APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Kecantikan paras Mary Aram dari muara Mua justru menjadi kutukan yang membelenggu kebebasannya. Di tengah kepungan orang-orang serakah dan licik, ia dipaksa menjadi boneka tanpa daya. Namun, penderitaan tersebut tidak membuatnya menyerah. Mary menemukan kekuatan baru saat menyadari bahwa cinta sejati bukanlah sebuah kepalsuan. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk bangkit melawan, demi merebut kembali martabat dan hak atas hidupnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Nona! Kau sangat cantik!" Seseorang menarik tangan Mary Aram, hingga membuat gadis itu hilang keseimbangan. Gadis itu pun terhuyung jatuh dalam pelukan pria yang menarik tangannya.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, pria itu langsung memagut bibir Mary Aram. Gadis itu tersentak kebingungan berusaha melepaskan diri. Sayangnya pria itu dengan penuh percaya diri terus bergerak maju mengunci diri Mary Aram di antara pohon dan tubuhnya.

"Tuan lepaskan aku!" Mary Aram berontak memukul-mukul tubuh pria di hadapannya. Semakin gadis itu memberontak, semakin pula pria itu mendesak melekat pada tubuhnya.

"Tidak! Kau sangatlah cantik, napasmu sangat harum membuat diriku mabuk," bisik pria itu semakin penuh perasaan dengan pagutannya.

Mary Aram mencakar wajah pria itu, cakaran ampuhnya cukup membuat pria itu tersentak dan melepaskan pagutannya.

"Keterlaluan kau!" Mary Aram sangat marah mencuci mulutnya dengan air mineral. Mukanya merah padam menahan amarah.

Pria itu tersenyum nakal menghapus darah akibat cakaran Mary Aram, "Nona, kau tampak seperti kucing liar yang menggemaskan ketika sedang marah. Sangat menggoda!"

"Apakah orang tuamu tidak pernah mendidikmu untuk bersopan santun Tuan? Tidak berpendidikan!" Mary Aram mengguyur pria itu dengan air, kemudian gerak cepat tangannya memukulkan botol bekas air mineral pada wajah pria itu.

"Keterlaluan kau Mary Aram! Berani sekali kau menggoda teman priaku!" Seorang wanita berlari mendekat dan langsung menjambak rambut Mary Aram.

"Meina Aram! Hentikan!" Pria itu menghalangi teman wanitanya agar tidak melukai Mary Aram.

"Kakak, jika ia adalah teman priamu, ikat lehernya dengan rantai! Agar Pitbull satu ini tidak sembarangan menjilat wajah orang lain," Mary Aram menendang tungkai pria itu. Sambil menghentakkan kaki, Mary Aram segera berlalu.

Masih sempat Mary Aram mendengar perdebatan pria tidak sopan itu dengan kakak sepupunya. Ingin rasanya Mary Aram menghajar pria itu, namun apa daya dirinya kalah kuat.

["Adam Mizeaz! Kau tidak bisa seenaknya menggoda perempuan lain, terlebih lagi ia adalah adik sepupuku. Itu suatu penghinaan bagiku!" rupanya wanita itu sangat marah dan menegur pria tidak beretika itu.]

["Aku bukan kekasihmu Meina Aram! Aku bebas bergaul dengan gadis manapun," pria itu terdengar sangat gusar.]

Mendapati pria yang bernama Adam Mizeaz itu terus menatap dirinya, Mary Aram segera berlari melintasi taman kampus menuju ruang kuliahnya.

"Keterlaluan! Pria itu mengejar!" Mary Aram mempercepat larinya, ada sebersit rasa takut melintas di hati. "Apa maunya pria itu?"

Mary Aram semakin panik, kain tenun yang dikenakannya menghambat laju lari. Saat menaiki anak tangga taman, gadis itu pun tersandung kakinya sendiri dan terjungkal menggelinding nyaris masuk ke kolam ikan. Dalam sekejap dunia menjadi sunyi dan gelap…

Ketika terbangun, Mary Aram  berada dalam pelukan seorang pria di ruangan yang asing. 

"Keterlaluan Kau Adam Mizeaz! Bagaimana jika tidak ada aku? Tentunya gadis ini sudah tenggelam ke dalam kolam ikan koi," suara itu dekat pada telinga Mary Aram, bahkan detak jantungnya pun terdengar jelas.

"Amar Mea, Aku hanya ingin berjalan bersamanya saja! Hari ini jadwalku mengajar di kelasnya. Gadis ini sangat cantik dan badung, aku tertarik padanya ketika menjadi pembimbing kelompok di kegiatan pekan penerimaan mahasiswa baru."

Mary Aram menggeliat, sejenak terasa sakit pada sekujur tubuhnya. "Lepaskan aku, Aku harus mengikuti kuliah!"

"Kau tidak bisa mengikuti kuliah Nona! Ada cedera pada kepalamu, luka lecet serta lebam di kaki dan tanganmu juga cukup serius. Kau harus mendapat perawatan intensif," Adam Mizeaz mengobati luka-luka pada tangan dan kaki Mary Aram.

"Perawatan intensif?" Mary Aram berusaha bangkit, dirinya sangat tidak nyaman berada dalam pelukan pria asing  "Bukankah aku baik-baik saja, tidak sekarat? Jangan coba-coba membodohiku!"

"Baiklah, aku Amar Mea Malawi. Jika kau tidak mengalami vertigo, aku akan mengantarmu pulang," dengan hati-hati Amar Mea Malawi memindahkan tubuh Mary Aram ke samping, lalu beringsut  bangkit dari tempat tidur.

Namun dalam sekejap dunia seakan berputar hebat, Mary Aram menekan kepalanya dengan kedua telapak tangan.

"Sebaiknya kau rawat inap, sebutkan nomor orang tuamu," Amar Mea Malawi mengeluarkan ponsel.

"Jangan! Jangan! Aku tidak ingin membuat ayahku cemas. Perjalanan dari Muara Mua kemari membutuhkan waktu empat jam," Mary Aram bersandar pada dinding, kepalanya sangat tidak nyaman. "Antarkan saja aku ke asrama mahasiswa."

"Dalam kondisi seperti ini kau akan tinggal di asrama?" Amar Mea Malawi mengerutkan kening, "Kau tidak akan nyaman tinggal di kamar yang ramai dalam kondisi sakit."

"Adam Mizeaz, aku akan membawa gadis ini tinggal di kediamanku. Di sana banyak pelayan yang bisa merawatnya," Amar Mea Malawi meninggalkan ruang perawatan. Amar Mea Malawi adalah pribadi yang tegas, keputusannya tidak dapat diganggu gugat.

Namun Adam Mizeaz ragu-ragu, haruskah gadis di hadapannya ini tinggal di kediaman Mea Malawi?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Demi mengambil spesialis kandungan di Jepang, Dokter Charlotte Swift Sterling memegang janji Kylen Brown untuk menikahinya saat pulang. Sayang, impian itu runtuh ketika Jessamine, adiknya sendiri, mengaku hamil anak Kylen akibat hubungan gelap mereka. Terjebak dalam pengkhianatan pahit ini, Charlotte kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia tetap bersanding dengan sang tunangan, atau justru melepaskannya demi masa depan adik kandung tercinta?
Sampul Novel Klinik Khusus Pramugari Seksi
9.4
Demi memenuhi standar fisik pramugari, sang kekasih membawa protagonis ke sebuah klinik kecantikan khusus. Kecurigaan muncul saat ia mendengar suara rintihan dan jeritan kesakitan dari dalam ruang praktik. Ketika berniat membatalkan niatnya, seorang dokter berpostur tinggi justru menariknya paksa ke dalam. Di sana, ia diikat dalam posisi memalukan sementara sang dokter bersiap menggunakan peralatan medis khusus untuk mengencangkan tubuhnya. Menghadirkan ketegangan romansa modern yang penuh misteri medis tak terduga.
Sampul Novel Langit & Senja
8.4
Dalam romansa remaja ini, sosok Senja adalah bagian krusial bagi kehidupan Langit. Hubungan erat mereka melahirkan harapan besar agar kebersamaan ini abadi tanpa ada yang berubah. Melalui dinamika emosi yang mendalam, perjuangan Langit untuk mempertahankan Senja di sisinya begitu terlihat. Ia sangat meyakini bahwa takdir telah mengikat mereka untuk terus melangkah bersama dalam satu kesatuan yang utuh selamanya.
Sampul Novel Luka Sebuah Pengkhianatan
9.6
Celina didera trauma hebat usai pernikahannya dengan Ahsan kandas karena perselingkuhan sang suami bersama sahabatnya sendiri. Lima tahun menjanda, ia mengunci rapat hatinya bagi pria lain. Namun, Abdar tidak menyerah walau kerap ditolak mentah-mentah. Pria yang memendam cinta tulus sejak sebelum Celina menikah itu terus bertahan. Di saat Celina skeptis pada cinta, akankah keteguhan Abdar sanggup meruntuhkan tembok pertahanannya?
Sampul Novel Pesona Bodyguard Tampan
9.7
Pernikahan yang batal di hari H membuat July hancur hingga jatuh sakit. Namun, usai keluar dari rumah sakit, ia bertekad bangkit dan melupakan masa lalu yang kelam. Dalam upaya menyembuhkan luka hatinya, July justru menemukan kenyamanan baru. Ia mulai menjalin hubungan dekat yang tak terduga dengan David, sosok pengawal pribadi setia yang selalu ada untuk menjaga dan mendampinginya melewati masa-masa sulit tersebut.
Sampul Novel Suamiku Berkomplot dengan Sahabatku
7.8
Pasca-kecelakaan yang membuatnya buta, sang istri dirawat oleh sahabatnya, Hanni, di rumah. Namun, keintiman dengan suaminya, Erwin, mendadak terasa ganjil karena ia kerap mendengar napas orang ketiga. Kebenaran terungkap saat sebuah insiden jatuh mengembalikan penglihatannya. Ia melihat Erwin mendekap Hanni di ranjangnya. Mengira sang istri masih buta, Hanni dengan provokatif berbisik untuk mencarikannya pria lain agar mereka bisa bermain berempat demi kepuasan yang lebih menantang.