APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Kematian menjemputku saat serangan asma hebat menyerang, tepat ketika Reza memilih mendampingi perempuan lain yang dicintainya untuk memeriksakan kandungan. Tragisnya, obat penyelamat hidupku justru berada di tangan Reza. Setelah kepergianku, kepanikan luar biasa melanda Reza yang mencariku ke mana-mana, terutama setelah ia mengetahui rahasia tentang kehamilanku. Kini, hanya tersisa penyesalan sunyi dan sosok misterius yang setia menjaga makamku yang sepi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku cepat-cepat berkata, "Reza, kamu di mana? Aku merasa sangat nggak nyaman, apa kamu bisa cepat datang?"

Telepon tampak hening selama beberapa detik sebelum seorang wanita menjawab: "Reza sedang sibuk, aku akan suruh dia menghubungimu nanti."

Aku terdiam dan mengenali suara itu. Dia adalah Tamara, mantan pacar Reza, yang selalu dia ingin nikahi.

Sebelum telepon ditutup, aku sekilas mendengar suara pengumuman di koridor. "Antiran nomor 15 atas nama Tamara, silakan masuk ke ruang poli kandungan 1."

Sebelum sempat aku berbicara, Tamara sudah menutup teleponnya.

Sambil memegang ponsel. tangan terasa kaku, dan suara yang baru saja aku dengar masih terngiang di telingaku

Tamara? Poli kandungan?

Kenapa Reza menemani Tamara ke poli kandungan?

Dia seharusnya tahu bahwa kondisiku tidak bisa menunggu. Mengapa dia justru menemani mantan pacarnya di saat dia sedang membawa obatku?

Tubuhku mulai bergetar, dan aku terjatuh lemas di lantai dengan air mata mengalir mengalir deras dan jatuh ke punggung tangan.

Aku tidak tahu apakah ini hanya perasaanku atau karena terlalu banyak menghirup serbuk bunga, tetapi gejala serangan kali ini terasa lebih parah dibanding sebelumnya. Aku bahkan merasa semua anggota tubuhku seperti mati rasa.

Tiba-tiba, aku ingat bahwa ada nyawa lain di dalam perutku. Aku berusaha mengambil ponsel dan menelepon nomor darurat 112, kemudian meringkuk di lantai sambil menggenggam ujung bajuku.

"Tolong, tolong selamatkan aku dan anakku .... "

"Tolong selamatkan aku dan anak suamiku .... "

Aku terus mengulang kata-kata itu, tanpa tahu sudah berapa lama waktu berlalu, dan mataku semakin berat.

Saat dunia di sekelilingku menjadi gelap, aku akhirnya menyadari ada suara ketukan di pintu dan juga suara kakakku.

"Rania! Bangun! Kakak akan membawamu ke rumah sakit sekarang!"

Aku merasa tubuhku diangkat dan terburu-buru memasuki mobil. Di tengah guncangan, aku akhirnya menutup mataku sepenuhnya.

Ketika aku membuka mataku lagi, yang terlihat adalah warna putih yang bersih, dan aroma disinfektan menyengat hidungku.

Aku terdiam sejenak, dan baru kemudian menyadari bahwa aku sudah berada di rumah sakit.

Untung saja tidak terjadi apa-apa, kalau tidak, anakku bisa ....

Aku bangkit dari tempat tidur, dan melihat ruangan itu sepi. Dari arah lorong, samar-samar aku mendengar suara kakakku. "Dokter bilang apa? Dia hamil?"

Aku segera keluar dan melihat kakakku sedang berbicara dengan seorang dokter di ujung lorong. Dia mengepalkan tangannya erat-erat dan wajahnya tampak marah.

"Kakak! Kenapa kamu tiba-tiba ke rumahku? Untung saja kamu datang tepat waktu, kalau nggak, aku pasti sudah celaka."

Aku bertanya sambil menatap wajahnya, tetapi kakakku tampak seolah tidak mendengarku dan sama sekali tidak melihat ke arahku.

Dokter menghela napas pelan. "Saya turut berduka. Serangan asma Nona Rania kali ini lebih cepat dan lebih parah dari biasanya. Ditambah lagi, dia dibawa kemari sedikit terlambat. Kami sudah melakukan yang terbaik, tetapi sebaiknya kamu segera mengurus kepulangannya."

Kata-katanya terdengar seperti petir yang menggelegar di telingaku.

Apa?

Aku sudah meninggal?

Aku langsung meraba dadaku, dan ternyata detak jantungku sudah berhenti berdetak.

Aku terdiam sejenak, lalu segera berlari menuju kamar tempat aku baru saja keluar. Di sana, kulihat tubuhku masih berbaring diam di atas tempat tidur, seolah-olah sedang tertidur.

Saat itu, kakakku masuk ke dalam kamar, berjalan menembus tubuhku, lalu bersimpuh di depan tempat tidur sambil menangis keras, memanggil namaku dengan penuh kesedihan.

Barulah saat itu aku menyadari kenyataan ini. Aku sudah meninggal.

Tangisan kakakku terdengar jelas di telingaku dan membuatku tak kuasa menahan air mata. Aku melangkah maju dan memeluknya dari belakang, sambil berkata, "Maafkan aku, Kak .... "

Setelah beberapa saat, kakakku akhirnya berhasil menenangkan dirinya. Dia mengeluarkan ponselku, dan di layar terpampang jelas pesan dari Reza.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Durhaka Dibutakan Nafsu
8.4
Saat ibu mertuanya sekarat akibat kecelakaan, sang istri berulang kali menghubungi suaminya yang berprofesi sebagai pengacara. Namun, pria itu menolak membantu dan menuduhnya berbohong demi uang, karena sibuk mengurusi mantan kekasihnya. Setelah sang ibu meninggal, sang suami justru menjadi pembela yang membebaskan pelaku tabrak lari tersebut di pengadilan, tanpa menyadari korban tewas adalah ibunya sendiri. Kecewa berat, sang istri langsung melayangkan gugatan cerai.
Sampul Novel GAIRAH TERLARANG
9.1
Kehidupan pernikahan Lie terasa begitu dingin dan hampa, di mana ia hanya dianggap sebagai pemuas kebutuhan suaminya. Namun, segalanya berubah saat ia mengenal dokter Danil. Sosok pria lembut ini berhasil menyalakan kembali api gairah dalam diri Lie yang sempat mati. Lewat perhatian dan sentuhan dr. Danil, Lie merasakan kebahagiaan serta kepuasan batin yang tak pernah ia dapatkan dari sang suami. Kini, ia terbuai dalam babak baru yang penuh kehangatan.
Sampul Novel Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
8.4
Kehidupan Aisyah hancur seketika saat sang suami meminta restu untuk menikahi sahabat karibnya. Demi mempertahankan rumah tangga, ia rela dimadu meski hatinya sangat terluka. Sayangnya, keputusan itu justru membawanya pada penderitaan baru. Suaminya berubah menjadi dingin, kasar, dan enggan memberikan kasih sayang. Di tengah cercaan dan ketidakadilan yang terus menerpa, sanggupkah Aisyah bertahan dalam pernikahan poligami ini?
Sampul Novel Ranjang Panas Tuan Lucas
8.9
Flora terkejut saat Lucas, pemilik Blackwood yang dingin, menagih utang besar mendiang orang tuanya secara mendadak. Meski baru bertemu di sebuah pesta, pria yang terpaut lima belas tahun lebih tua itu tak memberi celah untuk bernegosiasi. Flora yang hanya staf magang kini terjepit dalam kontrak gelap yang mengikatnya. Tanpa uang untuk melunasi kewajiban tersebut, Lucas memaksa Flora menyerahkan kehormatannya malam ini juga sebagai bentuk pembayaran mutlak.
Sampul Novel Surgaku Yang Hilang
8.2
Tujuh tahun membina rumah tangga yang indah, kebahagiaan seorang ibu satu anak runtuh seketika akibat pengkhianatan suaminya sendiri. Dalam kepedihan mendalam, wanita berhijab ini menangis pilu meratapi nasibnya yang kini dilingkupi kegelapan. Fisiknya tak lagi kuat menahan beban duka yang teramat berat setelah semua keindahan hidupnya dirampas paksa. Di tengah hancurnya dunia yang ia miliki, mampukah ia bangkit dan menemukan kembali senyumnya yang hilang?
Sampul Novel Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku
8.9
Saat putra mereka mengalami diseksi aorta, sang suami yang merupakan spesialis jantung justru menyalahkan istri dan anaknya atas kematian teman masa kecilnya, Sophia. Setelah meracuni keluarganya sendiri sebagai aksi balas dendam, sang istri tiba-tiba terbangun di hari suaminya menerima telepon dari Sophia di kehidupan kedua. Dalam novel romantis misteri ini, sang istri memilih menyelamatkan putranya sendiri tanpa memohon pada suaminya, tetapi sang suami justru berakhir berlutut meminta maaf.