APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Berujung Duka atau Suka

Cinta Berujung Duka atau Suka

Saat sang putri terbaring lemah karena demam tinggi, Jeffry Aryadi justru sibuk menghadiri pertemuan sekolah untuk anak dari cinta sejati masa lalunya. Ketika sang istri mencoba menghubungi, panggilan tersebut justru dijawab oleh wanita lain yang menangis meminta maaf. Jeffry yang merebut ponsel tersebut malah memarahi istrinya, berdalih hanya menolong seorang janda dan anak yatim. Kecewa dengan sikap suaminya, sang ibu akhirnya menawarkan pilihan kepada putrinya untuk hidup berdua saja dengannya mulai sekarang.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jeffry terdiam sejenak, lalu dengan terampil mengangkat Adit untuk menghiburnya.

Aku merasa marah hingga mengepalkan tanganku. Aku segera membawa Nina dalam pelukanku.

Adit merangkul leher Jeffry sambil mengadu.

"Nina yang mencoba merebut kueku, jadi aku memukulnya."

"Kamu bohong. Jelas-jelas kamu yang merebut punyaku."

Keduanya hendak bertengkar lagi.

Jeffry memijat pelipisnya, lalu bertanya pada guru.

"Apa ada kamera pengawas?"

"Ada, ada. Baru saja diperbaiki kemarin lusa," ujar guru itu.

Saat mencari rekaman kamera pengawas, Adit tampak melihat sekeliling dengan panik.

Melissa berjalan masuk dengan cepat, lalu memukul Adit tanpa ragu sambil berkata.

"Jangan mengganggu anak perempuan! Ibumu seorang wanita, Ibu juga bisa diganggu orang lain."

"Kenapa kamu nggak bisa belajar berempati?"

Air mata Melissa yang bergetar tampak menggantung di pipinya. Wanita itu menangis dengan begitu menyentuh hati.

Jeffry memeluk mereka berdua dengan ekspresi sedih.

"Aku sudah mengatakan kalau aku akan selalu melindungi kalian. Nggak ada seorang pun yang bisa menindas kalian," kata Jeffry.

Aku mengucapkan permintaan maaf pada guru itu, menutup mata putriku, lalu membawanya keluar.

Sentuhan hangat dan lembab membasahi telapak tanganku. Nina menangis sampai cegukan.

"Ibu, Ibu, aku benci … Ayah."

"Ya, Ibu juga."

Untuk pertama kalinya, Jeffry pulang tepat waktu setelah selesai kerja. Dia membawa semangkuk bubur makanan laut.

"Aku secara khusus membelikan ini untuk kalian. Makanlah." Setelah berkata demikian, Jeffry pun pergi untuk mandi.

Nina tertarik dengan aromanya. Baru saja aku membuka penutup plastiknya, aku mendengar bunyi dari ponsel Jeffry yang ditaruh di atas meja.

Itu adalah pesan dari Melissa: [Kak Jeffry, terima kasih karena sudah mentraktir kami makan makanan laut hari ini.]

[Oh ya, apakah kamu sudah membawa pulang sisa bubur makanan lautnya?]

Mereka bertiga makan hidangan laut yang mewah, sementara aku dan Nina hanya pantas untuk menghabiskan sisa makanan mereka.

Perasaan terhina tiba-tiba muncul.

Aku langsung menuang semua bubur ke tempat sampah. Jeffry baru selesai mandi ketika dia melihat kejadian ini.

"Apa lagi yang membuatmu nggak senang?" tanya pria itu.

Aku menunjukkan pesan itu padanya. Jeffry menghela napas sambil mengusap dahinya.

"Nina sudah memukul Adit. Aku hanya mentraktir mereka makan sebagai ganti rugi saja."

"Jadi, kamu juga menganggap itu salah Nina?" tanyaku.

Jeffry terdiam, sementara aku menunjuk ke arah pintu. "Pergi."

"Kamu nggak masuk akal." Jeffry pergi dengan wajah dingin.

Surat pindah sekolah Nina sudah hampir selesai.

Aku tidak menyuruh Nina pergi ke sekolah lagi, melainkan memintanya memilih kota yang dia sukai bersama denganku.

"Ibu, aku menyukai Kota Sowan. Di sana nggak dingin," kata Nina.

"Kota Sowan apa? Apa kalian ingin berwisata ke Kota Sowan?"

Entah sejak kapan Jeffry muncul di belakang kami. Aku segera menyimpan ponselku.

Jeffry mengulurkan tangan, ingin merebut ponsel itu. Namun, detik berikutnya, dering ponselnya berbunyi dengan keras.

Suara panik Melissa langsung terdengar dari ujung lain telepon.

"Kak Jeffry, Adit mengatakan kalau perutnya sakit setelah makan. Apa yang harus aku lakukan?"

Ekspresi di wajah Jeffry langsung berubah. Dia memakai baju sambil berjalan keluar.

"Jangan panik, aku akan ke sana sekarang."

Jeffry terlalu panik dan terburu-buru hingga kakinya membentur sudut meja saat keluar.

Ketika Adit sakit, Jeffry merasa sangat cemas.

Ketika Nina demam, pria itu hanya menganggapnya sedang berpura-pura.

'Jeffry, kamu memang pilih kasih,' pikirku.

Nina juga menyadari hal itu. Dia naik ke tempat tidur dengan suasana hati yang muram.

Malamnya, setelah membujuk Nina agar suasana hatinya membaik, aku melihat media sosial Melissa.

[Hidup dengan memiliki kedua orang ini sudah cukup.]

Di dalam foto, Jeffry dengan hati-hati menyesuaikan kecepatan infus untuk Adit, takut anak itu akan merasa tidak nyaman.

Sementara itu, Melissa memakai jas besar Jeffry, tampak tersenyum manis sekali.

Aku menyukai unggahan itu dalam diam.

Detik berikutnya, unggahan itu langsung menghilang.

Telepon Jeffry langsung masuk.

"Linda, Melissa hanya merasa terharu sesaat ketika mengunggah foto itu di media sosial. Kenapa kamu membesar-besarkannya?"

Aku merasa heran. Aku hanya menyukai unggahan itu, tidak melakukan hal yang sangat jahat.

"Aku malas berdebat denganmu. Oh ya, rumah Melissa bocor, jadi dia akan tinggal dengan kita selama setengah bulan."

"Kamu kosongkan kamar utama, biarkan mereka tinggal di sana."

Tanpa menunggu aku berbicara, Jeffry langsung menutup telepon.

Aku tertawa sinis.

Jika ini dulu, aku pasti akan begadang semalaman untuk merapikan kamar.

Namun, sekarang aku sudah muak menjadi pelayan gratis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya
8.8
Sulitnya mencari kerja memaksa Meri menjadi pembunuh bayaran demi uang. Rahasia gelap ini hanya diketahui oleh Mike, sahabat yang diam-diam ia cintai. Meri memilih memendam perasaannya demi menjaga persahabatan mereka, terlebih Mike sudah memacari seorang model menawan. Namun, keyakinan hati Meri mulai goyah saat ia tidak sengaja bertemu seorang dokter tampan di rumah sakit. Siapakah sosok yang sebenarnya ditakdirkan menjadi belahan jiwa bagi Meri?
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Tragedi malam pertama merenggut Camila, istri Joseph Hunter, yang hanyut ke laut demi menghindari restu maut ayahnya. Nyaris tewas, Joseph terikat kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi berbahaya ini, ia bertemu Vanessa, kekasih musuhnya yang berwajah persis mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terbongkar menyeret Joseph ke pusaran dendam membara, memaksanya bertarung demi sebuah kepercayaan di dunia mafia yang kejam.
Sampul Novel KETIKA ISTRIKU MULAI BERUBAH
7.9
Kebohongan sang suami menghancurkan kebahagiaan pernikahan Luna. Alih-alih bekerja, pria itu justru tertangkap basah sedang menemui perempuan dari masa lalunya. Rasa dikhianati yang teramat dalam memicu transformasi drastis pada diri Luna. Sosok istri yang semula begitu penuh perhatian kini berubah total menjadi sangat dingin. Demi menjaga hatinya yang telanjur hancur, ia memilih bersikap acuh tak acuh dan tidak lagi memedulikan suaminya.
Sampul Novel My Crazy Man
8.2
Azura, supermodel populer yang dingin, didera trauma mendalam akibat kegagalan asmara masa lalunya. Ketenangan hidupnya terusik sejak kehadiran Devano Mackzie. Jauh dari citra CEO berwibawa, Devano adalah pria menyebalkan yang konyol dan sangat cerewet. Kegigihan serta sifat banyak bicaranya benar-benar menguji kesabaran Azura. Mampukah keteguhan sikap acuh sang model akhirnya luluh oleh kegilaan cinta yang ditunjukkan pria tersebut?
Sampul Novel PELET DARAH HAID
9.3
Rencana pernikahan Clara hancur total setelah David, sang kekasih, mendadak berpaling pada sahabatnya sendiri. Namun, pengkhianatan pedih ini ternyata bukan kejadian biasa. Diam-diam, Rosa melakukan perbuatan keji dengan mendatangi dukun untuk memikat David lewat jalur hitam. Di balik rusaknya hubungan tersebut, ada rahasia kelam berupa praktik pelet darah haid yang mengerikan, yang sengaja digunakan Rosa demi merampas kebahagiaan Clara secara paksa.
Sampul Novel Terjerat Pesona Dosen Tampan
9.4
Demi gelar sarjana, aktris top Agnesia Putri Hutama terpaksa hiatus dari dunia hiburan. Di kampus, ia justru berhadapan dengan Kevin, dosen muda tampan yang sangat membenci kaum selebritas. Ketegangan di antara mereka kian memuncak saat sebuah situasi darurat memaksa keduanya untuk tinggal serumah. Di tengah perbedaan dunia mereka yang begitu kontras, mampukah kebencian mendalam itu perlahan terkikis dan berubah menjadi benih asmara?