APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel (Bukan) Pembawa Sial

(Bukan) Pembawa Sial

Akibat mitos kuno, Revan dicap sebagai pembawa sial hanya karena memiliki wajah yang sangat mirip dengan sang ayah. Label buruk ini membuat pemuda dari keluarga sederhana tersebut dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya. Demi keselamatan orang-orang tercinta yang mulai menjauhinya, Revan akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah. Kini, ia harus berjuang sendirian demi membuktikan bahwa dirinya bukanlah pembawa petaka seperti yang dituduhkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Dua puluh lima tahun silam...

Hangat mentari di pagi itu sedang menyinari bumi, setelah semalaman basah kuyup diterpa hujan badai. Di kediaman keluarga Doko yang sederhana, saat ini sedang ramai karena semalam Bu Lida, istri Doko yang sudah melahirkan 4 orang anak, malam tadi kembali melahirkan anaknya yang kelima.

"Wah, anakmu mirip sekali dengan bapaknya, Lida! Takutnya nanti malah akan membawa kesialan di dalam keluargamu. Sekarang saja keluarga ini sudah dilanda kekurangan, aku gak tau deh gimana nanti kedepannya," ujar Bu Sodah, tetangga yang paling julid di sana.

Dia selalu ingin tahu semua kehidupan orang lain dan selalu merasa bahwa ia harus ikut campur di dalam segala hal. Karena ia juga adalah orang yang cukup kaya dan terpandang di kampung itu, jadi ia merasa semua orang harus menghormati dirinya dan menuruti semua yang ia katakan.

"Jangan selalu tongos lah mulut kau itu, Sodah! Kau pikir itu si Lida tak lelah baru saja melahirkan. Dia masih kesakitan dan sekarang kau malah menambah bebannya dengan berkata macam itu. Kasar kali muncung kau bah, Sodah!" sela Bu Siska ikut menimpali dengan logat bataknya.

Di tempat mereka tinggal, banyak yang berasal dari berbagai daerah dan juga suku bangsa yang berbeda-beda. Ada yang dari suku Mandailing, Batak, dan keluarga Rivold atau Lida sendiri berasal dari tanah Minang. Jadi bahasa yang sehari-hari pun masih banyak menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing. Meski di dalam lingkungan mereka akan menggunakan bahasa yang bisa dipahami oleh lawan bicaranya.

"Hei, Bu Siska! Aku mengatakan apa yang seharusnya dikatakan. Jangan sampai mereka menyesal nantinya karena sudah terlanjur merawat anak pembawa sial ini," ujar Bu Sodah semakin menjadi-jadi.

"Cukup, Uni Sodah! Apa pun yang dikatakan orang tentang anakku, aku akan tetap merawat anak ini. Dia mirip sama bapaknya karena dia adalah anak bapaknya. Darah daging dari bapaknya, jadi tidak ada sangkut paut dengan mitos yang Uni Sodah katakan. Maaf, Uni Sodah! Jika Uni Sodah hanya ingin mengatakan hal yang buruk tentang anakku, silahkan Uni Sodah pulang saja!" usir Bu Lida yang sudah emosi mendengar anaknya dikatakan sebagai anak pembawa sial.

"Jangan sombong kau, Lida! Kau tau betul anakmu itu akan membuat hidup kalian sengsara nantinya, dan aku sudah memperingatkan kau dari sekarang. Karena kita juga berasal dari kampung halaman yang sama, itu sebabnya aku memperingatkan dirimu, Lida. Aku berkata seperti itu karena aku tidak mau hidup kalian semakin bertambah susah," sahut Bu Sodah.

"Ampun, Uni! Kecek uni tu batua bana. Kini pailah barangkek dari rumah ambo. Pulanglah, Uni Sodah!" usir Lida secara halus.

Ya, Lida dan Sodah berasal dari kampung halaman yang sama, yaitu dari tanah Minang. Mereka sama-sama perantau ke daerah Riau yang kebetulan bertemu di sana. Sodah sudah jauh lebih lama tinggal di sana dibanding dengan Lida dan keluarganya. Dulu Sodah dipinang oleh seorang pria kaya yang berasal dari Riau dan pinangan itu langsung di sambut baik oleh keluarga Sodah. Setelah lamaran itu, Sodah dan pria itu langsung melaksakan pernikahan dengan meriah di kampung halaman Sodah. Lalu setelah menikah, Sodah diboyong oleh suaminya ke kampung halamannya di Riau.

Sejak saat itu, Sodah merasa bahwa ia sudah sukses dan kaya. Sikapnya menjadi sombong kepada semua orang. Sebenarnya Lida juga masih sepupu dekat baginya, tapi ia seolah tidak mau mengakui itu di hadapan orang-orang, karena nasib Lida yang kurang beruntung.

Tapi karena nasib yang kurang menguntungkan di keluarganya, juga karena perselisihan antara sesama saudara di kampung. Lida dan suaminya memutuskan untuk pindah dari tanah Minang untuk mencari kehidupan baru di rantau orang. Mereka memilih pergi ke Riau untuk mengundi nasib disana. Tidak sama sekali terpikir oleh mereka akan bertemu dengan Sodah dan keluarga barunya disana. Karena Lida yang pergi dengan hati sedih dari kampung halaman akibat ketidakadilan yang ia dapatkan dari keluarga.

Dimana-mana pasti bukanlah hal tabu lagi tentang perebutan harta warisan antara sesama saudara. Warisan terkadang membawa kesejahteraan dan tidak jarang pula warisan itu membawa petaka. Bagi Lida warisan itu justru menjadi petaka bagi kehidupannya. Karena warisan itu hubungannya dengan saudaranya jadi renggang. Orang tua yang kurang bersikap adil kepada semua anaknya membuat hati putih Lida terluka. Itu sebabnya dia memilih pergi menjauh daripada ia tetap di sana menahan hati dan juga nanti malah akan melawan orang tuanya. Lida tidak mau ia sampai menjadi durhaka hanya karena harta. Itu sebabnya ia memilih menjauh untuk sementara.

Namun setelah ia menjauh, semakin menjauhlah keluarganya darinya. Lida sudah bagaikan anak terbuang, sementara saudara-saudaranya menikmati harta warisan di kampung sana dengan hati bahagia. Mereka tidak tau hidup yang dijalani Lida dan keluarganya sangat menderita di rantau orang. Makan sesuap saja harus dicari dengan cara membanting tulang.

Berangkat pagi, pulang sore bahkan terkadang sudah malam hari. Itulah yang dilakukan Lida setiap hari demi mencari sesuap nasi untuk anak-anaknya di rumah. Ia tidak akan pulang sebelum mendapat makanan untuk anak-anaknya. Lida selalu menahan rasa haus dan laparnya sepanjang hari, semua itu demi anak-anaknya dirumah agar mendapatkan makanan dengan hasil yang ia dapat hari ini.

Rasa lelah dan lapar Lida akan lenyap ketika ia melihat anak-anaknya makan dengan lahap. Semua lelahnya terbayar dengan rona kebahagiaan di wajah anak-anaknya menyambut ia saat ia pulang mencari nafkah. Ia mencari nafkah sudah seperti tulang punggung keluarga, padahal ia masih mempunyai seorang suami yang tetap dan gagah. Lalu apa saja yang dilakukan suaminya?

Suaminya hanya tau bersenang-senang dan menghabiskan uang yang didapatkan oleh Lida saja. Selain itu sikapnya juga sangat kasar dan tidak akan segan memukul Lida ketika dia marah. Tapi Lida masih bertahan demi anak-anaknya tidak kehilangan sosok ayah. Padahal anak-anaknya juga sangat geram melihat perlakuan ayah mereka yang kasar pada ibu yang sudah melahirkan mereka itu.

Lida berjuang sendirian untuk menghidupi anak-anaknya. Sekarang saat ia melahirkan buah hatinya yang kelima, orang malah mengatakan bahwa anak itu pembawa sial, hanya karena anak itu sangat mirip dengan ayahnya. Tentu saja Lida tidak terima hal itu, jelas ia menolak mitos seperti itu. Ini bukan salah Lida ataupun anak-anaknya. Lalu ini salah siapa?

"Itu benar, Bu Sodah! Sebaiknya Bu Sodah pulang ke rumah, karena Bu Lida juga butuh istirahat dan baru tadi malam dia melahirkan bayinya. Tentu saja dia saat ini sedang membutuhkan banyak istirahat, jadi jangan membebani pikirannya dengan perkataan Bu Sodah yang tidak menimbang perasaan orang itu!" ujar ibu-ibu yang lain kepada Bu Sodah.

Akan tetapi ia yang merasa tidak salah sama sekali, bahkan ia mencibir mereka semakin menjadi-jadi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI
8.2
Pernikahan Kenanga hancur setelah Dion, sang suami, berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kepedihan akibat poligami tersebut, masa lalu Kenanga kembali hadir lewat sosok Devano. Sahabat kecilnya itu datang untuk memperjuangkan cinta lama yang dipendamnya. Kini, Kenanga dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan dalam rumah tangga yang retak atau membuka hati bagi ketulusan Devano.
Sampul Novel Keluarga Benalu Ingin Kaya Mendadak
8.0
Izzah sangat tahu bahwa keluarga suaminya cuma parasit yang ingin merebut harta pribadinya. Tapi, mereka keliru jika mengira ia perempuan lemah yang gampang dikelabui. Izzah takkan tinggal diam membiarkan seluruh asetnya dijarah. Berbekal kecerdikan serta ketegasan, ia siap melindungi apa yang menjadi haknya. Izzah pun bersiap melawan setiap rencana jahat dan taktik licik yang dilancarkan oleh mertua beserta keluarganya.
Sampul Novel Obsesi stalker gilaku
8.8
Dahulu ditolak dan direndahkan, kini pria misterius dari masa lalu kembali demi Arabella Carol. Bertahun-tahun mengintai Arabella secara diam-diam, sang penguntit kini menjeratnya dalam pusaran obsesi serta balas dendam yang pekat. Di tengah ancaman dunia gelap yang penuh misteri, Arabella harus berjuang bertahan hidup. Akankah ia takluk dan jatuh cinta pada pria yang seharusnya paling ia benci? Kisah romansa menegangkan yang penuh ketakutan dan cinta berbahaya.
Sampul Novel Pacar Kedua.
9.7
Hubungan David dan Reta kini dilingkupi keraguan besar. David menaruh curiga bahwa kekasihnya itu telah membagi hati dengan lelaki lain di belakangnya. Enggan terus dirundung rasa penasaran dan kecurigaan yang menyiksa, David pun mengambil tindakan. Ia mulai mengusut gerak-gerik misterius Reta secara diam-diam. David bertekad mengumpulkan bukti-bukti konkret demi membongkar dugaan perselingkuhan yang selama ini mengusik ketenangannya.
Sampul Novel Rahasia Istri yang Terlantar
8.3
Tiga tahun Arini menyembunyikan identitas aslinya demi menjadi istri Kristian, tetapi ia malah didepak begitu saja. Sakit hati, ia memutuskan bangkit dan menunjukkan jati diri sesungguhnya sebagai pewaris jaringan peretas sekaligus ahli parfum yang genius. Ketika Kristian memohon untuk rujuk karena menyesal, Kevin hadir melindungi Arini. Miliarder yang baru sembuh dari kelumpuhan ini dengan berani menantang Kristian, bersumpah tak akan membiarkan Arini kembali.
Sampul Novel Snow White Without a Prince
8.0
Hubungan asmara Kyorin dan Jeno berjalan tanpa landasan cinta. Bagi kelompok Eternal Snow, Jeno bukanlah pangeran, melainkan hanya kurcaci biasa setara dengan enam pria lainnya dalam lingkaran persahabatan mereka. Dengan angkuh, Kyorin menegaskan bahwa berpacaran tidak selalu membutuhkan perasaan. Kisah romansa modern ini menyoroti lika-liku hubungan unik dan penuh petualangan antara satu wanita dengan tujuh pria dalam mempertahankan ikatan mereka.