APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Gadis Bunga

Cinta Gadis Bunga

Lucyana, seorang gadis biasa, mendadak jadi sorotan saat Nyonya Silviana menunjuknya sebagai pewaris tunggal. Perubahan nasib yang instan ini memicu penolakan dari orang-orang sekitar yang meragukan dirinya. Di tengah kepalsuan dan intrik kaum elite, Lucyana harus berjuang bertahan hidup. Mampukah ia menghadapi tekanan lingkungan barunya sembari menemukan sosok cinta sejati yang tulus?
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan harinya, Lucy kembali ke rumah besar itu, mengantarkan bunga. Kali ini Ia menemui satpam yang berbeda dari yang kemarin. Belumlah bertanya keberadaan Javier, ternyata orang kepercayaan Silviana itu sudah menunggunya. Kali ini Javier mengambil semua sisa bunga Lucy dan membayar sama persis yang seperti Lucy minta.

“Apa kau akan membuat pesta? Kenapa sampai memesan bunga sampai lima keranjang? Apa nyonya itu yang menyuruhmu, karena melihat aku dan kasihan kepadaku? Tolong jangan kasihani aku. Bukankah sudah aku katakan.”

“Jangan tersinggung Lucy. Nyonya mungkin akan kembali sore nanti. Besok pagi akan ada peresmian gedung baru. Kami akan menghias semuanya dengan bunga yang kau bawakan. Bisakah kau datang nanti sore sambil membawa bunganya? Kau bisa memesan taksi dan akan aku bayarkan ongkos taksimu nanti.” Tawar Javier.

“Tidak perlu repot repot memesan taksi. Aku punya sepeda dirumah. Aku akan membawanya dengan sepedaku. Itu akan cukup. Tenang saja.”

Javier senang dengan janji Lucy dan menunggunya tepat pukul tiga seperti yang mereka janjikan. Benar saja, Lucy membawa bunganya dengan sepeda. Beberapa satpam dan pegawan Bu Silviana datang membantu menurunkan bunga bunga.

“Sudah biarkan saja mereka yang menurunkannya untukmu. Nyonya Silviana sudah menunggumu. Kau bisa mengambil bayarannya sekalian.”

Lucy tersenyum dan mengiyakan. Lucy mengikuti langkah kaki Javier memasuki halaman rumah mewah yang membuat Lucy terkagum kagum. Mata Lucy terus memandangi keindahan rumah yang belum pernah Ia lihat sebelumnya. Hingga kakinya tersantung Javier.

“Maafkan aku Pak. Aku tak memperhatikan jalan.” Lucy meminta maaf sambil membungkuk. Ia baru sadar ternyata Silviana sudah berada didepannya.

“Oh Nyonya. Maaf saya tidak melihat anda. Rumah anda benar-benar membuat saya kagum.” Puji Lucy.

“Kau suka?” Tanya Silviana membimbing Lucy ke ruangan lain.

“Tentu saja. Tapi pasti sangat membingungkan sekali. Aku bisa salah masuk kamar kalau masuk kemari nyonya, hehe.” Lucy nyengir. Silviana hanya tertawa mendengarnya.

“Lucy, apa kau mau tinggal disini bersamaku? Menjadi anak dan pewarisku?’ Tanya Silviana langsung membuat Lucy kaget sekaligus geli. Akibatnya Lucy tertawa.

“Hahahah, anda sangat lucu sekali nyonya. Hahaha.” Lucy tertawa beberapa menit. Sementara Silviana hanya tersenyum dan mengangguk pelan.

“Anda serius nyonya?” Tanya Lucy menghentikan tawanya.

“Tentu saja. Aku menyukaimu Lucy, kau cantik, periang, sangat bekerja keras, jujur, aku suka semangatmu. Lalu yang paling penting, kau mengingatkan aku pada Josefina.” Silviana menunjukkan sebuah foto pada Lucy.

“Wah kami sangat mirip. Tapi tentu saja anakmu lebih cantik nyonya.”

“Dia cantik, sepertimu. Sayangnya Ia sudah meninggal Lucy.” Silviana jadi sedih. Lucy menoleh dan memeluknya erat.

“Maafkan aku nyonya. Kau pasti sangat sedih. Aku juga sangat sedih, saat ibuku tiba tiba meninggal dunia beberapa pekan lalu.”

“Aku turut sedih Lucy.” Silviana menghapus titik air matanya.

“Tapi maaf nyonya, aku tidak bisa menerima tawaran darimu walau itu sangat menggiurkan untuk orang miskin sepertiku.”

“Kenapa Lucy? Bukankah barusan kau bilang menggiurkan? Kenapa tidak?” Silviana kecewa berat.

“Aku.. Aku hanya tak bisa nyonya.”

“Kenapa?” Silviana sudah hampir menangis. Padahal Ia sudah sangat yakin, jika Lucyana akan mau menjadi anaknya.

“Ayahku, dia menjadi sangat labil sekarang. Ia baru saja kehilangan pekerjaannya. Sementara saudaraku tak bisa aku andalkan nyonya. Aku benar benar minta maaf karena membuatmu kecewa.”

“Baiklah, aku paham. Tapi kau masih akan membawakan aku bunga bukan? Aku suka bungamu Lucy. Indah, wangi, dan cantik. Sepertimu Lucyana.” Puji sang nyonya tulus.

“Terima kasih nyonya. Aku pasti akan membawakanmu bunga, setiap hari seperti sebelumnya.”

“Baguslah kalau begitu, jangan panggil aku nyonya. Apa kau belum tahu namaku? Aku Silviana.”

“Oh, baiklah bu Silviana.”

Silviana hanya tertawa dan mengajak Lucyana berkeliling lagi. Silviana mengajak Lucy saling membuka diri, Silviana juga menceritakan mengenai dirinya, kematian suami dan anaknya yang berakhir tragis. Lucyana sampai menangis dan menitikkan air mata saja mendengar kesedihan Silviana, Ia tahu betul rasanya kehilangan.

“Bisakah kau datang lagi besok pagi ke kantorku?” pinta Silviana. “Biarkan Javier menjemput ke rumahmu.”

“Aduh nyonya, untuk apa anda mengundangku ke sana? Akan sangat memalukan bagiku ikut serta. Aku juga tak faham pekerjaan kantoran. Oh ya, apakah pekerjaan yang Javier sebutkan itu nyonya, bisakah aku mendapatkan itu saja?” tanya Lucy berharap.

“Aku tadi sudah mengatakannya Lucy, aku ingin kau menjadi anakku, penerusku, itu pekerjaannya,” ucap Silviana tersenyum.

“Oh yang itu. Maaf nyonya. Jawaban dariku sama saja. Maafkan aku. Aku pikir mungkin menjadi asisten rumah tanggamu, merawat kebun, atau apapun,” kata Lucy nyengir.

Silviana hanya tersenyum, Ia masih yakin, Lucy akan merubah keputusannya nanti. Datanglah kemari jika kau berubah pikiran Lucy. Seperti biasa, jka aku tidak ada, maka cari saja Javier, bisakah kau melakukannya?” pinta Silviana.

“Tentu saja nyonya. Terima kasih sudah baik padaku.” Lucy melempar senyum. Ia lalu berpamitan setelah menerima bayaran atas bunga-bunga yang baru saja diantarnya.

Lucy mengayuh sepedanya dengan perlahan. Jalanan cukup sepi. Lagipula, ini kawasan perumahan, yang lalu lalang hanyalah beberapa kendaraan pribadi saja.

“Apa yang nyonya itu pikirkan sampai mau menyuruhku jadi anaknya? Ah aku sangat tidak memahaminya. Pikiran orang kaya itu memang suka aneh.” Lucy hanya geleng geleng pelan.

Kali ini Lucy tidak mampir ke pasar. Bahan makanannya masih cukup. Lucy akan segera membayar tagihan listrik dengan uang itu. Sudah dua bulan mereka tidak membayar tagihan listrik. Bisa-bisa listrik mereka akan diputus, jika bulan ini tidak segera membayar.

Sampai dihalaman rumah, Lucy Nampak kaget melihat beberpa sepeda motor terparkir sembarangan didepan, membuat Lucy kesulitan memasukkan sepedanya, terhalang sepeda motor.

“Ini sepeda motor punya teman kak Pablo? Dasar mereka ini. Parkir motor saja tidak bisa. Huh. Ada berapa banyak orang yang datang? Gaduh sekali sepertinya?” Tanya Lucy bicara sendiri.

“Aku tidak mau dengar alasan lagi Pablo! Mana?” teriak seseorang mengagetkan Lucy yang memarkir sepeda di samping rumah.

“Siapa itu? Kenapa berteriak? Apa yang Pablo lakukan?” batin Lucy segera berlari masuk.

“Tunggulah beberapa hari lagi bang. Aku akan membayarnya.” Pablo menjawab pelan.

“Hei Jorge, bagaimana, kenapa kau diam saja?” bentak pria itu pada ayah Lucy.

“Kenapa membentak ayahku? Ada apa ini?’ Tanya Lucyana langsung. Ia mendekati kursi ayahnya dan memandang satu persatu tamu yang semuanya lelaki bertubuh kekar.

“Hah kau rupanya. Kakakmu ini punya hutang padaku. Dia janji akan membayarnya. Dia bahkan bilang adiknya sudah punya uang, jadi mana uangku?’ terang pria yang duduk disamping Pablo yang sedari tadi hanya diam menunduk saja.

“Uang apa? Berapa banyak yang Pablo minjam sampai kalian harus datang beramai ramai seperti ini? Bukankah hanya Rp 150.000,- saja?” Tanya Lucy mengeluarkan dua lembar uang. Satu berwarna merah dan satunya berwarna biru, dari sakunya dan menyerahkannya.

“apa? Rp 150.000,-?” Pria itu tertawa lebar memegang uang yang disodorkan Lucy. Mulutnya terbuka sangat besar. Membuat Lucy jijik padanya. Semua laki-laki bertubuh besar ikut tertawa bersama pria itu, yang seperti bos mereka.

“Kenapa kau tertawa, memang benar bukan?” Tanya Lucy.

“Mana cukup Lucy,” bisik sang ayah pelan.

“Memang berapa banyak ayah?” Tanya Lucy ikut berbisik.

“Banyak Lucy, banyak sekali. Sekarang diamlah. Biar Pablo yang bicara.”

Lucy hanya diam, menuruti ayahnya. Ia heran sekali kenapa pria pria itu membuat kakaknya sangat ketakutan, sudah berapa banyak hutang kakaknya itu, sampai Pablo harus ketakutan begitu dikerubungi pria pria bertubuh besar.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Tersulut Kembali
8.0
Demi melindungi buah hatinya dari tuntutan hak asuh Raditia, Selina memilih lenyap setelah persalinan tragis yang nyaris merenggut nyawanya. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi. Raditia, yang sempat hancur karena percaya Selina telah meninggal, kini gigih mengejar mantan istrinya yang sudah memulai lembaran baru. Di tengah kekacauan dan luka masa lalu yang diungkit kembali oleh Raditia, Selina dihadapkan pada pilihan sulit: memaafkan atau tetap melangkah pergi.
Sampul Novel Kasih Terlarang
9.0
Anna terus meragukan keseriusan Keymal yang tiada henti mengejarnya, padahal status mereka adalah saudara tiri. Keymal bertekad membuktikan ketulusan cintanya, tetapi sikapnya yang posesif dan memaksa justru membuat batin Anna tersiksa. Terjebak dalam pergolakan moral dan rasa bersalah, mampukah Anna akhirnya menerima perasaan sang kakak? Kisah romansa modern ini menyoroti konflik cinta rumit yang terbentur norma keluarga dalam hubungan yang dianggap tabu.
Sampul Novel Maaf, Aku Tidak Pantas Buatmu
8.6
Irfan, pria tampan dan taat beragama, masih terluka karena penolakan Iffah yang merasa tidak sepadan dengannya. Padahal, kecerdasan dan kesalehan Irfan membuatnya menjadi sosok dambaan. Di saat alasan penolakan itu masih menyisakan tanya, hadirlah Rayhan, seorang lulusan Malaya University yang berupaya mendekati Iffah. Situasi ini membuat Iffah bimbang. Haruskah ia membuka hati untuk Rayhan, ataukah ia akan kembali merajut asa bersama Irfan, cinta lama yang masih tersimpan di hatinya?
Sampul Novel Menantu yang Baik
8.5
Sebagai seorang istri dengan kebutuhan biologis yang luar biasa tinggi, wanita ini harus menghadapi siksaan fisik setiap kali masa suburnya tiba. Biasanya, sang suami yang berfisik tegap selalu mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, situasi berubah sulit ketika suaminya menjadi sangat sibuk dan harus pergi melakukan perjalanan bisnis selama lebih dari dua minggu. Ditinggal sendirian dalam waktu lama membuat tubuhnya didera rasa gatal dan kesepian yang tak tertahankan akibat hasrat yang tak terpenuhi.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula harmonis seketika hancur setelah ia menemukan barang milik wanita lain di koper suaminya. Kejadian itu menyingkap berbagai rahasia kelam serta tabiat buruk sang suami yang selama ini tertutup rapat. Dirundung rasa sakit hati yang luar biasa, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang sangat sulit. Apakah ia akan memilih bertahan dalam kepedihan, atau justru mengumpulkan kekuatan untuk membalas pengkhianatan menyakitkan tersebut?
Sampul Novel Suami dan Anakku Direbut Sahabatku
8.2
Pernikahan sepuluh tahun hancur seketika akibat unggahan foto mantan sahabat. Dalam potret tersebut, sang suami dan putra kandung sang protagonis tampak begitu akrab dengan Sophie dan putrinya, layaknya sebuah keluarga utuh. Alih-alih mendapatkan penjelasan setelah melayangkan komentar sindiran, ia justru disudutkan. Sang suami menuduhnya mengacaukan pemulihan kondisi Sophie, sementara putranya sendiri mendorongnya demi membela anak Sophie. Muak dengan pengkhianatan ganda ini, ia melemparkan surat cerai dan memilih pergi meninggalkan mereka berempat.