APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BUKAN PERNIKAHAN KONTRAK

BUKAN PERNIKAHAN KONTRAK

Selena didera dilema berat antara kesetiaan pada kekasihnya dan desakan ekonomi keluarga demi pengobatan ibunya pasca-kematian sang ayah. Di tengah hilangnya sang pacar tanpa berita, Daniel datang membawa tawaran pernikahan kontrak sebagai solusi instan. Demi bertahan hidup, Selena pun menerimanya. Namun, masalah rumit muncul saat sang kekasih kembali untuk melamarnya, ditambah kenyataan mengejutkan bahwa Daniel ternyata masih berkerabat dengan pria tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Apa?!!! Mana bisa begitu, Yah!" sangkal Arkanta tidak terima.

"Aku sudah memikirkannya baik-baik. Aku sudah sangat lelah harus menyelesaikan semua ulah yang kau perbuat! Dan sekarang, tak akan ada lagi kesempatan untukmu! Berbuatlah sesuka hatimu! Dan jika kau merusak nama baik keluarga dan perusahaan, maka kau tak akan ada lagi dalam daftar ahli warisku!" ucap Sanjaya tegas dan berlalu meninggalkan kamar Arkanta.

Alvaro mendengus kesal. Ia menatap tajam ke arah Ayahnya. Lalu keluar mengikuti Kakeknya.

"Kek, ada yang ingin aku bicarakan pada Kakek," ucap Alvaro menghentikan Kakeknya yang berjalan tertatih menggunakan tongkat. Sanjaya memberi isyarat pada asisten rumah tangganya yang menemani dan membantunya berjalan.

"Kita ke ruangan Kakek saja," ucap Sanjaya yang kemudian berjalan lebih dulu. Dengan sigap, Alvaro membantu Kakeknya berjalan.

"Kebetulan, kakek juga ingin bicara padamu. Katakan! Apa yang kamu inginkan?" tanya Sanjaya menatap cucunya.

Alvaro mengambil nafas panjang dan mulai mengungkapkan keinginannya.

"Al mau minta tolong sama Kakek. Temanku sedang butuh pekerjaan. Tolong beri dia pekerjaan, Kek! Aku mohon!" ucap Alvaro mendekati kakeknya.

"Siapa yang membuatmu meminta hal seperti itu pada kakek?" tanya Sanjaya.

"Dia seseorang yang penting bagiku, Kek. Dan aku ingin membantunya," ucap Alvaro pada Kakeknya.

Sanjaya menatap intens pada cucunya itu. Sedikit berpikir sejenak, lalu menganggukkan kepala tanpa menanyakan siapa yang orang yang penting bagi Alvaro.

"Benarkah, Kek?" tanya Alvaro merasa sangat senang. Sanjaya mengangguk dan tersenyum.

"Apa dia tahu kalau kau adalah keturunan keluarga Abyakta?" tanya Sanjaya pada Alvaro.

"Tidak, Kek. Aku tidak ingin ia tahu akan hal itu," ucap Alvaro. Sanjaya tersenyum.

"Baiklah. Sepertinya dia seseorang yang sangat spesial bagimu," ucap Sanjaya dan Alvaro sedikit merasa malu.

"Tapi ingat, Al! Kamu harus melanjutkan studimu di Luar Negeri, untuk melanjutkan perusahaan ini," kata Sanjaya yang seketika menghilangkan senyum indah di wajah Alvaro.

"Jangan membuang waktumu hanya untuk cinta sesaat," ucap Sanjaya meninggalkan Alvaro yang masih mematung di tempatnya.

Sepertinya, kakeknya itu tahu jika seseorang itu adalah kekasihnya.

*****

"Kau kapan pulang?" tanya Alvaro dari ponselnya. Ia sedang menelepon Kakaknya yang sedang berada di luar negeri.

Daniel Sagara Abyakta. Putra pertama dari Arkanta Abyakta yang merupakan Kakak dari Alvaro Sebastian Abyakta.

Daniel sedang melanjutkan studynya di luar negeri karena di suruh Kakeknya, Sanjaya Abyakta.

Sebenarnya, Daniel tak begitu tertarik dengan perusahaan milik Kakeknya itu. Namun, karena jengah selalu melihat Ayahnya bergonta ganti pasangan yang membuatnya mual, hal itu ia jadikan kesempatan agar tak lagi melihat Ayahnya.

"Mungkin bulan depan. Kenapa? Kau sudah merindukanku?" tanya Daniel dari seberang sana.

"Mungkin, ya! Tapi, di sini sedang ada masalah dan aku bingung karenanya," ungkap Alvaro mengeluh pada Kakaknya.

"Masalah Ayahmu itu?" tanya Daniel dari seberang sana.

"Hey! Dia juga Ayahmu!" kesal Alvaro mendapat desisan serta tawa kecil dari Daniel.

"Benarkah? Aku pikir aku sudah tak memiliki Ayah lagi. Dia seperti bukan Ayahku."

"Kau pikir, seperti apa Ayah kita?" tanya Alvaro merasa sedikit kesal pada Kakaknya. Alih-alih menjawab pertanyaan Alvaro, kakaknya itu malah mengalihkan pembicaraan.

"Kuliahmu sudah selesai?" tanya Kakaknya.

"Ya. Dan Kakek menyuruhku untuk menyusulmu dan melanjutkan studi di sana," kata Alvaro dengan sedikit nada sedih.

"Lalu kenapa, suaramu begitu?" tanya Daniel.

"Jika aku pergi dan melanjutkan study ku ke sana, itu artinya aku harus berpisah dengan kekasihku," keluh Alvaro sedih membuat Kakaknya terdiam sejenak.

Namun, setelahnya Alvaro mendengar decakan kesal dari Kakaknya.

"Dasar bocah! Jangan termakan oleh buaian cinta sesaat," sangkal Kakaknya itu.

"Hey! Cintaku bukan cinta sesaat! Ingat itu! Aku mencintainya setulus hatiku. Jika kau melihatnya, kau mungkin akan jatuh cinta," ucap Alvaro sembari tersenyum dan membayangkan Selena.

"Ckckck. Aku yakin cintamu itu akan luntur termakan oleh waktu. Atau bahkan terbawa angin saat kau terbang ke sini," ledek Daniel membuat Alvaro berteriak.

"Hey!!! Jangan asal bicara, kau! Awas saja! Suatu saat nanti kau akan termakan dengan ucapanmu sendiri!" kesal Alvaro pada kakaknya.

"Tidak akan!"

"Pasti!"

"No!"

"Kau akan bertemu dengan wanita yang membuatmu jatuh cinta. Bahkan, wanita itu seakan jadi candu bagimu. Tak kan tergantikan dengan apapun dan dengan siapapun juga," ucap Alvaro membuat Daniel berdecak kesal.

"Sudahlah! Hari ini libur dan ini hari tenangku. Aku mau istirahat!" ucap Daniel yang segera menutup telepon adiknya.

Alvaro mengumpati Kakaknya dengan menatap layar ponselnya. Namun, seketika itu ia mendapat pesan dari Kakaknya.

"Jika kau mengumpatiku, kau tidak akan aku beri uang jajan lagi," tulis Daniel membuat Alvaro sedikit terkejut karenanya.

Alvaro memang sering meminta uang pada Kakaknya, jika jatah uangnya telah habis. Dan sebagai Kakak yang baik hati, Daniel selalu memberinya.

"Dasar perhitungan sekali!" balas Alvaro kesal. Namun, setelahnya ia tersenyum. Kakaknya itu memang orang yang dingin.

Namun, meski begitu dia adalah Kakak terbaik baginya. Ia bersyukur, dalam keluarganya yang sepi ini, dirinya masih memiliki Daniel sebagai saudara.

Daniel hendak memejamkan mata, tapi urung ketika mendengar dering ponselnya kembali. Ia mengabaikannya karena ia pikir itu adalah Alvaro.

Dering ponselnya tak kunjung berhenti, hingga Daniel bangkit dan mengambil ponselnya. Ia hendak memaki adiknya yang berusaha mengganggunya.

Namun, ia memicingkan mata saat bukan nama adiknya di layar ponsel. Melainkan...

"Ya, halo, Kek?" ucap Daniel.

"Kenapa lama sekali? Apa kau sudah tidur? Tidak biasanya kau tidur jam segini?" tanya Sanjaya dari seberang sana.

"Ini hari minggu, Kek. Dan ini waktunya hari tenang untukku beristirahat," jawab Daniel.

"Baiklah. Tapi, Kakek hanya ingin menyampaikan sesuatu saja. Minggu depan, kau harus segera pulang. Akan ada perubahan jabatan dan posisi di perusahaan. Sudah waktunya kamu menggantikan Ayahmu. Agar ia tak lagi berbuat ulah," ucap sang Kakek membuat Daniel tertegun sejenak.

Ia sudah memikirkan hal ini dari kemarin saat mendengar Ayahnya melakukan tabrak lari yang untungnya tak diketahui siapapun juga.

Akhirnya, apa yang ditakutkannya terjadi juga. Daniel menghela napas panjang.

"Tapi, Kek?"

"Kakek sudah tidak sehat seperti dulu lagi. Entah sampai kapan umur Kakek. Kakek hanya ingin segera mengurus semuanya, sebelum terlambat," ucap Sanjaya dengan berharap cucu pertamanya itu mau mendengarkan.

"Aku tidak janji, Kek. Aku harus memikirkannya lebih dulu," kata Daniel.

"Selamat beristirahat. Sampai jumpa minggu depan," ucap Sanjaya dan menutup panggilannya.

"Tapi, Kek! Aku tidak bisa!" ucap Daniel. Namun, panggilan itu sudah ditutup oleh sang kakek.

"Arrgghhh!!!" geram Daniel.

Daniel mendengus kasar. Kata-kata Kakeknya seakan menjadi sebuah perintah bagi Daniel.

Sebenarnya hidup sendiri di negeri orang membuatnya sepi. Namun, untuk kembali ke rumahnya, rasanya ia tidak ingin lagi.

Sebenarnya, ia juga sangat rindu dengan rumahnya. Namun, ia enggan untuk kembali.

Daniel memandang sebuah foto seorang wanita bersama dirinya sewaktu kecil. Ibunya. Entah di mana sekarang ia berada.

Praaakk!!

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Cinta Sang Mafia
8.3
Demi melunasi utang sang ayah, Milea dipaksa menikah dengan putra sulung mafia yang mengalami gangguan mental. Enggan menerima nasib, ia memilih kabur. Tindakan ini memicu murka Elvan, sang adik, yang merasa martabat keluarganya diinjak-injak. Bertekad menuntut balas atas kepedihan kakaknya, Elvan memburu Milea demi menghancurkan hidupnya. Sanggupkah Milea lolos dari jerat murka Elvan, atau justru sang mafia muda yang akhirnya melepaskan cengkeramannya?
Sampul Novel Gadis Imigran
8.8
Demi membiayai ayah dan adiknya, Iris Barcova terpaksa menempuh jalan kelam sebagai PSK. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius dari kalangan mafia menawarkan pernikahan kontrak demi pengobatan ayahnya. Di sisi lain, ada seorang dokter tulus yang mencintainya, membuat Iris terjebak dilema. Namun, kenyataan pahit perlahan terungkap bahwa pria penyelamatnya itu diduga merupakan dalang utama di balik segala tragedi yang menimpa hidupnya.
Sampul Novel Heartache
9.4
Sembilan tahun tanpa kepastian membuat Renjana lelah, terutama di usia 27 tahun saat tekanan sosial untuk menikah kian mendesak. Di tengah keputusasaan terhadap kekasihnya, pihak keluarga berinisiatif menjodohkannya dengan pria pilihan mereka. Kini, Renjana dihadapkan pada pilihan sulit: akankah ia membuka hati pada cinta baru yang hadir perlahan karena desakan keluarga, atau tetap bertahan menanti kepastian dari kekasih lamanya?
Sampul Novel Istri Kedua Tersembunyi
7.9
Demi melunasi utang keluarga, Raine Alverez terpaksa menjadi istri kedua rahasia bagi taipan Leon Castello. Meski dituduh perusak rumah tangga, ia sebenarnya terjebak perjanjian lama. Raine pun harus menghadapi kebencian istri pertama dan cemoohan publik. Konflik batin kian menyiksa saat benih cinta pada Leon mulai tumbuh di hatinya. Di tengah intrik dan rahasia besar, ia berjuang mencari kebenaran tentang siapa yang bersalah dalam pernikahan rumit ini.
Sampul Novel Menantu Tak Diharapkan
7.9
Cakra menjalani masa kecil yang berat bersama paman dan bibinya. Kehidupannya semakin rumit ketika sang paman terlilit utang besar kepada sebuah keluarga terpandang. Demi melunasi kewajiban tersebut, Cakra terpaksa menjadi menantu di keluarga kaya itu melalui pernikahan kontrak. Alih-alih hidup tenang, perbedaan status sosial yang jurang justru membuat Cakra harus menerima kebencian, sikap dingin, serta penolakan ekstrem dari mertua barunya.
Sampul Novel Merebut Hati Suamiku
8.4
Pernikahan di lingkungan pesantren antara Kayshilla Chandra dan Aaraf Ibrahim terjadi karena perjodohan orang tua. Namun, Aaraf berterus terang belum bisa mencintai Kayshilla sebab masih mengharapkan wanita lain. Kenyataan pahit ini memaksa Kayshilla berjuang menghadapi bayang-bayang masa lalu sang suami. Di tengah badai ujian rumah tangga, sanggupkah ketulusan dan kesabaran Kayshilla mencairkan sikap dingin Aaraf demi meraih cinta seutuhnya?