APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan

Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan

Demi Rangga, aku rela menyerahkan karya desain terbaikku demi kemenangannya. Namun di malam perayaan, pengkhianatan pahit terungkap saat ia menyebutku alat bisnis dan bertunangan dengan Zahira. Bahkan setelah malam intim kami, ia memaksaku meminum pil pencegah kehamilan. Sepuluh tahun cintaku hancur seketika. Aku pun pergi jauh untuk menata hidup baru. Saat aku mulai bahagia, Rangga tiba-tiba muncul kembali, terobsesi mengejarku setelah membuangku.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aluna POV:

"Lihat ini!"

Raisa tidak menunggu jawabanku. Dia mengirimkan serangkaian foto dan video ke ponselku. Mataku menyipit, menatap layar yang bercahaya. Dalam foto-foto itu, Rangga dan Zahira berdiri di atas panggung, berpegangan tangan, senyum mereka lebar dan penuh kemenangan. Video menampilkan mereka berdansa, sangat dekat, Rangga memeluk Zahira dengan kelembutan yang belum pernah kutemukan dalam pelukannya.

Aku melihat bagaimana dia menatap Zahira, tatapan memuja dan penuh gairah. Rangga membelai rambut Zahira, tersenyum padanya, berbisik sesuatu di telinganya.

Aku mengingat bagaimana dia menghindariku, menghindari sentuhan lembut, menghindari tatapan mataku ketika kami bersama. Dia selalu beralasan sibuk, lelah, atau tidak ingin terlalu terbuka di depan umum.

Palsu. Semuanya palsu.

Dia pernah bilang, "Aluna, kau adalah duniaku. Tapi mari kita jaga hubungan ini tetap privat. Aku tidak ingin media mengganggu kebahagiaan kita."

Aku percaya. Aku bodoh.

Melihat Rangga sebegitu totalitasnya dengan Zahira, seolah tanpa ragu, tanpa beban, membuat perutku mual. Dadaku terasa sesak. Aku merasa seperti ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungku, menghancurkannya berkeping-keping.

Air mata kembali mengalir, membasahi wajahku. Aku terisak, sesak napas.

"Dia sudah mengejar Zahira selama berbulan-bulan, Aluna," kata Raisa, suaranya kini lebih tenang, tapi masih menyimpan kemarahan. "Sejak sebelum kau menyerahkan desainmu padanya. Dia hanya memanfaatkanmu, dia menggunakanmu sebagai batu loncatan."

Rangga adalah seorang manipulator ulung.

Aku selalu tahu Rangga memiliki sisi posesif. Dia tidak suka jika aku dekat dengan pria lain. Dia akan marah, cemburu, dan membuatku merasa bersalah. Aku selalu menganggap itu sebagai tanda cintanya. Tapi sekarang, aku melihatnya sebagai bentuk kontrol, caranya untuk memastikan aku tetap dalam genggamannya, sebagai "alat yang berguna".

Suara musik dansa masih terdengar sayup-sayup dari aula utama. Aku membayangkan Rangga dan Zahira berputar di lantai dansa, dikelilingi oleh tatapan kagum. Aku, di sisi lain, meringkuk di lantai kamar mandi yang dingin, hatiku hancur berkeping-keping.

Air mataku terus mengalir, hingga mataku terasa perih dan bengkak. Aku terisak hingga seluruh tubuhku terasa lemas, tidak ada lagi tenaga.

"Aluna, dengarkan aku," Raisa berkata, suaranya tegas. "Ini bukan salahmu. Dia bajingan. Tapi kau harus bangkit. Kau jauh lebih baik dari ini. Tinggalkan dia. Tinggalkan semua ini."

Kata-kata Raisa menembus kegelapan yang menyelimutiku. Meninggalkan dia? Meninggalkan semuanya? Bisakah aku?

Aku mengingat semua pengorbananku, semua yang kuberikan untuk Rangga. Waktuku, energiku, bakatku. Aku mengesampingkan impianku sendiri demi impiannya. Aku membiarkan dia menginjak-injak harga diriku, karena aku percaya itu adalah bagian dari cinta.

Aku adalah orang bodoh yang paling bodoh di dunia ini.

"Aku akan meninggalkan dia, Raisa," kataku, suaraku bergetar, tapi ada tekad baru yang menyala di dalamnya. "Aku akan memulainya dari nol. Aku akan membangun kembali hidupku."

"Itu baru Aluna!" Raisa bersorak. "Sudah saatnya kau melakukan ini. Kau pantas mendapatkan yang lebih baik."

Aku memejamkan mata, membiarkan air mata terakhir mengering di pipiku. Aku harus berhenti menangis. Tangisan tidak akan mengubah apa-apa. Aku harus bertindak.

Aku tidak bisa lagi menjadi Aluna yang naif, yang dibutakan cinta. Aku harus menjadi wanita yang lebih kuat, mandiri, dan bertekad.

"Aku akan mengubah semua rencanaku, Raisa," kataku, kini suaraku lebih stabil. "Aku tidak akan bekerja di Suhardi Group. Aku akan pindah ke kota lain. Aku akan bergabung dengan firma arsitektur kecil, dan membangun karierku sendiri."

"Aluna, itu keputusan terbaik! Aku akan mendukungmu sepenuhnya!" Raisa terdengar sangat senang.

Aku tahu dia benar. Aku telah menghabiskan bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang Rangga, mengorbankan impianku sendiri. Aku selalu memandang dunia dari perspektifnya, membiarkan dia menentukan langkahku. Seolah aku tidak memiliki identitasku sendiri.

Aku memang bodoh.

Aku telah menjadi bayangan Rangga, sebuah tambahan dalam hidupnya. Semua orang di sekitar kami, bahkan teman-teman kami, selalu melihatku sebagai "gadisnya Rangga", bukan sebagai Aluna Nurhidayat.

"Aku akan menutup semua akun media sosial yang terkait dengannya, Raisa," kataku. "Aku tidak ingin melihat apapun tentang dia lagi. Aku ingin melupakannya."

"Itu ide yang bagus, Aluna. Jangan biarkan dia mengganggumu lagi."

Aku menutup mata, menarik napas dalam-dalam. Rasa sakit itu masih ada, tapi kini bercampur dengan rasa lega. Lega karena akhirnya aku bisa melepaskan diri dari racun ini.

Aku tidak lagi mencintai Rangga. Yang kurasakan sekarang hanyalah kehampaan, kekecewaan mendalam, dan sedikit rasa jijik. Aku telah mendedikasikan hidupku untuk orang yang salah, untuk cinta yang tidak pernah ada.

Aku hanya ingin lenyap dari kehidupannya. Aku ingin dia menghilang dari kehidupanku.

Aku akan mengejar impianku sendiri. Impian yang telah lama terkubur di bawah tumpukan janji palsu dan harapan kosong. Aku akan membuktikan nilaiku, bukan untuk Rangga, tapi untuk diriku sendiri.

Perjalanan ini akan sulit, aku tahu itu. Tapi aku akan menghadapinya. Aku akan menjadi Aluna yang baru. Aluna yang kuat, mandiri, dan bebas.

Aku menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Malam ini adalah titik baliknya. Malam ini, Aluna yang lama mati, dan Aluna yang baru akan lahir.

Aku akan pergi dari sini. Aku akan memulai hidup baru. Dan aku tidak akan pernah menoleh ke belakang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cerita Penggenjrotan
9.0
Kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan yang sangat intens dan eksplisit, khusus bagi pembaca dewasa berusia 18 tahun ke atas. Demi kenyamanan bersama, narasi di dalamnya mengandung konten sensitif sehingga anak di bawah umur sangat dilarang keras untuk mengakses atau membaca buku ini. Pastikan Anda telah memenuhi batasan usia yang ditentukan sebelum menikmati seluruh alur cerita yang disajikan dalam karya ini.
Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.1
Rumi tak sengaja bertemu mantan iparnya saat periksa kehamilan. Di tengah tuntutan untuk kembali pada Aryan—miliarder yang dulu mengabaikan pernikahan mereka demi wanita lain hingga memicu kematian ibu Rumi—ia diingatkan akan perjuangan sang mantan suami mencarinya. Namun, luka masa lalu akibat pesan suara kejam Aryan tak bisa terhapus. Dengan tenang, Rumi menunjukkan cincin di jarinya, menegaskan bahwa ia telah memulai hidup baru yang sederhana dan meninggalkan masa lalu kelamnya di Kota Daro.
Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel Istri Mandul, Tak Pernah dicintai
9.6
Tiga tahun Alina bertahan dalam pernikahan dingin bersama Rayhan, sembari menahan caci maki keluarga yang menuduhnya mandul. Impiannya memiliki anak sirna karena sang suami sama sekali tidak menginginkan kehadirannya. Di tengah sikap acuh tak acuh Rayhan dan rasa hampa tanpa cinta, Alina akhirnya mencapai batas kesabaran. Di rundung kepedihan mendalam, ia mulai meragukan masa depan hubungan mereka. Haruskah Alina tetap bertahan dalam pernikahan yang terus menorehkan luka?
Sampul Novel Istri Tuan Jhason
7.9
Pascapenyelamatan dirinya oleh Jhason, kehidupan Kara berubah sepenuhnya hingga kini mereka bertunangan. Sayangnya, hubungan mereka diterpa banyak ujian berat yang mengancam kebersamaan itu. Keadaan kian pelik ketika mantan pacar Kara mendadak hadir kembali. Pertemuan dengan masa lalunya ini memicu gejolak batin yang hebat pada Kara, memancing keraguan mendalam untuk terus berkomitmen dan setia mendampingi Jhason.