APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Di balik tembok megah Cachtice Castle, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed menyimpan rahasia kelam yang mengguncang Eropa Timur abad ke-15. Dituduh membunuh lebih dari 600 gadis muda dalam ritual mandi darah demi menjaga kecantikannya, ia menjadi legenda paling menakutkan dalam sejarah Hongaria. Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo menyelidiki laporan kekejaman yang melibatkan ritual bebas dan pembunuhan sadis di dalam kastilnya. Saat para pembantunya dijatuhi hukuman mati, status bangsawan melindungi sang countess dari eksekusi. Ia justru dikurung di kastilnya sendiri, hidup dalam isolasi hingga akhir hayatnya pada 21 Agustus 1614. Kisah ini adalah fiksi yang terinspirasi dari sejarah kelam Blood Countess—cikal bakal legenda vampir Eropa, disajikan sebagai roman gelap yang mencekam dan penuh gairah terlarang.
Bab
Bagikan

Bab 3

Countess Klara Bathory de Ecsed berupaya sekuat tenaga untuk menekan rasa kasihan terhadap keponakannya, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, yang sedang menahan sakit tidak terkira. Dia terus membekap mulut keponakannya dengan kain, agar teriakkan karena rasa sakit tidak memecah malam yang senyap. Meskipun setiap ruangan di kastil mereka memiliki tembok yang tebal, namun tetap saja tidak akan mampu meredam suara yang sangat keras.

"Bertahanlah Ellie, kamu pasti bisa melewati ini." Klara berusaha memberi semangat kepada keponakannya. Ellie dengan wajah dipenuhi keringat hanya mampu menatap nanar bibinya, yang terus saja membekap mulutnya dengan kain, agar dia tidak berteriak kesakitan. Satu-satunya yang membuat Ellie kuat adalah, harapan agar anak yang berada di dalam rahimnya bisa terlahir dengan selamat dan sehat. Dia ingin buah cintanya bersama Gustav terlahir sempurna, sesempurna cintanya pada Gustav.

"Gerda, apakah segalanya baik-baik saja?" kali ini Klara menatap Gerda --tabib istana yang sudah mengabdikan diri di kastil Cachtice selama sebelas tahun-- dengan peluh yang membasahi keningnya, masih dengan telaten membimbing Ellie, --panggilan akrab bagi Countess Elizabeth Bathory de Ecsed-- yang sedang berjuang bertaruh nyawa.

"Seharusnya baik-baik saja Nona Klara, tetapi Nona Ellie sepertinya terlalu tegang, sehingga kontraksinya terhambat." Gerda berusaha memberi penjelasan, sambil tetap berkonsentrasi memberi rangsangan di sekitar perut Ellie.

Ellie yang telah menahan sakit sejak awal malam, semakin tampak lemah. Klara telah memberinya ramuan yang dibuat oleh Gerda agar stamina Ellie menjadi kuat untuk melewati situasi ini. Dan Ellie yang mendengar kata-kata Klara berusaha menguatkan dirinya agar bisa terus berjuang melahirkan bayinya. Dia memang takut terjadi apa-apa pada bayinya, dan dia tidak mau karena fisiknya yang lemah, akan membuat proses kelahiran bayinya terhambat. Jadi Ellie mengumpulkan kekuatan semampu yang dia bisa untuk mengejan.

Sesungguhnya yang paling dikhawatirkan oleh Klara adalah kondisi Ellie yang seringkali sesak nafas serta mimisan, setelah itu Ellie akan terkulai lemah tak berdaya. Kalau saja tidak ada Gerda sebagai tabib istana yang handal, mungkin Ellie tidak akan bisa melewati usianya yang saat itu masih balita.

Setelah hampir separuh malam dilalui dengan penuh ketegangan, akhirnya Ellie berhasil dengan selamat melahirkan seorang bayi mungil yang cantik. Meskipun kulit bayi tersebut masih berkerut, namun aura kecantikan sudah terlihat. Gerda yang pertama kali melihatnya sedikit terpesona, namun segera mengingatkan diri untuk membrsihkan tubuh bayi tersebut.

"Bayinya perempuan, sehat dan cantik." Mata Gerda berbinar, Klara dan Ellie juga tidak kalah lega mendengarnya.

"Segera masuk ruangan kedap suara!" perintah Klara tegas. Klara tidak ingin tangis bayi mengagetkan seisi kastil.

Mereka mengetahui kebiasaan seorang bayi yang baru lahir akan menangis, maka mereka telah mempersiapkan ruang kedap suara yang dirancang oleh Gergely suami Gerda, untuk mengantisipasi. Gerda segera membawa bayi tersebut ke sana, di dalamnya, tangisan bayi yang menggema tidak terdengar sampai ke luar.

Sementara itu, Klara membantu Ellie untuk menenangkan diri, "Ellie, sepertinya semua berjalan lancar. Ini, minumlah. Ramuan dari Gerda akan membuatmu mengantuk setelah sekitar satu jam, dan kamu bisa istirahat dengan tenang."

Ellie menatap Klara penuh airmata di wajahnya, "apakah aku tidak boleh melihatnya?" mata Ellie mengerjap penuh pengharapan, "biarkan aku memeluknya sekali saja, bila air susuku bisa menuntaskan hausnya, setidaknya biarkan dia minum sejenak." Ellie memohon dengan suara lirih penuh kesedihan.

Klara menatap keponakannya dengan sendu, "Aku akan tanyakan kepada Gerda. Sementara ini, rebahkan dirimu dengan nyaman. Gerda masih menenangkan bayimu di ruang kedap suara, juga membersihkan tubuhnya."

Ellie mengangguk patuh, "Apakah aku bisa bertemu lagi dengan putriku?" tanya Ellie lagi. Tubuhnya sungguh sangat lemah, namun dia ingin melihat bayinya, ingin memeluknya, juga ingin selalu bersamanya, namun dia sadar, itu adalah sesuatu yang sangat sulit.

"Kita sudah membahas ini berkali-kali, Ellie. Semua sudah dipersiapkan. Kamu tidak memiliki pilihan." Klara mencoba menenangkan Ellie dengan sabar. Dia sangat mencintai keponakannya lebih dari apapun. Baginya Ellie adalah putri cantik bagai porselen ringkih yang harus selalu dijaga, agar tidak retak dan pecah.

Sejak kecil Ellie sering menderita sakit kejang, tubuhnyapun sangat rapuh, bahkan sampai mimisan, sehingga Klara yang usianya tidak terpaut jauh dari Ellie telah menjadi bibi sekaligus temannya. Klara menjadi sangat protektif terhadap Ellie.

Ellie menangis tersedu, "Apakah aku akan kehilangan putriku selamanya?" Ellie masih merasa belum ikhlas melepas bayinya, "Aku tahu aku salah, tetapi apakah tidak ada jalan lain, selain memisahkan aku darinya?"

Ellie menggeleng sedih, Klara hanya mampu mengelus rambut Ellie dengan penuh kasih, "Kenapa tidak membiarkan kami bersama-sama saja, aku bisa pergi dengan bayiku menjauh dari semua ini." Tangis Ellie semakin menjadi dalam pelukan Klara.

"Pada usia dewasanya nanti, ketika diperkirakan dia sudah punya sebuah keluarga kecil, dan mungkin juga anak-anak yang lucu, kita bisa buat skenario untuk merancang pertemuan. Disaat itu, kamu dan aku mungkin sudah menjadi cukup kuat untuk membuat keputusan yang tidak bisa ditentang. Tetapi saat ini, kita tidak bisa melakukannya. Kita semua akan dihukum berat. Apakah kamu ingin Gustav dihukum mati?" Klara berusaha menenangkan Ellie.

Ellie menggeleng lemah, isaknya makin menjadi, dadanya terasa sangat sesak. Semua pilihan tersebut sama-sama sulit, mereka akan memisahkan dirinya dari orang-orang yang dicintainya. Tetapi keputusan yang telah disepakati setelah banyak diskusi dengan Klara --Bibinya-- adalah yang terbaik. Mereka semua akan tetap hidup, meski harus saling terpisah. Namun masih ada harapan untuk bertemu kembali kelak. Dan mereka sepakat untuk menyembunyikan semuanya selama dua puluh tahun.

Gerda datang menghampiri Klara dan Ellie yang masih terbaring lemah karena mulai mendapatkan reaksi ramuannya untuk segera tertidur.

Setelah membersihkan kotoran di tubuh bayi merah --yang kulitnya masih kisut--, lalu membaluri tubuh bayi tersebut dengan ramuan yang membuat bayi merasa nyaman, Gerda membungkusnya dengan selimut tebal dan hangat. Gerda membawa bayi tersebut kepada ibu muda yang baru saja melahirkannya.

"Nona Ellie, dia sudah tenang, kamu bisa menyusuinya sekarang." Awalnya, rencana mereka adalah sesegera mungkin membawa bayi tersebut menjauh dari kastil. Namun tadi Gerda mendengar percakapan antara Ellie dan Klara yang membuatnya terenyuh. Maka dia memutuskan untuk memberikan sedikit kebahagiaan yang masih tersisa, didetik-detik terakhir perpisahan panjang antara ibu dan anaknya yang baru dilahirkan.

Ellie menatap tubuh mungil yang ringkih tersebut dengan takjub. Didekapnya erat, dan dinikmati sensasi saat bayinya meminum air susunya. Mungkin ini adalah satu-satunya hal yang kelak akan bisa membuat ikatan bathin mereka cukup kuat. Ellie berusaha menerimanya dengan tabah.

Akhirnya Ellie tertidur, dan bayi mungil tersebut juga tertidur karena merasa kenyang dan nyaman dalam pelukan hangat ibunya.

Klara dan Gerda segera membereskan segala sesuatunya, lalu menuju istal. Disana Gergely suami Gerda sudah menunggu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jadikan Aku Budakmu, Nona
9.7
Setelah menghirup udara bebas dari penjara, Jade menerima warisan berupa rumah tua peninggalan sang kakek. Di dalam bangunan misterius itu, ia terpikat oleh sebuah lukisan kuno bergambar wanita cantik. Jade awalnya berniat menjual lukisan tersebut demi menyambung hidup. Namun, situasi berbalik saat sosok wanita di dalamnya mendadak hidup kembali. Alih-alih kaya, Jade kini justru terjerat nasib buruk dan dipaksa menjadi budak darah abadi bagi sang wanita.
Sampul Novel MERMAID AS ALPHA'S DESTINY
9.5
Demi menyelamatkan kaum werewolf dari kepunahan, Billy sang calon raja harus mencari Catalina, reinkarnasi putri duyung Althaia. Takdir menyatukan mereka di dunia modern, namun cinta mereka terhalang rintangan mematikan. Billy membutuhkan Catalina untuk mendapatkan kekuatan, tetapi hubungan fisik dapat merenggut nyawa Catalina jika ia terlambat kembali ke air. Di bawah ancaman vampir dan monster, keduanya harus berjuang bersatu demi klan tanpa saling mengorbankan.
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Hidup Ellena hancur setelah ayah kandungnya sendiri tega menjualnya demi ambisi bisnis yang kotor. Kini, ia menjadi tawanan di mansion megah milik Hogue, sosok vampir kejam dengan hasrat menyimpang yang kerap menyiksa fisiknya. Diperlakukan layaknya budak tanpa harga diri di bawah kekuasaan pria sadis tersebut, Ellena terjebak dalam penderitaan yang tiada akhir. Mampukah ia bertahan hidup menghadapi segala kekejaman Hogue?
Sampul Novel Release the Darkness
8.8
Terobsesi pada kaum abadi, penjelajahan Heaven dan Kaylein berakhir tragis di sebuah kastil tua New Orleans. Alih-alih jawaban, Kaylein dipaksa menjadi vampir, sementara kekasihnya dilecehkan oleh pemimpin klan yang kejam. Di tengah siksaan transformasi fisik dan penderitaan batin, kesetiaan sepasang kekasih ini benar-benar diuji. Akankah cinta lama mereka mampu bertahan dari cobaan berat ini, atau justru takdir baru yang akan menanti mereka?
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Legenda kuno meramalkan lahirnya seorang gadis dengan darah suci yang membawa mukjizat. Setetes darahnya berkhasiat memberikan keabadian, kekuatan tak tertandingi, serta mencegah kepunahan klan. Saat kelahirannya yang diiringi awan hitam di malam purnama dan suhu dingin ekstrem, seisi jagat raya berpesta. Kini, hidupnya terancam bahaya besar karena setiap makhluk di alam semesta berambisi memburu dan merebut darah suci di dalam tubuhnya.
Sampul Novel Terjerat Pesona Vampir Tampan
8.2
Setiap malam, Shada didatangi sesosok vampir tampan bermata merah yang memberi sentuhan sensual dan kasih sayang mendalam di alam mimpi. Meski statusnya sudah bertunangan, pesona makhluk abadi itu terus mengusik kesetiaannya. Dilema batin pun mulai menyiksa Shada akibat gairah terlarang yang begitu nyata tersebut. Kini, ia berada di persimpangan jalan dan harus segera memilih antara komitmen di dunia nyata atau godaan fantasi sang vampir.