APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta

(bukan) Telepati Cinta

Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Sedih juga yaa Fin jadi mereka ..., mereka berjuang untuk cinta, tapi cinta itu malah berakhir tragis," ujar Hyura kembali mengemukakan pendapatnya tentang cerita yang barusan ia koar-koarkan.

"Fin, mengapa kau diam saja?" protes Hyura pada Fino yang tidak merespon kata-katanya itu.

"Ya terus aku harus berkata apa? Hyura, kau sudah berulang kali menceritakan kisah ini! hari ini saja sudah ketiga kalinya kau mengulang kisah yang sama, aku bosan Ra! aku bahkan sudah hampir hafal setiap katanya," balas Fino mengungkapkan kekesalannya.

"Tapi aku masih penasaran deh Fin, kenapa yaa authornya menulis cerita yang benar-benar gantung seperti itu?" Hyura memapahkan dagu di tangan kirinya.

"Hyura, ini hanya cerita fiksi. Merupakan hak si penulis mau membuat ceritanya seperti apa, kau tidak seharusnya selalu memusingkan cerita itu." Fino kembali menatap Hyura.

"Dari sekian banyak cerita yang ku ketahui, hanya cerita ini yang paling menarik Fin, entah mengapa aku merasa kalau cerita ini nyata Fin! Fino apa kau tau ka-" mendadak Hyura berhenti bicara saat Fino menatap wajahnya dengan marah.

"Kau kenapa lagi sih?" tanya Hyura dengan ketus.

"Sudah, aku sudah tahu apa yang akan kau katakan! Aku lelah Ra, lelah mendengar kau terus berhalusinasi." Fino memegang kepalanya.

"Aku tidak berhalusinasi Fin, aku merasa cerita ini benar-benar nyata! Cerita ini masih ada kelanjutannya!" seru Hyura semakin bersemangat.

"Yura juga telah tiada sekarang, jasadnya telah sirna dan sekarang dia juga pasti telah bereinkarnasi," tambahnya.

"Lalu kau akan mengatakan bahwa dirimulah reinkarnasinya?" Fino mengernyitkan keningnya.

"Nah, itu kau tahu!" seru Hyura tanpa rasa beban.

"Kau sudah mengucapkannya berulang kali Hyura," ketus Fino.

"Benar sekali Fin! Akulah Hyura Anastasya! reinkarnasi dari Yura. Kini aku telah hidup kembali, aku akan berkelana untuk mencari Finoku yang hilang." Hyura bangkit dari tempat duduknya dan mengacungkan kepalan tangannya ke atas.

Fino terus menggelengkan kepalanya memperhatikan wajah Hyura yang selalu mengait-ngaitkan hidupnya dengan isi buku itu.

"Eeh Fin, jangan-jangan kaulah Fino itu!" seru Hyura sambil mengamati wajah Fino yang mengerutkan keningnya menunjukkan ketidak setujuan.

"Tapi jika kau adalah reinkarnasi dari Fino, Yura dan Fino 'kan berpacaran, sedangkan kita malah bersahabat?" Hyura mengigit jari telunjuknya.

Fino menarik nafas panjang dan berkata, "Dengan begitu apa kau akan merubah status kita dari persahabatan menjadi pacaran? Supaya aku benar-benar jadi reinkarnasi dari Pinokio itu, begitu?"

"Ih, Pinokio...." Hyura mencubit hidung Fino. "Ya tidak lah! Tidak mungkin Fino bereinkarnasi menjadi makhluk jelek sepertimu! kalian hanya memiliki kesamaan nama. Fino itu manis, romantis, perhatian, pokoknya sempurna deh! Sangat berbeda dengan tikus kaku sepertimu itu." Hyura tertawa sambil mencomot roti yang dipegang sahabatnya ini.

"Lagian kau itu kan sahabatku, semestinya tidak ada hal cinta dalam persahabatan, aku menyayangimu Fin. Akan sangat berat beban yang harus ku tanggung jika kau menjadi pacarku nanti, aku tidak mau kehilangan sahabat terbaikku juga jika sewaktu-waktu cinta itu hilang," jelas Hyura dengan mulut yang mengembung karena ada roti di dalamnya.

"Andai kau tau bahwa selama ini aku telah jatuh cinta kepadamu, apa mungkin kau akan mengehentikan pencarianmu terhadap reinkarnasi konyol itu? Atau kau tidak akan peduli sama sekali terhadap perasaanku ini, karena status persahabatan yang terlalu kau junjung tinggi," batin Fino.

Fino Fransdico adalah nama lengkapnya, sejak kecil Fino dan Hyura sudah berteman baik. Mereka selalu bersama dan menjadi sangat dekat. Tidak ada yang Fino tidak tahu tentang Hyura, begitupun sebaliknya.

Tapi, sebagian besar orang meyakini bahwa di dalam persahabatan antara seorang laki-laki dan perempuan tidak selamanya mutlak hanya sebuah hubungan persahabatan. Apalagi jika cinta mulai menyelinap ke dalamnya.

Sejak awal, Fino telah menyadari cintanya kepada Hyura. Tapi dia lebih memilih untuk memendamnya, Fino takut akan kehilangan cinta dan sahabatanya jika mengatakan tentang perasaannya pada Hyura. Fino berfikir bahwa Hyura tidak akan pernah jatuh cinta kepadanya. Apalagi sampai saat ini Hyura benar-benar terobsesi untuk mencari reinkarnasi dari tokoh Fino yang telah mati di dalam buku kuno milik kakeknya Hyura itu.

Sementara Hyura juga masih mengamati wajah Fino. "Tidak buruk jika persahabatan kita berubah menjadi cinta Fin, tapi cukup puas aku menatap wajahmu itu tanpa pernah tau warna apa yang kau sembunyikan untukku. Aku bisa menebak perasaan semua orang dari warna mereka, tapi aku tidak pernah bisa melihat warna dari pria yang aku cintai ini. Kenapa, dia tak pernah menunjukkan perasannya yang sebenarnya? Apa yang kau sembunyikan dariku Fin? Bahkan telepatiku saja tidak sanggup menembusnya," batin Hyura.

Hyura Anastasya adalah seorang gadis indigo, sejak kecil ia sudah sering berbicara bahkan berteman dengan makhluk astral. Hyura juga sering menggagalkan rencana setan yang tidak baik dan menyesatkan manusia. Tidak sedikit tuyul yang ingin mencuri uang di sekitar Hyura menjadi insyaf karenanya. Hyura sangat menikmati kehidupannya, ia merasa beruntung menjadi salah satu orang yang memiliki kelebihan indera.

Hyura juga memiliki kekuatan telepati yang luar biasa, ia bisa mendeteksi isi hati orang lain hanya dengan melihat warna cahaya yang terpancar dari wajahnya. Dengan kekuatan itu, Hyura bisa tau siapa saja yang menyukainya, siapa saja yang membencinya dan siapa saja yang berbahaya untuknya.

Tapi tidak pada Fino, telepati Hyura tidak pernah bekerja pada sahabatnya itu. Hyura tidak pernah bisa melihat warna Fino yang sebenarnya. Karena Fino terus menampilkan warna yang begitu banyak di wajahnya. Padahal di dalam hatinya selalu ada rasa ingin memiliki pada Fino, tapi Hyura lebih mempercayai kekuatan telepatinya daripada kata hatinya sendiri.

Tiba-tiba Hyura tertegun melihat sesosok pria yang tiba-tiba muncul di belakang Fino.

"Kenapa Ra? Kau lihat apa?" tanya Fino yang sudah terbiasa menyaksikan sahabatnya seperti itu.

"Hey tunggu!"

Tiba-tiba Hyura berdiri dan langsung mengejar sosok pria itu, tapi dengan secepat kilat pria itu lenyap mengikuti arah angin.

Fino menghampiri Hyura yang masih terengah-engah. "Hyura ada apa?" tanya Fino yang langsung memegang pundak Hyura.

"Sial!" gumam Hyura. "Dia lagi Fin, orang itu lagi!" Hyura menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok pria itu.

"Hyura tenanglah, ini tempat umum Hyura, semua orang akan menatap kearahmu." Fino menenangkan Hyura dan menuntunnya untuk kembali duduk di bangku taman itu.

"Siapa dia Fin? Dia selalu muncul tiba-tiba lalu menghilang dengan sangat cepat, aku takut dia bermaksud jahat Fin!" Hyura menggenggam erat tangan Fino.

Fino meraih kepala Hyura dan menempelkannya ke dadanya.

"Tenang Hyura, dia itu sama dengan makhluk astral yang lain. Dia tidak akan bisa menyentuhmu apalagi menyakitimu. Takkan pernah!" Fino memeluk Hyura dan mengelus rambut Hyura untuk membuatnya tenang.

"Apa dia ada hubungannya dengan buku kakek yaa Fin? Dia itu muncul tidak lama setelah aku baca buku itu." Hyura keluar dari pelukan Fino dan mengigit bibirnya.

"Mungkin saja, mungkin benar katamu! Itu kisah nyata dan tokoh-tokoh di sana sudah menjadi hantu, jadi mungkin ambisimu itu mengusik ketenangan hantu buku itu, jadi hantunya marah!" Fino menyengir.

"Malah bercanda!" Hyura mencubit perut Fino. "Sudahlah, ayo beli takoyaki!" Hyura menunjuk ke arah pedagang kaki lima di seberang jalan sana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BRIDE OF THE MAFIA
8.1
Vicenzo, bos mafia kejam yang menguasai Milan, mendadak lenyap setelah misinya gagal. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali untuk mencari Jill, seniman tunanetra yang kehilangan penglihatan akibat peluru nyasarnya. Pertemuan tak terduga di kota kecil membawa mereka masuk dalam pusaran cinta sekaligus dendam. Sembari melindungi Jill dari incaran musuh lama, Vicenzo harus menghadapi masa lalunya demi penebusan, sementara Jill berjuang memaafkan pria tersebut.
Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, eks-militer yang kabur dari penjara akibat fitnah keji, kini menjadi buronan Interpol demi melacak adik angkatnya. Di tengah pelarian, ia terpaksa bertahan hidup sebagai pembunuh bayaran berdarah dingin. Kehidupannya mulai berubah saat ia jatuh hati pada Rheyna. Namun, dilema besar menghantam Sammy ketika ia mendapati bahwa target eliminasi berikutnya merupakan sosok penting yang sangat dekat dengan wanita yang dicintainya tersebut.
Sampul Novel Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
8.0
Demi menemukan gadis masa kecil yang memikat hatinya dua dekade lalu, CEO tampan blasteran, Axel Narendra, memutuskan pulang ke Indonesia. Namun, langkahnya terhalang oleh pengkhianatan anak buahnya sendiri yang berujung pada penawanan dirinya. Di tengah pusaran konspirasi besar ini, Axel harus berjuang meloloskan diri. Mampukah ia menumpas para pembelot di gurita bisnis internasionalnya sekaligus bersatu kembali dengan cinta sejati yang tengah dicarinya?
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Terbangun di tubuh permaisuri abad ke-17 yang diceraikan Pangeran Keenam karena wanita lain, seorang dokter genius masa kini tidak tenggelam dalam kesedihan. Ia memilih fokus merintis karier medis berbekal pengetahuan modern. Keahliannya yang luar biasa sukses memikat hati rakyat hingga sang Kaisar. Meski sempat menutup diri dari cinta, takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan sebuah pengorbanan besar yang harus ia putuskan.
Sampul Novel Pendekar Pedang Patah
7.9
Pancaka, pemilik pedang legendaris tanpa bilah, adalah musuh yang ditakuti oleh seluruh golongan persilatan hitam maupun putih akibat aksi penghancurannya. Namun, kejayaan sang pendekar runtuh seketika setelah ia mengalami kekalahan telak. Secara misterius, ia terlempar kembali ke masa lalu. Kini, Pancaka dihadapkan pada pilihan hidup yang baru: memperbaiki perilakunya yang dulu atau justru tumbuh menjadi sosok yang jauh lebih kejam.
Sampul Novel Rumah Kosong Di Dusun Angker
8.2
Misteri kelam menyelimuti rumah tua berberingin di ujung Dusun Sentani. Teror Hantu Gaun Merah dan bisikan gaib kian mencekam setelah beberapa warga tewas secara misterius. Saat pulang ke kampung halamannya bersama sang kekasih, Clara justru dihadapkan pada penolakan penduduk serta berbagai kejadian ganjil. Kini, ia terjebak di antara kutukan desa dan rahasia masa lalu. Mampukah Clara membongkar semua kebenaran di balik rumah angker itu?