APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BUKAN PERNIKAHAN KONTRAK

BUKAN PERNIKAHAN KONTRAK

Selena didera dilema berat antara kesetiaan pada kekasihnya dan desakan ekonomi keluarga demi pengobatan ibunya pasca-kematian sang ayah. Di tengah hilangnya sang pacar tanpa berita, Daniel datang membawa tawaran pernikahan kontrak sebagai solusi instan. Demi bertahan hidup, Selena pun menerimanya. Namun, masalah rumit muncul saat sang kekasih kembali untuk melamarnya, ditambah kenyataan mengejutkan bahwa Daniel ternyata masih berkerabat dengan pria tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

Selena tersenyum sembari menatap pemandangan indah di depannya. Segala yang ada pada laki-laki di depannya itu, terlihat begitu indah dan sempurna di matanya.

Semua gerakan laki-laki itu seakan melambat bagai slow motion pada video yang sering ia tonton. Dia mengunyah, dia tersenyum dan menatap Selena penuh cinta.

Ya, sepertinya Selena telah sejatuh cinta itu pada sosok makhluk paling sempurna yang pernah dia lihat. Laki-laki itu sedang duduk berdua dengannya sambil menikmati es krim coklat kesukaan Selena.

Alvaro Sebastian. Lelaki pertama yang membuat Selena merasakan indahnya cinta. Serta merasakan bagaimana pipinya menjadi bersemu merah saat dia mengucap kata suka dan cinta padanya dua tahun yang lalu.

"Ayolah, Sayang! Kau jangan menatapku terus seperti itu. Memangnya ada apa dengan wajahku? Apa ada yang aneh?" tanyanya membuat Selena mengulum senyum.

Selena menggeleng lalu menyendok es krim di depannya dan memasukkan sendiri ke dalam mulut. Dingin dan lumer di dalamnya.

"Tidak! Hanya saja, kau begitu terlihat indah di mataku," ucap Selena yang mungkin terdengar seperti sebuah godaan bagi Alvaro.

"Ya ampun! Aku tak seindah itu. Kau jangan membuatku malu. Bahkan kau yang terlihat lebih indah di kampus ini," jawabnya membuat Selena tertawa.

"Oh, ayolah, Babe! Kamu tidak lihat? Semua orang sedang menatapmu? Bahkan aku sampai iri hingga rasanya ingin mencolok mata mereka yang tidak tahu malunya menatap wajah kekasihku! Ah, rasanya aku sangat kesal," gerutunya dengan mengacak es krim di depannya dan membuat Alvaro tertawa.

"Kau, cemburu?" tanyanya. Selena meliriknya sekilas dan hanya mencebik kesal.

" Apa seperti itu, yang namanya cemburu?" tanya Selena dengan bodohnya.

" Hahahaha. Kau ini lucu sekali. Tak bisakah kau hanya bilang kalau kau sedang cemburu padaku?" ucap Alvaro yang lagi-lagi dengan tawanya yang renyah dan selalu menularkan senyum pada kekasih di depannya itu.

"Sudahlah, lupakan! Besok adalah hari terakhir kita di kampus ini. Haaahh, rasanya aku tidak ingin pergi dari sini," keluh Selena dan menatap keadaan sekelilingnya yang mungkin akan selalu di rindukan setelah ini.

"Kau benar! Empat tahun duduk di bangku kuliah ini, terasa seperti rumah sendiri. Hingga mau meninggalkannya sangat sulit," jawab Alvaro yang membuat Selena berdecak kesal.

"Jangan bilang, kau mau tinggal di sini lagi, hanya karena kau sangat mencintai kampus ini?!" tanya Selena dengan sedikit terkejut.

Lagi-lagi Alvaro tertawa. Seakan hidupnya tak pernah ada sedih sedikitpun. Ah, tidak. Bukan itu maksud Selena. Seolah jika bersama wanita itu, Alvaro akan selalu tertawa seperti itu.

"Mana mungkin aku melakukan itu? Sedangkan kekasihku juga akan keluar dari sini. Ah?! Apa kau mau tinggal di sini lagi bersamaku?!" tanyanya sedikit antusias.

Plak!

Selena menepuk bahu Alvaro sedikit keras yang lagi-lagi membuat laki-laki itu hanya tertawa.

"Aku tak mau diberi gelar mahasiswa abadi di sini," gerutu Selena dan semakin membuat Alvaro tertawa terbahak.

"Mungkin saja, jika kita masih di kampus ini, akan tetap membuat kita jadi tetap muda," katanya yang membuat Selena memutar bola mata, malas.

"Tetap saja umur kita bertambah. Aku memang senang berada di kampus ini, tapi aku tidak menyangkal juga tentang tugas kampus yang selalu membuatku memutar otak," tambah gadis itu lagi.

" Yeahh, i see. And i feel same with you," jawab Alvaro dan Selena hanya mengangkat bahu pelan.

"Then, what are we going to do now?" tanya Al dan Selena menatapnya dengan sedikit berpikir.

"Em, aku pikir, es krimnya harus dihabiskan lebih dulu. And then, we will spend the day together, bagaimana?" tanya Selena dengan sedikit antusias.

"I think, that is not good idea," ucap Alvaro dengan mimik wajahnya yang terlihat menyesal.

" Why? Kenapa? Kau tak suka seharian bersamaku? Apa sudah ada hal menarik bagimu selain aku? Apa karena kita sudah lulus dan kau sudah bosan padaku?" cecar Selena dengan pertanyaan yang beberapa hari ini ia pikirkan.

Alvaro memberikan tatapan tajam padanya. Bukan tatapan cinta seperti yang biasa ia berikan pada Selena. Apa maksudnya itu?

"You always overthinking about me! Apa aku seburuk itu di matamu?" tanyanya masih dengan tatapan tajam.

Selena menghela nafas panjang. Setidaknya dari kalimat yang laki-laki itu ucapkan membuatnya sedikit lega. Karena, itu berarti apa yang dicurigakannya tidak benar. Semoga saja. Harap Selena.

"Aku hanya ..."

"Hanya terlalu takut kehilanganku? Bukan begitu?" tebak Alvaro dengan sudah memasang senyum lebar yang terlihat sangat tampan dimata Selena. Arrghh! Bahkan Selena sangat kesal dengan suasana ini. Mempunyai kekasih tampan di kampus ini membuatnya terbakar cemburu.

"Hahaha, i know that, Selena. Kau tak perlu mengatakannya. Tapi, aku selalu tahu tentang dirimu. You love me too much. Like me! And i love you, too much," ucap Alvaro yang membuatnya tersenyum dan Selena pun tertawa.

Ponsel Selena berdering. Alvaro menghentikan tawanya setelah ia memberinya isyarat, bahwa Ibunya sedang menelepon.

"Ya, Bu?" kata Selena dengan nada riang seperti biasanya. Alvaro menggenggam tangannya erat. Sesekali menciumnya. Bahkan ketika Selena mau menariknya, ia kembali menariknya lagi, seolah enggan untuk melepaskan.

"Maaf, apa benar ini dengan keluarga Pak Harry?" tanya seseorang dari seberang sana yang seketika membuat jantung Selena sedikit berdebar.

"I... Iya benar. Dengan siapa saya bicara?" tanyanya pelan dan sedikit khawatir. Sedang Alvaro pun sudah ikut cemas melihat mimik wajah kekasihnya itu.

"Ayah anda mengalami kecelakaan. Sekarang mereka di Rumah Sakit dan, ..." ucap sebuah suara dari seberang sana membuat hatinya lemas seketika.

Hati dan pikiran Selena seakan tak bisa bekerja dengan baik. Bagai mendengar petir disiang bolong yang mengejutkannya. Namun, tak mampu membuatnya mengeluarkan suara.

" Sel? Ada apa?" tanya Alvaro di sampingnya. Gadis itu mendengar Alvaro bersuara. Tapi suaranya kali ini tak terdengar seperti lagu cinta yang biasa ia nyanyikan untuknya. Melainkan seperti suara dengungan nyamuk yang terdengar di telinganya.

Selena meremas dadanya, rasanya sesak. Seakan ia tak bisa bernafas. Berita itu sangat membuat hatinya ngilu.

"Selena?!!!" Alvaro menyadarkannya dari lamunan. Setelahnya Selena menangis sesenggukkan yang seketika membuat Alvaro membawa Selena ke dalam pelukannya.

********

Selena menatap sedih, melihat Ibunya yang menangis meraung di depan mata. Kain putih itu menutup seluruh badan dari sosok orang yang selama ini jadi kebanggaannya.

Ia terbujur kaku dengan bergelimangan darah di tubuhnya. Sedang Ibunya hanya bisa menangis dari ranjang sebelahnya. Ia pun sama terlukanya seperti Ayahnya. Tapi, mungkin rasa sakit di tubuhnya tak sesakit hatinya melihat belahan jiwanya pergi untuk selamanya.

Ia menghampiri tubuh Ayahnya yang terbaring di ranjang rumah sakit. Dibuka kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia pun tak bisa lagi membendung air mata saat benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa benar itu adalah Ayahnya. Pahlawannya, serta kebanggaannya.

Selena meremas kain putih yang menutupi Ayahnya, air matanya tak bisa berhenti mengalir. Isakan tangis, raungan, geraman dan segalanya ia tumpahkan melihat sang Ayah yang tak lagi bernyawa.

Alvaro hanya menahan dan memeluk Selena yang terus memukul-mukul dada yang mungkin merasa sesak. Ah, bukan mungkin. Tapi memang sangat sesak.

"Dia Ayahku, Al! Kenapa dia pergi secepat itu?!" tangisnya pecah dan Alvaro hanya memeluknya erat. Merasakan kesedihan yang juga di alami kekasihnya sekarang.

Dokter berlari dan memeriksa Ibu Selena yang kemudian pingsan setelah tangisnya terdengar memilukan.

"Ibu?!!!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Terlambat Bersinar
9.1
Sejak pandangan pertama, gadis ini telah menaruh hati pada sahabat ayahnya, seorang pria dewasa yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Sosok pria yang selalu tampil menawan dengan setelan jas rapi itu pernah memberinya sebuah gaun putri yang indah. Ketika sang gadis menginjak usia dua puluh tahun, sebuah insiden tragis terjadi saat pria tersebut tidak sengaja diracuni di sebuah pesta. Demi menyelamatkan nyawa sang pujaan hati, ia mengenakan gaun pemberian itu dan merelakan kesucian tubuhnya sebagai penawar racun.
Sampul Novel GAIRAH PEREMPUAN NAGA
8.1
Koh Ho Ming memercayai Diandra, putri piatu dari asisten rumah tangganya, sebagai reinkarnasi Perempuan Naga. Sejak kecil, ia memperlihatkan tanda spiritual kuat selaku titisan Dewi Kesayangan Langit. Diandra pun harus menghadapi rintangan berat serta tragedi hidup demi menggapai keberhasilan. Perjalanan takdirnya yang penuh liku diwarnai oleh kisah cinta yang mendalam serta sisi erotis yang membara.
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain
9.0
Vania yang hancur setelah berpisah dari Kevin berniat mengakhiri hidup di jembatan. Beruntung, Rangga menyelamatkannya dan langsung mengutarakan perasaan. Di balik kebahagiaan itu, Rangga rupanya sesosok hantu yang menyembunyikan jati dirinya. Kebohongan ini akhirnya dibongkar oleh Viola di rumahnya. Kini, Vania dihadapkan pada pilihan sulit. Akankah ia tetap bersama sang kekasih dari alam gaib, atau justru ada lelaki lain yang akan datang menggantikan posisinya?
Sampul Novel Pria yang Meninggalkan Cintanya
9.3
Sepuluh tahun pengabdianku pada Baskara Aditama berakhir tragis. Setelah tanganku cacat di salon mantan kekasihnya, Karinina, Bas justru membuangku yang sedang hamil ke hutan terpencil tanpa sinyal. Usai berjuang kembali, aku mendengar dia merendahkanku di depan teman-temannya hanya sebagai pengganti sementara. Kehilangan karier dan tanpa dukungan keluarga, kini aku bertekad memutuskan hubungan dengannya untuk merebut kembali hidupku.
Sampul Novel Surgaku Yang Hilang
8.2
Tujuh tahun membina rumah tangga yang indah, kebahagiaan seorang ibu satu anak runtuh seketika akibat pengkhianatan suaminya sendiri. Dalam kepedihan mendalam, wanita berhijab ini menangis pilu meratapi nasibnya yang kini dilingkupi kegelapan. Fisiknya tak lagi kuat menahan beban duka yang teramat berat setelah semua keindahan hidupnya dirampas paksa. Di tengah hancurnya dunia yang ia miliki, mampukah ia bangkit dan menemukan kembali senyumnya yang hilang?
Sampul Novel Terpikat Janda Kakakku
8.5
Kepergian Candra dalam kecelakaan tragis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Baskoro. Sebagai putra kedua, Arga kini harus memimpin bisnis keluarga. Namun, situasi rumit muncul saat rahasia pernikahan siri mendiang kakaknya dengan Anjani terungkap. Ratu, sang istri sah yang dahulu sempat dekat dengan Arga, juga mengetahui kebenaran ini. Kini, Arga harus menghadapi konflik batin hebat demi melindungi nama baik keluarga serta kelangsungan perusahaannya.