APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+

Cinta dan Gairah 21+

Antologi romansa dewasa ini menyajikan kumpulan kisah penuh gairah dengan latar belakang tokoh yang beragam. Pembaca akan diajak menyelami dinamika emosional yang mendalam dari berbagai profesi, mulai dari kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, kuli bangunan, hingga pesona para suami, manajer, dan CEO. Setiap cerita dirancang secara unik untuk memenuhi fantasi Anda melalui narasi yang memikat. Nikmati jalinan alur yang intens dan penuh warna di dalam buku ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tati memandang sekeliling ruangan yang luas dengan rasa takjub. Ia masih sulit mempercayai bahwa hari ini adalah hari pertamanya bekerja di rumah mewah milik keluarga Bara dan Dina. Sebagai seorang pembantu usia 35 tahun yang baru saja kehilangan suami, pekerjaan ini menjadi penyelamat baginya. Dengan satu anak perempuan yang tinggal bersama sang nenek di kampung, Tati harus berjuang keras untuk memberikan kehidupan yang layak bagi buah hatinya.

"Sini, Tati. Aku perkenalkan padamu, ini Bara, suamiku," ujar Dina dengan senyum ramahnya.

Tati menundukkan kepala dan memberikan salam sopan. "Senang bertemu, Pak Bara," ucapnya pelan.

Bara tersenyum ramah. "Senang juga bertemu denganmu, Tati. Selamat datang di rumah kami. Semoga kamu bisa bekerja sama dengan baik."

Tati hanya mengangguk. Hatinya berdebar-debar saat Bara memandangnya dengan sorot mata tajam. Entah kenapa, Tati merasa ada sesuatu yang berbeda dalam tatapan itu. Sesuatu yang membuat hatinya berdesir.

Hari-hari berikutnya, Tati menjalani rutinitasnya dengan penuh dedikasi. Ia membersihkan rumah, menyiapkan makanan, dan melakukan semua tugas rumah tangga dengan cermat. Setiap kali ia melihat Bara, hatinya berdegup lebih cepat. Begitu juga dengan Bara, yang kerap diam-diam memandang Tati dengan penuh kekaguman.

Suatu sore, ketika Dina sedang sibuk mengurus bisnisnya, Bara menyelinap masuk ke dapur tempat Tati sedang memasak. Mereka berdua terdiam sejenak, hingga akhirnya Bara memecah keheningan.

"Tati, aku ingin minta tolong padamu," ujarnya dengan suara lembut.

Tati menoleh, terkejut melihat Bara begitu dekat. "Apa yang bisa saya bantu, Pak Bara?"

Bara tersenyum. "Cukup panggil aku Bara, Tati. Tak perlu formalitas seperti itu di antara kita."

Tati mengangguk, merasa hatinya berbunga-bunga. "Baik, Pak... ehm, Bara. Ada apa?"

Bara menatap Tati dengan penuh keinginan. "Apakah kamu bisa membantuku memilih kain untuk sofa di ruang tamu? Aku tahu kamu memiliki selera yang bagus."

Tati setuju dengan senyum malu-malu. Mereka berdua pun duduk bersama di ruang tengah, memilih kain yang sesuai. Percakapan ringan pun mengalir, dan Tati semakin merasa nyaman di dekat Bara. Mereka tertawa bersama, menikmati waktu tanpa disadari bahwa keintiman yang mereka rasakan adalah cinta terlarang.

Sementara itu, Dina semakin sibuk dengan bisnisnya. Bara merasa kekosongan dalam rumah tangganya. Meskipun ia memiliki istri dan dua anak, tapi kehadiran Tati membuatnya merasa hidupnya semakin berwarna. Begitu juga dengan Tati, yang mulai terus merasa tergoda oleh pesona dan perhatian Bara.

***

Matahari baru saja terbit di ufuk timur ketika Tati keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai sehelai handuk yang melingkari tubuhnya. Dalam hati, ia merasa gugup namun juga percaya diri. Ia tahu Bara sering memandangnya dengan penuh nafsu, dan kali ini, Tati ingin memancingnya lebih jauh.

Di ruang makan, Bara duduk dengan sibuk membaca koran sambil menunggu sarapan. Tati sengaja melewati ruang makan dengan gerakan gemulai dari tubuh montoknya. Sehelai handuk yang menutupi tubuhnya seakan menjadi pemandangan yang tak bisa diabaikan. Bara menoleh, matanya memperhatikan setiap lekuk tubuh indah milik Tati tersebut.

"Tati, sarapan sudah hampir siap?" tanya Bara, mencoba menahan gejolak nafsunya sambil matanya melotot menatap tubuh montok sang pembantu belum lagi aroma wangi tubuh Tati yang baru saja selesai mandi membuat Bara makin terangsang jadinya.

Tati tersenyum manis. "Iya, Pak Bara. Saya akan segera menyiapkannya untuk Anda."

Bara menyibukkan diri dengan koran, berusaha mengalihkan pikirannya dari daya tarik tubuh molek Tati. Namun, tak bisa dipungkiri, nafsu dalam dirinya semakin sulit untuk ditekan.

Seiring berjalannya waktu, Tati semakin berani dalam permainannya. Setiap kesempatan, ia menyajikan tubuh dirinya dengan penuh intrik sehingga membuat Bara semakin terangsang. Mula-mula hanya dengan handuk, namun kemudian Tati bahkan berani berjalan di depan Bara dengan pakaian ketat yang semakin menggoda. Bara terus berusaha menahan diri, namun api nafsunya semakin membara.

Suatu hari, ketika Dina sedang pergi untuk bisnis yang cukup lama, Bara dan Tati berdua di rumah. Keadaan itu semakin memperbesar tekanan dalam diri Bara. Ia tak tahan lagi. Sesaat setelah Tati keluar dari kamar mandi, Bara menghampirinya dengan langkah mantap.

"Tati," desis Bara pelan di telinga Tati.

Tati terkejut dan menoleh. "Pak Bara, apa yang-"

Sebelum Tati sempat menyelesaikan kalimatnya, Bara telah mendekati Tati dengan langkah mantap, meraih pinggangnya dan mengecup bibir Tati dengan penuh gairah. Tati merespon dengan cumbuan yang sama bernafsu. Mereka terlibat dalam keintiman yang tak terkendali, membiarkan diri mereka tenggelam dalam kenikmatan yang saling mereka berikan.

"Tati," desis Bara di antara hembusan nafas.

Tati memandang Bara dengan mata yang dipenuhi oleh hasrat birahi. "Teruslah," bisiknya.

Tati terus menatap Bara dengan sorot mata penuh gairah. "Mari masuk ke kamarku," ajaknya, mengundang Bara untuk melanjutkan permainan gelap mereka. Bara pun digandeng oleh Tati menuju kamar Tati untuk mereka menuntaskan hasrat mereka yang telah tertahan beberapa hari belakangan.

Dalam kamar yang dipenuhi oleh gairah membara, Tati dan Bara terus melanjutkan pertemuan terlarang mereka. Setiap sentuhan dan belaian menjadi ekspresi dari hasrat yang selama ini terpendam.

Sesampainya di kamar Tati, keduanya pun perlahan melepas pakaian mereka satu sama lain, membiarkan hasrat mereka memimpin.

“Owhh...montok dan menggairahkan sekali tubuhmu, Tati!” ujar Bara sambil melotot matanya dan jakunnya bergerak turun naek menatap tubuh telanjang sang pembantu. Sementara Tati terperangah menatap tubuh tegap telanjang sang majikan dengan kontol tegangnya yang ngaceng dihadapannya.

“Wahhh...gede banget anumu Bara!” teriakan kecil tertahan tati sambil menutup mulutnya namun tak bisa lepas pandangannya menatap senjata andalan milik para pria dewasa itu.

Mereka pun langsung saling berpelukan dan berciuman dengan nafsu membara dan suara kecupan bibir mereka mulai menghiasi suasana kamar Tati saat itu.

“Ehmmpphh..Cuppp..Cuppp..Ehmmphh..Cupppp!” bibir keduanya saling melumat sedangkan kedua tangan mereka saling meraba tubuh telanjang lawan bercinta mereka. Jemari tangan Bara tak sabar meremas kedua bongkahan pantat milik Tati.

Sementara Tati meraba punggung sang majikan dan salah satu tangannya meraih batang kontol ngaceng Bara dengan meremas dan mengelus-elusnya sehingga keduanya saling merasakan nikmat dengan saling mencumbu seperti itu.

“Eshh...ahh.....ohhhh...ahhhh...ehmpphh...ahhhhh!” mulut keduanya terus saling mendesah dan melenguh. Tak berapa lama kemudian Bara pun telah merebahkan tubuh telanjang Tati di atas kasur.

“Brughhh..Ehmmphhh..Ceppp..Cuppp..ahhhh!” saat tubuh bugil Tati terhenyak ke kasur, bibir Bara langsung kembali melumat bibir Tati dan sang pembantu meresponnya dengan gairah yang setara dengan kedua tangan Tati meraba punggung dan pinggang milik sang majikan ganteng itu.

“Ehmmpphh..Cuppp..Cuppp..Ehmmphh..Cupppp..ohhh..eahh...!” suara desahan dari bibir Tati membuat Bara makin menggila mencumbu tubuh montok Tati.

Ciuman bibir Bara pun kini turun ke leher berjenjang sang pembantu.

“Ceppp..Ceppp..Cuppp..Ehmmphh...!”

“Eshh....ahhh...Baraaa...Ahhhh..ahhhhh!” bibir Tati terus mendesah sambil terus memeluk pundak dan leher Bara yang sedang sibuk menjamah lehernya itu.

Cumbuan Bara pun kini perlahan bergeser ke bawah menuju area buah dada ranum milik Tati.

“Slerrppp..Slurppp..Ceppp..Ehmmphhh...Cuppp...Ahhhh!” lidah dan mulut Bara semakin liar mencium area dua bukit kembar itu dan mengulum pentil buah dada montok milik Tati.

“Eshhh..ahh..ohhh..ahhhh..Baraa..ahhhh...eshh...ahhhhh!” Tati semakin belingsatan merasakan cumbuan panas dari bibir dan lidah sang majikan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Evelyn, mantan pewaris manja, jatuh miskin akibat jebakan putri kandung keluarga angkatnya hingga ia diusir. Tak tinggal diam, ia bangkit dan menunjukkan jati dirinya sebagai dokter, peretas, serta desainer jenius. Ketika mantan orang tua angkat menuntut kekayaannya, Evelyn menolak keras. Ia juga mengabaikan mantan tunangan yang mengemis cinta. Di puncak keberhasilannya, seorang pria misterius yang sangat berpengaruh datang melamar, menjanjikan masa depan baru baginya.
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana menjadi istri penurut yang diabaikan Bima tanpa kehangatan. Begitu sang kakek berpulang, ia langsung diceraikan agar suaminya bisa bersama wanita idaman lain. Saat terpuruk, Hana malah dipertemukan dengan Matheo. Kesalahpahaman besar membuat bos yang kejam itu menuduhnya sebagai mata-mata. Pertemuan tak terduga dengan pria dingin tersebut seketika mengubah total seluruh garis kehidupan Hana selanjutnya.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Demi mengatasi masalah keuangan, Anggita yang berumur 20 tahun nekat menggunakan aplikasi Sugar Baby. Walau awalnya diremehkan karena penampilan fisiknya, ia justru menarik perhatian Devano Abimanyu, seorang pengacara sukses. Devano bersedia menyokong hidup Anggita, namun dengan aturan yang sangat mengikat: dia memegang kendali atas segalanya, menawarkan kepuasan, dan melarang keras adanya cinta. Mampukah Anggita menjaga hatinya agar tidak melanggar batasan tersebut?
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
9.4
Danielle sangat menyesali masa lalu yang menghancurkan keluarganya akibat salah memercayai orang. Kini, setelah terlahir kembali, ia bertekad memakai kecerdasan serta pesonanya untuk membalas dendam. Tak diduga, ia menjelma jadi sosok berpengaruh berkat identitas rahasia, hingga dilindungi empat keluarga besar dan kelompok pembunuh. Di puncak kejayaannya, sang suami tampan yang dulu ia abaikan kini kembali untuk mengklaim cintanya di hadapan dunia.
Sampul Novel Melepas Masa Lalu
9.2
Hubungan lima tahun Lisa Garta mendadak berubah setelah ia menagih utang kepada Kelly, keponakan tunangannya sendiri. Keesokan harinya, sang tunangan justru menyodorkan buku catatan pengeluaran yang merinci setiap biaya selama mereka berpacaran, mulai dari es krim murah hingga barang mewah dan akomodasi hotel. Setelah dikurangi pinjaman Kelly sebesar 200 juta, Lisa dituntut untuk melunasi sisa utang sebesar 4,16 miliar rupiah dalam waktu satu bulan saja.
Sampul Novel My Hot Daddy
8.7
Demi mengatasi krisis keuangan, Joanna nekat menjadi sugar baby bagi Regan. Pengusaha kaya itu menetapkan aturan tegas agar mereka tidak saling jatuh cinta. Namun, saat menikmati kehidupan mewah, Joanna justru tidak sengaja mengungkap rahasia kelam tentang sosok Regan yang sesungguhnya. Kini ia didera kebimbangan besar, apakah harus bertahan demi materi atau pergi demi keselamatan hatinya. Di tengah larangan keras itu, mampukah cinta tetap tumbuh di antara mereka?