APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Ellina

Cinta Ellina

Mimpi Ellina sangat sederhana: ia ingin menikah di hari Valentine dan hidup bahagia selamanya. Namun, keceriaan perempuan ramah ini seketika sirna saat suaminya hanya memberi kebahagiaan palsu. Bayang-bayang cinta pertama sang suami terus mengusik pernikahan mereka, membuat Ellina berada di titik terrapuhnya. Kini, ia dihadapkan pada ketidakpastian. Akankah sang suami kembali ke masa lalu, ataukah impian indah Ellina akan terwujud?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Hufh! Aku jadi bingung harus masak apa yah?" Tanya Ellina. Pada dirinya sendiri, lalu dia pun membuka kulkas dan disana tertata rapi bahan makanan mentah, sayuran, daging dan ikan juga telur, Ellina hanya melongo lalu dia mengambil beberapa butir telur dan juga ikan, dan dia pun mulai memotong ikan dan tentunya juga mengambil sayuran untuk dia masak. 

"Aku coba masak ini, ibu sudah pernah memberi tahu aku sedikit cara memasak," ucap Ellina. Dia jadi teringat dengan pesan ibunya untuk belajar memasak andai dia menuruti saran ibunya pasti tidak akan begini jadinya, Ellina pun kini bertarung didapur dengan pearalatan dapur milik Reno. 

Sementara itu dikediaman Aditama. Reno sedang berbincang dengan Ayah, kakenya juga kakak iparnya diruang keluarga, sedang para wanita memasak didapur untuk makan malam bersama. 

"Bagaimana kamu bisa sehebat itu, Ren?" Tanya Elvano pada adik iparnya. 

"Ah Kak Vano biasa saja kak, masih hebatan Ayah," jawab Reno sambil tersenyum pada Ayahnya 

"Siapa dulu dong Ayahnya. Pastinya jiwa bisnisku menurun pada putraku, lihat lah baru lulus kuliah saja sudah menjadi CEO diperusahaan yg dia bangun dan rintis sendiri, dia memang putra kebanggaanku, oh ya kapan rencana memindahkan perusahaanmu ke Jakarta Ren?" Tanya Dewa sang Ayah. 

“Mungkin bulan ini sudah bisa, Yah. soalnya sekertaris ku sudah mengurus semuanya, dan menjual perusahaan disana untuk membeli sebuah perusahaan dibidang properti disini, dan mungkin mulai besok aku akan melihat keadaan perusahaan itu," Ucap Reno. 

Baguslah, cucu Kakek memang sangat mandiri sekarang tidak hanya mengandalkan orang tua saja," Ucap Adrian. 

"Karena dia putra ku Pah, kebanggan ku," Sahut Dewa yg kini menatap putranya yang seakan bercermin pada dirinya sendiri saat muda dulu, saat melihat semangat Reno dia ingat masa remaja dulu namun dia berbeda karena masa remaja dia habiskan untuk bersenang-senang, dan nampak nya kemandirian putranya ia dapat dari Renata istrinya. 

"Tentu saja, lihat lah kalian Ayah dan Anak bagai pinang dibelah dua, iya kan Kek," Ucap Elvano sambil terkekeh, menantu pertama keluarga Aditama itu sudah sangat akrab dengan Ayah dan Kakek mertuanya. 

"Benar Kak aku juga mersa seperti itu, dan kalian tahu Kak, kek aku juga menemukan kembaran Bunda. Dia sangat mirip dengan Bunda, saat melihatnya aku sangat terkejut, aku kira dia itu Bunda, tapi masa ia Bunda memakai pakaian modern dan memakai celana jeans kan gak mungkin,"ujar Reno sambil tertawa kecil saat melihat penampilan Ellina saat itu sangat berbeda jauh dengan Bundanya.

"Benarkah? Terus dimana dia sekarang?" Tanya Dewa penasaran. 

"Di apartemenku, Yah. Dia berhutang padaku 10 juta jadi aku menjadikannya asisten kebetulan aku butuh asisten, untuk mengurus apartemen ku," Ucap Reno dengan santai. 

"Kok bisa Ren? Memang kenapa kok dia bisa berhutang, banyak seperti itu padamu?" Tanya Elvano yang kini ikut penasaran. 

"Dia kena dia kena tipu yah dan barangnya dirampok jadi barangnya hilang semua, terus dia dikejar petugas bandara karena merusak barang penumpang lain, kebetulan dia minta bantuanku kak, ya sudah aku manfaatkan saja dia haha," Jawab Reno lalu tertawa kecil mengingat kejadian dibandara. 

"Hahahaha Dewa, ternyata pikiran licik mu menurun pada putra mu," Ledek Adrian sambil tertawa terbahak-bahak membuat Dewa dan Reno saling melirik melihat Adrian yang kini tertawa dengan terbahak-bahak.

"Ayah dan Kakek kenapa?" Tanya Reno dengan wajah sok polosnya. 

"Sudahlah lupakan Ren, Kakek memang seperti itu tidak ingat umur kalau sudah kumat penyakit jahilnya," Ucap Dewa pada putranya, Reno pun hanya mengangguk mendengar ucapan Reno. 

"Hati-hati Nanti bukan dijadiin Asisten untuk membersihkan rumahmu, tapi malah jadiin asisten hidupmu kamu, yang benar-benar mengatur kehidupanmu lalu kamu akan tunduk padanya, seperti Ayah mu yg takut pada Bunda mu," Ucap Adrian. Yang kembali terkekeh. 

"Sudahlah Kek, jangan bercanda terus, Kakek tahu sendiri kan kalau aku tuh masih mengharapkan Alya, aku masih mencintainya kek, dan aku ingin Alya lah yang menjadi pendamping hidupku," Ucap Reno yang kini terlihat sedih. 

"Hey jagoan Ayah sudah jangan sedih, kamu harus bisa mendapatkan Alya nak, hanya kamu harus berjuang untuk mendapatkannya, seperti Ayah yang dulu berjuang demi mendapatkan Bunda mu," ucap Dewa yang memberikan semangat pada putranya itu.

"Tuhkan ngaku sendiri sekarang," Sahut Adrian sementara Elvano yang diam menyaksikan perdebatan antara Ayah dan Kakek mertuanya. 

"Sudah dong Pah!" ucap Dewa sambil mendengus karena kesal pada Ayahnya yang terus menggodanya, sedang Reno tersenyum melihat Ayahnya yang sedang kesal. 

"Kak Bara kapan pulang dari New York Yah?" Tanya Reno menanyakan Kakak Angkatnya. Mia

"Mungkin bulan depan, sekalian mengenalkan calon istrinya," jawab Dewa, Bara adalah putra yang Dewa dan Renata adopsi sebelum Reno lahir karena mereka kasihan pada bayi yang ditinggalkan sang ibu setelah melahirkannya ibu sang bayi meninggal dunia. 

"Wah mau dapat kakak ipar lagi nih aku sebentar lagi," Ucap Reno sambil tersenyum lebar, dan dijawab anggukan oleh sang Ayah. 

"Hayo pada ngomngin apa nih?" tanya Renata yg baru datang dan bergabung. 

"Nggak kok bun, cuma lagi ngomongin kak Bara yang mau bawa calon kakak ipar pulang dari New York," sahut Reno. 

"Oh gitu, oh ya makanan udah siap tuh ayo kita makan," ajak Renata, lalu Adrian, Elvano dan Reno pun kini menuju ruang makan, sementara Dewa masih terduduk disofa. 

"Kenapa?" Tanya Renata yang melihat suaminya masih terduduk disofa. 

"Tidak ada apa-apa, hanya aku tidak percaya kalau putra kita dan putri kita sudah besar yah sekarang, padahal aku merasa baru kemaren menggendong dan menimang Mereka juga mengajak main bola dihalaman," Ucap Dewa, membuat Renata tersenyum lalu duduk disamping Dewa, dan mengenggam tangan Dewa

"Aku juga merasa seperti itu mas, cepat sekali waktu berlalu, sekrng usia Reno sudah 25 tahun, tapi dia sudah mapan dan sukses cuma sayangnya dia blm membuka hati untuk gadis lain, dia masih saja berharap pada Alya, kita sebagai orang tua hanya bisa bersabar, menunggu Reno membawa seorang gadis untuk menjadikannya menantu kita, kita tidak boleh menjodoh-jodohkan kan dia karena aku takut dia tidak akan bahagia, sudahlah sekarang ayo kita makan, aku membuat makanan kesukaan mu," Ucap Renata, Dewa pun mengecup Tangan istrinya dengan lembut penuh kasih sayang. 

"Benarkah? Ayo mas juga sudah sangat lapar," Ucap Dewa lalu mengikuti Renata menuju ruang makan, kini mereka pun makan malam bersama-sama. 

"Bun, tolong bungkusin buat aku bawa pulang ya," Ucap Reno. 

"Emang kamu mau makan lagi Sayang?" tanya Renata pada putranya yang tumben-tumbenan meminta untuk dibungkuskan makanan. 

"Kakak gak nginep disini?" Tanya Inna yang memang masih merindukan sang kakak kesayangannya itu, maklum lah 5 tahun dan jarang bertemu karena itu lah dia sangat merindukan kakaknya itu. 

"Nggak Inna, kakak harus membereskan apartemen kakak," Jawab Reno

"Buat Calon mantu kakek Ren? Beres-beres atau nemenin asisten cantikmu Ren," goda sang Kakek yang senang menggoda Reno, tapi membuat Renata mengernyit kan keningnya. 

"Menantu?" tanya Renata menatap Dewa lalu Reno, Dewa hanya menggedikkan bahunya. 

"Enggak kok Bun, cuma asisten baru di apartemen Reno aja, Bunda jangan salah paham," Ucap Reno. 

"Awas ya kalau bikin malu keluarga," Ucap Renata dengan tatapan tajam, sedang Dewa hanya terkekeh melihat Renata yang kini menatap putranya dengan tatapan tajamnya. 

"Udah ah bun, Reno pulang dulu," Ucap Reno lalu pamit pada semua keluarganya, sedang Renata menyiapkan makanan untuk Reno bawa pulang. 

"Bawa ini, Nak. Berikan juga asistenmu itu," Ucap Renata dengan tersenyum. 

"Baik Bun, oh ya Inna kalau nanti tidak ada kuliah kamu mampir ke apartemen kakak yah, ini alamatnya," Ucap Reno dan Inna pun menerima kertas alamat apartemen kakaknya itu, kini Reno pun pergi meninggalkan rumah keluarganya untuk kembali ke Apartemennya.

*****

Kini Reno pun sampai di apartemennya, ia pun masuk ke apartemennya. Namun, tiba-tiba dia mendengar tangisan seseorang di dapur, Reno pun langsung menuju kedapurnya. 

"Ya ampun Ellin, apa yang kamu lakukan pada Dapurku? Ya Tuhan Dapurku jadi seperti kapal pecah dan makanan itu terbuang sia-sia!" Teriak Reno yg melihat dapurnya berantakan dan telur yang sudah gosong juga ikan yg dipotong tak berbentuk oleh Ellina. 

"Huaaaaaaa, aku kan sudah bilang aku tidak bisa masak tuan, tapi kau memaksa ku untuk tetap memasak hiks..hikss," Ucap Ellina sambil terus menangis. 

"Ya Tuhan, kenapa hidupku jadi seperti ini," Ucap Reno sambil mengusap kasar wajahnya. 

"Maaf tuan hiks...," Ucap Ellina sambil tetap menangis dan kali inj makin kencang.

"Sudah jangan menangis terus, sekarang rapikan dapurnya, dan istirahat lah,” perintah Reno yang gemas sekaligus kesal melihat Ellina yang persis seperti anak kecil saat menangis seperti itu.

"dasar gadis bodoh, pasti dia sangat manja sampai tidak bisa masak karena terlalu dimanjakan," Gumam Reno. 

"Tuan," Panggil Ellina

"Apalagi hah!" Bentak Reno. Terlihat sangat ketus. 

"Aku lapar tuan, seharian ini belum makan apa-apa,” Sahut Ellina dengan wajah memelas. 

"Hadeh gadis ini benar-benar membuat ku kesal! Ya sudah makanlah setelah kau membereskan semuanya, makanannya ada diruang tamu, dan kamarmu disebelah ruang TV, setelah semuanya beres istirahat lah, jangan lupa besok kau bangun pagi-pagi untuk merapikan Apartemenku, aku juga lelah ingin istirahat," Ucap Reno. 

"Baik Tuan," Sahut Ellina, lalu mengambil makanan di ruang tamu dan memakannya dengan lahap karena memang dia sangat lapar. 

"Makanannya sangat lezat seperti masakan rumahan, aku jadi rindu mamaku," Ucap Ellina. Lalu setelah dia makan, Ellina pun merapikan dapur yang dia berantakan dan setelah itu dia pergi ke kamar yang ditunjukkan oleh Reno untuk beristirahat.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Untuk dr. Saka
7.9
Kehidupan Dokter Saka hancur setelah perempuan yang sangat ia cintai memutuskan menikah dengan abang kandungnya sendiri. Pengkhianatan menyakitkan itu seketika meremukkan kesetiaan serta komitmen yang selama ini ia pertahankan. Walau ia sangat andal dan genius dalam memulihkan kesehatan para pasien di rumah sakit, Saka kini justru tak berdaya menyembuhkan kepedihan batinnya sendiri. Sanggupkah sang dokter memulihkan kembali hatinya yang telah hancur lebur?
Sampul Novel Diary Istri CEO
9.5
Aisyah, lulusan Manajemen Pendidikan Islam, merantau ke Jakarta untuk berdakwah. Namun, ia justru dihina saat melamar di perusahaan milik Rahman. Rahman, sang CEO sukses, berubah menjadi nakal sejak batal menikah dengan Cindy akibat masalah kesuburan. Suatu hari, takdir membuat Aisyah mengetahui rahasia Rahman. Demi menjaga kehormatan, ia bersedia dinikahi. Walau sempat ragu dengan kondisinya, Rahman akhirnya menerima syarat Aisyah untuk berikhtiar bersama demi masa depan.
Sampul Novel Gairah di Jalur Umum
8.7
Ketika sang kakak mengalami masalah kesehatan, sang adik ipar datang dan menginap di rumah untuk memberikan bantuan atas permintaannya. Namun, kehadiran kerabat dekat ini justru membawa ketegangan baru dalam rumah tangga. Pada suatu malam, setelah mengonsumsi alkohol hingga mabuk, batas-batas kesopanan mulai runtuh dan naluri liar yang terpendam akhirnya meledak, mengubah dinamika hubungan mereka selamanya dalam novel romantis modern Gairah di Jalur Umum.
Sampul Novel Hanya Menjadi Wanita Pengganti
9.8
Naya nekat menggantikan posisi adiknya, Naila, yang kabur di hari pernikahan demi menjaga kehormatan keluarga. Ia pun menikah dengan Zayn, pria yang lama dipujanya, meski Zayn menegaskan hanya mencintai Naila. Naya tetap berjuang memikat hati suaminya. Saat Zayn mulai jatuh hati, rahasia di balik kepergian Naila mendadak terungkap. Zayn pun dihadapkan pada pilihan sulit: kembali pada Naila atau mempertahankan Naya.
Sampul Novel Harta, Tahta, Perjodohan
8.8
Demi ambisi orang tua, dua remaja SMA terjebak dalam rencana perjodohan paksa. Laluna Hasywa, gadis rupawan berpendirian kokoh, menolak keras karena meragukan ketulusan calon suaminya. Sebaliknya, Biru Al Arsakha, sang pewaris tampan Arsakha Company, sempat menolak sebelum akhirnya berbalik arah. Kini, Biru harus berjuang keras demi meluluhkan hati Laluna yang begitu keras. Akankah kegigihan sang pewaris mampu meruntuhkan benteng pertahanan gadis pilihannya?
Sampul Novel Jangan Hancurkan Hatiku
8.2
Evelyn Carter awalnya dikagumi karena dinikahi Victor Blake, pewaris Beaumont yang berjanji menjaganya terlepas dari keterbatasan fisiknya. Sialnya, mimpi indah itu sirna ketika Evelyn tahu bahwa cacat di kakinya adalah akibat perbuatan suaminya sendiri. Merasa dikhianati oleh sosok yang paling ia percayai, ia menolak untuk terus terpuruk. Kini, Evelyn bertekad menata ulang hidupnya dan bangkit demi membalaskan semua rasa sakit hati yang telah ia lalui.