APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang

Cinta hilang kembali pulang

Rachel sangat berharap Nathan mengizinkannya pergi membawa putri mereka, Key. Akan tetapi, amarah membuat Nathan menolak mentah-mentah permintaan itu karena enggan ditinggalkan lagi. Nathan menegaskan Key hidup bahagia bersamanya dan melarang Rachel mendekat. Di balik sikap kerasnya menahan Rachel, tersimpan rasa cinta yang begitu besar. Nathan sama sekali tidak berniat menyakiti; ia hanya ingin memastikan Rachel dan Key selalu berada di sisinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Racheeell, aku sangat rindu padamu." tiba-tiba Bella meloncat kepelukan Rachel.

"Ya ampun, apa-apaan ini? Lihat lah betapa lebaynya dirimu itu, Key saja bertemu denganku tidak separah ini ekspresinya." ledek Rachel sambil tetap memeluk sahabatnya itu.

Bella adalah satu-satunya sahabat yang Rachel punya dari dulu. bahkan dia pindah ke kota D ini karena Bella lah yang memaksa. Bella tau semua yang dialami sahabatnya itu.

"Itu mungkin karena dia lebih dekat pada Jihan dari padamu." Bella menyindir sambil berjalan ke kulkas mengambil sebotol minuman soda.

"Yah terus, aku harus gimana beb? Pekerjaanku sekarang mengharuskanku bolak-balik kota D dan S. Aku belum siap jika harus membawa Key pulang kesana. Aku tidak tau reaksi apa yang orang-orang disana akan berikan untuk kami nanti." ucap Rachel dalam.

"Raa... Itu sudah lama sekali. Sudah tujuh tahun berlalu dan tidak akan ada yang bertanya tujuh tahun lalu kau kemana, kenapa pindah dan bla-bla." cerocos Bella kesal setiap kali sahabatnya enggan membawa Key pulang ke kota kelahirannya hanya karna alasan yang tidak pasti.

"Tapi Bell, aku tetap saja merasa sangat takut. Kalau tiba-tiba dia datang gimana? Terus dia tau tentang Key gimana? Lalu dia mau ambil Key gimana juga? Aku belum siap untuk semua hal itu! Membayangkannya saja membuatku hampir gila. Kau tau kan sehebat apa keluarganya? Sangat mudah bagi mereka untuk mengetahui informasi tentang siapa pun yang mereka inginkan." Rachel frustasi memikirkan hal yang bahkan belum tentu terjadi.

"Kalau memang seperti itu, pasti mudah juga bagi dia untuk tau dimana kau berada selama tujuh tahun terakhir ini. Tapi buktinya apa? Kau dan Key hidup dengan aman dan bahagia tanpa dia disini. Sadar lah, dari awal dia memang tidak pernah mencarimu. Bahkan aku tak yakin dia tau siapa Key." Bella mengomel sambil menyesap sedikit demi sedikit minumannya.

"Ya, kau mungkin benar untuk satu hal ini, Bell. Mungkin memang sejak saat dia memutuskan untuk meninggalkanku dulu, dia tak pernah lagi berusaha mencari kabar tentangku. Mungkin selama ini hanya aku yang ke ge-eran." seru Rachel sendu.

"Bukan ke ge-eran Ra, tapi kau masih berharap padanya." sambung Bella.

"Aku bukan berharap ingin bersamanya atau lebih dari itu, aku hanya ingin tau apa alasan dia dulu menghilang dariku, padahal malam itu dia sudah berjanji akan datang menemuiku. Aku ingin memberitahunya tentang kehamilanku pada malam itu. Aku pikir dia akan bahagia lalu kami akan segera menikah seperti yang telah kami rencanakan dulu, Bell." Rachel berkata pelan sambil terus memutar - mutar gelas kaca ditangannya.

"Yah, semoga saja suatu hari nanti kesempatan itu datang." Bella mulai berdiri dari kursinya, menepuk pundak sahabatnya itu.

Bella tau sudah banyak hal buruk dan hal sulit yang Rachel lalui demi kehidupan yang layak untuk Key. Meski pun kerja sudah menjadi candu baginya, tapi saat ia tau Key terluka sedikit saja, sudah bisa dipastikan Rachel akan bertindak sangat posesif seakan akan ia tak akan pernah melihat anaknya lagi.

Pernah suatu hari Jihan menelpon saat Rachel sedang di luar kota, Key jatuh dari sepeda. Lututnya terluka dan badannya tiba-tiba panas. Rachel langsung memesan taxi online. Menyuruh supir mengemudi dengan cepat unutk mengantarnya pulang kembali ke kota D.

Perjalanan yang harusnya tiga jam, menjadi dua jam karena sopir memang lihai melajukan mobilnya, sesuai permintaan Rachel. Melihat Putrinya lemas tak berdaya, hatinya hancur.

Ia sangat takut jika Tuhan mengambil Key darinya. Karena sampai saat ini hanya Key lah yang membuatnya tetap hidup. Key lah alasan ia bertahan sejauh ini.

"Aku juga ingin memberikan kebahagiaan yang mungkin selama ini sangat di impikan Key. Aku tau Key sangat ingin mempunyai sosok ayah. Yang akan menggendongnya di pundak, mengajaknya liburan dan melakukan hal- hal menyenangkan lainnya." seru Rachel.

"Semoga kelak Tuhan mengirimkam sosok ayah yang sangat mencintai Key sepenuhnya, seperti ia mencintai anaknya sendiri. Aku akan menerimanya meski mungkin aku tak bisa mencintainya. Asal Key bahagia, apapun akan aku lakukan, Bell." nada Rachel berbicara sangat berat dan jelas sekali ada kesedihan yang dalam disetiap kata katanya.

"Amin. Biasanya, doa single Mom itu sangat cepat di kabulkan Tuhan." canda Bella lalu tertawa keras.

" Tapi Bell, sepertinya dia ada di kota ini sekarang." Rachel berkata lirih.

"Dia? Dia siapa maksudmu?" Tanya Bella cuek.

"Nathan." Hanya itu yang Rachel katakan, tapi mampu membuat Bella berdiri saking kagetnya.

"What? Apa maksudmu? Jangan mengada-ngada. Itu akibatnya jika kau masih terus memikirkannya." Bella tidak menganggap serius hal itu. Dia hanya berfikir mungkin Rachel berhalusinasi.

"Aku serius Bell. Kemarin aku berpapasan dengannya di caffe, setelah bertemu dengan Mr. Erick." Jawab Rachel meyakinkan Bella.

"Lalu, apa yang dia katakan ? Apa dia menjelaskan sesuatu tentang dia yang menghilang tujuh tahun lalu ?" Tanya Bella mulai serius.

"Tidak satu pun. Dia bahkan tidak mengenaliku." Terlihat raut wajah sedih disana.

"Nah kan, apa kubilang, kau terlalu memikirkan si brengsek itu. Jadi kau berhalusinasi, merasa dia di sekitarmu." Bella akhirnya kembali duduk.

"Entah lah Bell, tapi aku merasa itu benar dia. Tapi aku juga tidak tau, kenapa dia tidak mengenaliku. Apa dia berpura-pura tidak mengenaliku?" Rahcel jelas masih memikirkan kejadian kemarin.

"Sudah lah, jangan terlalu sering memikirkan dia. Mungkin saja saat ini dia sudah menikah dan memiliki tiga orang anak. Dan kau hanya membuang-buang waktumu untuk memikirkan dia ?" Jelas sekali Bella merasa kecewa pada sahabatnya ini. Tapi dia juga sangat kasihan pada Rachel.

" Ya, mungkin akan ada hari dimana kita bertemu lagi dengannya. Aku yakin kejadian kemarin bukan lah sebuah kebetulan." Ucap Rachel lirih.

"Ayo lah, jadi curhat gini. Katanya mau mengajak Key main ke Mall. Key nya juga mana lagi, kenapa tidak kelihatan dari aku datang tadi?" sambung Bella setelah puas tertawa.

"Oh iya. Tunggu sebentar, aku panggil Key dulu." Rachel bergegas mencari Key kekamarnya.

"Baby, come on. Aunty Bella udah nungguin tuh." sapa Rachel pada Key yang lagi asyik berdandan merapikan bandana di kepalanya.

"Oke Mom. Key udah siap kok, kita pergi sekarang?" Jawabnya sambil tersenyum riang.

"Tentu my princess." sahut Rachel sambil menggandeng tangan putri kesayangan nya.

"Waah.. Lihat lah siapa yang menjadi bintangnya hari ini!" ucap Bella takjub melihat Key datang. Key sangat cantik menggunakan gaun ala-ala princess warna biru muda, mengenakan bandana bunga dan juga sepatu putih yang mirip sepatu cinderella.

"Aunty lebay deh. Apa tak pernah melihat anak perempuan cantik?" jawab Key sekenanya sehingga membuat dua sahabat itu tertawa.

"Yuk, kita berangkat sekarang Tuan Putri." ajak Bella sambil menunduk kan badan mempersilahkan Key berjalan duluan ke luar rumah dimana mobilnya terparkir.

"Wow.. Aunty ganti mobil lagi ya ? Enak ya jadi orang kaya, banyak uang. Key juga pengen nanti jadi kaya seperti Aunty Bella." katanya sambil tersenyum.

Tapi kata-kata itu justru membuat Rachel takut. Dengan cepat Rachel berusaha menyembunyikan ketakutannya itu didepan Key.

"Nah, makanya Key harus rajin belajar dong. Biar jadi anak pintar. Sekolah yang tinggi kalo perlu keluar negeri. Nanti Key bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang gajinya besar. Key pasti bisa sukses dan banyak uang. Kalo Aunty sih cuma menikmati kekayaan Papi Aunty, hahaha." seru Bella panjang lebar sambil tertawa.

"Enak ya Aunty, punya Papi kaya. Anaknya jadi ikutan kaya. Tapi sayang sekali alAunty jadi malas bekerja." seru Key cuek.

Kata-kata yang singkat tapi penuh makna sekali bagi Rachel. Dan Bella juga salah tingkah karna sepertinya dia salah bicara lagi kali ini.

Selama perjalanan mereka tertawa bahagia karna ada saja katakata lucu atau nyanyian Key yang membuat dua sahabat itu tak bisa berhenti tertawa.

Key merasa seperti punya 2 Ibu. Aunty Bella-nya juga sangat teramat menyayangi dan memanjakan nya. Bahkan jika Rachel marah kepada Key, Bella akan lebih dulu membela lalu balik memarahi Rachel.

Tapi satu hal yang Rachel tau, diam-diam Key sangat merindukan figur seorang ayah. Terkadang saat Rachel membereskan kertas-kertas warna yang digambar Key, dia menemukan gambar berbentuk keluarga harmonis. Ada sosok Ayah, Ibu dan Anak Perempuan.

Tapi Rachel tidak ingin merusak hari ini dengan pikiran-pikirannya yang absurd. Hari ini dia ingin fokus menemani putrinya bermain. Sekaligus melepas penat setelah satu minggu ini bekerja diluar kota.

Jadi mereka menikmati perjalanan dengan atap mobil yang dibuka. Lalu Key berdiri. Bernyanyi-nyanyi sambil merentangkan tangannya. Rambutnya yang di buat keriting itu terbang tertiup angin. Key terlihat sangat bahagia.

"Tuhan, tolong beri aku umur yang panjang. Agar aku bisa terus menemani Key. Agar aku bisa selalu melihat senyum dan tawanya yang seperti ini." ujar Rachel dalam hati.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Saat hamil tua, sebuah truk sengaja menabrak mobilku. Di ambang maut, Kian, suamiku, justru mengabaikan teleponku demi menemani Florence yang mengeluh sakit kepala. Tragedi ini merenggut nyawa bayiku dan menghancurkan karier kakakku sebagai pianis. Pengkhianatan kejam tersebut kini menyalakan api dendam yang membara. Kian mengira kami telah habis, namun kami akan segera bangkit dari abu kehancuran ini untuk membalas semua rasa sakit kami.
Sampul Novel Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
8.0
Kehidupan Jasmine runtuh ketika sang kekasih pergi tanpa penjelasan. Setelah bertahun-tahun berupaya menyembuhkan luka dan melupakan masa lalu, takdir mempertemukannya kembali dengan Xavier, pria yang mencampakkannya. Rasa sakit Jasmine kian mendalam saat menyadari Xavier kini menjadi calon suami kakak kandungnya sendiri. Ia pun terjebak dilema besar antara memendam perasaannya atau merusak kebahagiaan sang kakak demi cinta masa lalunya yang kelam.
Sampul Novel I Hate You With Love
9.7
Tepat di hari pernikahan, Aldo menghilang dan membuat dunia Aletta hancur. Demi menjaga nama baik keluarga, ia terpaksa menikah dengan Bian Dirgantara. Alih-alih bahagia, hidup Aletta justru dilingkupi penderitaan karena sikap kasar dan semena-mena dari suaminya. Kepedihan itu kian memuncak saat sebuah rahasia besar yang disimpan rapat oleh Bian akhirnya terkuak. Akankah kebenaran ini menghancurkan pernikahan mereka, atau justru memunculkan maaf di tengah dendam?
Sampul Novel Ibu Susu dari Desa
8.2
Kisah dalam novel modern ini berpusat pada seorang janda muda yang kehidupannya berubah setelah dibeli oleh seorang pemburu desa dengan uang senilai empat juta. Awalnya, pria kasar tersebut menegaskan bahwa tugasnya hanyalah menjadi ibu susu bagi putranya yang masih kecil. Namun, situasi di dalam rumah tangga baru ini segera bergeser. Alih-alih sekadar membantunya melancarkan ASI, sang pemburu justru mulai merebut jatah makanan anaknya sendiri setiap malam tiba.
Sampul Novel Jangan Mencintaiku, Paman!
9.7
Ayu terpaksa mengungsi ke kediaman pamannya, Hideki, demi menghindari mertua yang kejam. Namun, satu malam di ranjang yang sama menghancurkan rumah tangganya hingga ia diusir tanpa sempat menjelaskan apa pun pada suaminya. Kini, Ayu yang merasa terhina terpaksa menumpang pada Hideki. Sayangnya, sikap sang paman berubah dingin, tak lagi sehangat dulu saat merawatnya sejak kecil. Rahasia besar apa yang disembunyikan Hideki? Akankah Ayu kembali pada suaminya atau terjerat cinta terlarang?
Sampul Novel Kendra dan Lukanya
8.6
Kendra, pemuda kasar yang ditakuti semua orang, terus-menerus menolak perasaan Lea. Meski selalu diabaikan, gadis lugu dan gigih itu tidak pernah menyerah untuk melunakkan hati Kendra yang beku. Perjuangan tanpa lelah Lea perlahan mulai membuahkan hasil. Namun, tepat ketika Kendra akhirnya menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada Lea, takdir kejam menghampirinya. Kendra harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sisa waktu yang ia miliki untuk bersama Lea kini hampir habis.