APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Bukan Takdirku Mati Dalam Api

Hidup Gita hancur setelah dikhianati Dzaki, kekasih yang memanfaatkannya demi Rosa. Selain merampas karya desainnya, mereka tega meracuni Gita dan membakarnya di dalam villa. Beruntung, ia selamat, memalsukan kematiannya, lalu kabur ke Milan. Tiga tahun kemudian, Gita kembali ke Jakarta memakai identitas baru sebagai desainer top bernama Gia. Saat Dzaki syok melihat kemiripannya, Gita pun memulai rencana balas dendam matang terhadap para pengkhianat tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Gita Hasan POV:

"Malam ini, Dzaki," bisikku pada diri sendiri, "Kau akan tahu rasanya kehilangan segalanya."

Malam harinya, Dzaki datang menjemputku. Wajahnya terlihat puas, seolah ia telah memenangkan lotre-atau lebih tepatnya, memenangkan manipulasi terbesarnya. Ia membukakan pintu mobil untukku, dengan senyum menawan yang kini terasa hambar dan menjijikkan. Aku masuk tanpa banyak bicara, membiarkan tubuhku tenggelam dalam jok kulit yang dingin.

Perjalanan singkat namun terasa abadi itu berakhir di sebuah klub malam mewah di tengah kota Jakarta. Lampu berkedip-kedip, musik menghentak, dan aroma alkohol serta parfum mahal bercampur aduk. Aku menatap pemandangan itu dengan hati kosong. Ini adalah dunia Dzaki, dunia yang penuh kepalsuan dan topeng.

Dzaki memegang tanganku erat, menarikku menembus keramaian seolah aku adalah piala yang baru saja ia menangkan. Tangannya hangat, tapi aku merasakan dingin yang menusuk dari dalam. Aku membiarkannya, tidak melawan. Setiap sentuhan yang ia berikan adalah pengingat akan kebohongannya.

Lalu, mataku menangkap sosok itu. Rosa Cokrohadisuryo. Ia berdiri di tengah kerumunan, dikelilingi teman-teman sosialitanya, tertawa manja. Gaunnya berkilauan, wajahnya dipoles sempurna. Ia terlihat seperti ratu malam ini. Aku tahu, ia pasti merasa menang.

Melihatnya, aku teringat lagi. Rosa, mantan teman kuliahku di jurusan desain mode. Ia selalu iri dengan bakatku, dengan desain-desain orisinal yang selalu kupunya. Aku ingat bagaimana ia memfitnahku mencuri portofolionya, bagaimana ia menangis di depan Dzaki, seolah aku adalah penjahatnya. Dan Dzaki, yang buta karena kedekatan masa kecil, bersumpah akan membalas dendam untuknya. Kini, aku tahu betapa dalam obsesi Rosa pada Dzaki, dan betapa liciknya ia memanipulasi kami berdua.

Mata Rosa bertemu denganku. Senyum kemenangan itu mengembang lebih lebar di bibirnya. Ada kilatan mengejek di sana, seolah berkata, "Lihat? Kau tidak pernah bisa menang melawanku." Napas ku tercekat. Ruangan itu terasa sempit, musik yang menghentak kini bagai palu yang memukul-mukul kepalaku.

Dzaki menyadari tatapanku. Ia melirik Rosa, lalu seketika melepaskan tanganku. Ia berjalan menghampiri Rosa, yang langsung memeluknya manja. Mereka berbisik-bisik, tawa Rosa kembali terdengar, memenuhi udara. Aku hanya bisa memandang, hatiku perih.

Dzaki dan Rosa. Mereka adalah pasangan sempurna di mata semua orang. Teman masa kecil, pewaris konglomerat dan model papan atas. Aku hanyalah bayangan, yang kini telah ia lepaskan.

Tidak lama kemudian, teman-teman Dzaki menghampiriku. Wajah-wajah yang tadi kudengar menertawaiku. Arbi, si playboy, dengan seringai di wajahnya. Dan teman-teman lainnya, yang dulu selalu memujiku sebagai desainer berbakat.

"Gita! Kenapa diam saja?" Arbi menyodorkan segelas alkohol padaku. "Ini pesta! Ayo minum!"

Aku menggeleng. "Aku tidak minum."

"Ayolah, jangan jual mahal!" Teman yang lain, Rita, menyenggolku. "Malam ini kan spesial, kan? Ulang tahun ketiga kau dan Dzaki!"

Kata-kata itu bagai pisau yang menusuk. Mereka tahu. Mereka tahu ini semua lelucon.

"Aku bilang tidak," suaraku meninggi sedikit.

Arbi tertawa. "Dia mulai berani sekarang. Mungkin efek putus cinta?"

Tiba-tiba, sebuah tangan mendorongku dari belakang. Aku kehilangan keseimbangan. Aku mencoba menahan diri, tapi tubuhku limbung. Dan dalam sekejap, aku merasa jatuh. Bukan di lantai klub, tapi ke dalam sesuatu yang dingin, gelap, dan mematikan. Kolam renang di tengah klub.

Air dingin menyelimutiku. Aku tidak bisa berenang. Panik menyerang. Aku meronta, berusaha meraih permukaan, tapi tubuhku terasa berat. Suara musik yang menghentak kini berubah menjadi dengungan di telingaku. Orang-orang di atas sana hanya menatap, beberapa tertawa. Mereka pikir ini bagian dari hiburan.

Paru-paruku mulai terbakar. Aku berusaha bernapas, tapi hanya air yang masuk. Penglihatanku mulai kabur. Wajah-wajah di atas sana tampak seperti siluet yang menari-nari. Aku melihat Dzaki, ia berdiri di samping Rosa, menatapku dengan ekspresi datar. Tidak ada kekhawatiran. Hanya kebosanan.

Kegelapan mulai menyelimuti. Aku merasa tubuhku melayang, kesadaranku memudar. Ini akhirnya. Akhir dari Gita yang bodoh.

Aku membuka mata. Atap putih. Bau desinfektan. Aku terbatuk, merasakan perih di tenggorokanku. Aku berada di ranjang rumah sakit. Aku ingat jatuh ke kolam. Siapa yang menyelamatkanku?

Pintu terbuka. Masuklah Dzaki, dengan wajah cemas yang dibuat-buat. Ia duduk di samping ranjang, memegang tanganku. "Kau baik-baik saja? Aku khawatir sekali."

Aku menarik tanganku. "Bagaimana aku sampai di sini?"

"Kau... kau pingsan di kolam. Aku menyelamatkanmu." Ada keraguan dalam suaranya.

Aku menatapnya. Ia berbohong. Aku tahu. Aku melihatnya berdiri di sana, tanpa bergerak.

"Aku haus," kataku, mengubah topik.

Dzaki segera mengambil segelas air dan memberikannya padaku. Aku meminumnya. Setelah itu, ia memberiku sebuah pil. "Ini penenang. Agar kau bisa istirahat."

Aku meminumnya tanpa curiga. Kepalaku terasa berat, dan tidak lama kemudian, aku kembali terlelap.

Ketika aku terbangun lagi, Dzaki tidak ada. Kamar itu kosong. Aku merasa tubuhku panas, kepalaku pusing. Ada yang tidak beres. Aku mencoba bangun, tapi kakiku lemas. Aku harus pergi ke rumah sakit.

Dengan sisa tenaga, aku memanggil perawat. Dokter memeriksa. Wajahnya terlihat serius. "Nona, Anda mengalami demam tinggi dan keracunan obat."

Jantungku berdebar. Keracunan obat? "Obat apa?"

Dokter mengambil sisa pil yang Dzaki berikan. Ia memeriksanya, lalu menatapku dengan ekspresi syok. "Ini... ini bukan penenang biasa. Ini adalah dosis tinggi obat yang bisa menyebabkan gagal hati jika dikonsumsi terus-menerus."

Tanganku mulai gemetar. Ini pasti perbuatan Dzaki. Ia ingin aku mati.

Tiba-tiba, ponselku berbunyi. Sebuah notifikasi grup chat. Aku membukanya. Itu grup chat teman-teman Dzaki.

"Akhirnya Gita mati! Kerja bagus, Dzaki!"

"Drama yang sempurna!"

"Dia pasti mengira itu penenang, hahaha!"

"Ayo rayakan kematian si bodoh itu!"

"Rencana ganti obatnya berhasil!"

Aku melihat nama-nama di grup itu. Arbi. Rosa. Mereka semua ada di sana. Dan aku. Aku juga ada di dalam grup itu. Aku adalah orang yang akan mereka rayakan kematiannya.

Aku adalah target mereka. Target yang sedang membaca rencana kematiannya sendiri.

Ini bukan lagi permainan. Ini adalah pembunuhan. Dan aku ada di dalam daftar mereka.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan seorang anak untuk menemaninya di hari tua tanpa harus menjalani komitmen pernikahan. Demi mewujudkan impian tidak biasa ini, ia mencari pria yang mau memberinya keturunan secara bebas. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO sombong berharga diri tinggi. Saat malam pertama mereka gagal memberikan hasil, Athena tidak ragu meminta Arthur kembali mengulangi hubungan intim tersebut demi mencapai tujuannya.
Sampul Novel Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir
8.0
Saat menjalani pengambilan sel telur ketiga untuk bayi tabung, sang istri harus berjuang sendiri karena suaminya, Johannes, beralasan lembur. Tengah malam, ia terbangun dengan tubuh membengkak parah dan kesulitan bernapas. Dalam kondisi kritis, ia menghubungi Johannes. Namun, teleponnya justru diangkat wanita asing bersuara mesra. Keadaan kian mencekam saat terdengar suara cambukan dan erangan sebelum panggilan terputus, mengungkap misteri kelam di balik pernikahan mereka.
Sampul Novel Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku
7.9
Sepuluh tahun pernikahan penuh kebencian berakhir tragis saat Richard Starling tewas demi menyelamatkan istrinya dari kecelakaan. Kematian itu meninggalkan penyesalan mendalam bagi semua orang, termasuk mertua yang menyalahkan sang istri. Ketika penemuan mesin waktu tiga tahun kemudian memberinya kesempatan kedua, sang protagonis memutuskan kembali ke masa lalu. Kali ini, ia bertekad melepaskan hubungannya dengan Richard dan membiarkannya hidup bahagia tanpa dirinya.
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Manusia hanya bisa merancang rencana dan memimpikan masa depan dalam kehidupan yang berliku ini. Namun, takdir Tuhan tetap memegang kendali penuh atas segalanya. Kisah romansa modern ini memperlihatkan bagaimana garis hidup bekerja secara tak terduga. Takdir akan melampaui segala usaha keras dan niat manusia dalam menentukan arah perjalanan serta akhir perjuangan cinta mereka.
Sampul Novel Madu Jadi Upik Abu
8.2
Wati terpaksa menerima keputusan pahit saat Dedy, suaminya, dilamar oleh bos kantornya sendiri. Demi impian akan kehidupan yang lebih baik, ia pun merelakan sang suami untuk berpoligami. Namun, petaka dimulai ketika Wati diboyong ke kediaman istri kedua. Di sana, rahasia gelap sang suami perlahan terkuak. Dedy ternyata menyimpan niat licik yang tak terduga. Wati pun harus berjuang keras setelah sadar bahwa dirinya hanya dimanfaatkan sebagai alat dalam rencana besar suaminya.
Sampul Novel Skandal Satu Malam
8.5
Akibat salah kamar, Claudia terjebak dalam hubungan terlarang dengan Christian, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Malam yang salah sasaran itu berubah menjadi mimpi buruk yang rumit ketika mereka terpaksa tinggal serumah. Di bawah atap yang sama, keduanya harus berjuang keras menyembunyikan skandal intim ini dari semua orang. Apakah rahasia besar ini akan terungkap, ataukah kesalahan satu malam tersebut justru mengubah takdir hidup mereka selamanya?