APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bulan di Darah Awan

Bulan di Darah Awan

Cahaya merah abadi kini menyelimuti dunia, membawa penderitaan darah dan kesedihan mendalam. Di tengah perjuangan menjaga kewarasan, sebuah pertemuan singkat justru membuka kembali luka lama. Meski ada ikatan yang terasa berbeda, kebencian masa lalu menciptakan atmosfer menyesakkan. Rahasia yang terpendam memicu amarah besar hingga hubungan yang baru terjalin ini terancam hancur, menyisakan rasa sesak yang tak terlukiskan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah tiba di tempat kos, aku segera mengganti pakaianku dengan pakaian santai lalu membuka ponsel. Di sana, aku mulai berselancar di dunia maya. Aku membaca beberapa pesan di grup angkatan.

‘Eh, kalian tau gak kalo kepala asisten praktikumnya killer?’

‘Seriusan njing. Aku dapat dia coba.’

‘Yang cewek di depan tadi pelit nilai, Cuma enak ngajarnya.’

‘Oh ya. Aku browsing di internet ketemu cerita ini (link)’

‘Yang bener. Asisten mati? Dafuq.’

‘Itu beneran sih katanya. Yang cewek ama ketua labnya itu adik dia katanya.’

‘Asisten killer katanya.’

‘Turunan njir. Gak kakak gak adik sama-sama bangke.’

‘Sumpah? Yang bener tot.’

‘Sumpah.’

‘Bluk gubluk, ribut trus.’

‘Eh, yang cewek cantik sih cuy.’

‘Ribut kalian.’

‘Padahal asisten dicerita itu tampan ih, apalagi kalo dari dekat’

[mengirim foto]

Eh, cakep nih cowok. Kok bisa sih cakep banget? Masa kayak oppa-oppa Korea sih?

‘Eh, makasih banget lho fotonya. Idola banget uy. Kayak oppa.’

‘Eh, minta oi.’

‘Save aja langsung pintar.’

‘Sudah-sudah. Kok ribut amat. Ini lagi bikin laporan.’

‘Jangan lupa dikontak seniornya.’

‘Oh ya, ini aku kasih kontak senior-senior yang udah tanya lewat aku buat kontak kalian. Masukin grup kalian ya.’

[berbagi kontak]

‘Oke.’

Entahlah. Waktu aku membaca nama-nama di sana, ada nama yang asing. Apakah mahasiswa internasional? Sebuah undangan masuk.

[Alsya membuat grup]

[Alsya mengundang Zihan, Riris, Haris, Alif, Daniel, Chen, Anastasia, Karim]

Alsya: Selamat malam kakak-kakak semua.

Chen: Umm… what is this group for?

Karim: programming, programming lab.

Chen: Ah. I see. So, this is the team.

Karim: Yes. We are one team.

Anastasia: With new students?

Daniel: Yeah. X-106 always mix the students. Eh, sayang, siapa asistennya?

Alsya: Kak Shadox, say.

Riris: Belum apa-apa sudah mulai. Hadeeh.

Alsya: Iri ya say?

Riris: Iya say 😊

Daniel: Shadox? Sumpah dia?

Alsya: Eh? Kenapa Kak Shadox?

Daniel: Waduh. Mampus deh.

Zihan: Kenapa Kak?

Daniel: Itu pelit nilai, killer lagi.

Zihan: Katanya ketuanya killer, cewe tadi pelit, sekarang asisten ini killer. Kok isinya jahat semua itu lab?

Daniel: Ku kira dapat Faux_Wave ☹

Chen: We are doing this the usual, right?

Daniel: Yeah. Though don’t hope much. The assistant is shitty.

Chen: Seriously? Who is it this time?

Daniel: Shadox.

Chen: Ah, I remember that name mentioned quite often. They say that he’s annoying. I find him have a pretty cool appearance. I envied his appearance personally.

Anastasia: Shadox? I think I’ve heard the name somewhere.

Chen: That guy who gives 0 to one of the groups I recall. You know, the time we see a big fat zero on one of the teams last year?

Anastasia: Him!? The hell! I don’t wanna be under his tutelage. Mom! Save me!

Chen: Might be a time to know him a bit better from different sight.

Daniel: Fuck it!

Karim: Calm

Daniel: I cannot be calm!

Aku menghela nafas berat. Sepertinya ini tidak akan berjalan baik bagiku. Oh ya, lebih baik dihubungi dulu.

Zihan: Siapa yang sudah menghubungi Kak Shadox?

Alsya: Sudah ku hubungi Zih, tapi gak dibales ☹

Alsya: Di read doang ama doi

Daniel: Emang kampret orangnya. Nanti tiba-tiba balas. Liatin aja.

Riris: Tapi bukannya kita perlu Kak Shadox buat kasih pra-praktikumnya? ☹

Daniel: Paling dikasih tiga jam sebelum mulai, liatin aja. Tuh orang hafal banget ama jadwal, trus kasih soal dadakan. Bangsat emang.

Karim: Setauku Kak Shadox itu emang rada susah dicari di kampus. Sibuk banget orangnya.

Daniel: Nah itu masalahnya Kak Karim. Kak Shadox ini gak tau diri banget. Sok banget.

Anastasia: I WANNA A CHANGE!

Daniel: Nope. You’re stuck.

Anastasia: DAMN!

Anastasia: Fine. I’ll do it as usual. Hope he’ll be kind enough to us to at least spare us with a PASS button.

Daniel: Hope so.

“Susah dicari, berbahaya, gak ada kasihan, dadakan… ini makhluk sepertinya pengen disumpah,” gumamku kesal. Aku melihat ke arah jendela kos. Satu hela nafas berat aku hembuskan.

“Kenapa harus seperti ini? Ya Allah, salah Zizih apa?” gumamku lemah. Sebuah pesan masuk dari Alsya ke grup aku, Alsya, dan Riris. Grup bernama Trio Bebek.

Alsya: Eh, aku iseng buka wp. Tebak apa yang aku temukan?

Zihan: Fanfic baru?

Alsya: Kalian gak bakal percaya deh.

[Alsya mengirim foto]

Riris: SERIUSAN!?

Zihan: Masa!? Masa!? Itu aku gak salah baca kan?

Alsya: Aku juga gak percaya masih loh gaes! Ini gila!

Zihan: Pantesan aku ngerasa aneh pas liat nama aslab kita!

Riris: Gila! Gila! Aku gak percaya kalo dia sampe orang yang sama lho. Aku yakin beda! Gak! Gak mungkin sama!

Zihan: Gak mungkin! Kebetulan aja itu!

Alsya: Aku suka cerita-cerita dia, tapi gak sadar pas tadi di papan entah kenapa. Shadox.

Riris: GAK MUNGKIN DIA SAHDOX ASISTEN KITA.

Alsya: Shadox Ris.

Riris: Iya, Shadox. Maaf typo. TAPI TETAP GA MUNGKIN.

Alsya: Udah, kita bahas lagi nanti. Ini dari yayang Daniel.

[Alsya mengirim foto]

Aku mulai mengerjakan laporan wajib yang perlu ditulis. Hanya tugas pra-praktikum asisten aku kosongkan. Sisanya aku kerjakan semampuku, tentunya dengan bantuan Alsya, yang dibantu sama pacarnya, Kak Daniel.

Saat pekerjaan itu selesai, jam menunjukkan 4 sore. Aku memutuskan untuk salat Ashar. Setelahnya, aku mengambil perlengkapan mandi dan pergi ke kamar mandi. Air sejuk yang dibarengi dengan suasana hujan di sore hari membuat tubuhku lebih rileks setelah semua pekerjaan menyiksa tadi.

Setelah selesai, aku memutuskan untuk keluar dari kamar kos ku. Kos ini adalah kos campuran, yang notabene jarang di Indonesia karena masalah norma. Tapi, karena harganya lebih murah dengan fasilitas yang sangat bagus. Ortuku dengan berat hati mengizinkanku di sini demi fasilitas supaya belajarku nyaman, meski posisi sangat jauh dengan jurusan. Aku dapat ceramah karena ini kos campuran. Alhasil, sekarang aku keluar dengan jilbab meski di daerah kos. Jika tidak di kamar, wajib berjilbab.

Saat aku keluar, aku melihat seorang laki-laki dengan pakaian asisten X-106 yang berwarna biru dongker mencolok melewati kamarku. Dia tampak mengabaikan keberadaanku dan terus berjalan ke kamarnya yang berada di ujung lorong panjang di lantai dua tempat kos ini.

“Asisten,” gumamku pelan. Aku akhirnya mengabaikan dan berjalan ke teras kos. Sayangnya aku tidak bisa olahraga karena hujan. Aku tidak suka olahraga dalam ruangan. Aku memutuskan untuk duduk di satu dari dua kursi di teras. Sambil duduk, aku membuka ponselku, dengan irama hujan menemani.

Asyik melakukan browsing membuatku tidak sadar kalau seseorang duduk di kursi lainnya. Namun, aku menyadari saat laki-laki berbicara yang mengejutkanku.

“Melelahkan.”

“Eh?”

“Oh. Aku mengejutkanmu?” tanyanya datar. Bagaimana tidak, kamu seperti-

“Asisten praktikum?” ucapan itu keluar tanpa sensor dari otakku. Laki-laki itu menaikkan sebelah alisnya. Dia sepertinya tidak bergeming dengan kalimat itu.

“Lebih tepatnya laboratorium,” jawaban itu keluar tanpa emosi. Di tangan kirinya ada sebuah buku, sementara tangan kanannya ada sebuah bolpoin.

“Menulis apa kak?” tanyaku mencoba mengalihkan topik. Aku tidak ingin ketahuan sebagai maba di jurusan yang sama dengan dia.

“Cerita,” jawabnya datar. Cerita? Aku melihat sekilas ke pakaiannya lebih teliti, dan hanya bisa terdiam tidak percaya.

“Shadox?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikhianati Sahabat Kecil, Aku Menikahi CEO Mandul
8.9
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati oleh kakaknya sendiri dan ditinggalkan oleh pria yang ia cintai, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun di hari penentuan pernikahan mereka kembali. Alih-alih memperebutkan Zony yang ternyata diam-diam mencintai kakaknya, ia memutuskan untuk mengambil langkah berbeda. Tanpa ragu, ia menerima lamaran Gunawan, seorang CEO yang dikenal tidak bisa memiliki keturunan. Keputusan ini mengubah segalanya, hingga membuat mantan kekasihnya bersujud memohon penyesalan.
Sampul Novel Immortal and The Beast
9.1
Terbangun lewat mantra kuno pasca perang berdarah 100.000 tahun lalu, roh Theodore sang Immortal justru melompati waktu jauh ke masa depan. Alih-alih pulih dalam 10.000 tahun, ia malah merasuki raga pemuda lemah korban perundungan. Di tengah dunia baru yang terancam oleh serbuan monster, ia bertekad bangkit menjadi Hunter pembasmi makhluk buas. Berbekal pengalaman tempur masa lalunya, Theodore siap menaklukkan segala rintangan dan mengubah takdir malang tubuh barunya.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Kamila tersulut cemburu saat melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri. Demi merebut cinta, ia nekat mengamalkan Ajian Jaran Goyang dari Nyai Winarsih, sosok tua misterius yang awet muda. Tanpa disadari, tindakan Kamila justru menyeretnya masuk ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, kini mengancam nyawa mereka demi sebuah hubungan yang dipaksakan.
Sampul Novel MERMAID AS ALPHA'S DESTINY
9.5
Demi menyelamatkan kaum werewolf dari kepunahan, Billy sang calon raja harus mencari Catalina, reinkarnasi putri duyung Althaia. Takdir menyatukan mereka di dunia modern, namun cinta mereka terhalang rintangan mematikan. Billy membutuhkan Catalina untuk mendapatkan kekuatan, tetapi hubungan fisik dapat merenggut nyawa Catalina jika ia terlambat kembali ke air. Di bawah ancaman vampir dan monster, keduanya harus berjuang bersatu demi klan tanpa saling mengorbankan.
Sampul Novel Axia : The Assassin Who Reincarnated Into The Princess of The Kingdom
8.3
Ma Axia, pembunuh legendaris Tiongkok berjuluk iblis berdarah dingin, tewas dikhianati organisasinya sendiri akibat perkara upah. Namun, jiwanya justru bertransmigrasi ke raga permaisuri Kerajaan Zhang yang terkenal lemah dan tidak berdaya. Berbekal memori serta keahlian bertarung dari masa lalunya, Axia harus menjalani takdir baru dalam tubuh wanita yang kerap dipandang sebelah mata. Mampukah sang pembunuh bayaran profesional menaklukkan dunia barunya ini?
Sampul Novel PRIA BERKEKUATAN MONSTER DI DALAM DINDING YANG TIDAK AKAN MUDAH DI HANCURKAN
8.2
Akibat eksperimen kejam, Shin yang berasal dari kalangan bawah kini memiliki kekuatan monster. Di bawah dominasi Maou selama berabad-abad, kepemimpinan manusia mulai diragukan. Shin bersama rekan-rekannya bertekad meruntuhkan pemerintahan yang tidak adil ini sekaligus membongkar rahasia besar yang tersembunyi. Mampukah mereka memulihkan dunia, ataukah kehancuran akibat dosa masa lalu ini mustahil diperbaiki? Siapakah yang akan punah terlebih dahulu?