APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO Mesum

CEO Mesum

Alice Handerson, sekretaris berprinsip kokoh, selalu menghadapi sikap menggoda dari bosnya di tempat kerja. Di balik profesionalismenya, ia kerap terseret dalam ketegangan penuh sensasi di kantor. Ketika sebuah tawaran kontroversial datang dari sang atasan, Alice bimbang antara akal sehat dan gejolak batinnya. Hubungan penuh dinamika cinta dan benci ini menantang batas kekuasaan serta gairah mereka dalam kisah romansa modern yang berani.
Bab
Bagikan

Bab 3

Alice dan Diana sampai di depan pintu yang terdapat tulisan ruangan

presdir.

"Tuan, Nona Alice sudah datang."

"Suruh dia masuk!" Datar dan dingin yang masuk ke dalam gendang telinga

Alice.

Pintu dibuka oleh Diana, kesan pertama yang Alice lihat adalah ruangan

yang rapi dan banyaknya dokumen tertumpuk di meja, seseorang berada di

kursi dan membelakangi mereka.

Orang itu memutar kursi kebanggaannya dan menatap Alice dari atas

hingga bawah.

"Berapa usiamu?"

"Dua puluh tiga tahun, Tuan." Alice menjawab dengan sopan dan lembut.

"Silakan duduk. Diana silakan keluar, ada hal yang ingin saya bicarakan

secara pribadi dengan Nona Alice."

"Baik, Tuan." Diana berpamitan dan mengundurkan diri dengan perlahan.

Di dalam ruangan yang besar dan sunyi itu hanya tinggal mereka berdua.

Alex masih meneliti penampilan orang yang duduk di depannya.

"Saya adalah Alex Garham. Pemilik dari Royal Garden, selamat bergabung

dengan kami dan bekerjalah dengan giat."

Mendengar sambutan ramah dari Alex, Alice tersenyum dengan penuh

semangat.

"Terima kasih, Tuan Garham. Saya adalah Alice Handerson, mohon

bimbingannya." Alice berucap dengan ramah dan senyum hangat.

"Alice Handerson, ya. Baiklah ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan

dan ingin tahu."

"Baik."

Alice begitu tegang dia takut jika orang di depannya akan bertanya-tanya

tentang alasan dia dikeluarkan dari perusahaan sebelumnya.

"Apa kau seorang perawan?"

Alice melongo tidak percaya dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh

presdir kali ini.

"Maaf?"

Melihat ekspresi dari Alice, Alex bisa memastikan bahwa wanita di

depannya mungkin seorang yang polos.

"Tidak ada. Melihat dari ekspresimu, sepertinya kau seorang perawan."

Alex tersenyum miring saat mengatakan itu.

"Tuan, apa semua itu penting?" Alice mulai tidak nyaman dengan

pembahasan kali ini.

Bagaimana mungkin ada perusahaan yang menanyakan hal yang sevulgar

itu kepada bawahannya seperti kali ini.

"Tidak juga. Mau kamu seorang perawan atau bukan aku sangat

menyukaimu, jadi, ada beberapa hal yang kuinginkan darimu." Alex mulai

berbicara dengan santai dan tidak seformal tadi.

"Maaf, Tuan. Apa yang ingin Anda inginkan?"

"Tidak berat hanya pekerjaan ringan sebelum besok mulai bekerja.

Sebenarnya hari ini juga termasuk hari kerjamu, karena kamu baru saja

diterima, jadi, mulai besok kamu bisa bekerja dengan normal. Kali ini

hanya pekerjaan kecil saja."

Mendengar itu Alice kembali tenang walau hanya sesaat. "Baik. Terima

kasih, Tuan."

"Coba buka bajumu. Aku ingin melihat ukuran dada dan celana dalammu."

Wajah Alice memerah saat itu juga. Dia malu juga marah di saat bersamaan,

bagaimana bisa ada presdir gila dan mesum tidak terkira seperti itu?

"Tuan, Anda jangan membuat saya kehilangan kesabaran." Alice berucap

dengan dingin saat mendengar perkataan vulgar itu.

Alex berdiri dan meninggalkan kursi kebanggaannya dan menghampiri

Alice. Dia mendekatkan wajahnya ke arah Alice.

Wajah Alice memerah seketika saat jarak di antara mereka begitu dekat.

Menghindar pun tidak akan bisa karena posisinya saat ini tengah duduk di

kursi sedangkan Alex dia berdiri di samping kursi.

Tangan Alex bergerak menuju dada Alice dan meremasnya pelan. Hampir

saja Alice berteriak jika saja Alex tidak buru-buru menutup mulut Alice

dengan tangannya.

Hanya meremas sebentar dan melepas bungkamnya kepada Alice.

"Berengsek! Apa yang kau lakukan?! Aku akan melaporkanmu kepada

polisi atas tuduhan pelecehan seksual!" Alice berdiri dengan wajah merah

dan penuh amarah.

"34C cukup besar untuk ukuran wanita sepertimu. Setidaknya cukup untuk

aku remas selama kontrakmu dengan perusahaan." Alex berucap dengan

santai dan menulis sesuatu di kertas.

"Kau! Bajingan sialan! Tangan kotormu itu sudah hafal dengan ukuran dada

seorang wanita hanya dengan menyentuhnya saja! Kau benar-benar seorang

bajingan, sangat menyesal aku bekerja di tempat seperti ini. Aku akan

mengundurkan diri dan menyebarkan bahwa CEO dari Royal Garden

adalah orang yang tidak kompeten dan tidak bertanggung jawab, selain itu

Anda juga seorang yang mesum! Pasti sudah ratusan wanita yang sudah

Anda pegang dengan tangan menjijikkanmu itu!" Alice berucap dengan

berapi-api dan penuh dengan emosi ia.

Setelah mengatakan itu Alice segera meninggalkan tempat tadi berniat

untuk pergi. Bagaimana bisa dia mendapat pelecehan di hari dia

menandatangi kontrak. Sangat menyesal bagi dirinya bisa mengenal orang

mesum akut seperti Alex Garham.

"Silakan jika ingin mengundurkan diri di luar sana masih banyak orang

yang mengantri untuk bekerja di sini. Jangan lupakan untuk membayar

uang ganti rugi sebanyak dua kali lipat jika kamu ingin melaporkan

tindakanku tadi ke polisi." Datar dan dingin yang keluar dari mulut alex.

Nada bicara pertama kali yang didengar oleh Alice tadi. Alice

menghentikan langkahnya saat itu juga. Dua kali lipat katanya?

Bagaikan tersambar petir mendengar uang ganti rugi sebanyak itu, ia

berbalik dan melotot tak percaya. "Dua kali lipat? Apa Anda sudah gila? Di

kontrak hanya terdapat uang ganti rugi seharga satu miliar kenapa menjadi

dua kali lipat?!" Alice berbalik dan menggembrakk meja milik Alex.

"Yang membuat peraturan adalah aku, yang berkuasa di sini adalah aku.

Jika kamu keberatan silakan membayar uang ganti rugi seperti yang aku

sebutkan. Dilarang melawan perkataan presdir, jika melawan maka akan

mendapat hukuman sendiri. Bukannya di kontrak bekerja sudah ada

perjanjian itu?"

Alice mengangkat tangannya yang mengebrak meja tadi. Dia menggigit

bibirnya untuk melampiaskan perasaan marah yang melingkupi dirinya.

"Baik. Saya akan mulai bekerja besok. Saya harap Anda bisa berbuat sopan

kepada saya dan tidak membuat saya marah lagi. Sampai bertemu besok,

Tuan Garham." Alice membungkukkan badan dan berpamitan pergi.

Emosi terpendam masih bergelora di dalam dada Alice bagaimana tidak

emosi jika diperlakukan dengan tidak sopan seperti itu. Dia datang ke sana

untuk bekerja bukan untuk menjadi jalang.

Sedangkan di dalam ruangan ruangannya Alex menatap tangan kirinya yang

meremas dada Alice. Senyum puas terpasang di wajahnya saat itu juga.

"Wanita yang menarik. Menjaga diri dan suci, sangat cocok untuk masuk

sebagai kandidat orang yang kuat berada di sisiku. Alice Handerson, jangan

salahkan aku jika aku tertarik kepadamu, Kucing Liar!"

Alex segera memeriksa dokumen yang belum sempat dia periksa selama

perbincangannya dengan Alice tadi.

Menjadi seorang CEO bukan berarti dirinya bisa bermalas-malasan seperti

tadi. Dia hanya ingin bermain barang sejenak untuk meringankan beban

pikiran yang mengganggunya.

Sedangkan Alice dia menggerutu sepanjang perjalanan menuju lantai

bawah, meratapi nasibnya yang tidak beruntung bertemu dengan bos kurang

ajar seperti Alex.

Aku akan mengingatnya seumur hidup apa yang telah dilakukan oleh si

Anjing Liar itu. Setelah kontrak ini berakhir aku akan segera

mengundurkan diri dan mencari pekerjaan yang lain! batin Alice dengan

penuh amarah

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Dalam Pelukan Brondong
7.9
Kehidupan Sheana, wanita 35 tahun yang bersuamikan miliarder, terasa sepi dan hampa. Demi mengusir kesunyian, ia nekat menjalin hubungan terlarang dengan pemuda menawan berusia 23 tahun bernama Ellandra yang ditemuinya di klub malam. Meski pernikahan taruhannya, Sheana kian terjerat pesona sang brondong. Namun, romansa ini dihantui rahasia gelap suaminya, masa lalu kelam, serta pacar Ellandra. Kini ia harus memilih antara bertahan atau mengikuti gairah baru yang menghidupkan jiwanya.
Sampul Novel Istri yang Terabaikan
9.7
Lima tahun pernikahan kulalui tanpa kehadiran suami di hari ulang tahunku, yang selalu mengganti kehadirannya dengan uang. Ironisnya, ia justru sibuk menyiapkan pesta untuk Fiona dengan alasan hanya dialah yang Fiona miliki. Saat melihat kemesraan mereka di media sosial pascatragedi kebakaran yang menyisakan trauma mendalam, batasan sabarku habis. Aku pun menuliskan komentar tegas bahwa kini aku merelakan pria tak berguna itu sepenuhnya untuk Fiona.
Sampul Novel My Mysterious Husband
9.7
Dua kali gagal menikah membuat Elsa Anindita menutup rapat hatinya. Saat putus asa, ia menerima tawaran kawin kontrak dari Alvaro, pria difabel yang sebenarnya adalah CEO sukses yang sedang menyamar. Elsa bersedia menikah demi mahar 500 juta rupiah. Namun, pernikahan ini menyimpan rahasia besar. Alvaro ternyata adalah Dika, pria dari masa lalu yang dulu meninggalkannya di pelaminan. Akankah cinta mereka bersemi kembali di tengah rahasia ini?
Sampul Novel PERFECT PARTNER
8.4
Arsitek menawan nan keras kepala, Amanda Altakendra, mengunci rapat hatinya akibat luka masa lalu. Namun, pertahanan itu goyah setelah ia tak sengaja bersua dengan Darko Dio Archelaus di sebuah klub malam. Penguasa Archelaus Corp yang dingin itu seketika terobsesi dan mengerahkan segala upaya untuk mengikat Amanda sebagai pendamping hidupnya. Mampukah sang triliuner meruntuhkan ego Amanda dan menyembuhkan traumanya?
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Sandiwara Pernikahan
8.0
Elvano kerap direndahkan oleh Tuan Dandi karena kondisi finansialnya yang serbapas-pasan saat meminang Nadine. Walau memiliki paras tampan, ketiadaan aset dan pekerjaan tetap membuatnya dianggap tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Wijaya. Sang kakek pun menantangnya untuk mengakuisisi seluruh aset Hotel Chandra sebagai syarat pengakuan. Tanpa keraguan, Elvano menerima misi tersebut demi membuktikan kelayakannya serta memperjuangkan cinta dan harga dirinya.