APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang

Cinta hilang kembali pulang

Rachel sangat berharap Nathan mengizinkannya pergi membawa putri mereka, Key. Akan tetapi, amarah membuat Nathan menolak mentah-mentah permintaan itu karena enggan ditinggalkan lagi. Nathan menegaskan Key hidup bahagia bersamanya dan melarang Rachel mendekat. Di balik sikap kerasnya menahan Rachel, tersimpan rasa cinta yang begitu besar. Nathan sama sekali tidak berniat menyakiti; ia hanya ingin memastikan Rachel dan Key selalu berada di sisinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Mungkin, hari ini adalah hari yang tak pernah dibayangkan oleh Rachel seumur hidupnya. Lebih tepatnya setelah tujuh tahun belakangan ini.

Sudah satu minggu Rachel berada di kota S karena urusan pekerjaan. Hari ini ia kembali kota D. Tapi, sesampainya di kota D, Rachel tidak langsung pulang ke rumah. Ia terpaksa harus bertemu dulu dengan salah seorang klien-nya di sebuah caffe yang tak jauh dari kantor tempatnya bekerja.

Setelah hampir satu jam mendiskusikan pekerjaan, akhirnya klien merasa puas dengan kesepakatan yang di ajukan Rachel. Setelah itu, klien Rachel memutuskan untuk pergi terlebih dahulu. Tinggallah Rachel di meja itu masih merilex kan badan dan pikirannya. Sambil ditemani segelas lemon tea, Rachel memainkan ponselnya. Melihat beberapa video yang hari ini di kirim kan Putrinya "Keynara."

Terlihat sesekali Rachel tersenyum manis, terdengar pula tawa yang sengaja di tahan. Rachel sangat menikmati waktunya untuk menonton semua video yang di kirim oleh Key, begitu biasanya dia memanggil Putrinya.

Karena rasanya sudah cukup lama ia di sana, Rachel beranjak dari kursi sambil terus memperhatikan ponselnya. Baru saja ia beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba saja seorang pria yang berjalan dengan sangat cepat menabrak tubuhnya yang kecil.

Bruuukkk...

Bunyi suara dua orang itu bertabrakan dan tas Rachel pun jatuh. Membuat beberapa jimat sakti perempuan yg ada di dalamnya berhamburan keluar. Seperti lipstik, bedak, parfum, make up dan sebagainya.

"Sorry, Nona. Apa kau baik-baik saja?" Tanya pria itu pada Rachel. Namun Rachel hanya diam tanpa menoleh sedikit pun. Ia terlalu sibuk mengemasi pernak-pernik yang berserakan itu.

"Sorry, aku sedang buru-buru jadi tidak memperhatikan ada orang berjalan di depanku." kata pria itu lagi sambil membantu Rachel mengemasi isi tas mungilnya yang berantakan. Namun tiba-tiba tangannya berhenti saat memegang dompet kecil yang berisi foto gadis mungil, rambut lurus, tebal dan sangat lucu. Pria ini merasa gadis di dalam foto itu sangat mirip dengannya.

"Ooh, iya. Tidak masalah, aku juga tadi tidak terlalu fokus melihat jalan." sahut Rachel sambil mengambil paksa dompet di tangan pria itu. Setelah dompet berada di tanganny, Rachel melihat ke arah wajah pria yang menabraknya itu. Mereka saling menatap. Entah perasaan apa yang muncul di hati keduanya.

Deeeggg...

Jantung Rachel berdegup sangat kencang "Dia... Dia Nathan?" Rachel bertanya dalam hatinya.

"Apakah saat ini aku sedang bermimpi? Tapi aku bahkan tidak pernah mengingatnya lagi, kenapa tiba-tiba dia hadir di depanku?" Seru Rachel lagi didalam hatinya.

"Kenapa aku merasa, wanita ini sangat tidak asing bagiku? Caranya menatapku, membuat jantungku berdebar." Pria itu pun membathin. Namun, ia bisa menyembunyikan perasaanya.

"Heeii, kenapa kau jadi melamun ? Ini tas milikmu, periksa lah lagi jika ada barang jatuh yang mungkin belum masuk ke dalamnya." ujar pria itu ramah.

Tapi Rachel masih saja terpaku melihat wajah pria yang ada di hadapannya saat ini. Sehingga membuat pria bertambah yakin, dia dan gadis ini pasti saling mengenal. Tapi sayangnya, pria ini gagal untuk bisa mengingat hal- hal yang lebih mendetail tentang Rachel.

Karena ia memang sedang terburu-buru untuk kembali ke kantornya, akhirnya pria itu berkata "Sekali lagi, aku minta maaf. Aku sedang buru-buru saat ini. Aku akan pergi terlebih dahulu, semoga harimu menyenangkan." Pria itu bersiap untuk pergi, namun baru beberapa langkah, ia kembali menoleh ke pada Rachel. "Aku yakin, kita akan segera bertemu kembali. Aku akan mentraktirmu lain kali, Nona." lanjut pria itu tersenyum manis, ia berlalu meninggalkan Rachel yang masih melamun dengan pikiran yang berkecamuk.

"Mungkin kah dia Nathan ? Tapi mana mungkin dia ada di kota ini. Dia kan penerus perusahaan ayahnya, tentu saja dia tak akan keluar dari kota S." lagi-lagi gadis ini bicara sendiri. Lalu memanggil salah satu taxi yang kebetulan lewat.

Di dalam taxi, Rachel terus melamun, memikirkan kejadian yang begitu mendadak tadi.

"Jika memang dia Nathan, mana mungkin dia tidak mengenaliku? Apakah aku banyak berubah tujuh tahun ini? Apakah aku terlihat lebih tua dan jelek semenjak sibuk bekerja dan mempunyai anak?" Lanjutnya dalam hati.

"Aaahh sudah lah, mungkin itu hanya kebetulan. Bukankah di dunia ini ada tujuh orang yang mempunya wajah serupa? mungkin yang tadi salah satunya orang yang mirip dengan pria brengsek itu." sahutnya lagi dalam hati.

Sampai di rumah, Rachel membuka pintu lalu berjalan masuk.

Tiba-tiba seorang gadis kecil berlari ke arahnya. Gadis mungil yang entah mengapa tiba-tiba Rachel merasa sangat mirip dengan pria itu "Nathan". Gadis itu berlari semakin dekat.

"Momy, kenapa Momy lama sekali pulangnya? Key kan bosan di rumah terus sama kak Jihan (pengasuh Key dari bayi)" gerutu si gadis manja itu sambil bergelayut dikaki Rachel.

"Maaf ya, sayang, Momy tadi bertemu teman lama saat perjalanan pulang." ucap Rachel pada putrinya.

"Apakah itu teman sekolah Momy ? Mungkin kah itu seorang paman ?" Selidik Key yang memang memiliki nalar tinggi dan otak cerdas menilai setiap situasinya.

"Oowh sayang Momy. Kau sangat pandai sekali sayang. Sini, biarkan Momy memelukmu. Apakah kau rindu pada Momy? Sudah satu minggu kita tidak bertemu, hem." Rachel menarik Key kedalam dekapannya sambil membelai kepala Putri kesayangannya itu.

"Walau pun setiap saat Key video call dengan Momy, Key tentu saja sangat merindukan Momy yang sesungguhnya dari pada hanya di dalam ponsel." ucap Key lembut.

"Momy juga setiap saat merindukan tuan Putri Momy ini." katanya sambil mencubit gemes pipi Key.

"Oh iyaa, Momy, mana oleh-oleh yang Key minta?" Tagih Key pada Rachel.

"Waah, Momy kira kau melupakannya, haha." Rachel tertawa lepas lalu mengeluarkan satu paket mainan baby doll. Ya begitu lah, apa lagi yang akan di senangi anak-anak seusia Keynara selain boneka dan barbie.

"Thank You Momy, Momy the best. Key tak perlu punya Papi seperti teman-teman lain. Key punya Momy saja sudah sangat bahagia." lalu dia mengecup pipi Rachel dan memeluk Ibunya dengan erat.

Seketika ada rasa getir di hati Rachel, saat mendengar Key mengucapkan kata- kata itu. Rachel terdiam di tempatnya duduk dengan eksperi wajah yang tak bisa di gambar kan.

"Key, yuukk kita main di kamar. Biar kan Momy istirahat dulu. Momy kan baru pulang dari perjalanan jauh." ajak Jihan seolah mengerti keadaan canggung ini.

"Baik. Ayo kak, kita main saja di kamar Key. Daaa Mom, selamat beristirahat." lambai Key sambil berjalan ke kamarnya.

"Aku sudah buatkan Jeruk hangat kak. Silahkan di minum dulu biar kakak tetap fit." ujar Jihan sambil tersenyum.

Memang dari awal Rachel tidak mengizinkan Jihan memanggilnya Nyonya. Ia ingin Jihan merasa nyaman tinggal bersamanya.

Hati Rachel rasanya seperti ter iris-iris setiap kali Key membahas tentang sosok seorang Papi. Rachel selalu merasa iba pada putrinya.

Sekaligus juga mengutuk dengan keras di dalam hati kepada pria brengsek yang meninggalkannya dulu. Tanpa pernah tau bahwa didalam rahimnya telah hadir Key, buah cinta mereka.

Meski itu tanpa pernikahan, Key tidak salah apa-apa. Key tidak berdosa. Mereka yang salah,tapi teganya dia menghilang tanpa jejak. Meninggalkan Rachel bersama kandunganya. Rachel sampai harus pindah dari kota S ke kota D saat itu.

Agar orang orang tidak tau tentang kehamilannya yang tanpa suami. Agar kelak saat anaknya lahir, itu tidak menjadikan bahan olok-olok orang sekitarnya.

Setelah tahun-tahun menyakitkan yang mereka lalui berdua, Rachel akan melakukan segala macam cara agar putrinya itu bahagia, tidak kekurangan cinta dan materi.

Itu sebabnya Rachel harus bekerja keras di perusahaan Property dan Furniture milik orang tua sahabatnya, Bella.

Rachel bahkan harus sering lembur atau keluar kota menemui klien. Biasanya butuh waktu tiga sampai tujuh hari hingga semua kesepakatan menjadi deal.

Tentu saja dengan kerja kerasnya itu Rachel mendapatkan gaji tinggi dan cukup banyak bonus.

Itu semua dia lakukan agar Putrinya, Keynara tidak pernah merasa kekurangan. Maklum saja, Rachel adalah single Mom. Dia harus berjuang sendiri demi kehidupannya dan Key.

Dia juga harus membayar gaji Jihan sebagai seorang baby siter yang menjaga Key saat dia harus bekerja. Jadi biaya hidup mereka tiap bulan tentu tidak sedikit.

Kehidupan yang mereka jalani selama tujuh tahun ini sangat bahagia meski hanya ada Ibu dan Anak. Tapi Rachel tau, dalam hati kecil Key ia slalu merindukan sosok seorang ayah

Dan hari-hari ke depannya tidak akan mudah lagi. Setelah tanpa sengaja ia bertemu Nathan di caffe siang ini.

Percaya atau tidak, Rachel yakin kejadian tadi bukan sekedar kebetulan semata. Tuhan pasti sedang mengujinya lagi. Kali ini Rachel harus siap secara fisik dan mental untuk menghadapi segala macam masalah yang akan datang dikemudian hari.

Terutama sekali, Rachel harus memperkuat benteng pertahanan dan keamanan putrinya. "Keynara."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Saat hamil tua, sebuah truk sengaja menabrak mobilku. Di ambang maut, Kian, suamiku, justru mengabaikan teleponku demi menemani Florence yang mengeluh sakit kepala. Tragedi ini merenggut nyawa bayiku dan menghancurkan karier kakakku sebagai pianis. Pengkhianatan kejam tersebut kini menyalakan api dendam yang membara. Kian mengira kami telah habis, namun kami akan segera bangkit dari abu kehancuran ini untuk membalas semua rasa sakit kami.
Sampul Novel Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
8.0
Kehidupan Jasmine runtuh ketika sang kekasih pergi tanpa penjelasan. Setelah bertahun-tahun berupaya menyembuhkan luka dan melupakan masa lalu, takdir mempertemukannya kembali dengan Xavier, pria yang mencampakkannya. Rasa sakit Jasmine kian mendalam saat menyadari Xavier kini menjadi calon suami kakak kandungnya sendiri. Ia pun terjebak dilema besar antara memendam perasaannya atau merusak kebahagiaan sang kakak demi cinta masa lalunya yang kelam.
Sampul Novel I Hate You With Love
9.7
Tepat di hari pernikahan, Aldo menghilang dan membuat dunia Aletta hancur. Demi menjaga nama baik keluarga, ia terpaksa menikah dengan Bian Dirgantara. Alih-alih bahagia, hidup Aletta justru dilingkupi penderitaan karena sikap kasar dan semena-mena dari suaminya. Kepedihan itu kian memuncak saat sebuah rahasia besar yang disimpan rapat oleh Bian akhirnya terkuak. Akankah kebenaran ini menghancurkan pernikahan mereka, atau justru memunculkan maaf di tengah dendam?
Sampul Novel Ibu Susu dari Desa
8.2
Kisah dalam novel modern ini berpusat pada seorang janda muda yang kehidupannya berubah setelah dibeli oleh seorang pemburu desa dengan uang senilai empat juta. Awalnya, pria kasar tersebut menegaskan bahwa tugasnya hanyalah menjadi ibu susu bagi putranya yang masih kecil. Namun, situasi di dalam rumah tangga baru ini segera bergeser. Alih-alih sekadar membantunya melancarkan ASI, sang pemburu justru mulai merebut jatah makanan anaknya sendiri setiap malam tiba.
Sampul Novel Jangan Mencintaiku, Paman!
9.7
Ayu terpaksa mengungsi ke kediaman pamannya, Hideki, demi menghindari mertua yang kejam. Namun, satu malam di ranjang yang sama menghancurkan rumah tangganya hingga ia diusir tanpa sempat menjelaskan apa pun pada suaminya. Kini, Ayu yang merasa terhina terpaksa menumpang pada Hideki. Sayangnya, sikap sang paman berubah dingin, tak lagi sehangat dulu saat merawatnya sejak kecil. Rahasia besar apa yang disembunyikan Hideki? Akankah Ayu kembali pada suaminya atau terjerat cinta terlarang?
Sampul Novel Kendra dan Lukanya
8.6
Kendra, pemuda kasar yang ditakuti semua orang, terus-menerus menolak perasaan Lea. Meski selalu diabaikan, gadis lugu dan gigih itu tidak pernah menyerah untuk melunakkan hati Kendra yang beku. Perjuangan tanpa lelah Lea perlahan mulai membuahkan hasil. Namun, tepat ketika Kendra akhirnya menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada Lea, takdir kejam menghampirinya. Kendra harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sisa waktu yang ia miliki untuk bersama Lea kini hampir habis.