APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cahaya Diujung Gerbang

Cahaya Diujung Gerbang

Dibuang sejak bayi di panti asuhan, Nayra dibesarkan oleh Ibu Marisa dengan penuh kesederhanaan. Meski kerap dicemooh, penderitaan terberatnya tiba saat tuduhan palsu memaksanya angkat kaki dari sana. Di tengah kerasnya jalanan, ia bertahan hidup lewat berbagai kerja serabutan demi menjaga harga dirinya. Lewat kegigihan yang tak tergoyahkan, Nayra akhirnya mampu bangkit dari keterpurukan dan meraih kesuksesan, membuktikan bahwa harapan selalu ada untuk mengalahkan takdir kelam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari itu, langit sore tampak kelabu, seolah ikut merasakan beban yang ditanggung Nayra. Suara deru angin menambah suasana suram, namun hatinya justru membara dengan tekad yang semakin kuat. Ia tahu, pertarungan hidupnya belum usai. Justru baru akan dimulai.

Nayra baru saja selesai membantu di Cahaya Senja ketika ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

"Jangan terlalu tinggi melayang, Nayra. Masa lalumu akan terus mengejarmu sampai kau hancur."

Garis-garis pesan itu seperti racun yang menyebar di dadanya. Tapi kali ini, ia tidak menangis. Ia menarik napas dalam-dalam dan membalas dengan satu kata:

"Aku tidak takut."

Beberapa hari setelahnya, Nayra mendapatkan kabar mengejutkan dari Dian, pengacara yang membantunya mengurus masalah fitnah dan dokumen pengadilan.

"Kau harus siap, Nayra. Mereka mulai bergerak. Orang-orang di balik fitnah itu ternyata tidak ingin kau bangkit."

Dian memandang Nayra dengan serius, "Ini bukan hanya tentang fitnah murahan. Ada yang ingin menjatuhkanmu secara total."

Nayra menatap matanya, "Siapa mereka? Apa motifnya?"

Dian menghela napas. "Aku sedang menyelidiki. Tapi kau harus hati-hati. Jangan pernah meremehkan lawan yang punya banyak sumber daya."

Malamnya, Nayra pulang ke kontrakan dengan hati was-was. Jalanan yang biasanya ramai, malam itu sepi dan gelap. Di balik bayang-bayang, ia merasakan tatapan dingin yang mengikutinya.

Tiba-tiba, suara kasar menghentikan langkahnya.

"Hei, Nayra... Kau pikir bisa lolos begitu saja?"

Sosok Jelita muncul dari kegelapan dengan senyum penuh kebencian.

Nayra menahan gemetar, tapi tidak mundur. "Jelita, apa lagi yang kau inginkan dariku?"

Jelita mendekat, "Aku ingin kau tahu, aku tidak akan berhenti sampai kau hancur. Aku akan hancurkan segalanya yang kau punya-mimpimu, pekerjaamu, bahkan Arman."

Kata-kata itu menusuk seperti pisau. Nayra merasa seluruh tubuhnya menegang, tapi ia menatap balik dengan keberanian.

"Kau boleh mencoba, tapi aku tidak akan menyerah lagi."

Jelita tertawa dingin, lalu menghilang dalam kegelapan.

Keesokan harinya, Nayra bertemu Arman di kafe. Wajah Arman tampak serius, seolah membawa beban yang lebih besar dari yang ia tunjukkan.

"Nayra, aku harus memberitahumu sesuatu," katanya perlahan.

Nayra menatapnya penuh tanda tanya.

"Ini tentang keluargaku," lanjut Arman. "Ayahku tidak setuju dengan hubungan kita. Dia sudah mengatur perjodohan dengan keluarga lain, yang akan menguntungkan bisnis kami."

Nayra menelan ludah, "Jadi... kau tidak bisa memilih aku?"

Arman menggeleng. "Aku ingin, tapi aku terjebak dalam tradisi dan tanggung jawab keluarga. Aku harus menuruti mereka, setidaknya untuk sekarang."

Rasa sakit menyelinap di hati Nayra, tapi ia berusaha menahan air mata. "Aku mengerti, Arman. Tapi aku tidak akan menunggu selamanya."

Hari-hari berikutnya, Nayra fokus pada perjuangan membersihkan namanya. Bersama Dian, ia mulai mengumpulkan bukti-bukti dan kesaksian yang akan menguatkan kasusnya.

Namun tekanan dari luar semakin berat. Surat ancaman terus datang, bisikan-bisikan fitnah beredar semakin luas. Nayra merasa sendirian, tapi ia tidak mau jatuh lagi.

Suatu sore, ketika sedang bekerja, Nayra melihat sosok Jelita masuk ke dalam kafe. Kali ini ia tidak sendirian, tapi bersama seorang pria yang terlihat kaya dan berpengaruh.

Mereka duduk di sudut, berbicara dengan suara rendah tapi penuh ancaman. Nayra tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi tatapan Jelita saat menatapnya sudah cukup membuatnya merinding.

Malam itu, Nayra mendapat telepon dari Ibu Marisa, pemilik panti asuhan yang dulu pernah merawatnya.

"Nayra, aku dengar kabar buruk tentangmu. Apa kau baik-baik saja?" suara Ibu Marisa penuh kekhawatiran.

"Aku baik, Bu. Aku akan berjuang sampai akhir," jawab Nayra dengan tegas.

Ibu Marisa terdiam sejenak, lalu berkata, "Ingat, Nayra, kau bukan hanya berjuang untuk dirimu sendiri. Ada anak-anak di panti yang mengandalkanmu. Jangan sampai mereka kehilangan harapan karena kau menyerah."

Kata-kata itu seperti cambuk bagi Nayra. Ia sadar, perjuangannya bukan hanya soal membersihkan nama, tapi juga menjadi contoh kuat bagi mereka yang percaya padanya.

Beberapa minggu kemudian, sebuah kejadian tak terduga terjadi. Nayra menerima undangan mendadak dari seseorang yang mengaku sebagai saksi kunci dalam kasus fitnahnya.

Dengan rasa penasaran dan sedikit takut, Nayra dan Dian menemui orang tersebut di sebuah kafe kecil.

Pria itu bernama Hendra, seorang mantan karyawan panti yang pernah bekerja bersama Ibu Marisa. Ia membawa bukti berupa rekaman dan dokumen yang bisa mengubah arah kasus Nayra.

"Aku tidak mau terlibat masalah, tapi aku juga tidak tega melihat kau terus-terusan dihancurkan," kata Hendra dengan suara berat.

Nayra menatap Hendra penuh haru. "Terima kasih. Ini sangat berarti bagiku."

Namun tidak semua berjalan mulus. Ketika bukti itu mulai diselidiki, Nayra dan Dian mulai merasakan tekanan yang lebih besar dari pihak lawan.

Sebuah malam, kontrakan Nayra didatangi oleh sekelompok orang yang mencoba mengintimidasi.

"Apa kau pikir kau bisa menang? Hentikan semua ini sebelum terlambat," ancam salah satu dari mereka dengan suara kasar.

Nayra hanya berdiri teguh, menatap mereka tanpa rasa takut. "Aku tidak akan berhenti."

Di sisi lain, Arman mulai berjuang melawan keluarganya sendiri. Ia menyadari bahwa cintanya pada Nayra lebih penting daripada tradisi atau bisnis keluarga.

Namun, perlawanan itu membuatnya menjadi target dalam rumahnya sendiri. Ia mulai menerima ancaman dan tekanan yang membuatnya semakin terpojok.

Suatu malam, Arman menghubungi Nayra dengan suara putus asa.

"Nayra, aku tidak tahu berapa lama aku bisa bertahan di sini. Tapi aku janji, aku akan segera mencari jalan keluar untuk kita."

Nayra menatap ponselnya dengan haru, "Aku menunggumu, Arman. Aku percaya padamu."

Konflik semakin memuncak ketika Jelita mulai membuka serangan langsung ke panti asuhan. Ia menyebarkan kabar bohong yang membuat para donatur dan masyarakat ragu pada kebaikan panti.

Ibu Marisa merasa terpukul, tapi ia tidak mau menyerah.

"Nayra, kita harus tunjukkan kebenaran. Anak-anak ini pantas mendapatkan masa depan yang lebih baik," tegas Ibu Marisa.

Nayra mengangguk, "Kita akan buktikan semuanya, Bu."

Bab ini ditutup dengan adegan klimaks saat Nayra berdiri di depan anak-anak panti, menatap mereka dengan penuh harapan dan tekad.

"Anak-anak, kita tidak sendiri. Kita punya kebenaran dan keberanian. Kita akan melawan sampai akhir, demi masa depan yang lebih baik."

Matanya berkaca-kaca, tapi suara Nayra tegas dan penuh semangat. Di luar sana, bayang-bayang masa lalu dan pengkhianatan terus mengintai, tapi kali ini Nayra siap menghadapi semuanya dengan kepala tegak.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menyerah, Memilih Pergi
9.8
Bertahun-tahun Naira tulus mengabdi menjadi istri Danang sekaligus ibu tiri bagi Arka. Malangnya, segala pengorbanan itu hanya dibalas kebekuan sikap dan cercaan. Batas kesabarannya habis ketika sebuah serangan keji mengancam nyawanya, namun suami dan anak tirinya justru tega mengabaikan jeritan minta tolongnya. Kecewa berat akibat pengkhianatan kejam di saat kritis tersebut, Naira akhirnya memutuskan bangkit dan melangkah pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menganggapnya ada.
Sampul Novel CINTA YANG TERTUKAR
8.4
Mahya, wanita kelahiran 1991, selalu gagal dalam percintaan akibat ulah sahabatnya sendiri. Di balik sikap manisnya, sang sahabat diam-diam kerap menghancurkan asmara Mahya secara manipulatif. Meski berulang kali dikhianati, kepolosan membuat Mahya terus memercayainya. Hingga suatu hari, sebuah peristiwa tak terduga memicu kemarahan besar Mahya. Apakah kedok busuk sahabatnya itu akan segera terbongkar?
Sampul Novel Hello, My Husband
8.6
Mahligai rumah tangga yang dibangun demi kewajiban kini retak. Sang istri memohon agar suaminya tak lagi menunjukkan perhatian semu yang kerap memicu harapan kosong. Namun, permintaan itu justru memicu perselisihan dingin di antara mereka. Keheningan mencekam pun tercipta saat sang suami pergi tanpa memberi kejelasan tentang perceraian. Meninggalkan sang istri dalam kebimbangan, ia kini bertanya-tanya apakah perpisahan ini batas akhir ataukah awal dari derita baru.
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN
8.0
Pernikahan Violetta dan Nathan diselimuti keheningan yang menyakitkan. Meski Violetta telah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya demi sang suami, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Nathan terus membangun dinding pemisah yang tebal, memperlakukan Violetta layaknya orang asing di hidupnya. Harapan Violetta untuk bersatu seutuhnya kini pupus, menyisakan kepedihan mendalam akibat sikap dingin dan pengabaian Nathan yang tak berujung.
Sampul Novel Janji Kita Hanyalah Debu
8.2
Sikap dingin Farel akhirnya membuat kesabaran Rania habis. Memegang janji masa lalu untuk pergi jika dikhianati, ia diam-diam menyiapkan perceraian dalam tiga puluh hari. Rencana itu kian mantap saat Rania berniat memberi kejutan ulang tahun di kantor suaminya. Alih-alih kemesraan, ia justru menyaksikan Farel bermesraan dengan Alena, mantan kekasihnya. Pengkhianatan nyata di depan mata ini menjadi titik balik bagi Rania untuk benar-benar melangkah pergi.
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Empat tahun membina rumah tangga dengan CEO sukses bernama Dimas Satria, Putri Wijaya merasa hidupnya sangat bahagia. Namun, dunianya yang tenang mendadak hancur setelah sebuah rekaman video mengungkap perselingkuhan sang suami. Dimas rupanya telah berpoligami secara rahasia dengan Rina, sahabat dekat yang selama ini sudah dianggap Putri sebagai adiknya sendiri. Kini, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa orang kepercayaannya justru menjadi perusak pernikahannya.