APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO Mesum

CEO Mesum

Alice Handerson, sekretaris berprinsip kokoh, selalu menghadapi sikap menggoda dari bosnya di tempat kerja. Di balik profesionalismenya, ia kerap terseret dalam ketegangan penuh sensasi di kantor. Ketika sebuah tawaran kontroversial datang dari sang atasan, Alice bimbang antara akal sehat dan gejolak batinnya. Hubungan penuh dinamika cinta dan benci ini menantang batas kekuasaan serta gairah mereka dalam kisah romansa modern yang berani.
Bab
Bagikan

Bab 2

Alice sedang selonjoran dan memainkan ponselnya sebelum panggilan yang

mendadak datang membuatnya hampir melempar ponsel karena kaget.

"Nomor tidak dikenal?" Alice dengan ragu mengangkat panggilan yang

masuk.

"Halo."

"Saya perwakilan dari Royal Garden. Anda bisa datang ke perusahaan

untuk bertanda tangan kontrak." Suara seorang wanita mengalun merdu di

telinga Alice.

Sejenak Alice tertegun mencoba untuk mencerna apa yang dimaksud oleh

orang di balik sambungan telepon itu.

"Jadi? Maksudmu aku diterima secepat itu?!" Alice meninggikan suaranya

saat mengatakan di akhir kalimat dan melupakan kesopanan dalam

berbicara formal.

"Benar, Anda harus datang untuk menandatangani kontrak dan

persyaratannya."

Alice terlihat antusias dan mengangguk dengan cepat meski ia tahu bahwa

orang di sana tidak akan melihat. Seperti orang bodoh, tetapi Alice tidak

peduli lagi dengan pendapat orang mengenai tindakannya seperti kali ini.

Alice segera mengambil baju formal miliknya dan bergegas untuk pergi

menuju Royal Garden. Memang membutuhkan perjuangan ekstra di saat

seperti ini, mengingat ini sudah hampir siang hari.

"Menyebalkan sekali. Tahu begini aku menggunakan mobil saja tadi.

Busnya juga belum sampai juga," gumam Alice kesal.

Ini sudah kesekian kalinya Alice mengembuskan napas berat karena bus

yang dia tunggu tidak kunjung datang.

"Kenapa memilih menggunakan bus jika kamu memiliki mobil pribadi?"

tanya seseorang yang sedari tadi terlihat sibuk dengan koran di tangannya.

Alice menoleh. Lelaki yang duduk di sampingnya melipat koran yang

sedari tadi dia baca. Melihat itu Alice menatap kakinya yang mengenakan

sepatu hak tinggi.

"Karena Mama bilang menggunakan mobil pribadi setiap saat dapat

menyebabkan kemacetan terus menerus. Itu sebabnya aku menggunakan

bus, lagian juga aku keluar tidak buru-buru jika tidak buru-buru

menggunakan bus lebih baik untuk mengurangi kemacetan."

Senyum kecil terbit di wajah lelaki itu. "Andai semua orang berpikir

sepertimu pasti kemacetan mengular akan berkurang. Namaku adalah

Alden, namamu?" Lelaki itu mengulurkan tangan saat mengatakan itu.

"Alice." Alice menerima uluran tangan itu.

Tangan yang kekar juga mulus tidak ada goresan sama sekali di tangannya.

"Semoga kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti," ujar Alden saat melihat

bus yang sudah mendekat.

"Uhm, pasti. Terima kasih sudah menemaniku berbicara." Alice melepas

tangannya lebih dulu dan berdiri untuk naik bus yang sudah mulai berhenti.

Dengan segera Alice naik bus saat pintu sudah dibuka. Alden merapikan

barang-barangnya dan ikut masuk ke dalam bus. Tidak ada pembicaraan di

antara mereka sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya Alice berhenti di

pemberhentian bus di dekat tempat kerjanya.

"Aku duluan, ya." Alice berpamitan kepada Alden saat dia hendak turun.

"Baiklah, hati-hati."

Alice mengangguk dan keluar lalu berjalan ke menjauh dari sana. Alden

memperhatikan Alice yang terus berjalan. Melihat pakaian formal yang

digunakan oleh Alice dia dapat memastikan bahwa wanita itu akan pergi

untuk bekerja.

Bus yang dikendarai Alden terus melewati Alice yang hendak berbelok

menuju Royal Garden. Alden tersenyum samar saat mengetahui di mana

tempat Alice bekerja.

Alice memasuki pintu masuk perusahaan dan menghubungi seseorang yang

telah memberitahunya tentang terpilihnya dia saat ini.

"Saya sudah berada di perusahaan, jadi, saya harus ke mana?"

"Baiklah, tunggu sebentar, saya akan ke bawah dan menjemput Anda."

Panggilan pun terputus. Alice segera menunggu di sofa yang ada di sana.

Memperhatikan setiap detail lobi yang ada di sana, tidak lama seorang

wanita cantik datang menghampiri Alice.

"Nona Alice?" Merasa namanya dipanggil Alice mendongak dan

menemukan wanita itu.

Seketika Alice terkesiap karena wanita itu begitu cantik. Melihat reaksi dari

Alice dia tersenyum dan mendekatinya.

"Mari, Nona. Kita akan menandatangani surat perjanjian dan kontrak yang

ada." Wanita berucap dengan sopan dan berjalan duluan.

Mendengar perkataan dari wanita tadi Alice mengikuti ke mana wanita itu

akan membawanya. Mereka sampai di sebuah ruangan yang tidak ada

penghuninya.

Wanita itu mengambil sebuah dokumen dari dalam laci dan memberikan

kepada Alice.

"Ini dokumen kontrak dan persyaratan. Mohon dibaca dan ditandatangani.

Ah, sangat tidak sopan bila saya tidak mengenalkan diri lebih dulu. Nama

saya Diana, saya sekretaris GM di sini, Tuan Garham yang meminta saya

untuk mengurus Anda. Untuk minggu pertama Anda akan saya bimbing,

lalu minggu kedua dan seterusnya Anda bisa bekerja sendiri." Wanita

bernama Diana itu menjelaskan dan memperkenalkan diri.

Alice mengangguk dan membaca surat kontrak yang diajukan oleh

perusahaan, ada banyak poin di poin terakhir Alice mengerutkan kening.

"Tidak boleh melawan perkataan presdir? Jika keluar sebelum masa kontrak

berakhir maka akan dikenakan denda senilai satu miliar, lalu jika

perusahaan mengeluarkan secara sepihak tanpa ada kesalahan yang

dilakukan akan menerima uang ganti rugi senilai satu miliar?" Alice

bergumam kebingungan dengan poin terakhir yang berada di sana.

"Ini, maksudnya bagaimana?" Alice benar-benar kebingungan dengan

kontrak nomor terakhir.

"Perusahaan Royal Garden adalah perusahaan yang akan memberikan uang

ganti rugi jika perusahaan membuat kesalahan, lalu jika pegawai

mengundurkan diri sebelum kontrak berakhir maka dia juga harus

memberikan uang ganti rugi. Sangat menarik, bukan?" Diana menjelaskan

maksud dari poin yang tidak dimengerti oleh Alice.

"Aku tahu. Aku tahu semua itu, apa ini tidak termasuk berlebihan?

Membayar satu miliar untuk ganti rugi jika mengundurkan diri, apa ini

tidak terlalu berat?"

"Tentu saja tidak. Kontrak kerja selama lima tahun, lalu gaji perbulan juga

begitu mahal setiap beberapa bulan sekali jika performa kerja bagus maka

akan mendapat kenaikan gaji. Tuan Garham adalah orang yang sangat

menyukai pekerjaan yang sempurna, itu sebabnya semua akan berlomba

untuk mendapat kenaikan gaji."

Alice terlihat berpikir sejenak. Memang benar gaji yang ditawarkan oleh

perusahaan Royal Garden sangat tinggi dibanding perusahaan yang lain.

Setelah memikirkan apa yang terjadi Alice pun segera menandatangani

surat kontrak yang telah dia baca dengan seksama.

"Sudah." Alice selesai membubuhkan tanda tangan miliknya.

Setelah bertanda tangan maka dia tidak bisa lagi mundur dari perusahaan ini

untuk lima tahun ke depan. Lima tahun mungkin akan terasa cepat jika

pekerjaan yang dia kerjakan tidaklah menyulitkan dirinya.

"Nona Alice, selamat Anda diterima sebagai sekretaris Tuan Garham.

Beliau ingin bertemu dengan Anda untuk menanyakan banyak hal."

Orang yang dipanggil Alice itu mengerutkan kening saat mendengar bahwa

presdir ingin bertemu dengannya. Apa dia melakukan kesalahan jika

memang dia melakukan kesalahan maka kesalahan apa? Apa sesuatu yang

tidak bisa diperbaiki lagi?

"Bertemu dengan saya? Apa saya sudah mulai bekerja hari ini? Atau saya

melakukan sebuah kesalahan?" Alice kebingungan.

"Tidak, beliau hanya ingin bertemu dengan Anda untuk menanyakan

sesuatu." Diana berbicara kepada Alice dengan tersenyum hangat saat

mengatakan itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Dalam Pelukan Brondong
7.9
Kehidupan Sheana, wanita 35 tahun yang bersuamikan miliarder, terasa sepi dan hampa. Demi mengusir kesunyian, ia nekat menjalin hubungan terlarang dengan pemuda menawan berusia 23 tahun bernama Ellandra yang ditemuinya di klub malam. Meski pernikahan taruhannya, Sheana kian terjerat pesona sang brondong. Namun, romansa ini dihantui rahasia gelap suaminya, masa lalu kelam, serta pacar Ellandra. Kini ia harus memilih antara bertahan atau mengikuti gairah baru yang menghidupkan jiwanya.
Sampul Novel Istri yang Terabaikan
9.7
Lima tahun pernikahan kulalui tanpa kehadiran suami di hari ulang tahunku, yang selalu mengganti kehadirannya dengan uang. Ironisnya, ia justru sibuk menyiapkan pesta untuk Fiona dengan alasan hanya dialah yang Fiona miliki. Saat melihat kemesraan mereka di media sosial pascatragedi kebakaran yang menyisakan trauma mendalam, batasan sabarku habis. Aku pun menuliskan komentar tegas bahwa kini aku merelakan pria tak berguna itu sepenuhnya untuk Fiona.
Sampul Novel My Mysterious Husband
9.7
Dua kali gagal menikah membuat Elsa Anindita menutup rapat hatinya. Saat putus asa, ia menerima tawaran kawin kontrak dari Alvaro, pria difabel yang sebenarnya adalah CEO sukses yang sedang menyamar. Elsa bersedia menikah demi mahar 500 juta rupiah. Namun, pernikahan ini menyimpan rahasia besar. Alvaro ternyata adalah Dika, pria dari masa lalu yang dulu meninggalkannya di pelaminan. Akankah cinta mereka bersemi kembali di tengah rahasia ini?
Sampul Novel PERFECT PARTNER
8.4
Arsitek menawan nan keras kepala, Amanda Altakendra, mengunci rapat hatinya akibat luka masa lalu. Namun, pertahanan itu goyah setelah ia tak sengaja bersua dengan Darko Dio Archelaus di sebuah klub malam. Penguasa Archelaus Corp yang dingin itu seketika terobsesi dan mengerahkan segala upaya untuk mengikat Amanda sebagai pendamping hidupnya. Mampukah sang triliuner meruntuhkan ego Amanda dan menyembuhkan traumanya?
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Sandiwara Pernikahan
8.0
Elvano kerap direndahkan oleh Tuan Dandi karena kondisi finansialnya yang serbapas-pasan saat meminang Nadine. Walau memiliki paras tampan, ketiadaan aset dan pekerjaan tetap membuatnya dianggap tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Wijaya. Sang kakek pun menantangnya untuk mengakuisisi seluruh aset Hotel Chandra sebagai syarat pengakuan. Tanpa keraguan, Elvano menerima misi tersebut demi membuktikan kelayakannya serta memperjuangkan cinta dan harga dirinya.