APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+

Cinta dan Gairah 21+

Antologi romansa dewasa ini menyajikan kumpulan kisah penuh gairah dengan latar belakang tokoh yang beragam. Pembaca akan diajak menyelami dinamika emosional yang mendalam dari berbagai profesi, mulai dari kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, kuli bangunan, hingga pesona para suami, manajer, dan CEO. Setiap cerita dirancang secara unik untuk memenuhi fantasi Anda melalui narasi yang memikat. Nikmati jalinan alur yang intens dan penuh warna di dalam buku ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari di rumah mewah itu terus berlalu, membawa dengan mereka perasaan yang rumit dan hubungan yang semakin terjalin di antara Tati dan Bara. Meskipun Dina masih sempat merasa agak curiga oleh insiden sebelumnya, namun Bara dan Tati tidak bisa menahan hasrat mereka untuk melanjutkan hubungan terlarang itu.

Suatu malam, ketika rumah sepi dan gelap, Bara menyelinap ke kamar Tati. Lampu malam yang lembut menyinari keintiman mereka yang tersembunyi dari pandangan yang tidak diinginkan.

"Tati sayang," bisik Bara dengan suara lembut.

Tati, yang sedang mulai terlelap di tempat tidur, menoleh ke arah Bara dengan mata penuh nafsu. "Apa ini tidak beresiko, Bara?"

Bara terus mendekat, meraih wajah Tati dengan penuh hasrat. "Kita harus terus melanjutkan ini, Tati. Kita tak bisa terus menerus menahan hasrat kita lagi."

Tati pun tersenyum menggoda, merasakan getaran keinginan yang sama. "Kita akan berhati-hati, Bara. Tak ada yang boleh tahu."

Keduanya pun kembali terlibat dalam keintiman yang tak terbendung, melupakan sementara dunia luar yang penuh dengan rahasia dan risiko. Mereka menyadari bahwa setiap pertemuan adalah permainan berbahaya, namun hasrat dan keinginan mereka melebihi segalanya.

Meski malam itu mereka tak bisa lama-lama bercinta, target mereka paling tidak bisa menuntaskan hawa nafsu birahi yang tak tertahankan. Dengan nafas terengah-engah, Bara segera memakai kembali semua pakaiannya yang berserak di lantai kamar Tati, sementara sang pembantu masih telanjang bulat terlentang di atas ranjang kamarnya.

Tati tersenyum puas menatap Bara yang sedang sibuk memakai pakaiannya kembali.

“Terima kasih, Bara!” meski gak lama, tapi tadi cukup bikin aku puas, besok-besok kita lakukan lagi yah!” ucap Tati sambil mengedipkan satu matanya pada Bara dan sang majikan pun membalasnya dengan memberikan kecupan mesra di bibir Tati.

“Ehmmpphh...ceppp..cuppp..cuuppp...ehmmpghh...! Pasti Tati sayang! Heheh!” balas Bara dengan wajah penuh hasrat. Bara pun segera keluar dari kamar tati dengan mengendap-endap malam itu untuk kembali masuk ke kamarnya dimana Dina saat itu sedang terlelap tidur.

***

Beberapa hari berlalu, Dina terlihat semakin terlibat dalam bisnisnya yang sedang berkembang. Sibuk dengan pertemuan dan perjalanan bisnis, Dina lagi-lagi menjadi kurang memperhatikan perubahan yang terjadi di rumahnya. Bara dan Tati terus menjalani hubungan terlarang mereka, mencuri-curi waktu di antara keterpisahan yang semakin jauh dengan Dina.

Suatu pagi, setelah Dina pergi urus bisninya dan anak-anaknya pergi ke sekolah, Bara dan Tati kembali bersatu di dalam rumah yang sunyi. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk mengejar hasrat yang tak pernah pudar.

Tati, yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk tipis, melangkah mendekati Bara yang duduk di sofa. Bara meliriknya dengan mata penuh hasrat birahi.

"Tati, kau membuatku gila," ujar Bara sambil menggenggam tangan Tati.

Tati tersenyum, menarik Bara lebih dekat. "Dan kau membuat hatiku berdebar-debar, Bara."

Mereka pun lagi-lagi terlibat dalam keintiman yang semakin memanas, terlena oleh hasrat yang tak terbendung.

***

Pagi itu, sinar matahari yang lembut memasuki kamar Tati. Dina sudah berangkat ke tempat bisnisnya dan Arya pergi ke sekolah, meninggalkan rumah dalam keheningan. Hanya tinggal Bella, si bungsu, yang baru saja terbangun dari tidurnya. Tanpa ragu, ia menuju ke arah kamar Tati untuk meminta Tati membikinkannya segelas air susu.

Pintu kamar yang kebetulan tak terkunci membuat Bella dengan mudah masuk ke dalam. Saat melihat Tati dan Bara yang sedang bergumul dan tubuh telanjang berada di kasur, Bella berkata dengan polosnya sambil kucek-kucek mata.

"Sedang apa Ayah dan mbak Tati, koq di kasur?" tanya Bella dengan matanya yang lucu.

Bara dan Tati pun terkejut lalu saling melihat satu sama lain, panik karena ketahuan oleh Bella. Mereka berdua coba menyusun ekspresi wajah yang terlihat santai, meski hati mereka berdua berdegup kencang.

"Oh, Bella, kita sedang bermain-main saja," ucap Bara dengan senyum yang terasa kaku.

Tati menambahi dengan tergagap, "Iya, Bella. Kita berdua hanya sedang bercanda di kasur. Kamu tahu kan, kadang-kadang orang dewasa juga suka bermain-main."

Bella membulatkan matanya, mencoba memahami alasan yang diberikan oleh Bara dan Tati. "Oh, seperti itu ya. Kenapa di kasur?"

Bara dan Tati saling pandang, mencari jawaban yang tepat. "Karena kasur ini nyaman, Bella. Kadang-kadang kita suka duduk-duduk di sini," ujar Tati dengan tersenyum.

Bella tampak masih penasaran. "Boleh aku ikutan bermain?"

Bara dan Tati melirik satu sama lain, kemudian kembali tersenyum. "Tentu saja boleh, Bella. Tapi kita harus diam-diam ya, jangan ceritakan ke Arya atau Mama," pinta Bara.

Bella mengangguk dengan polos. "Oke, Ayah."

Mereka berdua kemudian melanjutkan permainan yang telah terhenti akibat kehadiran Bella. Bara dan Tati berusaha memainkan peran dengan lebih hati-hati agar tidak terlihat mencurigakan. Namun, ketidaknyamanan menjadi terasa di kamar Tati itu.

Beberapa saat kemudian, Bella yang telah ikutan duduk di kasur menyadari sesuatu. "Eh, Ayah, Mbak Tati, tadi pintu kamar tidak dikunci ya?"

Bara dan Tati saling pandang dengan ekspresi terkejut. Mereka kelupaan mengunci pintu setelah Dina dan Arya pergi. Hatinya berdebar-debar ketika menyadari betapa besar potensi bahaya dari situasi ini.

Tati berusaha tersenyum sambil berkata, "Oh, itu hanya kelupaan kami. Kamu tidak boleh memberi tahu siapa pun, ya, Bella?"

Bella mengangguk penuh semangat. "Tentu saja, Tati. Rahasia kita, ya!"

Bara dan Tati saling pandang dengan rasa cemas yang tidak bisa mereka ungkapkan. Mereka tahu bahwa rahasia mereka semakin terancam dengan Bella yang mengetahui insiden di dalam kamar.

Beberapa jam kemudian, Dina dan Arya kembali ke rumah. Bella dengan riangnya menceritakan hari-harinya, namun diam tentang apa yang dilihatnya di kamar Tati. Bara dan Tati merasa lega, berharap bahwa kejadian itu tidak akan mencuat ke permukaan.

***

Malam itu, suasana rumah mewah milik Bara dan Dina dipenuhi ketegangan. Bara duduk di ruang tamu dengan ekspresi khawatir yang sulit untuk disembunyikan. Tati, yang berdiri di hadapannya, mencoba memberikan kabar yang tidak terduga.

"Bara, aku merasa mual-mual belakangan ini, dan gejala itu semakin sering muncul," ucap Tati dengan hati-hati.

Bara terdiam, matanya memancarkan rasa panik. "Apa maksudmu, Tati?"

Tati menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab, "Aku pikir, Bara, mungkin aku hamil."

Bara melongo, tidak percaya dengan berita yang baru saja didengarnya. "Hamil? Bagaimana ini bisa terjadi? Kita harus melakukan sesuatu!"

Tati mengangguk, "Saya tahu ini sulit, Bara. Saya pikir kita harus menyusun rencana agar saya bisa resign dari pekerjaan ini."

Bara berpikir sejenak, mencoba menemukan solusi. "Ya, kita perlu mengurus ini dengan hati-hati. Dina pasti akan curiga jika tiba-tiba kau resign tanpa alasan yang jelas."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Evelyn, mantan pewaris manja, jatuh miskin akibat jebakan putri kandung keluarga angkatnya hingga ia diusir. Tak tinggal diam, ia bangkit dan menunjukkan jati dirinya sebagai dokter, peretas, serta desainer jenius. Ketika mantan orang tua angkat menuntut kekayaannya, Evelyn menolak keras. Ia juga mengabaikan mantan tunangan yang mengemis cinta. Di puncak keberhasilannya, seorang pria misterius yang sangat berpengaruh datang melamar, menjanjikan masa depan baru baginya.
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana menjadi istri penurut yang diabaikan Bima tanpa kehangatan. Begitu sang kakek berpulang, ia langsung diceraikan agar suaminya bisa bersama wanita idaman lain. Saat terpuruk, Hana malah dipertemukan dengan Matheo. Kesalahpahaman besar membuat bos yang kejam itu menuduhnya sebagai mata-mata. Pertemuan tak terduga dengan pria dingin tersebut seketika mengubah total seluruh garis kehidupan Hana selanjutnya.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Demi mengatasi masalah keuangan, Anggita yang berumur 20 tahun nekat menggunakan aplikasi Sugar Baby. Walau awalnya diremehkan karena penampilan fisiknya, ia justru menarik perhatian Devano Abimanyu, seorang pengacara sukses. Devano bersedia menyokong hidup Anggita, namun dengan aturan yang sangat mengikat: dia memegang kendali atas segalanya, menawarkan kepuasan, dan melarang keras adanya cinta. Mampukah Anggita menjaga hatinya agar tidak melanggar batasan tersebut?
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
9.4
Danielle sangat menyesali masa lalu yang menghancurkan keluarganya akibat salah memercayai orang. Kini, setelah terlahir kembali, ia bertekad memakai kecerdasan serta pesonanya untuk membalas dendam. Tak diduga, ia menjelma jadi sosok berpengaruh berkat identitas rahasia, hingga dilindungi empat keluarga besar dan kelompok pembunuh. Di puncak kejayaannya, sang suami tampan yang dulu ia abaikan kini kembali untuk mengklaim cintanya di hadapan dunia.
Sampul Novel Melepas Masa Lalu
9.2
Hubungan lima tahun Lisa Garta mendadak berubah setelah ia menagih utang kepada Kelly, keponakan tunangannya sendiri. Keesokan harinya, sang tunangan justru menyodorkan buku catatan pengeluaran yang merinci setiap biaya selama mereka berpacaran, mulai dari es krim murah hingga barang mewah dan akomodasi hotel. Setelah dikurangi pinjaman Kelly sebesar 200 juta, Lisa dituntut untuk melunasi sisa utang sebesar 4,16 miliar rupiah dalam waktu satu bulan saja.
Sampul Novel My Hot Daddy
8.7
Demi mengatasi krisis keuangan, Joanna nekat menjadi sugar baby bagi Regan. Pengusaha kaya itu menetapkan aturan tegas agar mereka tidak saling jatuh cinta. Namun, saat menikmati kehidupan mewah, Joanna justru tidak sengaja mengungkap rahasia kelam tentang sosok Regan yang sesungguhnya. Kini ia didera kebimbangan besar, apakah harus bertahan demi materi atau pergi demi keselamatan hatinya. Di tengah larangan keras itu, mampukah cinta tetap tumbuh di antara mereka?