat, seketika.

Erlangga sedang sibuk dengan Citra. "Kau baik-baik saja, manis? Apa terbakar? Coba kulihat!" Dia menepuk-nepuk lengannya dengan serbet, wajahnya penuh kekhawatiran.

Dia nyaris tidak melirik ke arahku.

Laksmana berada di sisiku dalam sekejap. "Nisa! Lenganmu!"

Suaranya tegang karena khawatir. Dia dengan lembut memegang lenganku, matanya menilai kerusakannya. Kulitnya sudah merah, melepuh.

"Kita harus mengompresnya dengan es, sekarang," kata Laksmana, suaranya tegas, sudah memberi isyarat pada pelayan lain.

Erlangga akhirnya menoleh, perhatiannya teralihkan dari Citra. "Oh, Nisa. Kau juga kena? Parah?"

Perhatiannya terasa seperti basa-basi, sebuah pemeriksaan sekadarnya.

Citra, sementara itu, sudah mengeluarkan ponselnya. Beberapa menit kemudian, saat Laksmana dengan hati-hati mengoleskan kompres dingin pada lukaku, ponselku bergetar dengan notifikasi Instagram.

Citra Dewi memposting foto baru: Erlangga, secara dramatis melindunginya, dengan percikan kecil kopi di lengan bajunya. Caption: "Pahlawanku @ErlanggaAditama melindungiku! #SangatBersyukur #CintaSejati."

Aku menatap layar, denyutan di lenganku menjadi latar belakang yang tumpul bagi rasa sakit yang tajam di dadaku.

Pahlawanku.

Aku teringat suatu waktu, bertahun-tahun yang lalu, ketika Erlangga dan aku terjebak dalam hujan deras yang tiba-tiba. Dia dengan gagah memegang jaketnya di atas kepalaku, membiarkan dirinya basah kuyup, tertawa saat kami berlari mencari tempat berteduh. Dia merawatku saat itu, mengeringkan rambutku, membuatkanku teh panas.

Pengabdian itu, aku sadari sekarang, tidak unik untukku. Itu adalah peran yang dia mainkan, naskah yang dia tahu. Dan Citra hanyalah pemeran utama wanita pilihannya.

Luka bakarnya cukup parah. Laksmana bersikeras membawaku ke klinik darurat.

Erlangga tetap tinggal bersama Citra. "Dia sedikit terguncang," katanya, seolah percikan kopi kecil sebanding dengan luka bakar tingkat dua.

Malam harinya, kembali di rumah Laksmana, lenganku diperban, Erlangga akhirnya menelepon.

"Nisa, maaf sekali soal lenganmu. Aku sudah bilang pada restoran mereka harus lebih hati-hati. Aku sudah mengatur agar dokter kulit terbaik menemuimu besok, hanya untuk memastikan tidak ada bekas luka."

Suaranya halus, penuh perhatian. Berlebihan.

"Citra benar-benar takut, kau tahu? Dia sangat rapuh." Dia membenarkan tindakannya, lagi. "Jika itu terjadi lagi, krisis lain, aku akan melindungimu dulu lain kali, oke? Sekarang dia sudah melihat aku akan melindunginya."

Seolah-olah dia bisa menjadwalkan kepahlawanannya.

"Tentu saja, Angga," kataku, suaraku penuh sarkasme yang kutahu akan dia lewatkan. "Sebagai pacar Laksmana, aku tidak akan berharap kau memprioritaskanku di atas pacarmu yang sebenarnya, Citra. Itu akan... tidak pantas."

Dia terkekeh, sama sekali tidak menangkap nada tajam dalam kata-kataku. "Tepat! Kau mengerti. Kau memang gadis yang penurut, Nisa."

Beberapa hari kemudian, sebuah kiriman datang. Sepasang sepatu desainer mahal yang kukagumi berbulan-bulan lalu. Kartunya berbunyi: "Sesuatu untuk membuatmu merasa lebih baik. Cinta, E."

Dia mencoba membeli pengampunanku, keterlibatanku. Dia masih berpikir kemarahanku, rasa sakitku, adalah sesuatu yang bisa dihaluskan dengan sepatu mahal.

Aku melihat sepatu itu, lalu ke lenganku yang diperban.

Aku meneleponnya.

"Angga, sepatunya indah. Tapi aku tidak bisa menerimanya."

"Apa? Kenapa tidak? Ukurannya pas, kan?"

"Ini bukan tentang ukuran, Angga. Aku pacar Laksmana, ingat? Tidak pantas bagiku menerima hadiah semewah itu dari saudara tunanganku."

Ada jeda. "Oh. Benar. Sandiwaranya." Dia terdengar jengkel. "Yah, simpan saja. Untuk nanti. Kalau semua ini sudah selesai."

Aku menutup telepon dan meminta asisten rumah tangga Laksmana untuk mengembalikan sepatu itu.

Erlangga terus menghabiskan sebagian besar waktunya dengan Citra. Dia menghidupkan kembali masa mudanya, dan Citra adalah pasangannya yang rela dan tidak sadar. Dia mengadakan pesta "selamat datang kembali" yang mewah untuknya, seolah-olah untuk memperkenalkannya kembali ke masyarakat setelah "musibahnya". Dia bersikeras membingkainya sebagai perayaan pra-pernikahan untuk "Laksmana dan Anisa," agar terlihat normal bagi Citra.

"Akan bagus bagi Citra untuk melihat kita semua sebagai satu keluarga besar yang bahagia," katanya, arogansinya luar biasa.

Pesta itu diadakan di sebuah ruang acara sewaan yang trendi di Senopati. Citra berseri-seri, Erlangga di sisinya, memainkan peran sebagai tuan rumah dan pacar yang setia.

Citra, dalam gaun desainer baru yang dibelikan Erlangga, menjadi pusat perhatian, menceritakan kisah-kisah tentang "ikatan tak terpisahkan" antara dia dan Erlangga.

"Dia pria yang paling luar biasa," serunya kepada sekelompok sosialita, tangannya posesif di lengan Erlangga. "Dia ingat semua hal favoritku, bahkan setelah sekian lama berpisah. Bunga favoritku, sampanye favoritku..." Dia menyebutkan selusin barang mahal.

"Dia bahkan membelikanku gelang tenis berlian yang luar biasa ini minggu lalu, hanya karena!" Dia memamerkan perhiasan berkilauan di pergelangan tangannya.

Para penonton berdecak kagum.

Seorang wanita, seorang kolumnis gosip terkenal, menyeringai ke arahku. "Yah, Erlangga memang selalu tahu cara memperlakukan cinta sejatinya. Beberapa gadis mendapatkan berlian, yang lain... yah." Matanya melirik ke lenganku yang masih diperban.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Darah Muda
8.4
Masa remaja adalah fase penuh gejolak emosi dan kebahagiaan yang meluap. Terinspirasi oleh gelora jiwa muda yang ikonik, kisah ini mengurai kenangan indah sekaligus rumit dalam perjalanan hidup manusia. Pembaca akan diajak bernostalgia, menyusuri kembali setiap memori masa lalu yang menggetarkan hati. Namun, di balik semua keindahan itu, tersimpan sebuah alur panjang nan kompleks yang harus diungkap. Mari selami kembali suka duka masa muda lewat narasi ini.
Sampul Novel Di Balik Kilau Giok, Ada Cinta yang Mati
9.7
Empat tahun menikah, sang istri selalu dihadiahi gelang batu giok setiap kali suaminya berselingkuh. Setelah mengalah dan memaafkan hingga 99 kali, batas kesabarannya habis. Kepulangan sang suami dari dinas luar kota selama tiga hari dengan membawa gelang giok hijau kekaisaran senilai puluhan miliaran rupiah tidak lagi meluluhkan hatinya. Alih-alih menerima hadiah mewah tersebut, ia justru memantapkan tekad untuk segera melayangkan gugatan cerai demi mengakhiri pernikahan mereka.
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Lamaran Ashraf, sang pewaris takhta kekayaan, membawa badai dalam hidup Sinta. Ia dituduh memakai guna-guna melalui teror gelap, sementara sepupunya terus menghina latar belakang sosialnya yang miskin. Di tengah tangis sang ibu yang meratapi nasib mereka, Sinta memilih tetap teguh berdiri. Berbekal keyakinan bahwa kehormatan sejati bersumber dari Tuhan, bukan materi, ia melangkah maju demi meraih restu tulus ibunya.
Sampul Novel Gairah Citra dan Kenikmatan
8.1
Di sudut kota yang sepi, Seto dan Anissa memilih mengabaikan dinginnya malam demi memuaskan hasrat satu sama lain. Ketika semua orang masih tertidur lelap, pasangan suami istri ini sengaja terjaga lebih cepat demi menjalani ritual pagi yang membara. Sentuhan lembut dan intens dari Seto perlahan membangkitkan birahi sang istri. Keduanya pun hanyut dalam kemesraan yang intim, saling berbagi kepuasan dan kenikmatan fisik yang begitu mendalam.
Sampul Novel Love After Marriage
8.9
Alesya terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Victor, CEO dingin yang berniat membalas dendam atas kematian adiknya. Alih-alih bahagia, ia justru dihina dan menjadi pelampiasan kebencian suaminya. Victor bertekad membuat hidup Alesya menderita selamanya. Di tengah kekejaman dan trauma masa lalu, mampukah cinta tumbuh di hati pria yang bahkan tidak pernah menganggap keberadaannya?
Sampul Novel Menyambut Cinta Baru
8.7
Setelah tujuh tahun, Eileen kembali dengan penampilan baru yang tak lagi dikenali oleh sang mantan kekasih, Greg. Saat Greg membutuhkan donor darah darinya, Eileen mengajukan syarat: Greg harus bersedia menjadi ayah bagi putrinya, Lottie, selama satu bulan. Sayangnya, Greg malah menelantarkan Lottie demi perempuan lain dan merendahkannya, tanpa tahu Lottie adalah anak kandungnya sendiri. Kecewa berat atas sikap Greg, Eileen pun memutuskan untuk pergi jauh selamanya.