APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO & Sekretaris

CEO & Sekretaris

Dengan penuh keyakinan, Tasya mendatangi kantor pusat Adityaswara demi mengadu nasib. Sambil menepis rasa gugup, ia langsung bertanya ke resepsionis tentang peluang kerja yang ada di sana. Tasya sangat berharap dewi fortuna membantunya agar bisa bergabung dengan perusahaan ternama ini. Keputusan berani tersebut akan menjadi titik awal yang sangat menentukan kelanjutan karirnya di bawah arahan sang CEO yang terkenal sangat berpengaruh.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Gak ayah aku yang mau soalnya Ayah lama sih datangnya mangkanya aku datang ke kantor ayah aja deh ayah gak suka yah aku datang ke kantor ayah." Tasya hanya terdiam melihat keakraban mereka berdua dan dia melihat mantan istrinya yang sudah menatap sinisnya.

"Ayah suka kok kamu datang." ayahnya mencium pipi gembul anaknya lalu menggendongnya banyak tatapan karyawan yang melihat bossnya menggendong anak kecil setahu mereka bossnya itu masih single belum punya anak sekalipun kenyataannya Revan memang sudah memiliki anak dari mantan suaminya.

"Kamu ngapain bawa Risa ke kantor saya sudah bilang biar nanti saya ke sana saja." Tasya seperti menonton drama Korea saja yang melihat bossnya ribut dengan mantan istrinya Tasya hanya terdiam tapi bisa berkutik apa-apa lagi.

"Maaf mas dia yang memintanya."

"Ayah jangan marahin mamah, mamah gak salah aku yang salah yah." ucap anak kecil itu yang tidka kau jika mamahnya dimarahi oleh ayahnya, Revannya tidak mau cari masalah lagi dengan mantan istrinya takutnya anaknya mendengar keributan orang tuanya.

"Tante cantik siapa nya ayah." tanya anak kecil yang menatap Tasya penuh tanya.

"Hay Risa kenalin aku Tasya sekretaris ayahmu." sapa Tasya dengan melambaikan tangannya tapi Risa menghiraukannya dia tidka mau jika ada perempuan lain mendekati ayahnya selain mamahnya.

"Tante cantik jangan dekat-dekat sama ayah lagi." membuat Tasya bingung kenapa gadis kecil ini memintanya untuk menjauhi ayahnya padahal mereka hanya sekedar antara boss dengan sekretaris saja.

"Loh Kenapa memangnya."

"Aku gak mau ayah didekati cewek cantik selain mamah ku."

"Sudah tas jangan dengarkan omongan Risa dia hanya anak kecil saja." ujar Revan takutnya anaknya ngomong aneh-aneh lagi dengan sekretarisnya.

"Sekarang kita ke ruangan ayah saja yah." Revan berjalan menuju ruangannya tapi Risa masih merengek meminta untuk berbicara lagi dengan Tante cantiknya.

"aku belum selesai ngomong ayah." rengek Risa yang memukul ayahnya untuk diminta turunin.

"Anak kecil gak boleh tau urusan orang tua yah." Revan menurunkan Risa yang sudah diduduki kursi depan meja kerjanya.

"Saya bilangin jangan dekat-dekat dengan suami saya lagi." peringatan Dita kepada Tasya.

"Mantan suami kali mbak udah jadi mantan kok masih ngarep aja." ejek Tasya yang tertawa mendengar ucapan Dita.

"Liat saja sebentar lagi Revan akan jadi suamiku lagi.”

"Mimpi mba bangun deh jauh-jauh pikiran kosongmu itu."

"Kamu berani yah melawan saya awas saja saya bakal bikin kamu pecat dari kantor ini."

"Saya tidak takut dengan siapapun termasuk mba.”

"Jangan panggil saya mba saya masih muda."

"Yakin masih muda biar saya tebak yah pasti umurnya 30 atau 29 tahun Iyah." goda Tasya yang membuat mantan istri bossnya marah dengan tatapan penuh benci.

"Kamu berani sama saya."

"Bisa jadi." Tasya mengedipkan bahunya yang tak acuh perkataan mantan istri bossnya.

"Awas liat saja nanti." ancam Dita kemudian meninggalkan Tasya sendirian.

"Dasar Aneh mau aja si boss sama nenek lampir itu kenapa anak kecil cakep gitu jadi anaknya sih padahal cantik kenapa dilahirkan oleh ibu lampir jadi kasihan sama Risa yang mempunyai ibu seperti itu." Tasya menatap punggung Dita yang sudah jauh dengan penuh kebencian.

"bawakan saya minuman" Revan menelpon sekretaris nya untuk dibuatkan minuman olehnya tapi kenapa gak minta sama OB aja dan kenapa harus dia yang membuatkan minumannya.

"Kenapa gak minta sama OB aja pak untuk dibuatkan minuman.”

"Saya maunya kamu.”

"Tapi pak saya itu bukan OB."

"Siapa bilang kamu OB."

"Saya pak." Revan membuat Tasya kezel Karena dirinya memerintahkan sesuatu kepadanya.

"Jangan ngomong mulu buatkan saja minuman untuk anak saya dan mantan istri saya."

"Bapak gak minum juga."

"Kamu yah bikin saya kezel mulu kamu itu bodoh atau gimana sih yah saya juga dibikinin minuman lah pake Nanya lagi.”

"Yaudah sih gausah marah-marah juga kali pak."

"Jangan buat saya marah-marah tas." emosi Revan.

"Ok saya minta Maaf pak, bapak mau dibuatkan minum apa." tanya Tasya yang masih berada ditelpon itu.

"Buatkan saya kopi yang manis yah jangan asin dan juga buatkan susu sama teh manis..." jawab Revan yang merendahkan emosinya.

"Tunggu dulu tas saya belum selesai bicara." tiba saja tasya langsung menutup telponnya dasar sekretaris kurang ajar gak ada sopan santunnya.

"Sekretaris kamu gimana sih gak ada sopan santunnya." Sindir Dita

"Mamah kenapa kaya benci sama Tante cantik sih." tanya anaknya yang sudah duduk dikursi depan kerjanya.

"Kamu tau gak nak Tante cantik itu mau ngerebut ayah dari mamah mangkanya mamah gak suka sama dia."

"Jangan pengaruhi anak saya."

"Memang benar kan mas dia itu mau ngerebut kamu dari aku."

"Kata siapa saya mau ngerebut pak Revan dari mba." tasya mendengar ucapan mereka semua dia pun masuk ke ruangan kerja bossnya sambil membawa nampan yang berisi minuman untuk keluarga bossnya.

"Kamu kenapa memutuskan telepon saya." Revan menatap tajam ke arah Tasya yang sedang menaruh minuman diatas meja kerjanya

"Maaf pak saya buru-buru." Tasya menundukkan kepalanya dia takut jika ia dipecat oleh bossnya.

"Alasan tuh mas bilang aja bosen kerja disini minta dipecat kali yah mas." adu Dita agar Tasya dimarahi oleh bossnya.

"Mba jangan ikut campur yah saya gak ada urusan sama mba." Tasya menatap Dita. dengan sinis

"Oh iya masa sih." lawan Dita agar Tasya marah kepadanya Tasya mendekati Dita untuk menjambak rambutnya dengan kencang membuat dia kesakitan.

"Saya sudah cape sama mba yang selalu ngajak saya ribut terus menerus." Tasya terus menerus menjambak rambutnya.

"Awhh sakit mas tolongin aku." adu Dita kepada mantan suaminya agar dia membelanya.

"Tasya berhenti." teriak Revan tapi Tasya menghiraukan perkataannya terus menjambak rambut nenek lampir ini yang mulutnya gak bisa direm sama sekali.

"Tante cantik udah kasihan mamah aku kesakitan." lirih Risa agar tasya berhenti menjambaknya Dita membalas jambakan Tasya mereka sama-sama menjambaknya.

"Saya bilang berhenti Tasyaaaa." bentak Revan membuat mereka berhenti aksinya dan semua yang berada di ruangan ini terdiam.

"Kamu gak dengar ucapan saya tadi hah." bentak sekali lagi Revan membuat Tasya meneteskan air matanya baru kali ini dia dibentak oleh bossnya.

"Kamu mau saya pecat iyah hah." dengan nada tinggi.

"Jawab Tasya." teriak Revan membuat Tasya meneteskan air matanya yang sudah mau jatuh dia pun menghapusnya sebelum air mata ini jatuh ke pipinya.

"Kenapa bapak marahi saya kenapa gak marahin aja mantan istri bapak, oh iya saya tau dia itu kan mantan istri kesayangan bapak kan jadi bapak membelanya Iyah saya memang gak pantas dibela oleh boss saya sendiri." ejek Tasya yang berpura-pura tertawa padahal dirinya sakit mendengar bentakan Revan.

"Disini saya gak bela siapapun saya hanya meluruskan masalah kalian berdua."

"Meluruskan masalah dengan begitu iyah saya lebih baik mengundurkan diri dari perusahaan ini lebih baik saya dipecat dari pada harus bekerja disini lagi." ujar Tasya dengan emosinya.

"Saya gak bermaksud begitu tas tolong pikirkan baik-baik kamu itu lagi emosi jangan sampai kamu menyesal nanti."

"Menyesal bapak bilang! saya gak akan menyesal malah saya senang keluar dari perusahaan ini dengan cara begini saya bisa hidup tenang."

"Kamu gak ingat perjnantin kita kamu harus bayar 100 milyar jika kamu berhenti bekerja disini.”

"Saya akan membayarnya nanti."

"Memangnya kamu mampu membayar itu semua."

"Liat saja nanti Saya akan mencari uang semampu saya?"

"Bagus deh kamu berhenti bekerja disini" Tasya menghiraukan perkataan nenek lampir itu

"Liat saja nanti apa kamu mampu membayar itu semua" tantang Revan dengan mengejek dirinya

"Besok saya akan kasih surat mengundurkan diri nanti permisi" kemudian Tasya meninggalkan ruangan ini

"Akkkhhh semua ini gara-gara kamu tau gak" Revan mengacak rambutnya yang sudah frustrasi dengan mantan istrinya

"Kok kamu nyalahin aku sih" tanya Dita yang pura-pura gak tau apa-apa dengan semuanya

"Kamu masih nanya gara-gara kamu tasya jadi mengundurkan diri untuk bekerja disini kamu tau gak sih"

"Kenapa kamu jadi membelanya sih mas"

"Saya bukan membelanya ini menyangkut kepentingan perusahaan ini"

"Kamu bisa kan mas cari pengganti Tasya"

"Kamu itu gak tau apa-apa soal perusahaan ini" Revan pergi meninggalkan ruangannya yang sudah kezel dengan mantan istrinya

"Mamah ayah kenapa marah-marah sama mamah" Risa mendekati mamahnya dengan memeluknya erat

"Ayah kamu lagi kezel sama sekretarisnya sayang"

"Tante cantik jahat sih buat ayah marah sama mamah" tanya Risa

"Sudah yah lebih baik kamu minum susunya gak usah ngurusin masalah orang dewasa" Dita mengambil susu diatas meja lalu memberikannya kepada anaknya yaitu Risa"ihh kezel banget sama si batu es enak aja bentak-bentakin gw orang tua gw aja gak Pernah bentakin gw lah dia kenapa berani banget sama gw" emosi Tasya yang sudah berada di kost-annya dengan melemparkan bantalnya tiba saja mengenai Abangnya yaitu bang vano baru saja dia datang dari Bandung pergi ke Jakarta untuk menemui adiknya melihat kondisinya sekarang ini

"Apa sih lu lemparin bantal kena gw nih" protes Vano Karena bantalnya mengenai wajahnya itu kemudian melempar kembali ke arah wajah cantiknya Tasya

"Sialan lu Abang laknat' teriak Tasya yang dilemparkan bantal oleh abangnya sendiri

"Habisnya lu sih lemparin bantal kena wajah ganteng gw ini" pedenya bank berbicara begitu

"Eh bang lu ngapain ke sini tumben amat lagi butuh gw yah" tebak Tasya yang kaget tiba saja sudah ada Abangnya didepan matanya

"Sialan lu, gw ke sini mau jenguk lu dek"

"Sosoan lu biasanya gak pernah gitu tuh" ejek Tasya

"Bukannya terima kasih dijenguk Abang ganteng kaya gw ini malah menginjak-injak gw tadi aja gak usah turutin perintah ibu" Vano jadi nyesal datang ke Jakarta jika hanya diusir oleh adiknya

"Eh jangan gitu dong bang sama adiknya oh iya ibu gimana kabarnya bang" tanya Tasya

"Ibu sakit dek dia minta tolong sama gw suruh bawa lu pulang lagi" jawab Vano

"Maaf ya bang gw gak bisa pulang dulu ke Bandung"

"Kalo lu gak tinggal dibandung terus lu disini sama siapa? Siapa yang bakal ngurusin lu nanti dek"

"Gw bisa ngurusin gw sendiri bang"

"Dek lu itu perempuan gw cuma takut lu kenapa-napa apa lagi ini Jakarta pasti banyak laki-laki yang gak benar"

"Lu jangan suudzon gitu bang"

"Gw bukan suudzon dek memang banyak lelaki seperti itu mending lu balik lagi deh ke asalnya yah" bujuk Vani agar adiknya kembali lagi ke Bandung

"Udah deh kalo lu ke sini cuma mau cari ribut mending lu pergi deh ganggu aja" Tasya meninggalkan Abangnya sendirian dikamar lalu duduk di kursi makan lalu abangnya mengikutinya kemana dia pergi

"Dek apa lu gak kangen sama ibu dia sakit-sakitan disana ibu selalu mengigau nyebut nama lu, gw jadi kasihan sama ibu disana"

"Ibu sakit! Kenapa lu gak bilang kalo ibu sakit disana bang" omel Tasya yang tidak diberitahukan jika ibunya sedang sakit

"Ibu selalu bilang jangan kasih tau lu kalo ibu sakit dia gak mau lu khawatir sama dia" ujar Vano

"Besok gw pulang ke Bandung"

"Yang benar dek" lalu Tasya mengangguk kemudian abangnya memeluk adiknya yang bahagia kalo adiknya kembali lagi ke Bandung

"Pengorbanan gw ke Jakarta gak sia-sia deh" vano senang jika adiknya kembali lagi ke Bandung untuk berkumpul bersama-sama lagi seperti dulu tapi nyatanya Tasya ingin kembali lagi ke Jakarta

"Tapi untuk jenguk ibu aja setelah itu gw pulang lagi ke sini"

"Lu tega dek sama ibu dia itu butuh lu buat nemenin disana ibu sendirian disaat gw lagi kerja kalo gw ngurusin ibu siapa yang bakal kerja buat makan disana apa lu tega liat ibu kesepian disana gak ada yang nemenin" jelas Vano untuk menyadari bahwa ibunya lebih penting dari pada kerjanya yang ada dijakarta

"Yah lu tinggal jaga ibu aja bang nanti gw yang kerja"

"Kami gak butuh uang dari lu dek kamu hanya ingin berkumpul bersama-sama seperti dulu lagi apa itu berat dek"

"Tapi bang pekerjaan disana itu gajinya kecil berbeda dengan dijakarta gajinya besar bang gaji disana gak cukup buat makan sehari-hari kita nanti"

"Seterah lu dek gw cape ngomong sama lu, gw hanya bilangin aja jangan sampai menyesal dikemudian hari ingat dek kita udah ditinggal oleh ayah jadi jangan sampai ibu meninggalkan kita nanti"

"Lu kok ngomong gitu sih bang ibu pasti selalu bersama kita ibu gak akan ninggalin kita" protes Tasya

"Semua manusia bakal pergi ninggalin dunia ini dek jadi jangan sia-siakan ibu, gw liat kondisi ibu sudah semakin parah mangkanya gw mau bawa lu ke Bandung siapa tau ibu bisa sembuh setelah bertemu lu nanti"

"Jangan gitu dong bang jadi sedih nih gw"

"Sosoan lu pake sedih segala" ejek Vano yang menundukkan badannya ke kursi makan

"Oh iya gimana kerja lu dek"

"Gw mengundurkan diri bang"

"Hah kenapa! Lu gila yah cari pekerjaan itu susah kenapa lu malah mengundurkan diri sih"

"Habisnya gw kezel sama boss gw dia berani banget bentakin gw segala enak aja gw digituin apa lagi mantan istrinya tuh ngeselin banget" gerutu Tasya

"Jadi kepo gw sama boss lu kira-kira orangnya ganteng gak yah" pikir Vano dengan satu jarinya didagu yang memikirkan boss adiknya

"Ganteng apaan jelek gitu"

"Masa sih" goda vano

"Tau ah ngomong sama lu gak guna" Tasya pergi ke kamarnya dia kezel sama abangnya sedari tadiSaya akan membuat kamu jatuh cinta kepada saya

-Revan

Pagi hari sebelum ke Bandung Tasya pergi ke kantor terlebih dahulu karena ia ingin memberikan surat mengundurkan diri kepada bossnya itu sampai dikantor Tasya langsung masuk ke ruangannya dia melihat sudah ada Revan yang duduk santai di kursi kebesarannya itu dengan wajah dingin

"Surat apa itu" langsung saja Tasya meletakkan surat pengunduran dirinya diatas meja

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikhianati di Ranjang Pengantin
8.2
Pasca dijebak Sabrina, saudara tirinya, hingga hamil anak asing, hidup Aurora Valencia hancur. Demi kehormatan, Jenderal Wirya Atmaja tega mengusir putri kandungnya itu. Enam tahun berlalu, Aurora kembali ke Jakarta dengan kekuatan baru untuk membalas dendam. Ia bertekad mengoyak topeng busuk ibu serta saudari tirinya, sekaligus mengungkap identitas pria misterius yang merupakan ayah dari anak kembar jeniusnya.
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun menikah, rumah tangga Asmaraloka dan Cadis Diraizel yang harmonis mendadak diuji. Vonis mandul yang diterima Ara menjadi awal keretakan hubungan mereka. Walau sang CEO menerima keadaan tersebut dengan tulus, rasa rendah diri Ara justru memicu konflik baru. Keadaan kian rumit saat orang ketiga datang membawa kesalahpahaman di antara mereka. Akankah kekuatan cinta pasangan ini mampu melewati badai rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Jika Cinta Jangan Bercerai
9.0
Demi wasiat sang ayah, Keyra, mualaf muda berusia 20 tahun, bersedia menikahi Afnan Noor Malik. Kelembutan hati sang pemilik pesantren perlahan meluluhkan keraguan Keyra hingga ia jatuh cinta. Namun, pernikahan mereka diguncang kehadiran Samuel, sang mantan kekasih yang ingin merusak segalanya. Cobaan kian hebat ketika Afnan harus berpoligami dengan Lathisa. Kini, Keyra harus kuat bertahan demi cintanya di tengah bayang masa lalu dan ujian takdir baru.
Sampul Novel Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku
9.3
Di sebuah dusun terpencil, yatim piatu putus sekolah bernama Laras berjuang bertahan hidup di rumah reyotnya dengan menjadi buruh harian di kebun sawit milik Juragan Johan. Namun, takdir menyeretnya ke dalam pusaran rahasia yang sangat rumit. Tanpa diduga, Johan bukan sekadar majikannya, melainkan ayah kandung Laras sendiri. Hubungan kelam ini kian pelik karena Johan juga merupakan ayah dari anak yang tengah dikandung Laras sekaligus sosok yang kini menjadi mertuanya.
Sampul Novel Takdir Yang Salah 2
9.3
Hubungan asmara Alif dan Amel terancam retak akibat bayang-bayang masa lalu. Ilham, sang mantan pacar Amel yang tidak rela diputuskan sepihak, dikuasai rasa sakit hati. Ia pun merancang niat buruk demi menghancurkan kebersamaan mereka. Kini, di tengah gempuran sabotase dan tekanan bertubi-tubi dari Ilham, kesetiaan Alif dan Amel benar-benar diuji. Sanggupkah pasangan ini mempertahankan komitmen cinta mereka agar tidak hancur begitu saja?
Sampul Novel Terpaksa Berpisah
9.4
Pernikahan Sara hancur secara tragis setelah ia dikucilkan oleh keluarga suaminya hanya karena kesalahpahaman kecil. Enggan meratapi nasib, Sara memilih bangkit demi menuntut balas. Ia kini memimpin perusahaan sang kakek dan bertekad membongkar segala kebusukan keluarga Atkinson. Meski begitu, jalan balas dendamnya penuh rintangan. Akankah Sara berhasil menghancurkan mereka, atau justru Rion, sang mantan suami, yang akan maju untuk menghentikan misi besarnya?