APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CHRONOPHILE

CHRONOPHILE

Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

◤─────•~❉✿❉~•─────◥

Aero membuka lemari es lalu mengambil kotak susu. Ia meneguknya sampai habis.

Dibukanya lemari makanan. Aero mengambil roti dan mengolesinya dengan mentega lalu melahapnya.

"Oh iya, hari ini ibuku datang," gumam Aero yang mulutnya masih penuh dengan roti.

Siang harinya, para pelayan tampak sibuk membereskan rumah.

"Tolong bereskan piala di lemari juga, Bibi. Ibuku sangat teliti," ucap Aero.

"Baik, Tuan."

Aero mendengar suara mobil berhenti di depan pelataran rumahnya. Ia berjalan gontai menuju ke depan. Seorang wanita paruh baya berambut cokelat curly keluar dari mobil.

"Putraku." Wanita itu memeluk Aero.

Aero membalas pelukan ibunya. "Ibu langsung datang dari Indonesia?"

"Sebenarnya Ibu sudah di sini sejak kemarin. Ibu menginap di hotel. Tapi, Ibu takut bertemu ayahmu, makanya Ibu meneleponmu terlebih dahulu semalam," jawab wanita paruh baya itu.

"Kalau begitu, masuklah." Aero merangkul ibunya dan berlalu memasuki rumah.

Para pelayan menatap ibu dan anak itu.

"Dibalik ekspresi dan sikap dinginnya, ternyata Tuan Muda Fernanda berhati lembut dan memperlakukan ibunya seperti seorang Ratu."

"Iya, Tuan Muda memang gambaran seorang pangeran di dunia nyata."

Pelayan senior menghampiri kedua pelayan yang sedang bergosip itu. "Apa yang sedang kalian bicarakan? Bekerja dengan benar, Nyonya sudah tiba."

Kedua pelayan muda itu pun segera melakukan tugas mereka.

Ibunya Aero menatap piala-piala di lemari. Semua piala itu tampak berkilau. "Wah, pelayan melakukan pekerjaannya dengan baik kali ini."

Ada banyak hidangan di meja.

"Kau menyiapkan semua ini untuk Ibu?" Wanita paruh baya itu tampak senang.

"Iya, tadi aku memesannya," jawab Aero. "Ayo, kita makan."

"Spageti dan steak. Kau pasti sudah terbiasa dengan makanan-makanan barat. Apa kau tidak merindukan masakan Indonesia?" tanya ibunya.

"Aku merindukan masakan Indonesia, tapi di sini tidak ada restoran Indonesia," jawab Aero.

Mereka pun makan siang bersama. Saat menikmati makan siang, terdengar suara mobil berhenti di pelataran rumah.

Ibunya Aero tampak panik. "Itu ayahmu."

"Benarkah? Bagaimana bisa Ibu tahu kalau itu Ayah? Aku saja tidak yakin," tanya Aero.

"Aku mencium baunya dari sini," jawab wanita paruh baya itu.

Aero memundurkan wajahnya.

Ternyata benar, pria paruh baya berjas biru gelap memasuki ruang makan. Langkahnya terhenti melihat mantan istrinya duduk di meja makan bersama putra tunggal mereka.

"Jessica? Kau di sini?"

"Nicholas?"

Aero melirik kedua orang tuanya bergantian.

Kini Aero duduk di kursi utama, sementara kedua orang tuanya duduk berhadapan sambil menyantap hidangan di meja makan.

"Kau tidak pergi ke kantor?" tanya Nicholas pada putranya. Tampaknya ia ingin berbasa-basi untuk memecahkan kesunyian.

"Seperti yang Ayah ketahui, ini hari Sabtu. Itu sebabnya aku dan juga Ayah tidak pergi ke kantor, kan?" jawab Aero diakhiri dengan pertanyaan.

Nicholas tersenyum kaku. "Sebenarnya aku ada janji temu dengan teman lamaku, jadi aku tidak ingat kalau sekarang hari Sabtu."

Jessica melirik mantan suaminya dengan sinis lalu ia bertanya pada putranya, "Aero, kau terlihat kurus sejak dua tahun terakhir. Apa kau nyaman tinggal di Amerika? Kau terlihat lebih sehat saat tinggal bersamaku di Indonesia."

Nicholas mendelik mantan istrinya.

"Sebenarnya berat badanku bertambah empat kilo. Aku juga ingin menambah berat badanku lagi untuk memperbesar otot di tubuhku," kata Aero.

Jessica tertawa kaku. "Begitukah? Kalau begitu, Ibu mendukungmu."

Nicholas mendecih pelan.

Jessica melirik kesal pada Nicholas lalu ia menatap Aero. "Kau bilang, kau akan mengatur agar aku tidak bertemu dengan ayahmu. Kenapa kau tidak melakukan apa pun? Kau sama saja seperti ayahmu suka melanggar janji dan tidak bertindak sesuai perkataan."

Aero tidak merespon. Ia tetap menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

Nicholas tampaknya tidak senang dengan ucapan Jessica. "Aero, katakan pada ibumu kalau aku juga tidak ingin bertemu dengannya."

Jessica tidak mau kalah. "Bilang pada ayahmu, aku benci padanya."

"Aero, katakan pada wanita di sampingmu, kalau aku lebih membencinya," gerutu Nicholas sambil menatap kesal pada mantan istrinya.

Jessica mendelik tajam pada Nicholas. "Aero, bilang pada pria di sampingmu, kalau setelannya hari ini sangat buruk membuat penampilannya terlihat jelek dan tua."

Nicholas menatap jas dan kemeja yang dikenakannya. Ia kembali mendongkak menatap Jessica. "Aero, katakan pada ibumu kalau rambut cokelat kritingnya seperti jagung."

Seketika Jessica menyentuh rambutnya sendiri.

Aero tidak peduli sama sekali. Ia hanya menonton pertengkaran yang tidak berguna itu sambil terus makan.

Nicholas dan Jessica sama-sama membuang muka.

Aero meneguk air sampai setengah gelas lalu ia mengambil camilan dan memakannya.

"Berhenti makan camilan, kau sudah operasi amandel berapa kali?" gerutu Jessica.

Seperti anak kecil, Aero meletakkan kembali camilan ke meja melihat ibunya yang marah.

"Kau harus makan sayuran. Ibu akan membuat capcay atau tumis buncis," kata Jessica.

"Aero, ada yang ingin Ayah bicarakan denganmu empat mata," kata Nicholas.

Greedd.

Aero dan Nicholas terkejut mendengar suara kursi bergeser. Kedua pria itu menatap Jessica yang beranjak dari kursinya dan berlalu pergi menaiki tangga.

"Ibumu tidak berubah, dia masih menyebalkan," kata Nicholas.

Aero menyandarkan punggungnya ke kursi. "Ayah dan Ibu sama saja, tidak berubah sama sekali. Sama-sama seperti anak kecil."

"Aero, apa kau punya pacar?" tanya Nicholas mengalihkan pembicaraan.

Aero mengernyit. "Kenapa Ayah tiba-tiba menanyakan itu?"

"Ada perusahaan besar yang sedang dalam masalah. Perusahaan pusat kita, Fernanda King akan menyuntikkan dana ke perusahaan itu. Kau tahu itu adalah keuntungan besar?" jelas Nicholas diakhiri dengan pertanyaan.

Aero mencondongkan tubuhnya ke depan. "Perusahaan besar? Mana ada perusahaan besar yang memiliki kesulitan sampai membutuhkan dana?"

"Mau perusahaan besar, mau perusahaan kecil, semuanya bisa saja terkena masalah," kata Nicholas.

"Lalu, kenapa Ayah membicarakan masalah ini denganku? Ayah 'kan mengurus Fernanda King. Itu terserah Ayah," ucap Aero.

Nicholas menepuk bahu Aero. "Karena kau putra tunggalku, artinya kau akan mengambil alih Fernanda King suatu hari nanti. Jadi, kau berperan penting dalam hal ini."

"Lalu, apa hubungannya aku sudah punya pacar atau belum dengan masalah perusahaan?" tanya Aero yang memiliki firasat buruk.

"Pemilik perusahaan besar itu memiliki anak perempuan. Aku ingin kau dan gadis itu menjalin hubungan. Aku harap sampai kalian menikah," kata Nicholas.

Aero tampaknya tidak senang. Ia menatap kesal pada ayahnya. "Kenapa Ayah seperti sedang menjualku untuk bisnis?"

"Gadis itu cantik dan memiliki kepribadian yang baik. Aku sebenarnya mengkhawatirkanmu juga, karena kau tidak pernah terlihat bersama perempuan. Aku hanya takut kau menjadi berubah setelah dua belas tahun lamanya tinggal di Amerika," kata Nicholas.

"Aku akan mencari pasanganku sendiri. Ayah tidak perlu repot-repot ikut campur dalam hidupku."

◣─────•~❉✿❉~•─────◢

08.52 | 10 Maret 2022

By Ucu Irna Marhamah

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Bertahun-tahun menjalin kasih sering kali menumbuhkan keyakinan bahwa pasangan kita adalah sosok yang paling tepat. Namun, kenyataan hidup berumah tangga terbukti sangat kompleks ketika dua karakter berbeda dipaksa tinggal bersama. Berbagai rintangan terus menguji ketahanan pernikahan mereka hingga badai perselisihan memuncak. Walau telah lama saling mengenal, benturan prinsip yang hebat memicu keretakan fatal yang memaksa perceraian menjadi jalan akhir yang tak bisa dihindari.
Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
9.2
Saat hamil lagi, sang istri menyerahkan seluruh tabungannya demi mendukung janji Arif Ravindra untuk berubah. Namun, ia justru mendapati kenyataan bahwa suaminya adalah bos mafia kaya raya yang memalsukan kemiskinan. Atas saran sahabat kecilnya, Lina Candra, Arif memilih menguji kesetiaan istrinya sekali lagi sebelum mengungkap identitas aslinya. Mengetahui cintanya selama ini hanya dijadikan bahan ujian dan dipenuhi kebohongan, sang istri memutuskan untuk pergi dan menolak hubungan tersebut.
Sampul Novel Jesslyn Terpaksa Menikah
9.1
Jesslyn menentang keras perjodohan sepihak yang diatur ayahnya. Padahal, hatinya masih terluka setelah baru saja patah hati. Kini, ia dipaksa menikahi pria asing yang kabarnya telah memiliki kekasih. Tanpa sisa cinta dan kepercayaan, Jesslyn harus merelakan masa mudanya demi ambisi orang tua yang tak bisa ditolak. Apakah pernikahan tanpa rasa ini akan berujung pada kebahagiaan, atau justru menjadi penderitaan baru yang kian menyiksa hidupnya?
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel Om Duda I Love You
8.5
Kharisma Baby Arganda, seorang siswi sekolah, pantang menyerah mengejar cinta Rega Pradipta. Gadis polos ini yakin debaran jantungnya adalah bukti cinta sejati, meski Rega yang berusia jauh lebih tua terus menolaknya. Sebagai sahabat dari kakak Baby, Rega merasa kewalahan menghadapi kepolosan adik temannya tersebut. Logika kedewasaan Rega menentang hubungan ini, tetapi kegigihan Baby terus mengujinya. Mampukah keteguhan hati gadis muda ini meluluhkan sosok pria yang ia juluki Om Singa?
Sampul Novel Pedang Ikatan Darah
8.3
Pedang Ikatan Darah menyajikan kisah misteri modern berselimut fiksi ilmiah yang menegangkan. Demi menyelamatkan adik angkat mereka, orang tua kandung sang protagonis tega membawanya ke meja hijau untuk merebut paksa jantungnya. Di bawah pengawasan panel berisi seratus orang, sebuah teknologi komputer mutakhir digunakan untuk membongkar isi memori mereka demi menentukan kepemilikan organ tersebut. Meski dituduh berhati keji dan diduga akan melarikan diri, ia justru hadir di persidangan. Namun, saat proyeksi ingatannya mulai diputar di hadapan publik, rahasia masa lalu yang terungkap justru menguras air mata semua orang.