APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinderella Pulang Pagi

Cinderella Pulang Pagi

Menjelang hari pernikahan, Elaina hancur karena dikhianati tunangannya yang memilih wanita lain. Upayanya mengacaukan pesta sang mantan memang gagal, tetapi peristiwa itu mempertemukannya dengan Alister. Pria karismatik yang sangat dekat dengan mantan kekasihnya ini menawarkan bantuan untuk membalas rasa sakit hati Elaina. Takdir pun membawa Elaina ke dalam babak baru yang tak terduga, di mana ia diperlakukan bak putri oleh pria berbahaya tersebut demi sebuah pembalasan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jakarta di penghujung senja. Rona keunguan di ufuk barat telah hilang sempurna tergantikan hitam pekat yang menggelayuti langit. Pukul 19.00, dan suasana di salah satu hotel berbintang lima ini makin hidup, terutama di ballroom mewah yang sedang digunakan oleh salah satu keluarga konglomerat di negara ini.

Elaina menatap hotel di depannya. Orang-orang berlalu-lalang dan berpasangan dengan pakaian terbaik mereka. Senyum manis tersungging di wajah, saling bergandengan dengan pasangan atau anak. Elaina menatap mereka penuh iri dengan hati menggelegak penu kecemburuan karena marah.

Sejenak di dalam taxi yang membawanya ke hotel, ia mengurut pelipisnya. Meneguk Vodka Martini yang sengaja dibawanya, jangan tanyakan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan minuman itu dalam jumlah banyak. Jangan tanyakan juga berapa sloki yang telah ia habiskan sebelum sampai di tempat ini, karena minuman beralkohol yang akan membantunya melewati semua ini. Ia butuh keberanian untuk berteriak dan memaki, dan Vodka adalah supportter baik.

Elaina tidak pernah menyangka, kalau ia akan sampai ke tahap ini. Datang ke pesta pernikahan hanya untuk merusaknya. Ia adalah tipe orang yang selalu menghargai orang lain, jadi untuk kali ini tolong pahami bahwa ia benar-benar membutuhkan minuman itu untuk berubah menjadi sosok yang lain. Orang tuanya mendidiknya untuk jadi manusia yang tidak menyakiti manusia Iain. Sayangnya, ia disakiti lebih dulu dan keinginannya hanya satu, membalas dendam.

“Nona, sudah hampir setengah jam kita di sini.” Sopir taxi menoleh, bertanya dengan tatapan bingung.

Sejak tadi mereka hanya saling diam tanpa ada obrolan apapun. Penampilan Elaina yang sedikit kacau, dan botol minuman di tangannya, membuat sopir taxi memaklumi kondisi orang yang sedang patah hati. Namun setelah sampai di tujuan dan penumpangnya hanya diam memandang ke arah lobi hotel, akhirnya sopir taxi ini memberanikan diri untuk bertanya.

Elaina meneguk ludah, lalu mengangguk. Menatap argo taxi dan sedikit menghela napas karena banyaknya uang yang harus dikeluarkan. Ia merogoh ke dalam tas kecil yang ia bawa, mengambil uang dan membayar serta menerima kembalian tanpa banyak kata.

Sebelum turun dari taxi ia meneguk sekali lagi dari botolnya, dan keluar dengan sedikit terhuyung. Pandangannya sedikit mengabur dikuasai alkohol, tapi pikirannya masih bekerja dengan baik. Ia menyeret gaun kuning sepanjang sepanjang jalan. Tidak peduli dengan ujungnya yang kotor. Satu tangan memegang gaun, tangan yang lain memegang botol minuman. Tas hitam kecil berayun di bahunya.

Saat menyeberangi jalan depan Iobi, ia hampir tertabuste houderk mobil. Untung saja refleks pengendara sangat bagus. Elaina terhuyung sebentar, sebelum menegakkan diri dan melangkah cepat ke arah lobi. Toleransinya terhadap alkohol memang tidak tinggi tetapi tidak juga bisa dikatakan rendah.

Pengendara mobil yang hampir menabuste houderk Elaina, menatap gadis itu tak berkedip. Rasa kaget masih menguasainya karena gadis itu menyeberang tanpa melihat jalan. Kalau saja refleks-nya tidak bagus, entah apa yang akan terjadi

“Kenapa dia terburu-buru sekali?” Pria dengan kaca mata frameless, bergumam dan menatap arah Iobi. Ia kembali menghidupkan kendaraannya dan berhenti di parkiran valet.

Elaina menyeberangi Iobi, mengantri di depan lift dengan banyak orang Iainnya sambil memandangi marmer lobi. Ia menyerbu masuk saat lift terbuka, membiarkan dirinya terdesak di dalam. Celoteh orang-orang hanya didengar sepintas. Otaknya kini terlalu sibuk dengan pikiran dan rasa sakit hatinya, serta mencoba mempertahankan kesadarannya agar tidak hilang sampai saat pembalasan dendam.

Lift membuka, ia memiringkan tubuh untuk mencari celah jalan keluar di antara banyaknya orang dalam lift itu. Tiba di depan ballroom, ada banyak orang di lorong. Menggunakan undangan yang dipinjam dari seorang teman, ia memasuki ballroom dengan mudah. Berdiri di dekat pintu masuk dan terbelalak.

Di pelaminan yang megah, sepasang pengantin sedang menerima ucapan selamat dari para undangan. Musik mengalun dari orchestra di ujung ruangan. Ia mengenali orang-orang yang ada di pelaminan, pengantin pria, dan orang tuanya.

Ia mengusap dadanya yang sesak, menahan air mata yang hendak jatuh. Membuang botol ke tempat sampah, ia mengusap mata dan mengangkat ujung gaunnya. Melangkah dengan cepat menuju pelaminan. la menyambar kertas Iebar dan mengkilat dari meja prasmanan. Itu adalah brosur catering, meletakkannya di atas kepala untuk menutupi wajah lalu mengantri bersama tamu undangan yang lain.

Satu langkah ke depan, dadanya seperti digedor. Seribu umpatan terekam di dalam dada dan harus ia sembur keluar. Hingga lima antrian lagi di depan MC pernikahan mengajak bicara pasangan pengantin. Para tamu yang ingin bersalaman harus menunggu.

“Wah, bisakah pengantin pria yang berbahagia ini bercerita, sudah lama kalian menjalin hubungan dan bagaimana akhirnya memutuskan untuk menikah?”

Pengantin pria mengambil mikrofon, tersenyum pada istrinya yang bergaun putih dan mulai bicara. “Kami menjalin hubungan kurang lebih enam bulan lalu. Merasa cocok satu sama lain, dan aku melamamya bulan lalu.”

Elaina mengepal saat mendengarnya.

“Kisah cinta yang hebat. Apakah kalian langsung klik satu sama Iain dari pertama bertemu?”

Lagi-Iagi si pengantin pria yang menjawab. “Iya, Ivanka adalah satu-satunya wanita dalam hidupku. Tidak pernah ada wanita yang aku cintai, seperti Ivanka.”

“BOHOOONG!!!”

Elaina yang sudah tidak sabar menahan geram, keluar dari barisan. Membuang kertas undangan ke samping dan menunjuk pengantin pria dengan marah.

“Fidell, sialan kamu! Berani-beraninya bohong!”

Pengantin pria terperangah, sementara istrinya menatap bingung. “Siapa dia, Sayang?”

“Bukan siapa-siapa,” jawab Fidell dengan panik. Berusaha menenangkan istrinya.

Elaina melangkah maju, beberapa orang berusaha menghalangi dan ia tidak peduli. Vodka membuatnya kuat untuk menahan malu, meskipun sakit hatinya menggelegak.

“Terus aja bilang menyangkal. Kita pacaran tiga tahun. Orang tuamu juga kenal akuu!” Elaina menunjuk kedua orang tua disamping Fidell. “Baru dua hari kamu putusin aku secara sepihak, kamu udah nikah! Nama kamu saja yang bagus artinya, ‘kesetian’. Tapi cih… tingkahmu sama sekali nggak setia! Bajingan!”

“Fidell!” Sang papa berteriak.

Fidell menggeleng lalu berteriak memanggil para penjaga. Tangannya melambai untuk mengusir Elaina, dan dua pria berusaha memegang tangan Elaina, tapi ditepiskan.

“Wanita gila! Kita udah putus dari lama. Kenapa kamu masih nggak terima?”

“Udah lama? Baru dua hari lalu. ‘Buaya Darat’ sialan!” Elaina mengambil sepatu dan melemparkannya ke arah Fidell. Meleset, lemparannya mengenai pelaminan dan jatuh di karpet tepat di samping pengantin wanita.

“Kalau kamu mau kawin! Bilang terus terang. Jangan pakai alasan nggak masuk akal!”

Jeritan Elaina menarik perhatian banyak orang. Para tamu undangan mendekat, untuk melihat apa yang terjadi. Tapi, Elaina tidak peduli. la ingin seluruh dunia tahu, apa yang sudah dilakukan Fidell padanya. la tidak masalah kalau memang harus putus hubungan, tapi tidak begini caranya.

Fidell meninggalkan istrinya, menghampiri Elaina dengan wajah memerah. la memberi tanda dan dua pria penjaga kini menyergap Elaina, memegang tangannya dengan erat. Tidak peduli kalau wanita itu meronta dan berteriak. la berdiri di depan Elaina dan menatap tajam.

“Berani-beraninya kamu mempermalukanku!”

Elaina mengangkat dagu dan tertawa lirih. “Aku hanya ingin istrimu tahu, pria macam apa yang dinikahinya. Kamu ingat gaun yang aku pakai ini? Gaun yang sama waktu kamu melamarku tahun lalu dan kita resmi bertunangan. Sialan!”

“Oh, kamu sakit hati karena aku memutuskanmu?”

Elaina berdecak, meronta tapi kedua penjaga mencengkeram pergelangan tangannya. “Sakit hati? Bukan putus yang bikin aku sakit tapi karena kamu menduakanku. Bisa-bisanya kamu memacariku dan dia bersamaan. Sialan kamu, Fidell!”

Fidell tersenyum sinis, mengusap jas pengantin dan rambutnya, menatap Elaina dengan pandangan bosan.

“Harusnya kamu intropeksi diri, kenapa aku memilih Ivanka. Pria mana yang akan menikah dengan wanita macam kamu?”

Kalimat barusan bagaikan air garam yang Fidell siramkan ke atas luka di hatinya, dan ini semakin membuat kilat amarah di mata Eliana bersinar. Satu hal yang Fidell abai, Eliana tidak akan melepaskannya dengan mudah sebelum sakit hatinya terbalaskan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cerita Dewasa Penuh Gairah
8.8
Kisah romansa modern ini menyajikan eksplorasi gairah yang mendalam dan intens bagi pembaca dewasa. Mengingat banyaknya narasi serta adegan sensual yang dihadirkan di setiap bab, kedewasaan dan kebijaksanaan Anda sangat diperlukan sebelum mulai membaca. Karya fiksi ini dirancang khusus untuk audiens yang telah cukup umur. Pastikan Anda siap menyelami rangkaian momen penuh keintiman yang ada di dalam buku ini.
Sampul Novel Dia Seharusnya Tidak Pernah Melepaskannya
9.1
Hubungan penuh gairah antara Vovo dan Jasmine hancur setelah sebuah rahasia terungkap. Vovo menuntut perceraian resmi demi keluarganya, meski berjanji akan kembali. Namun, Jasmine yang telanjur sakit hati memilih pergi jauh, bahkan menggugurkan anak mereka untuk menata ulang hidupnya. Kehilangan Jasmine membuat Vovo didera penyesalan hebat. Kini, ia berjuang mengejar kembali sang mantan istri yang telah ia sia-siakan, demi mendapatkan pengampunan yang nyaris mustahil.
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal
8.2
Demi meloloskan diri dari kejaran sosok misterius, Dihan terpaksa bersembunyi. Di waktu yang sama, keluarga Rahadian tengah pusing mencari guru privat untuk mendidik dua putri mereka yang terkenal sangat nakal dan enggan belajar. Dihan akhirnya mengambil kesempatan itu walau harus menghadapi tantangan berat. Sanggupkah ia mengatasi kebandelan dua nona muda tersebut? Sementara itu, di balik kekacauan ini, misteri masa lalu Dihan perlahan mulai membayangi langkahnya kembali.
Sampul Novel I Hate Birthday Party
8.5
Di sebuah kamar hotel mewah, seorang pemuda tampan melontarkan hinaan pedas pada gadis yang telah ia bayar tiga kali lipat. Dengan dingin, ia mempermainkan kepercayaan Tiara—menyentuhnya, menciumnya, namun justru menolaknya saat tubuhnya tak merespons. Rasa malu dan patah hati itu menghancurkan Tiara yang sudah hidup bagai boneka tak layak. Ia hanya bisa bergumam lirih, bertanya mengapa harus dibayar semahal itu jika akhirnya ditolak. Namun di balik tragedi itu, sebuah janji menggema penuh ancaman: "Aku akan mengeluarkanmu dari sana! Tunggu dan lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, Tiara!" Sebuah awal dari kisah gelap yang penuh amarah, dendam, dan hasrat yang tak terduga.
Sampul Novel Kebahagiaan setelah Badai
8.2
Tiga tahun pernikahan Rachel Sonya hancur seketika setelah mendengar rahasia kelam suaminya, Zack Gundam. Zack ternyata dengan sengaja merancang insiden yang melukai lengan Rachel hingga terancam nekrosis dan kehilangan kemampuan melukisnya. Semua sabotase kejam itu dilakukan demi melambungkan nama Selvia sebagai pelukis jenius yang baru. Menyadari pria yang dianggapnya penyelamat hidup ternyata adalah dalang di balik penderitaannya, Rachel memutuskan untuk pergi dan meninggalkan semua kepalsuan cinta tersebut.
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO
7.8
Demi melunasi utang budi dan mendapatkan imbalan dua miliar rupiah untuk keluarganya, Angel terpaksa menyetujui pernikahan tidak lazim dengan jasad CEO muda yang tampan. Namun, situasi mengerikan itu berubah menjadi kejutan besar saat ia mendapati bahwa pria di dalam peti mati tersebut ternyata masih hidup. Bagaimana kelanjutan takdir Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Simak lika-liku kisah romansa penuh misteri dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.